Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_116. Yang Sebenarnya


__ADS_3

Rini, yang baru saja meninggalkan Virly segera menghubungi atasannya yang merupakan anka buah Bisma. Ya. Rini sebenarnya adalah anak buah Bisma yang memang sengaja diatur oleh Alex untuk memancing Virly.


Sebelumnya, anak buah Bisma sudah memberi tahu semua orang yang bekerja di hotel untuk melaporkan jika Virly mendatangi mereka dan menyetujui saja jika Virly ingin mereka bekerja untuk wanita itu. Tapi Bisma mengingatkan agar tidak terlalu mudah menyetujui. Jika tidak Virly akan curiga.


Bisma bisa dibilang satu langkah di depan daripada Virly. Sore hari setelah paginya Bisma memberi peringatan pada semua karyawan hotel, Virly menemui seorang manager bernama Denis.


Saat itu, Denis baru saja pulang dari hotel dan  bertemu pacarnya di sebuah kafe. Pacar Denis meminta Denis untuk segera melamarnya dan memberikan mas kawin yang mewah. Pacar Denis berkata jika bekerja di hotel milik Mahardika mendapatkan gaji yang cukup besar untuk membelikannya sebuah cincin berlian.


Meskipun Denis mendapatkan gaji yang memang cukup besar, tetapi ia juga masih harus mendukung perekonomian keluarganya. Jadi untuk membelikan pacarnya cincin berlian terlalu berat untuknya.


Maka dari itu Denis menolak permintaan pacarnya tersebut dan mengakibatkan pacar Denis marah dan meminta putus.


Secara kebetulan, Virly yang berada di meja sebelahnya mendengar dengan jelas perdebatan kedua pasangan itu. Setelah pacar Denis pergi, Virly mengambil kesempatan untuk mendekati Denis.


“Hai. Saya Virly.” Denis dengan ragu menjabat tangan gadis cantik yang tiba-tiba duduk di mejanya.


“Saya Denis. Ada apa ya?”


“Apa kamu bekerja di hotel N milik Mahardika Grub?” tanya Virly memastikan.


“Iya. Apa ada yang bisa saya bantu?”


“Saya tadi tidak sengaja mendengar perdebatan anda dan pacar anda. Saya bisa membantu anda menyelesaikan masalah anda ini.” Virly mengetuk permukaan meja dengan kukunya yang panjang.


“Apa maksud anda?”


“Saya akan memberi cincin berlian ini pada anda. Tapi anda harus membantu saya melakukan sesuatu untuk saya.” Virly melepas cincin berlian di tangannya dan meletakkan di atas meja. Cincin itu adalah pemberian dari Serena saat mereka pertama kali bertemu.


Virly menatap Denis dengan waspada. Gadis itu ingin memastikan bagaimana reaksi lawan bicaranya.


“Mohon maaf sebelumnya. Saya memang membutuhkan itu. Tapi jika harus mengkhianati tempat saya bekerja itu adalah pantangan saya.” Tolak Denis tegas. “Jika tidak ada yang lain saya permisi.” Denis berdiri. Tapi Virly meraih tangannya dan menghentikannya.


“Tunggu sebentar.”


“Saya masih ada urusan.” Denis menarik tangannya. Tapi Virly juga menariknya.


“Tenang saja. Saya tidak meminta anda mengkhianati hotel N.”


“Apa yang anda inginkan?”


“Saya hanya ingin anda memberi tahu saya dimana Alex akan menginap saat acara pesta peresmian penyerahan jabatan.”


“Untuk apa anda ingin tahu?” Denis ingat bahwa salah satu peringatan yang diberikan oleh atasannya adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya.


“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memberi sedikit kejutan. Bagaimana? Tidak sulit kan?”


“Jika hanya itu, tidak masalah. Saya bisa membantu anda. Tapi apakah berlian ini asli?” Denis mengambil cincin yang masih tergeletak di atas meja.

__ADS_1


“Tentu saja. Kamu bisa mengeceknya sendiri. Jika itu berlian palsu, anda boleh untuk tidak melakukan keinginan saya.”


“Baiklah. Tugas ini serahkan pada saya.”


“Tentu. Beri aku nomor ponsel mu.” Denis pun memberikan nomor ponselnya. Setelah dikonfirmasi ia segera pamit dengan membawa cincin berlian yang diberikan oleh Virly untuknya.


Keluar dari kafe, Denis tidak pulang seperti niat awalnya. Tetapi ia kembali ke hotel N untuk melapor pada atasannya.


Bisma yang sedang dalam perjalanan pulang dan mendapat laporan dari anak buahnya di hotel segera pergi ke hotel untuk menemui Denis.


“Jadi apa yang diminta Virly darimu?”


“Wanita itu meminta saya untuk memberi tahunya dimana tuan Alex dan nona Nara akan menginap di malam acara peresmian.”


“Apa yang akan dia lakukan?”


“Mohon maaf tuan, saat saya bertanya wanita itu hanya bilang jika dia akan memberi kejutan.”


“Kejutan ya?” Bisma menganggukkan kepalanya. Sepertinya ia sudah tahu kejutan seperti apa yang akan Virly berikan pada Alex dan Nara.


“Baiklah. Kamu boleh pergi. Jangan lupa meminta HRD untuk memberimu bonus bulan ini.” Bisma melambaikan tangannya.


“Terima kasih tuan. Oh saya hampir lupa, wanita itu memberi saya cincin ini sebagai imbalannya.”


“Berikan cincin itu padaku. Ini bisa dijadikan bukti.” Denis memberikan cincin itu dengan suka rela. “Untuk cincin ini akan aku suruh orang untuk mengganti.” Lanjut Bisma.


“Tidak tuan. Tidak perlu.”


“Terima kasih tuan. Saya permisi.” Bisma mengangguk. Denis pun segera keluar dari ruangan.


Bisma memperhatikan cincin berlian di tangannya. Sudut bibirnya terangkat penuh kelicikan. “Kamu sudah berani mengganggu keluargaku. Kamu tunggu saja apa yang akan kamu terima.” Gumam Bisma sambil menggenggam cincin di tangannya dengan erat.


Orang kedua yang ditemui Virly adalah karyawan di bagian resepsionis. Mereka melaporkan bahwa Virly memesan dua kamar yang ada di sebelah kamar Alex dan Nara. Kamar itu terdaftar dengan nama Virly dan Serena.


Sama dengan Denis dan petugas resepsionis, Rini yang bekerja sebagai pelayan di pesta juga segera melaporkan bahwa Virly baru saja menemui nya dan memintanya melakukan beberapa hal. Alex, Bima dan Bisma segera memanggil Rini dan menanyakan apa yang diminta Virly lakukan.


“Jadi kamu disuruh memberi istriku obat tidur?” tanya Alex emosi.


“Benar tuan.” Rini menganggukkan kepalanya.


“Berani sekali dia! Apa lagi yang ingin dia lakukan?”


“Nona Virly juga meminta saya memberikan obat ini pada minuman tuan Alex.” Rini menyerahkan satu bungkusan lagi. Alex membuka bungkusan itu dan memberikannya pada Bima.


“Ini obat perangsang.” Kata Bima setelah mencium isi bungkusan itu.


“Sekarang aku yakin apa yang sebenarnya direncanakan oleh wanita licik itu.” Kata Bisma serius.

__ADS_1


“Kamu kembalilah. Berpura-pura lah telah melakukan apa yang diminta wanita licik padamu.”


“Baik tuan. Saya akan melakukan seperti yang tuan katakan.”


“Bagus. Dan untuk uang yang diberikan oleh wanita itu padamu kamu gunakan saja dengan baik. Aku juga akan menambahkan lagi untukmu. Dan juga, Mahardika akan menanggung biaya rumah sakit dan juga operasi adikmu. Setelah acara ini nanti, berikan semua data. Dan aku akan meminta orang untuk mengaturnya untuk adikmu.”


Rini segera bangun dan segera bersujud berterima kasih. “Terima kasih tuan. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi keluarga tuan.”


“Jangan seperti itu. Bangunlah.”


Rini segera berdiri. “Sekali lagi terima kasih tuan. Saya akan bekerja semakin giat di sini. Saya juga akan mendedikasikan hidup saya untuk kemajuan Mahardika.” Ucap Rini semangat.


“Bagus-bagus. Sekarang lakukan tugasmu dengan baik.”


Rini segera pamit dan meninggalkan tiga orang pria yang sudah mengatur rencana untuk Virly di dalam otak tampan mereka.


“Jadi bagaimana?” Bima melirik Alex dan Bisma yang duduk di sebelahnya.


“Aku akan memberi tahu Nara untuk berpura-pura mengantuk nanti.” Jawab Alex.


“Target sebenarnya adalah kamu. Apa rencanamu?” Bisma menatap Alex serius.


“Karena Virly sudah menyiapkan obat itu, aku akan mengembalikannya padanya.”


“Huh! Dia memang pantas mendapatkan ganjaran.” Bima mendengus.


“Untuk masalah itu serahkan saja padaku.” Kata Bisma percaya diri. “Serahkan obat itu padaku.” Bima menyerahkan onta perangsang pada Bisma.


“Apa yang kamu rencanakan?”


“Tidak apa-apa. Hanya memberinya hadiah yang sangat dia inginkan.” Bisma berkata dengan misterius.


 


*


 


*


 


*


 


Terima kasih sudah mampir 🥰

__ADS_1


Hari ini akoh up dobel. Biar semua jelas. Okeh? Jangan protes lagi. Nara bukan jadi korban atau Virly yang nggak kena hukuman. Hanya saja masih dalam proses.


Tidak sampai sepuluh episode cerita ini akan tamat. Dan di episode-episode akhir ini tidak akan ada lagi penderitaan untuk AlexNara.


__ADS_2