Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
96. Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Sejujurnya Nathan juga tidak menyangka akan ada tamu tak diundangnya hadir di acara resepsi pernikahannya. Ia pun merasa khawatir jika orang ini akan mengacaukan acara pentingnya. Namun menyadari siapa yang membawa orang ini, Nathan mencoba percaya.


Di sisi berlawanan, Satria pun menggenggam erat tangan seorang wanita paruh baya yang merupakan ibunya. Siapa lagi kalau bukan Devi. Dilihat dari raut wajahnya, wanita itu terlihat gugup. Namun jejak penyesalan dan keharuan dapat terlihat dari wajah tua yang terlihat lebih tua setelah empat tahun tak mereka jumpai.


Satria membawa ibunya naik ke atas panggung. Sesampainya disana, waktu terasa berhenti. Kedua wanita sama-sama diam. Saling memandang mencoba memahami satu sama lainnya.


Nadia segera menyadari bahwa raut wajah wanita yang pernah menjadi madunya ini telah berubah. Tidak ada lagi kesombongan yang terlihat. Ambisi pun sepertinya sudah tak ada lagi. Sebaliknya, raut teduh seorang ibu terlihat jelas menenangkan. Menyadari hal ini, Nadia menurunkan kadar ketakutannya. Ia tahu wanita di depannya telah berubah.


Sedangkan Devi, ia berusaha memantapkan hati untuk menghadapi mantan istri muda suaminya.


Banyak kata yang ingin terucap, namun sepatah katapun belum lolos dari mulut keduanya. Sepertinya, mereka masih merangkai kata yang akan mereka ucapkan.


Hubungan keduanya di masa lalu sangatlah rumit. Keadaan memaksa keduanya untuk bersikap seperti musuh meski tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama. Perasaan saling curiga dan waspada selalu mewarnai hari-hari antara satu dengan lainnya.


Di permukaan mereka akan terlihat berhubungan dengan baik. Mencerminkan keharmonisan antar istri pertama dan istri muda. Namun di dalam kenyataan, intrik dan trik mereka lakonkan. Yang satu berusaha menjatuhkan, sedangkan pihak yang lain berusaha bertahan. Menciptakan perang dingin yang mereka rasakan di dalam setiap harinya.


Pada saat ini, keduanya berdiri saling berhadapan. Membawa perasaan mereka masing-masing. Satu dengan yang lainnya masih bingung apa yang akan terjadi di masa depan setelah pertemuan tak terduga ini.


Satu harapan yang pasti, semoga hanya hal terbaik yang akan terjadi.


“Maafkan aku Nadia. Selama ini banyak hal buruk yang telah aku lakukan padamu.” Kata maaf yang tak pernah terlintas akan dia dengar mulut wanita yang pernah menjadi madunya membuat Nadia membeku.


“Aku dan Yulia banyak melakukan salah padamu. Aku kesini untuk meminta maaf padamu atas namaku sendiri dan untuk Yulia. Aku tahu dengan banyaknya kesalahan yang telah aku lakukan akan sulit untukmu memaafkanmu. Tapi aku hanya ingin tahu jika kami meminta maaf dengan tulus dan benar-benar merasa menyesal.” Nadia begitu terkejut saat wanita itu menjatuhkan tubuhnya berlutut di depannya. Bahkan Satria yang daritadi memeganginya ikut terkejut. Pasalnya dua tahun terakhir ibunya dalam kondisi kesehatan yang sering memburuk.


“Apa yang bu Devi lakukan. Bangunlah bu.” Nadia membungkuk dan mengulurkan kedua tangannya untuk membantu Devi bangun.


“Tidak Nadia. Aku pantas menerimanya.”


“Bangunlah bu. Ibu sedang tidak sehat.” Satria ikut membantu membangunkan Devi yang enggan berdiri.


“Aku pantas menerimanya. Aku manusia paling berdosa. Aku pantas menerimanya.” Ucap Devi dengan berlinang air mata.


“Bangunlah bu Devi. Perhatikan kesehatanmu. Aku sudah memaafkanmu. Sungguh.” Nadia memegang tangan Devi dan membantunya berdiri. Kemudian dia memeluk tubuh wanita itu dengan air mata yang juga mengalir.


“Sekarang kami mendapatkan karma dari apa yang telah kami lakukan. Setelah kepergianmu, berbagai penyakit menjangkitiku silih berganti. Bahkan Satria dan Sinta sempat marah padaku dan mendiamkanku. Di umurku yang sudah tua, aku harus melihat rumah tangga anakku berantakan. Melihat anakku harus bekerja keras meskipun kami memiliki harta yang berlimpah. Kami mendapatkan yang pantas kami dapatkan.”


“Apa yang terjadi di antara kita di masa lalu adalah hal di luar kendali kita. Di antara kita tidak ada seorang pun yang menginginkan semuanya terjadi. Kita juga tidak bisa menghindarinya. Semuanya sudah ditakdirkan oleh tuhan.”


“Sekarang aku tahu apa yang membuat bapak sangat menyayangimu. Itu karena kamu terlalu baik.”


“Bapak juga menyayangimu bu Devi. Sesungguhnya Bu Devi lah yang memiliki cinta bapak.”


“Kamu bohong kan?” Devi tersenyum pilu.


“Tidak bu. Bapak selalu berbicara bahwa ia sangat mencintai bu Devi. Itulah sebabnya ia tidak mau memaksa bu Devi untuk melayaninya. Bapak selalu menceritakan masa muda kalian yang bahagia.”


“Senang mengetahui itu meskipun itu sebuah kebohongan.”


“Tidak bu. Itu lah yang sesungguhnya. Pada tahun itu Bapak tahu jika bu Devi selalu merasa trauma setiap kali bapak masuk ke dalam kamar kalian. Jadi bapak memutuskan untuk secara bertahap mengurangi kunjungannya padamu karena ia tahu ibu masih ketakutan setelah kejadian itu. Awalnya aku tidak tahu kejadian apa yang bapak maksud. Tapi ketika aku mendengar cerita dari pak Dasuki aku tahu apa yang dimaksud bapak.”

__ADS_1


“Benarkah itu?” tanya Devi tampak tidak percaya. Selama ini ia merasa bahwa suaminya sama sekali tidak mencintainya. Siapa yang menyangka jika sikap sang suami adalah bentuk dari kekecewaan dan protesnya atas apa yang telah dialaminya.


“Benar bu. Bapak selalu bilang jika saja bu Devi bisa melupakan kejadian buruk itu, bapak tidak akan melampiaskan kekecewaannya pada wanita lain. Dan mengenai aku, bapak bilang bahwa setiap kali bapak melihatku, ia mengingat masa muda kalian karena aku dianggap wanita paling mirip denganmu. Tidak lebih. Semua cinta bapak hanya milikmu bu.” Jelas Nadia.


Mendengar penjelasan Nadia, Devi hanya bisa menangis. Ia merasa memang semua itu memang benar adanya. Sejak kejadian laki-laki memasuki kamarnya dan hendak memperk*sanya, Devi memang akan selalu ketakutan jika Juragan Bondan masuk ke dalam kamarnya. Meskipun ia berusaha keras untuk menghilangkan rasa takutnya, itu tidak pernah berhasil.


“Aku sangat senang mendengarnya. Senang rasanya mengetahui jika aku dicintai.”


“Itu memang benar bu. Sekarang masalah di antara kita sudah berakhir. aku harap hubungan kita di masa depan akan menjadi lebih baik. Bisakah aku menganggapmu sebagai ibuku saja?” tanya Nadia.


“Tentu saja. Aku lebih suka menganggapmu anakku daripada mantan maduku.”


“Baiklah. Aku rasa mulai sekarang aku tidak lagi mempunyai mommy yang lebih muda dariku. Lega rasanya melepas titel sebagai anak tiri dari wanita yang umurnya lima tahun di bawahku dan sekaligus papa tiri yang adalah sahabatku. Leha rasanya melepas hubungan yang rumit ini.” Jelas Satria menanggapi apa yang terjadi. Ia merasa lega semua berjalan dengan baik. Ia berjalan ke samping Nathan dan memukul bahunya dengan pelan.


“Selamat ya Bro!”


“Kapan nyusul?” mata Nathan memindai ke setiap tempat mencari keberadaan kekasih dari sahabatnya itu.


“Mencariku calon papa tiri?” Hesti naik ke atas panggung dan berdiri di depan Nathan.


“Sekarang kita lepas dari status itu sayang. Nadia sekarang menjadi adikku.”


“Benarkah? Itu bagus. Aku masih tidak bisa membayangkan memanggil pengantin baru ini dengan mama dan papa.”


“Ya. Dan Nadia juga akan menjadi adikku mulai sekarang.” Sinta ikut naik ke atas panggung. Di sampingnya Candra menggandeng putra mereka.


“Tenang saja bu. Setelah semua ini selesai, aku akan melamar calon menantu ibu ini.” Satria merekatkan tangannya di bahu Hesti. Memandang gadis di sebelahnya dengan tatapan penuh kesungguhan yang berbalut cinta.


"Oh ya. Kami tidak datang dengan tangan kosong. Kami membawa kejutan untuk kalian berdua." ucap Satria.


Kemudian, dari arah pintu masuk, datanglah Joni dan Nita, serta sebagian warga desa yang merupakan warga binaan di sanggar keterampilan. Bahkan Yulia dan kedua anaknya pun hadir. Mereka terlihat sangat bahagia melihat Nadia dan Nathan akhirnya menikah.


Nita langsung menghambur memeluk Nadia. Joni pun ikut dalam pelukan.


"Kalian akhirnya datang. Aku kira kalian tidak akan datang." ucap Nadia.


"Mana mungkin kami tidak datang. Selamat Nadia, dokter Nathan. Semoga kalian bahagia selamanya." ucap Joni dan di amini oleh semua warga desa yang hadir. Semuanya bahagia.


Nathan melihat Nadia yang tak meninggalkan senyumnya sedari awal. Ia tahu betul jika istrinya pasti sangat bahagia sekarang. Semua orang tersayangnya ada di sekitarnya dengan kebahagiaan mereka. Nathan mengusap punggung Nadia yang membuat istrinya menatapnya dengan penuh cinta.


“Semua berjalan dengan bahagia mulai sekarang Nadia. Perjuangan kerasmu akan terbayar. Percayalah.”


“Aku percaya mas. Aku bahagia sekarang aku mendapatkan keluarga yang aku impikan. Terima kasih.” Nadia berjinjit untuk memberikan kecupan pertamanya di pipi Nathan. Membuat keduanya terdiam beberapa saat sebelum suara Bisma terdengar.


“Mama, Bisma juga mau dicium.”


Nadia menunduk untuk memberikan ciumannya pada Bisma dan Nara bergantian. Nathan mengikuti, mencium kedua anak mereka bergantian.


Senyum kebahagiaan terpatri di bibir semua orang. Apa lagi yang diharapkan selain kebahagiaan?

__ADS_1


Dan seperti itulah, semua berakhir dengan bahagia. Nadia mendapatkan seluruh cinta dari semua orang yang ada di sekitarnya. Menjalani hidup dengan bahagia bersama orang yang tercinta. Orang yang tersayang.


Kebahagiaan kadang datang terlambat. Dan terkadang banyak lika-liku yang harus dijalani untuk menuju satu kata bahagia. Namun percayalah, Tuhan yang mempunyai segalanya. Pasti telah menyiapkan kebahagiaan kepada setiap umatnya.


Jalan hidup tidak ada yang tahu. Kita sebagai manusia hanya harus menjalaninya dengan sebaik mungkin. Menghabiskan waktu yang telah disediakan untuk hal-hal yang baik.


Berusaha menjadi yang terbaik memang butuh perjuangan. Dan hasilnya kadang tidak sesuai dengan harapan, tetapi apapun usaha yang kita lakukan, tidak akan ada ruginya kita lakukan.


Seperti juga jalan hidup yang diambil seorang Nadia Ayu Purnama. Jalan yang diambil adalah tebing yang terjal dan berbatu. Banyak halangan dan terasa sulit untuk dilalui.


Namun dengan banyaknya halangan yang menghadang, menjadikan Nadia pribadi yang tangguh. Apa yang diusahakan di desa hasilnya pun tidak dapat ia rasakan, tetapi dengan melihat senyum warga desa, membuatnya bangga bahwa ia masih menjadi pribadi yang berguna.


Seiring berjalannya waktu, jalan yang terjal itu pula lah yang mengajarinya kuat dalam menghadapi hidupnya. Menjadikannya menjadi berharga di antara batu-batu yang tajam.


......☘️🌸“Aku Istri Muda”🌼☘️......


...Teh end.......


Terima kasih telah setia membaca karya receh akoh.


Terima kasih atas semua dukungan dan masukan kalian semuanya.


Mohon maaf atas segala kesalahan akoh baik yang akoh sengaja maupun tidak.


Mohon maaf jika ada kata2 akoh yang tidak pantas dan terlalu vulgar.


Akoh selebihnya hanya ingin mengatakan I Love You all my Reader💗❤️💓💕💗❣️💝💞💟💚💛💜💖


Cerita ini harus akoh tamatkan sampai di sini. Takutnya jika akoh lanjutin malah melenceng jauh dari cerita awalnya. Semoga puas dengan akhirnya ya...


Cerita ini akoh buat orisinil dari hasil kehaluan akoh di waktu luang. Semoga tidak ada yang tersinggung ataupun terganggu. Semoga bisa menjadi hiburan juga referensi.


Yang Request cerita After Married nya double N akoh buatin Extra part deh ya. Semoga mengobati penasaran.


Akoh tidak pandai berkata manis, maapin ea...


Hari ini sekalian akoh mau promosiin novel terbaru akoh, "Gadis Manja VS Tuan Pemaksa". Akoh up tiga episode hari ini. Tiga hari selanjutnya akoh Up dua episode. San selanjutnya seperti biasa, satu episode setiap hari.


Ini kisahnya Jennika ya man teman, nanti ada Nathan dan Nadia disana dikit2. Cerita ini akoh kemas beda dari cerita akoh yang ini, kalau yang ini ceritanya berat, kalau ceritanya Jennika akoh kemas dengan ringan. Semoga suka nantinya....


Mampir ea 😊


Tata


Titi


Tutu


Jumpa lagi 😎

__ADS_1


__ADS_2