Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_29. Pengakuan Cinta Alex


__ADS_3

Alex masih saja menatap penuh permusuhan pada Bima yang duduk di depannya. Masalahnya, hingga saat ini Nara masih saja bergelayut mesra di lengan Kokoh laki-laki itu. Alex memang sudah mengetahui jika antara Bima dan Nara ada hubungan darah yang dekat. Tapi nalurinya sebagai laki-laki masih saja merasa terancam. Nara bahkan tidak pernah mau melakukan itu padanya.


Sejak masuk ke dalam ruangan, Nara tidak melihat sedikitpun ke arahnya. Dia hanya diam sambil bermain ponsel. Ia juga tidak memberi respon apapun mengenai apa yang tengah dibahas oleh empat laki-laki yang ada di sana.


Bima yang dipandangi sampai seperti itu jelas mengetahui dan mengerti. Ia hanya bisa tersenyum menanggapi.


“Ra. Jika kamu tidak ada urusan disini mendingan kamu keluar saja.” Usir Bisma. Ia menyadari tatapan Alex yang tidak bersahabat.


“Aku? Aku punya urusan disini.” Jawab Nara acuh. Dia sudah dua bulan tidak bertemu dengan Bima. Apalagi ia dijanjikan oleh-oleh yang pastinya istimewa. Jadi ia akan menempel sampai ia mendapatkan hadiahnya.


“Ck! Kau disini hanya bersantai! Apa kamu tidak ada pekerjaan lain?” Bisma merasa geram. Alex dari tadi hanya diam menggertakkan giginya. Bahkan beberapa hal yang mereka bicarakan tidak ditanggapi Alex dengan baik. Sejak tadi Gibran lah yang terus menanggapi pertanyaan dari Bima dan Bisma.


“Mulai hari ini aku bebas kak. Kami hanya tinggal merekap. Mereka bertiga saja bisa menanganinya.”


“Tante Nara jangan suka jahil.”


Nara langsung bangun saat mendengar Bima memanggilnya Tante. “Aku bukan tante-tante.” Teriaknya. Dari dulu ia tidak mau dipanggil Tante. Apalagi usia Bima bahkan jauh di atasnya.


“Lihatlah tuan Alex jadi salah paham pada kita.” Bima menunjuk Alex yang masih berwajah masam.


“Biarkan saja dia. Huh!”


“Tuan Alex, menurut hubungan darah, Nara dan Bisma adalah paman dan bibiku. Jadi aku harap anda tidak salah sangka.” Bima yang tidak tahan akan sikap Nara dan Alex akhirnya menjelaskan.


“Oooh. Bagus! Jadi sengaja mengabaikanku!” Alex berdiri. Dia mendekati Nara yang kini takut dan bersembunyi di balik punggung Bima.


“Kak Bima sembunyikan aku.” rengek Nara saat melihat Alex semakin dekat.


“Hari ini kamu tidak bisa menghindar! Sini kamu!”


“Tidak! Kak Bisma kak Bima tolong!” Teriak Nara panik saat Alex berhasil menariknya dari perlindungan Bima. Bima malah membuka lengannya memudahkan Alex mendapatkan nya.


“Kami tidak mau ikut campur.” Bisma mengangkat tangannya. Begitu juga Bima.


Mendengar penuturan Bima dan Bisma Alex menyeringai. Ini artinya ia telah mendapatkan izin dari dua laki-laki tersebut. Ia semakin semangat.


“Kena kamu!” Alex mengangkat Nara. Memposisikan Nara di pundaknya seperti karung beras.


“Turunkan aku Lex!”


“Tidak! Kamu harus dihukum!” Alex membawa Nara keluar ruangan. Seketika keadaan itu membuat semua orang tiba-tiba menjadi patung.


Ada yang menjatuhkan berkas yang dibawanya. Ada yang membuka mulut mereka lebar. Bahkan ada yang sampai menabrak dinding atau karyawan lain karena fokus pada pemandangan yang membuat mereka tercengang. Mereka seperti melihat makhluk dari planet asing ketika melihat Nara dan Alex keluar ruangan dengan posisi seperti itu.

__ADS_1


“Lepaskan aku Lex!” Nara memukuli punggung Alex. Kakinya pun ia gerak-gerakkan agar terlepas dari Alex. Tapi laki-laki itu tidak terpengaruh sedikitpun.


“Diam atau aku lempar dari sini!” jawab Alex tegas. Seketika Nara terdiam. Dia takut juga jika Alex benar-benar melakukan ancamannya.


Tak berselang lama, Bima dan Bisma keluar dari ruangan Alex. Bersama Gibran yang mewakili Alex untuk menjelaskan kondisi kantor cabang yang dihack setelah team Bima bekerja.


Keduanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan Alex dan Nara. Sungguh tidak tahu tempat. Mereka sepertinya sudah kehilangan urat malunya. Bisma dan Bima adalah anggota A.J.A.S.L. atau, Asosiasi Jomblo Abadi Sejak Lahir. Tentu saja mereka tidak pernah merasakan apa yang Alex rasakan saat ini.


“Pria seperti itu yang kamu pilihkan untuk Nara?” Bima melirik Bisma yang berjalan di sebelahnya.


“Ya. Bukankah mereka serasi?” Bisma melonggarkan sedikit dasinya yang entah mengapa terasa sesak.


“Aku sudah biasa dengan tingkah kekanakan Nara. Tapi Alex ini tidak seperti yang kamu katakan.” Bisma selalu membicarakan apapun dengan Bima jika itu mengenai Nara. Dari apa yang diberitahukan Bisma mengenai Alex padanya, kenyataan yang dia lihat hari ini sangat berbeda jauh.


“Dia sebelumnya tidak seperti itu. Aku juga tidak menyangka ternyata cepat juga dia tertular sifat kekanakannya Nara.” Bisma mengetuk dagunya. Ia mengenal Alex cukup lama. Dia sendiri agak bingung tadi melihat reaksi Alex di dalam ruangan saat melihat Nara dan Bima.


“Tapi aku puas dengan caranya menyukai Nara.”


“Aku mengenal Alex sejak lama. Dia akan melindungi apa yang menjadi miliknya. Dan sekarang ini aku yakin jika Alex sudah menandai Nara sebagai miliknya yang akan selalu dijaga.” Ucap Bisma bangga.


“Tapi sepertinya Nara tidak menyukai Alex.”


“Sebenarnya tipe dingin seperti Alex bukanlah tipe Nara. Tapi aku yakin anak itu sebentar lagi juga akan takluk oleh pesona Alex.” Bisma mengatakan ini dengan tanpa ekspresi. Semua yang terjadi memang sudah ia perkirakan sebelumnya. Kecuali tentang perubahan sikap Alex yang begitu signifikan.


“Itu memang dia. Apa kamu ingat bagaimana dia pertama kali bertemu denganmu?” Bisma menerawang jauh. Itulah di saat dia berjanji akan menjaga Nara dengan sikapnya yang agak mengkhawatirkan.


Kedua laki-laki itu saling pandang sebelum tertawa terbahak-bahak. Hari ini karyawan yang bekerja di Amerta Corp merasa beruntung karena dapat melihat dua pria tampan lainnya selain bos mereka yang dingin. Melihat tawa keduanya, mereka menyangka jika mereka berdua tidak satu haluan dengan Alex yang dingin.


Mari kita kembali melihat dimana Nara kini tak ubahnya seperti karung beras. Dirinya baru saja di turunkan di dalam mobil. Setelah menurunkan Nara. Alex segera mengitari mobil dan duduk di belakang kemudi.


“Berani menculikku?” Nara melipat kedua tangannya.


“Aku sudah mendapatkan izin dari dua bodyguard mu. Apa yang dinamakan menculik?” Alex menyeringai.


“Tapi aku tidak mau.” Nara semakin mengerucut kan bibirnya. Alex seenaknya saja membawanya pergi dari Bima. Hadiahnya belum ia dapat. Bagaimana jika nanti diambil duluan oleh dini?


“Ini hukuman untuk mu karena mengabaikanku.”


“Apa sebenarnya maumu Lex?” tanya Nara jengkel. Ia ingin segera menyelesaikan masalahnya dengan Alex dan kembali menemui Bima untuk mendapatkan hadiahnya.


“Jadilah kekasihku.” Ucap Alex serius. Ia menggenggam tangan Nara dengan mesra.


Mendapat jawaban yang tidak disangkanya sama sekali membuat Nara terdiam. Detak jantung nya pun terdengar tidak beraturan. Beberapa detik keheningan mengisi suasana.

__ADS_1


“Aku... Aku... Tidak mengerti Lex.” Ucap Nara panik. Dia belum pernah berada dalam situasi canggung seperti itu.


“Tenang saja. Aku akan membuatmu mengerti.” Alex semakin mendekat. Memanfaatkan kebingungan Nara dengan menarik gadis itu mendekat. Kemudian menangkup wajah Nara untuk menatap dirinya.


“Lihat mataku.” Pinta Alex. Nara mengedipkan matanya. Namun sedetik kemudian ia merasakan tatapan Alex begitu berbeda padanya.


“Di mataku hanya ada cinta untukmu Nara. Kinara Pramudita Maheswari Mahardika.”


“Lex. Ini terlalu terburu-buru. Kamu tahu sendiri kan kalau aku tidak menyukai pria dingin.” Nara berusaha mengalihkan tatapan matanya. Tatapan Alex yang dalam seperti menuntut Nara untuk menyelam lebih jauh. Seorang Nara tidak akan sanggup menahan godaan seperti itu.


“Apa aku masih pria dingin di matamu?” tanya Alex lagi. Selama ini dia sudah berusaha untuk menjadi pribadi yang lain di hadapan Nara. Apakah itu belum cukup untuk mengubah citranya sebagai pria dingin di mata Nara?


“Ini... Berikan aku waktu Lex. Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti dengan diriku.” Ucap Nara ragu.


Jauh di lubuk hatinya. Nara mulai menyimpan perasaan untuk Alex. Dan ia pun merasakannya. Itulah alasan mendasar untuknya menjauhi Alex. Ia takut akan jatuh terlalu dalam.


“Tidak masalah. Aku akan menunggu hingga kamu benar-benar menyadari jika kamu juga mencintaiku.” Alex melepaskan tangannya yang masih membingkai wajah Nara.


“Jangan terlalu percaya diri.” Sangkal Nara.


“Hem... Apakah kamu benar-benar tidak menyukaiku?”


*


*


*


Penasaran dengan kelanjutannya? Kalo Perfect Daddy target akoh 5 vote, kalo yang ini akoh minta ada 10 vote yang masuk, Akoh up dobel🤭


Terima kasih sudah mampir😇


Maaf typo bertebaran. Akoh sebagai manusia biasa mengharapkan para pembaca memaklumi keterbatasan akoh ini.


Hulala.....


Akoh bukan baper lho ya! Akoh senang jika ada yang mengingatkan. Tambah ilmu dan saling berbagi.


Jadi kalo ada typo yang kalian temukan bisa langsung komen. Biar akoh bisa edit demi masa depan lebih baik dan cemerlang. Hahaha...


Agak lebay nggak papa lah ya 🤭


Awas aja ada yang bilang kurang panjang episodenya. Episode ini lebih dari 1200 kata selain cuap-cuap akoh ini. Kalo nggak percaya bisa itung ndiri dah....

__ADS_1


__ADS_2