Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_14. Cowok Cool Itu Keren


__ADS_3

Nara menutup matanya dengan kedua tangan. Ia sangat takut melihat yang terjadi. Dia tidak sanggup membayangkan kejadian buruk yang mungkin saja terjadi. Karena biasanya jika keadaan yang sama terjadi di film yang pernah ditontonnya atau pun novel yang dibacanya, pasti kebanyakan adalah hal yang buruk.


“Bagaimana jika itu perampok?” Gumam Nara dengan takut. Wajahnya masih ia sembunyikan di balik tangannya.


“Terus terus bukan hanya dirampok tapi juga diperko.. tidak! Aku tidak mau!” Pekiknya.


Tek Tek


Nara semakin panik saat kaca jendela di sampingnya diketuk ringan. Ia semakin menundukkan kepalanya.


“Kenapa kamu?” suara seorang pria terdengar setelah pintu berhasil dibuka. Ternyata kunci pintu yang semula sudah dibuka Nara lupa dikunci kembali olehnya sehingga laki-laki itu dapat membukanya dengan mudah.


“Tidak! Jangan!” teriak Nara keras. “Ambil saja uangku. Mobilku juga boleh. Tapi jangan sakiti aku.” Lanjutnya.


“Aku tidak semiskin itu hingga merampok seorang gadis di pinggir jalan.”


Nara membuka matanya. Ia melompat memeluk perut laki-laki yang dikenalnya. Tanpa sadar ia menangis karena ketakutan. Sosok yang dipeluknya hanya diam. Membiarkan gadis itu menangis memeluk perutnya.


Beberapa saat Nara mengendus bau yang baru beberapa saat yang lalu familiar di hidungnya. Reflek ia menarik tubuhnya. Karena tadi ia ketakutan sehingga mengabaikan siapa yang ia peluk. Yang penting ia merasa nyaman dulu. Tapi sekarang, ia merasa malu.


“Ma-maafkan saya.” Nara semakin menunduk.


Alex, laki-laki itu menghela napas. “Kenapa dengan mobil mu?” tanyanya kemudian.


“Ban nya bocor.” Jawab Nara lemas.


“Bisma sudah tahu?”


“Belum.” Nara menggelengkan kepalanya. “Hape low bat.” Nara menggoyangkan ponsel yang baru saja diraihnya.


“Naik ke mobilku. Aku akan mengantarmu.” Alex membuka pintu semakin lebar agar memudahkan gadis itu keluar.


“Tapi..”


“Tidak ada tapi-tapian. Tinggalkan saja mobilmu disini. Akan ada orang yang mengurusnya.”


“Baiklah.” Nara mengambil tasnya dan beranjak keluar. Mengikuti Alex masuk ke dalam mobilnya. Duduk di kursi sebelah kemudi.


“Terima kasih pak bos.” Ucap Nara saat ia baru saja menutup pintunya.


“Tidak masalah. Aku melakukannya untuk diriku sendiri. Kalau kamu telat berangkat besok pagi. Aku sendiri yang akan repot.” Nara mengerucutkan bibirnya saat mendengarnya. Laki-laki ini benar-benar tidak bisa menghargai perempuan.


Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam. Nara sibuk memilih jarinya agar tidak sampai tertidur karena kantuknya. Akan sangat memalukan jika itu sampai terjadi. Alex sendiri lebih memilih fokus pada jalanan. Dia tidak memiliki cukup pengalaman untuk memperlakukan wanita dengan baik.

__ADS_1


Tiga puluh menit berlalu dan mobil Alex baru saja masuk ke dalam halaman mansion Mahardika. Mobil itu berhenti di depan rumah.


“Sudah sampai. Bangunlah.” Alex melirik gadis di sampingnya yang ternyata sudah tidur. Tidak ada jawaban. Alex mencoba memanggilnya sekali lagi.


“Kinara. Nara bangun.” Ucapnya agak keras. Masih tidak ada respon. Nara masih terlelap dalam tidurnya.


“Ck. Gadis ini terlalu sembrono. Bisa-bisanya ia tidur dengan sangat nyenyak disaat hanya berdua dengan laki-laki.” Decak Alex. Kemudian ia melepas seatbeltnya agar ia bisa memutar tubuhnya untuk mendekati Nara.


Tangannya hendak menggoyang bahu gadis itu saat tiba-tiba Nara bergerak dan menyebabkan wajahnya menghadap tepat di depan Alex. Beberapa anak rambut yang nakal menutupi pelipis dan pipi Nara.


Entah mendapat dorongan dari mana Alex mengangkat tangannya dan menyelipkan rambut itu ke belakang telinga Nara. Wajah cantik itu kini terlihat dengan jelas. Wajah alami tanpa make up yang bahkan terlihat lebih cantik daripada biasanya ia lihat.


“Cantik.” Gumamnya tanpa sadar.


Mungkin karena merasa diperhatikan, Nara perlahan membuka matanya. Alangkah terkejutnya ia saat mendapati wajah Alex yang hanya satu jengkal dari wajahnya.


“Pak bos. Pak bos sedang apa?” tanyanya panik.


“Membangunkanmu lah. Apalagi?” Alex dengan cepat menarik tubuhnya dan memalingkan wajahnya. Bersikap cool seperti biasanya.


“Benarkah?” tanya Nara tidak percaya. Untuk membangunkan seseorang tidak perlu dengan cara yang tadi ia lihat. Banyak cara yang bisa dilakukan. Bahkan mendekatkan wajah sepertinya bukan salah satu dari sekian banyak cara.


“Kenapa? Kamu tidak percaya?” Alex menoleh dan menatap Nara dengan tajam. Seolah menegaskan bahwa ia memang tidak melakukan apapun.


“Pak bos tidak berniat memanfaatkan aku yang sedang tidur kan?” Nara menunjuk Alex dengan kejam. Matanya memicing tajam.


Yah meskipun tidak ia pungkiri jika saja gadis itu tidak bangun, ingin sekali ia mendaratkan bibirnya pada bibir berwarna pink yang sangat cerewet jika sudah berucap.


Sepertinya rasanya akan manis seperti yang terlihat.


Nara hanya diam. Dia memang menuduh tanpa alasan.


“Tunggu apa lagi? Cepat keluar dari mobilku dan pulanglah. Apa kau mau menungguku melakukan sesuatu padamu?” Alex mengangkat sebelah alisnya.


Dengan segera, Nara memeluk tas miliknya dan keluar dari mobil dengan segera. Beruntung ia sudah melepaskan seatbelt ketika ia bangun tadi.


Tanpa menoleh ke belakang Nara masuk ke dalam mansionnya. Sementara Alex kembali melajukan mobilnya.


Baru saja Nara masuk ke ruang tamu. Didapatinya adik perempuannya yang cekikikan tidak jelas.


“Kenapa kamu?” tanyanya.


“Cie cie... Yang baru dianterin sama cowok gant...” Mulut kecil Dini sudah dibungkam dengan kejam. Gadis kecil itu sampai kesusahan bernapas. Sang kakak bahkan sudah memitingnya di ketiak.

__ADS_1


Menariknya ke sudut ruangan.


“Sttt. Diam kamu.” Bisik Nara.


“Leppaas.” Kata Dini dengan susah.


“Janji dulu untuk diam. Baru kakak lepaskan.” Gadis itu mengangguk. Nara akhirnya melepaskan adiknya.


“Baru masuk dua hari sudah dapat pacar ganteng. Hebat juga kakak.” Ucap Dini lirih.


Tadi Dini berada di balkon kamarnya saat mobil Alex datang. Sebenarnya ia mengabaikannya. Tapi karena penumpangnya lama tidak keluar, Dini menjadi penasaran dan turun untuk mengintip dadi ruang tamu. Meskipun wajah Alex tidak begitu jelas, ia dapat memastikan jika laki-laki yang mengantar kakaknya memiliki wajah yang tampan.


“Dia bukan pacar kakak, Dini. Dia bos kakak. Tadi ban mobil kakak bocor. Dan kebetulan dia lewat. Jadi sekalian mengantar kesini.” Jelas Nara. Ia tidak mau jika adiknya salah sangka. Jika sampai adiknya menceritakan hal yang tidak benar akan terjadi hal yang tidak berani ia bayangkan.


“Tapi dia tampan kan?” goda Dini. Gadis itu menaik turunkan alisnya.


“Buat apa punya wajah tampan tapi sedingin balok besi. Cocoknya buat pukul maling emang.” Nara membayangkan wajah Alex yang selalu terlihat datar. Tidak ada menariknya sama sekali.


“Cowok dingin itu cool kak. Keren.” Mata Dini berbinar entah membayangkan siapa.


“Anak kecil belum cocok berbicara seperti itu.” Nara mengetuk pelan kening Dini.


“Ouch. Sakit tau kak.” Dini mengusap keningnya. “Lagi pula ya kak. Kecil sepeti aku ini sudah bisa mengenali yang mana laki-laki tampan dan mana yang Cuma dipermak.” Ucapnya bangga.


“Terserah. Kakak mau naik. Ngantuk. Pengen tidur.” Nara berjalan cepat masuk ke dalam. Suasana sudah sepi. Ia yakin jika papa dan mama nya pasti sudah masuk ke kamar. Sedangkan Gerry pasti masih di luar. Enaknya jadi laki-laki. Dan untuk Bisma, kakaknya itu sudah tahu jika ia akan pulang terlambat karena tadi meminta Alex untuk memberitahu Bisma.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 🥰


Terima kasih juga akoh ucapkan atas do’a kalian untuk ibu akoh. Alhamdulillah kesehatan beliau sudah dikembalikan oleh Allah SWT dan sudah bisa beraktivitas seperti biasanya. 🙏


Hari ini akoh minta dukungan kalian untuk karya terbaru akoh. Akoh lagi mencari pengalaman baru dengan ikutan lomba bikin karya tentang anak genius. Akoh pengen jadi penulis yang lebih pinter lagi karena akan ada bimbingan langsung dari editor. Jadi akoh tertarik.


Siapa tahu kan menang juga dan dapat hadiah. Aamiin🤲


Jadi, sekalian cari ilmu dan dapat hadiah juga.


#Edisi ngarep. Ehehehe

__ADS_1


Okelah reader. Cek di profil akoh ya. Jangan lupa like dan favorit in juga.


Tenang, cerita Nara sudah akoh siapin draftnya. Tinggal naik aja sesuai urutan 😘. Jadi jangan khawatir akan diduakan. 😲


__ADS_2