Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_69. Harapan Serena


__ADS_3

Alex memakan makanan di piringnya dengan enggan. Bukan karena rasanya yang tidak enak. Tapi karena yang memasaknya adalah Serena. Jika Nara tidak memaksanya untuk makan, dia tidak akan mau memakan apa yang disiapkan oleh Serena seenak apapun itu.


 


“Mama sudah buatkan puding mangga kesukaanmu. Cobalah.” Serena menggeser piring berisi puding agar dekat dengan Alex saat melihat Alex menyelesaikan makannya.


 


“Aku sudah lama tidak menyukainya.” Alex berbicara dengan dingin. “Sayang ayo ke kamar. Kamu sudah selesai kan?” Alex memandang Nara dengan sayang. Sangat berbeda saat ia menatap Serena Dengan sinis.


 


“Naiklah dulu. Aku masih ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan mama.” Nara memegang lengan Alex. Laki-laki itu mendengus sebelum meninggalkan dua wanita berbeda generasi itu.


 


“Apa aku seburuk itu?” Serena menatap puding mangga yang ia siapkan spesial untuk Alex.


 


“Mama tidak boleh putus asa. Alex hanya perlu waktu untuk mengerti bahwa mama sangat menyayangi nya.” Nara mengelus punggung tangan Serena yang duduk di sebelahnya.


 


“Sayang, apa kamu tidak membenci mama?”


 


“Aku dan mama sama-sama perempuan. Dan semua perempuan memiliki alasan untuk melakukan sesuatu. Nara yakin mama pasti mempunyai pertimbangan sendiri saat itu.”


 


“Dulu mama masih belum bisa untuk berpikir dewasa. Padahal usiaku saat itu jauh dari usiamu saat ini. Tapi kamu begitu berpikir dewasa. Orang tuamu pasti mengajarimu dengan baik.”


 


“Ya mereka yang terbaik. Oh ya, aku sampai lupa untuk memperkenalkan mama dengan mereka. Padahal sudah hampir satu Minggu mama ada di sini.”


 


“Oh aku juga sampai lupa. Aku terlalu fokus pada Alex.”


 


“Bagaimana kalau besok kita adakan makan malam bersama. Aku akan tanya pada Alex apakah besok ada acara. Jika tidak kita bisa makan bersama untuk pertama kalinya.” Nara mengambil sepotong puding dan memakannya.


 


“Itu bagus. Kalau boleh tahu, siapa papa dan mamamu?”


 


“Papaku Nathanael Mahardika dan mamaku Nadia Purnama. Apa mama mengenal mereka?”


 


Serena diam dan mengingat-ingat. Sepertinya nama kedua orang tua Nara tidak asing baginya. Mungkin salah satu kenalannya di masa lalu. Tapi dia sama sekali tidak mengingat dengan jelas.


 


“Tidak. Tapi mama merasa tidak asing mendengar nama mereka.” Serena menggeleng.


 


“Tidak apa ma. Besok kalau kalian bertemu pasti akan mengenal juga. Baiklah aku akan naik dan memberi tahu Alex rencanamu. Semoga saja dia setuju.”


 


“Semoga saja ya sayang.”


 


“Mama aku akan membawa puding ini bersamaku. Puding ini enak.”


 


“Duku itu makanan kesukaan Alex. Aku tidak tahu jika saat ini ia sudah tidak menyukainya lagi.”

__ADS_1


 


“Hahaha. Dia pasti bodoh jika tidak menyukainya. Baiklah ma aku akan ke kamar. Aku akan pamer padanya betapa enaknya puding buatan mama.” Serena mengangguk dan tersenyum. Meskipun Alex masih mengabaikannya. Tapi Nara memperlakukannya dengan baik. Itu cukup membuatnya senang.


 


Nara kembali ke kamar dengan membawa piring berisi puding. Sesampainya di kamar, dia melihat Alex yang sibuk dengan laptop di meja sofa. Dia tersenyum jahil. Nara duduk di samping Alex setelah meletakkan piring di atas meja.


 


“Hemmm. Aku tidak menyangka jika puding bisa terasa seenak ini.” Nara memainkan dramanya. Seolah-olah dia sedang menjalani syuting iklan yang mengharuskan dirinya sedang menikmati makanan yang sangat lezat.


 


“Enak banget. Manisnya pas.” Ucap Nara lagi setelah memasukkan satu potong puding ke dalam mulutnya.


 


Alex yang dari tadi diam meliriknya sebentar.


 


“Sayang, kamu beneran tidak menyukai puding mangga? Ini enak lho.” Nara mengambil sepotong puding dengan menggunakan garpu dan menyodorkannya ke mulut Alex.


 


“Tidak usah pamer. Aku tidak tergoda sama sekali.” Alex menepis tangan Nara.


 


“Ya sudah kalau tidak mau. Akan aku habiskan sendiri.” Nara meraih piring dan memangkunya. Memakan satu persatu puding dengan santai. Sesekali ia melirik Alex yang masih sibuk dengan laptopnya.


 


“Besok malam aku ingin mengadakan makan malam di sini. Aku akan mengundang mama dan papa juga. Boleh kan?” Nara meletakkan piring yang isinya hampir habis. Dari belasan potong, kini hanya tersisa lima potong puding dengan warna oranye di atas piring.


 


“Untuk apa?” Alex mengernyitkan alisnya.


 


 


“Apakah hanya itu alasanmu?”


 


“Ya sekalian memperkenalkan mamamu pada papa dan mamaku. Boleh ya?”


 


“Terserah. Tapi apa hadiahku untuk itu?” Alex menutup laptopnya setelah menyimpan file dengan sempurna.


 


“Sini biarkan aku menciummu.” Alex mendekatkan wajahnya agar Nara mudah menciumnya.


 


Namun bukan Alex namanya jika hanya puas dengan sebuah ciuman. Apalagi kesempatan itu datang tidak setiap harinya.


 


**


 


Keesokan harinya, Nara meminta izin untuk tidak ikut bekerja. Ia ingin menemani Serena untuk berbelanja barang-barang kebutuhan untuk makan malam. Selain mereka berdua, Mak Marni dan satu pelayan wanita yang masih muda bernama Rini yang sekaligus bertugas menjadi sopir dalam perjalanan itu.


 


Nara memang tidak bisa membantu apapun di sana. Ia bahkan tidak mengetahui nama-nama dari masing-masing bahan masakan. Apalagi jika diminta untuk memilih yang baik. Dia sama sekali tidak mengerti.


 


Namun tujuannya ikut memang bukan untuk membantu. Melainkan ia ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama mama mertuanya. Sejak wanita itu datang beberapa hari yang lalu, ia selalu sibuk menemani Alex. Jadi dia masih belum pernah mengobrol dengan tenang bersama Serena.

__ADS_1


 


“Apakah semua yang di utuhkan sudah mama catat?” tanya Nara saat mereka baru saja tiba di mall.


 


“Sudah. Semuanya ada di sini.” Serena menunjukkan kertas berisi daftar belanjaan kepada Nara yang dia keluarkan dari dalam saku.


 


“Berikan saja pada Mak Marni ma. Biarkan dia dan Rini mengerjakan semuanya. Mama perlu melakukan hal yang penting.” Nara merebut kertas dari tangan Serena.


 


“Apa hal yang lebih penting dari berbelanja?” tanya Serena bingung.


 


“Nara sudah lama tidak ke salon. Mama temani aku ya. Mak Marni tolong ya.” Nara memberikan kertas berisi daftar belanjaan pada Mak Marni dan menarik Serena mengikutinya ke salon yang ada di dalam mall.


 


“Aku rasa semua ini tidak perlu Sayang.” Serena sudah lama tidak masuk ke dalam salon. Ini rasanya sedikit aneh. Apalagi ia saat ini sedang menikmati layanan spa bersama Nara.


 


“Semua ini perlu mama. Berjuang untuk meluluhkan kerasnya sikap  arogan Alex memerlukan pikiran yang ekstra ma.” Jawab Nara.


 


Hari itu Serena merasa sangat bahagia. Setelah merawat diri di salon, Nara juga mengajaknya membeli beberapa potong baju santai dan juga gaun. Hal yang sudah sangat lama tidak ia lakukan.


 


“Mama sangat bahagia Alex menikahi wanita yang baik sepertimu.” Ucap Serena ketika mereka berada di mobil untuk perjalanan pulang.


 


“Jangan memujiku berlebihan ma.”


 


“Itu tidak berlebihan. Meskipun Alex masih mendiamkan mama seperti ini, tapi mama tidak merasa kesepian karena ada kamu.”


 


“Mama tenang saja. Nara yakin tidak lama lagi Alex akan menerima mama kembali.”


 


“Semoga saja. Jika hal itu terjadi, mama yakin jika itu adalah peristiwa yang paling membahagiakan bagi mama.” Serena menerawang jauh.


 


Dulu saat ia memilih untuk meninggalkan Alex dan pergi menikah dengan mantan pacarnya, ia tidak pernah menyangka akan menyesal melakukan semua itu. Apalagi kehidupan pernikahan keduanya membuatnya bahagia.


 


Namun penyesalan selalu datang terlambat. Dua tahun setelah pernikahan nya dengan Hans, ia pun hamil. Namun nahas, di usia kandungannya yang sudah menginjak delapan bulan ia mengalami kecelakaan dan menyebabkannya kehilangan bayinya sekaligus dengan rahimnya sehingga ia tidak akan mungkin hamil lagi.


Di saat itulah ia baru menyadari jika ia telah mengabaikan anaknya sendiri demi kebahagiaan nya. Namun di saat itu, ia tidak mungkin kembali. Ia telah menikah dan memiliki kehidupan nya sendiri.


Dan saat ini, ia berharap ia bisa menebus kesalahannya pada Alex. Anaknya.


 


*


 


*


 


*


 

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 🤩


Maaf baru bisa update. Paketan habis😬


__ADS_2