Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_27. Masa Depan Kita


__ADS_3

Nara terdiam. Matanya lekat melihat fotonya di bagian lembar paling akhir dari file yang telah diselesaikan Alex. Foto yang sama yang diedit menjadi banyak foto aneh oleh Alex. Namun kali ini foto ini diedit dengan begitu indah.


Di dalam foto itu, Nara memakai gaun pengantin berwarna putih yang terlihat indah. Entah badan siapa yang Alex padankan dengan tubuhnya kali ini. Tapi sungguh fotonya menjadi sangat indah. Namun wajah Nara sedikit masam saat mengingat jika di dalam foto ini dirinya tidak sendirian. Ada foto Alex di sampingnya.


Di dalam foto itu, Alex memakai tuxedo hitam dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu. Laki-laki itu terlihat tampan dengan sempurna.


Di lihat dari sisi manapun, foto yang diedit oleh Alex ini akan menampilkan foto dari sepasang pengantin yang serasi dan berbahagia. Apalagi keterampilan Alex dalam mengeditnya bisa dibilang sang ahli. Jika tidak diperhatikan dengan seksama tidak akan tahu jika foto tersebut adalah hasil dari editan.


Cukup lama Nara memperhatikan foto tersebut. Hingga ia tidak sadar jika Alex sudah duduk di sampingnya dan berbisik pelan tepat di telinga nya.


“Ini adalah gambaran masa depan kita.” Suara maskulin terdengar di telinga Nara dengan Hembusan napas panas yang menggoda. Membuat warna merah merambati kulit wajahnya.


“Apa yang kau lakukan Lex?” Nara berkata dengan pelan. Bagaimanapun Bisma ada di ruangan yang sama dengan mereka. Bagaimana jika Bisma memergoki mereka dalam posisi yang ambigu itu? Bisa saja kakaknya akan salah paham atas hubungan mereka.


“Tidak ada. Aku hanya memberi tahuku masa depan kita.” Ucap Alex ringan. Ia berkata seperti bahwa hal tersebut sangatlah mudah dilakukan. Padahal hubungan mereka pada tahap ini masih belum jelas. Nara masih belum meyakini perasaannya.


“Jangan bicara macam-macam.” Nara mendorong Alex menjauh.


“Hei kalian! Jika ingin bermesraan cari tempat sendiri. Kalian tidak menganggapku disini?” tegur Bisma yang dari tadi mendengar kasak kusuk adiknya dan temannya. Hubungan keduanya sepertinya sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Ini bagus.


Tapi jika memang sudah ada perkembangan, bisakah tidak menunjukkan padanya yang jomblo sejak lahir? Membuat panas hati saja.


“Kak, kamu salah paham. Aku dan Alex tidak ada apa-apa. Iya kan?” tanya Nara mencari dukungan.


“Iya. Untuk saat ini memang tidak ada apa-apa. Sebentar lagi tidak akan ada lagi yang tidak ada apa-apa.” Jawab Alex bangga. Pria itu bahkan merangkul bahu Nara.


Nara menurunkan rahangnya. Dia salah jika meminta dukungan pada Alex tentang masalah ini. Pria itu justru membuat semuanya semakin ambigu sekarang. Kakaknya akan benar-benar salah paham padanya.


“Terserah kalian! Kalau kalian tidak ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan segera keluar dari ruangan ini. Aku butuh konsentrasi untuk bekerja.”


“Tunggu kak. Aku mau menunjukkan rencana pemasaran ku. Alex menambahkan sedikit idenya di sini.” Nara mengambil laptopnya dan membawanya ke depan Bisma. Untung saja foto yang Alex edit berada di bagian terakhir dengan lembar nya sendiri. Jadi tidak masalah meskipun foto itu belum ia hapus.

__ADS_1


Usulan Nara disetujui, akhirnya gadis itu memimpin team pemasaran untuk melakukan tugasnya. Dengan bimbingan dari Nara, hanya dalam waktu satu Minggu mereka dapat menjual sepertiga produk mereka. Jika ini berjalan dengan baik selanjutnya, tidak sampai satu bulan produk yang mereka keluarkan akan habis. Ini menggembirakan.


🍂🍂🍂


Karena keadaan perusahaan sudah lebih baik dan dapat dikondisikan oleh Bisma. Hari ini Nara akan kembali ke perusahaan Alex. Ia tidak boleh terlalu lama meminta izin.


Ketiga temannya pastinya sangat bahagia. Mereka bertiga Bahkan sampai berangkat labuh pagi dari biasanya untuk menunggu Nara di parkiran bersama.


Tak lama orang yang mereka tunggu akhirnya sampai. Mobil Audi milik Nara terlihat baru masuk area kantor menuju parkiran. Stelah mobil itu terparkir sempurna, sang pemilik segera keluar dari dalam mobilnya.


“Hai.” Sapa Nara begitu melihat ketiga sahabatnya mendekat. “Kalian sengaja menungguku?” lanjut Nara. Pagi tadi ia memberitahu teman-teman nya bahwa ia akan masuk ke kantor. Tidak menyangka akan mendapatkan respon yang seperti ini dari para sahabatnya.


“Iya. Kami sangat merindukanmu.” Gita memeluk Nara dan diikuti dua lainnya. Mereka pun saling berpelukan di parkiran.


“Bagaimana keadaan om Nathan?” tanya Syila saat mereka melepaskan pelukan mereka dan berjalan ke arah kantor bersama-sama.


“Papa sudah sadar kemarin. Tapi masih lemah.” Jawab Nara. Setelah keadaan lebih baik, Nathan memang sengaja mengakhiri dramanya. Lagi pula ia sudah cukup melihat kualitas yang dimiliki putra putrinya selama ia terbaring di rumah sakit.


“Syukurlah.” Ucap Vera lega.


“Sudah lumayan. Nilai saham kami juga sedikit demi sedikit naik lagi.”


Mereka bertiga sebenarnya ada yang ingin mereka sampaikan pada Nara mengenai gosip yang beredar di kantor selama ia izin cuti. Namun akhirnya mereka urungkan karena khawatir jika Nara akan berpikir dengan keras nanti. Jadi mereka hanya berdoa semoga hari ini segera berlalu dan Nara tidak sampai mendengar gosip tentangnya.


Dari gosip yang beredar menyatakan jika Nara memanfaatkan kedekatan nya dengan Alex untuk berbuat semaunya. Mereka juga berkata jika Nara menggoda Alex.


Setelah seharian bekerja, gosip mengenai dirinya akhirnya terdengar juga olehnya. Pada saat itu ia akan memfoto kopi berkas. Dan saat ia antri di urutan terakhir, dua orang karyawati di bagian depan sedang membicarakan dirinya karena tidak tahu jika dia ada di sana. Nara merasa geram.


“Hah! Biarkan saja. Sabar-sabar.” Kata Nara dalam hati. Ia mengingat pesan Nadia beberapa hari lalu.


Nadia memberi tahu Nara jika di dalam dunia bisnis tidak akan berjalan mudah. Akan banyak tantangan yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah gosip yang kurang sedap.

__ADS_1


Dulu Nadia juga sering menghadapi gosip yang kurang sedap semacam itu. Apalagi dengan statusnya yang janda. Banyak orang akan memanfaatkan statusnya itu untuk melawannya. Dan kunci dalam menghadapi semua gosip yang beredar adalah dengan tenang dan sabar.


Selama gosip ini tidak keterlaluan, biarkan saja. Tunjukkan saja jika kita tidak seperti yang digosipkan. Dengan begitu sedikit demi sedikit gosip itu akan berlalu. Dan Nara akan mempraktekkan apa yang dikatakan Nadia. Dia akan bekerja keras untuk menghilangkan gosip tentangnya.


“Eh ada Nara.” Suara keras seseorang yang baru datang di ruang fotokopi membuat semua orang menoleh padanya lalu beralih pada Nara yang tidak mereka sadari keberadaan nya. Mereka yang bergosip pun menjadi kikuk.


“Ya. Ada masalah kak Siska.” Nara melihat Siska yang berdiri di depan pintu. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada dengan semua kertas di salah satu tangannya. Bibirnya menampilkan senyum mengejek.


“Aku tentu saja tidak ada yang salah. Tapi masalah ada di kamu.” Sarkasnya.


Nara mengerutkan alisnya. Dia baru bertemu dengan Siska saat0 ini dan tidak merasa memiliki masalah dengan wanita cantik itu. “Apa yang salah kak?” tanya Nara. Ia ingin tahu apa yang diinginkan Siska.


“Huh! Berada di sini jangan berbuat seenaknya. Kamu ini hanya mahasiswa disini. Tingkahmu sudah seperti bos.” Jawab Siska dengan nada mengejek.


“Apa maksudmu?”


“Kamu memanfaatkan kedekatan mu dengan tuan Alex untuk berbuat semaumu disini. Tidakkah kamu malu?”


“Jika tidak tahu jangan berbicara sembarangan. Untuk masalah aku cuti selama satu Minggu itu tidak ada urusannya denganmu. Jika kamu merasa iri karena aku bisa cuti senaknya, ya silahkan saja. Aku ingin melihat apakah kamu mampu melakukannya.”


“Berani kamu ya!” Siska terpancing.


“Ada apa ini?” Gibran yang kebetulan lewat ruang fotokopi mendengar suara Nara yang sepertinya sedang berdebat dengan seseorang. Dia pun memutuskan untuk melihat. Dia tahu jika Nara adalah gadis yang disukai Alex. siapa tahu jika ia menyelamatkan Nara dari situasi ini ia akan mendapatkan bonus.


“Tidak ada apa-apa.” Sungut Nara. Tapi dari wajahnya yang ditekuk sudah menunjukkan kalau gadis itu sedang kesal.


“Kinara ikut denganku.” Ucap Gibran. Tak ada yang bisa Nara lakukan selain menurut.


*


*

__ADS_1


*


Terima kasih sudah mampir 😘


__ADS_2