Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
46. Deg Deg Deg Bikin Gabut


__ADS_3

Detak jantung terasa tidak normal, berdetak lebih kencang. Aliran darah terasa lebih cepat. Seluruh tubuh terasa panas. Wajah pun memerah tanpa sebab. Parahnya lagi, seperti ada sengatan listrik yang menyerang di sekujur tubuh.


Itulah yang dirasakan oleh kedua orang yang baru saja saling melepaskan diri dengan canggung. Keduanya menjadi sangat canggung sekarang. Kejadian tiba-tiba yang tak terduga tadi sungguh membuat mereka mati gaya.


Bahkan Joni dan Joko hanya bisa saling melirik tanpa bisa membantu. Kedua bibir keempatnya seperti baru dipasang lem sekarang. Tertutup rapat.


“Maafkan saya mbak, saya nggak sengaja.” Ucapan seorang gadis remaja SMA yang tadi menabrak Nadia mencairkan suasana.


“Tidak apa-apa. Lain kali lebih berhati-hati ya.” Ucap Nadia dengan memaksakan senyum di wajah canggungnya yang masih memerah.


“Baik. Ngomong-ngomong kalian berdua sangat cocok lho. Pasangan idola deh!” kata gadis itu seraya berjalan menjauh menyusul teman-temannya.


Dasar mulut ababil! Kebiasaan nggak dikasih rem. Nadia merutuk di dalam hati.


Keempat orang yang masih dalam mode diam itu pun melanjutkan langkahnya. Masih diam. Hingga parkiran mereka saling mengucapkan kata pisah dan hati-hati di jalan sebagai formalitas sebelum mereka masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.


“Gimana perasaanmu Nad?” sopir kepo Nadia mulai beraksi. Menggoda majikan.


“Apaan? Jangan aneh-aneh deh.” Decak Nadia. Ia tahu betul ke arah mana pembicaraan Joni akan berjalan.


“Dokter Nathan tadi lho Nad. Masak sih kamu nggak merasakan apa-apa?”


“Merasakan apa? Kaget iya. Untuk saja nggak sampai jatuh.”


“Bukankah jantungmu berdetak kencang sekarang?”


“Enggak.” Eh tapi kok Joni tahu ya? Apa dia cenayan?


“Berapa Volt tadi kesetrumnya?”


“Kesetrum apa sih Jon?”


“Kesetrum kulit Dokter tampan idola para wanita.” Yah. Sekarang dokter Nathan bahkan memiliki julukan kesayangan dari para fansnya.


“Aneh deh Jon. Emangnya Dokter Nathan listrik bisa nyetrum segala.” Eh tapi kok bener ya. Tadi kayak kena setrum gitu deh...


“Wajahmu merah tuh. Nggak bisa bohong.” Joni cekikikan di balik kemudi saat ia melihat wajah Nadia yang berangsur normal kembali memerah.


“Jangan bicara yang aneh deh.”


Keheningan tercipta. Joni hanya bisa maklum jika Nadia tidak mengerti apa yang dirasakan hatinya. Hati selembut kapas miliknya sekarang telah berubah menjadi setegar karang. Apalagi hati itu sudah lama menyendiri.


“Dokter Nathan adalah orang yang sangat baik Nad. Jika suatu saat nanti Sanggar sudah kamu lepaskan, aku berharap kamu dan dokter Nathan bisa bersama Nadia.”

__ADS_1


“Jon jangan mulai deh.”


“Kamu boleh bilang saat ini apa yang aku ucapi itu semuanya omong kosong. Tapi coba kamu tanyakan pada hatimu sendiri, bagaimana perasaanmu pada Dokter Nathan.”


“Jon, aku sudah lama membuang jauh-jauh perasaan cintaku. Yang harus aku jadiin prioritas saat ini adalah kemakmuran desa.”


“Aku tahu cita-cita muliamu. Tapi aku harap kamu tidak melupakan kebahagianmu sendiri. Semua orang berhak bahagia Nad. Apalagi itu kamu, sudah lama kamu menderita. Tuhan pasti sudah mempersiapkan kebahagiaan untukmu yang berlipat ganda.”


“Ini masih lama Jon. Biarkan dulu kemana takdir akan membawaku. Jujur aku juga ingin memiliki satu keluarga kecil yang bahagia. Seperti milikmu yang penuh cinta dan kasih sayang. Tapi aku terlalu takut untuk menggantungkan asaku Jon.”


“Aku mengerti Nadia. Sungguh aku berharap Dokter Nathan lah yang akan membahagiakanmu.”


“Jangan berharap terlalu tinggi Jon. Dokter Nathan sangat sempurna. Tidak pantas mendapatkan aku yang sangat tidak layak.” Jawab Nadia sendu.


Joni yang melihat perubahan ekspresi Nadia dari kaca spion kecil di atasnya sudah memiliki kesimpulan. Meskipun kecil, ia mampu menangkap jika Nadia sedikit tertarik pada Dokter Nathan.


Berada di mobil yang berbeda, sang anak buah yang lain juga sedang menggoda sang atasan. Joko sedari masuk ke dalam mobil sudah antusias menggoda dokter Nathan.


“Dokter sangat serasi lho dengan Nyonya Muda.”


“Jangan membahas hal yang tidak penting.”


“ Ini penting Dok. Demi masa depan dokter.”


“Sepertinya nyonya muda juga suka sama dokter.”


“Jangan mengada-ngada kamu. Isi hati orang lain itu tidak ada yang bisa tahu.”


“Tapi dari tatapan mata kalian, terus sikap kalian tapi sudah memberikan tanda-tandanya dokter.”


“Tanda kalau kalian saling ada rasa. Hehehe” Joko terkekeh. Dia merasa seperti sedang berperan sebagai detektif cinta.


“Berhenti membicarakan omong kosong. Dia istri orang.”


“Kalau sudah tidak jadi istri orang nanti kam bisa dok.”


“Jangan aneh-aneh kamu. Itu artinya sama saja dengan mengharapkan kematian seseorang. Nggak baik.”


“Kalau yang diharapkan matinya orang kayak juragan nggak masalah Dok. Biar warga sini bernafas lega.”


“Kamu tidak boleh bicara seperti itu Joko. Bagimu mungkin juragan Bondan itu bukan siapa-siapa atau bahkan orang yang kamu benci. Tapi tidak berarti seperti itu juga menurut keluarganya. Coba kamu bayangkan jika kamu kehilangan anggota keluargamu, bagaimana perasaanmu. Begitu juga yang akan dirasakan oleh keluarga juragan Bondan. Kamu paham sekarang Joko?”


“Tapi juragan Bondan itu orang yang jahat Dokter. Pasti banyak yang akan setuju jika juragan Bondan cepat mati. Tuh tuh kayak reader yang lagi baca. Hehehe.” (Itu Joko lho yang bilang Der-reader, bukan akoh.... Akoh kan anak baek yang nggak suka sungudzon, eh su’udzon masksudnya, tapi ngomong-ngomong, kayaknya banyak reader yang mengharapkan hal seperti yang diharapkan Joko dech! Hayo tunjuk tangan biar akoh absen!)

__ADS_1


“Manusia hidup di dunia ini dengan berbagai macam sifat dan perangai yang berbeda Joko, dengan jalan nasib dan jalan hidup yang berbeda juga. Kita tidak berhak menentukan apa yang baik untuk hidup orang lain. Semua sudah ada yang ngatur. Dan apa yang terjadi pasti ada hikmahnya.”


“Huh! Dokter Nathan terlalu baik. Kalau aku punya wajah yang tampan kayak dokter, pekerjaan yang mapan kayak dokter. Udah saya tikung tuh juragan.” Saking semangatnya mengeluarkan argumennya, Joko sampai menggerakkan tangan kirinya seperti sedang menyodok lawannya. Dan itu mengakibatkan mobil yang dikemudikannya menjadi oleng. Untung saja jalanan sepi sehingga kecelakaan yang bisa saja terjadi tidak sampai terjadi.


“Eh eh Joko! Hati-hati. Kamu lagi nyetir. Kamu mau mati disini? Jangan ajak-ajak saya!”


“Maaf dokter. Terlalu semangat saya.”


“Sudahlah tidak apa-apa. Makanya jangan suka mengharapkan sesuatu yang buruk untuk orang lain. Bisa saja hal itu justru terjadi pada kita sendiri.”


“Maafkan saya dokter.”


Keheningan menguasai. Joko sudah merasa puas setelah menggoda dokter tampan itu. Meskipun kelihatannya yang bersangkutan tidak tergoda sama sekali, tapi sepertinya apa yang mereka bicarakan akan menjadi bahan renungan untuk dokter Nathan. Hingga beberapa waktu yang belum akoh tentukan.


Tanpa sepengetahuan Joko, dokter Nathan memegang dada kirinya yang tadi sempat berdetak kencang tanpa ia duga. Banyak wanita yang berusaha mendekatinya, kenapa harus seseorang yang jelas-jelas berstatus sebagai istri orang yang membuat jantungnya berdetak tak beraturan?


Dokter Nathan mulai berandai jika saja ia datang ke desa itu sebelum pernikahan atas dasar hutang piutang itu terjadi, mungkinkah rasa cintanya akan bersambut? Akankah ia yang akan menjadi suami Nadia? Huh!


Cinta memang datang tanpa bisa diduga, juga tanpa bisa meminta pada siapa cinta itu akan tertuju. Tapi ini adalah cinta yang membuat sakit untuk dokter Nathan. Hanya bisa melihat, sungguh membuat tersiksa. Apa lagi mengetahui bahwa wanita yang dicintai sudah menjadi milik orang lain, sungguh menyesakkan.


“huh.” Tanpa sadar dokter tampan itu mendesah di akhir lamunannya. Meratapi nasib cintanya yang harus gugur sebelum berkembang.


“Kenapa mendesah Dok? Sudah memutuskan untuk berharap jandanya?” Joko terkekeh. Ia yakin jika pancingannya berhasil. Dokter Nathan pasti sedang galau sekarang.


“Hus!”


*


*


*


Maacih yang udah mampir 😘


Atas semua dukungan yang kalian berikan, akoh ucapkan tingkiu very much 😊


Like 👍


Vote 😍


Komentar 😎


Jangan lupa ya😬

__ADS_1


__ADS_2