Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
80. Apa Kau Juga Mau Mendaftar Menjadi Papa Tiriku?


__ADS_3

Sore ini Nadia sedang terburu-buru. Kafenya yang ada di kota sebelah sedang dalam masalah. Itulah sebabnya ia berniat untuk pergi kesana untuk menyelesaikan masalah yang muncul.


Setelah berpamitan kepada Bisma dan Nara, Nadia menuruni anak tangga dengan cepat sehingga menimbulkan suara yang memecah keheningan sore itu. Sesampainya di lantai bawah, Nadia segera berjalan ke dapur untuk memberi pesan dan pengarahan kepada pembantunya.


“Mas Satria dimana?” tanya Nadia setelah selesai.


“Di depan bu..” ucapannya terpotong setelah Nadia bergegas meninggalkan dapur. Padalah pembantu itu mau memberitahu bahwa Satria sedang ada tamu.


Nadia berhenti di ruang keluarga di sebelah ruang tamu. Membuka laci untuk mengambil handphone beserta chargernya.


“Mas Satria, aku titip anak-anak ya. Ingat besok Bisma ada pertemuan walimurid. Tolong gantikan aku.” Kata Nadia keras agar Satria yang sedang berada di ruang tamu mendengar.


“Sudah mau berangkat sekarang Ma?” balas Satria dengan keras pula.


“Ya. Aku sudah terlambat sekarang.”


“Yakin tidak perlu sopir?”


“Tidak-tidak. Itu tidak perlu. Ya sudah aku berangkat. Jaga anak-anak baik-baik.”


“Oke mom.”


“Ck.” Nadia berdecak. Namun untuk membahas lebih lama ia tidak mempunyai waktu hingga ia memilih keluar lewat pintu samping yang langsung menuju garasi.


Satria yang mendengar Nadia berdecak tertawa terbahak-bahak hingga mengabaikan tamunya yang daritadi penuh pertayaan.


“Ada apa Neil?” tanya Satria pada tamunya.


“Kau tinggal bersama wanita disini?”


“Iya. Dia mama tiriku. Apakah kamu juga mau mendaftar menjadi papa tiriku?” goda Satria sambil menaik turunkan alisnya.


“Omong kosong.”


“Hei. Jangan menghina ya. Kamu tahu si Andi? Teman SMK kita yang kapten team basket itu. Dia sudah mendaftar dengan nomor urut 1, kemudian Toni juga daftar, Seno juga daftar. Ada lagi Miko. Kamu juga boleh kok. Tapi saingannya banyak. Di luar sana, mamaku sangat terkenal sebagai janda paling diminati.” ucap Satria bangga.


“Ada yang salah dengan otakmu ya?” Neil menoyor kepala Satria.


“Kenapa?” satria menepis tangan Neil dengan kasar. Ia merasa tidak ada yang aneh dalam ucapannya. Mama tirinya, Nadia, memang sangat terkenal di luar sana. Apalagi dengan prestasi di bidang usaha kafenya yang memuaskan. Tidak ada yang memandang remeh Nadia meskipum dengan statusnya yang seorang janda. Nadia menjadi incaran laki-laki yang sedang mencari istri baik yang duda maupun yang perjaka. Bahkan ada yang berniat menjadikan Nadia istri kedua. Tentu saja Nadia menolak mentah-mentah semua tawaran mereka.


“Itu ibu tirimu. Bisa-bisanya kamu menawarkan pada orang lain seperti dagangan. Dan apa mungkin aku percaya jika Andi dan yang lainnya mengantri untuk jandanya bapakmu!” sungut Neil.

__ADS_1


“Hei bung! Sebelum mengenal jangan mencela.” Satria tentu saja tidak mengizinkan seseorang mencela Nadia. Ibu tirinya. Nadia masih muda dan masih pantas membina rumah tangga. Itulah mengapa ia sering mengenalkan ibu tirinya pada teman-temannya. Ini sudah terlihat seperti seorang ayah yang sedang mengkhawatirkan masa depan putrinya yang sudah menjadi janda di usianya yang masih sangat muda. Dan Nadia akan dengan terang-terangan menolak mereka dengan alasan tidak ingin menikah lagi.


“Kak, mama sudah berangkat?” tanya Bisma ketika ia sampai di ruang tamu. Neil memperhatikan anak kecil yang baru datang. Kemudian matanya juga menangkap seorang gadis kecil yang bersembunyi di balik meja di ruang keluarga. Sedang mengintip.


“Sudah barusan. Ada apa?”


“Ck. Aku lupa bilang kalau Besok ada pertemuan wali murid di sekolah.”


“Iya. Mama tadi juga sudah bilang. Besok aku yang akan datang.” Bisma manggut-manggut mendengar ucapan kakaknya. Kemudian matanya memperhatikan tamu kakaknya yang terlihat tampan. Melihat itu Bisma menjadi waspada.


“Hei om! Jangan coba-coba dekatin mamaku ya!” ucap Bisma tiba-tiba membuat Neil sangat terkejut. Anak kecil itu berkacak pinggang di depannya dengan tatapan mata yang tajam. Neil semakin memperhatikan Bisma. Pasalnya ia merasa familiar dengan anak kecil ini.


“Hei bodyguard cilik! Ini urusan orang dewasa. Sana pergi!” satria mengibaskan tangannya.


“Kak Satria. Jangan macam-macam ya! Berapa pun banyaknya laki-laki yang kakak bawa untuk mama. Mama akan menolaknya.”


“Sudah-sudah sana.” Satria semakin mengusir Bisma yang mencoba menghalangi rencananya untuk mengangkap ikan kakap untuk mama tirinya. Hehehe...


“Huh!” Bisma pergi dengan angkuh.


“Itu adikmu?”


“Hem. Aku masih punya adik yang lain. Nara sini sayang.” Satria yang daritadi melihat Nara bersembunyi segera memanggil adiknya yang satu itu.


“Kak Satria. Nara mau papa seperti om itu.” Tunjuk Nara pada Neil dengan tersipu. Neil yang merasa ditunjuk juga ikut menunjuk dirinya sendiri.


“Aku?” ucapnya penuh tanda tanya. Dua adik temannya ini penuh kejutan. Bagaimana keduanya memiliki sikap yang sangat berbeda.


Nara mendambakan sosok seorang ayah. Tentu saja mendukung penuh usaha Satria. Berbeda dengan Bisma yang sedikit enggan. Sebagai anak yang dibesarkan untuk melindungi, Bisma mempunyai kriteria sendiri untuk calon papanya.


“Kak Satria.” Nara menarik lengan Satria. “Kenalin...” mata Nara berkedip-kedip. Memancarkan cahaya terang yang bening.


“Nara sayang, ini namanya om Neil.”


Nara mengulurkan tangannya dengan malu. Nathan menyambutnya dengan sedikit enggan. Gadis kecil ini seperti penuh keinginan saat menatapnya. Jujur ia sedikit tidak nyaman.


“Nara Om, Kinara Pramudita Maheswari. Umur aku tiga tahun. Kata orang aku cantik kayak mama. Jadi kalau om lihat aku. Om juga seperti melihat mama. Mama Nara cantik kan?” Mendengar ucapan gadis cilik yang seperti sedang mempromosikan mamanya itu. Entah mengapa Neil menurut. Ia memperhatikan gadis kecil yang matanya berkedip lucu di depannya dengan seksama.


“Apa ini? Kenapa dia begitu mirip?” fikir Neil.


“Nara! Ayo berenang!” teriak Bisma membuat gadis kecil yang sedang Neil perhatikan berlari menghampiri kakaknya.

__ADS_1


“Kau yakin mereka semua adikmu?”


“Tentu saja. Mereka adik tiriku. Sudah kukatakan mama tiriku itu berbeda. Dia masih muda. Bahkan lebih muda dari pada kita. Kalau dia bukan mama tiriku sudah aku nikahi sendiri dia sejak dulu.” Ucap Satria jujur.


Melihat Neil yang seperti tidak percaya, Satria menghela nafas.


“Aku merasa kasihan pada dua adiku itu. Sejak dalam kandungan mereka sudah kehilangan ayah mereka. Dan ibu mereka, tidak pernah punya niat untuk menikah lagi.”


“Bukankah itu bagus? Fokus pada anak akan lebih baik.”


“Itu benar. Tapi mamaku sudah banyak menderita selama ini. Membesarkan kedua anak itu tanpa suami. Kamu pasti juga sudah tahu apa yang akan dialami oleh janda muda. Digunjing dan dihina. Setidaknya, setelah menikah akan ada yang melindungi mereka. Aku tidak mungkin terus bersama mereka. Hesti pacarku meminta untuk segera dinikahi. Aku tidak mungkin tinggal disini selamanya. Aku akan tenang jika ada yang akan melindungi mama dan adik-adikku.”


Neil masih diam. Mencoba mencerna kata-kata Satria.


“Neil, kamu kan masih single. Menikahlah dengan mamaku. Aku jamin kamu tidak akan menyesal. Kalau kau mau aku akan membantumu. Kau lihat adik laki-lakiku? Dia seperti Bodyguard cilik yang akan menjaga mamanya. Sudah banyak laki-laki yang gagal mendekati mamaku gara-gara dia. Kalau kamu bersedia, dia jadi urusanku. Dan kamu tinggal mengambil hati mamaku. Bagaimana?”


“Tidak. Aku sudah memiliki kekasih.” ucap Neil tegas.


“Siapa? Apa aku mengenalnya?”


“Tidak.”


“Kau akan menyesal menolak tawaranku. Mamaku ini sangat cantik dan seksi. Kalau dia mau, bahkan dia bisa memilih dengan siapa dia akan menikah. Tapi dia ini sedikit sulit kriterianya. Tapi tenang, aku akan membantumu.”


“Tidak terima kasih. Satria, otakmu sebenarnya ketukar dimana? Masak mama sendiri dipromosiin seperti itu.” Nathan semakin jengah mendengar ucapan sahabatnya. Mendengar itu, Satria justru terkekeh.


“Ya sudah kalau tidak mau. Jangan menyesal sudah menolak bantuanku.”


Neil hanya menggedikkan bahunya. Ia masih tidak percaya pada pesona ibu tiri yang dimiliki temannya itu.


*


*


*


Nathan.....☝️


Neil.....👆


Ayoh kalian kubunya siapa?

__ADS_1


Sabar yang mau mereka cepat ketemu. Akoh usahain hari ini up dobel deh


__ADS_2