
Seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun sedang dipegangi oleh orang laki-laki berusia empat puluh dua tahun agar tidak memberontak dan mengejar perempuan berusia dua puluh sembilan tahun yang adalah ibu dari anak itu. Sedangkan laki-laki yang memegangi anak kecil yang menangis itu adalah suaminya. Artinya ayah dari anak itu.
Sosok kecil yang menangisi kepergian sang ibu adalah Alex kecil.
Pernikahan antara papa dan mama Alex adalah sebuah pernikahan politik. Serena Grasile adalah putri dari salah satu rekanan dari Yoga Ardian Juantama.
Yoga yang tidak lain adalah papa Alex jatuh cinta pada Serena pada pandangan pertama saat dirinya diundang dalam ulang tahun Serena yang ke delapan belas tahun.
Sejak saat itu Yoga berusaha mengejar Serena. Namun gadis muda itu selalu menolak Yoga karena merasa pria itu terlalu tua untuknya. Apalagi dia sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Penolakan yang diterima Yoga tidak menyurutkan niatnya. Dengan itu niatnya justru tumbuh semakin besar. Hingga ada kesempatan saat perusahaan milik orang tua Serena hampir Koleps, Yoga memanfaatkan keadaan itu untuk menjadikan Serena sebagai istrinya meski tahu jika gadis itu tidak mencintainya.
Demi menyelamatkan nasib perusahaan, terjadilah pernikahan yang tidak diinginkan oleh Serena. Sedangkan Yoga berharap dengan adanya pernikahan, perlahan-lahan ia akan membuat Serena jatuh cinta. Apalagi saat ia mengetahui jika Serena telah mengandung buah hati mereka.
Selama bertahun-tahun kehidupan keluarga mereka baik-baik saja. Serena juga perlahan-lahan mampu menyesuaikan diri meskipun ia belum bisa mencintai Yoga. Namun demi Alex putranya, ia mencoba bertahan.
Namun kehidupan tenang mereka tidak berlangsung lama. Saat usia Alex menginjak sepuluh tahun, kekasih Serena muncul. Membuat Yoga salah faham dan murka. Ia pun berubah menjadi kasar terhadap Serena.
Serena yang saat itu tidak memiliki cinta untuk suaminya dan diperlakukan seperti itu tentu saja merasa tersiksa. Dan itu memberinya dorongan untuk mengejar kembali cintanya yang ternyata juga masih mencintainya.
“Maafkan mama sayang. Mama tidak bisa menjadi mama yang baik untukmu. Mama tidak bisa lagi bertahan menghadapi sikap papa.” Ucap Serena sebelum ia pergi dari rumah.
Awalnya Alex tidak mengerti dengan ucapan sang mama. Namun saat ia melihat mamanya akan pergi dengan membawa barang-barang nya, ia akhirnya mengetahui jika mamanya itu akan pergi dari rumah. Meninggalkan dirinya dan papanya.
Saat melihat kepergian Serena, Alex menangis hingga kelelahan dan pingsan.
“Mama mana pa?” tanya Alex kecil saat ia baru terbangun dari pingsannya.
“Semua ini salah papa. Sudahlah. Jangan memikirkan mamamu lagi. Dia akan bahagia di luar sana. Dan kita juga harus membuktikan jika kita bisa bahagia. Jika mama melihat kita hidup dengan bahagia, mama akan kembali lagi pada kita.” Yoga mengelus kepala Alex.
Awalnya Alex percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yoga hingga ia mendengar sesuatu tentang mamanya dari mulut orang lain. Dan orang itu berkata bahwa Serena adalah ibu dan istri yang kejam karena meninggalkan anak dan suaminya demi mengejar laki-laki lain.
__ADS_1
Alex kecil menggertakkan giginya saat mendengar kabar itu. Ia merasa dibohongi oleh papa dan mamanya.
Dan dari sanalah titik balik perubahan kehidupan Alex. Alex yang dulunya ceria dan hangat perlahan berubah menjadi seorang yang dingin dan acuh. Apalagi Yoga yang selalu menuntutnya untuk mempelajari bisnis sejak dini membuatnya terbiasa bersikap kaku dan kejam.
Namun sikap baru Alex ini hanya untuk orang luar. Sedangkan yang dimaksud orang dalam adalah empat orang dewasa yang melihatnya tumbuh. Mereka lah yang menemani Alex sejak kecil. Memberinya perhatian dan kasih sayang. Mereka telah menggantikan posisi kedua orang tua Alex dalam hal ini karena Yoga terlalu sibuk dengan urusan bisnisnya. Pria itu menyibukkan diri dengan bekerja agar bisa melupakan sang istri tercinta yang telah meninggalkannya bersama laki-laki lain.
“Yah begitulah.” Alex mengusap wajahnya setelah ia selesai bercerita pada Nara yang menanyakan alasan Alex sangat dekat dengan keempat pembantu senior di rumahnya. Saat ini mereka tengah menikmati bintang di rooftop rumah Alex.
Nara memandang Alex dengan tatapan yang dalam. Ia tidak menyangka jika Alex terbentuk menjadi pribadi yang kaku oleh masa lalu yang kelam.
“Aku tidak menyangka semua itu terjadi padamu Lex.” Nara memegang tangan Alex.
“Aku menceritakan masa laluku padamu bukan untuk kamu kasihani.” Ucap Alex serius. “Aku hanya ingin memastikan jika kamu tidak terpaksa dengan hubungan ini.”
“Lex. Aku sangat senang menjadi istri mu. Aku tidak merasa terpaksa sama sekali.”
“Jika suatu hari nanti aku melakukan kesalahan atau ada yang membuatmu tidak nyaman, jangan ragu untuk memberitahuku. Aku akan berusaha menjadi seperti apa yang kamu mau.”
“Aku tidak ingin menjadi seorang yang egois Lex. Kita bisa saling menyesuaikan diri satu sama lain.”
“Kita sudah menjadi suami istri. Apa kamu akan terus memanggil namaku?” Alex melihat Nara yang ada di pelukannya.
“Lalu aku harus memanggilmu bagaimana?” Nara mendongak. Kesempatan itu tidak dilewatkan oleh Alex untuk *****2* bibir yang menjadi favoritnya itu.
“Lex. Jangan main-main.” Nara mendorong Alex. Mereka sedang berada di luar. Meskipun itu adalah kawasan pribadi, bisa saja kan salah satu dari pembantu di rumah Alex naik ke sana dan memergoki aksi mereka.
“Sayang. Panggil aku sayang.” Ucap Alex serius.
“Baiklah Lex.. maksudku sayang.” Nara mengeratkan pelukannya.
“Sayang, tidak sadarkah jika kamu memelukku dengan begitu erat akan membangunkan king oyster ku?” mendengar perkataan Alex membuat Nara membeku dan segera menarik diri dari Alex.
__ADS_1
“Malam ini libur dulu ya. Please.” Nara mengangkupkan kedua tangannya di depan dada.
“Kenapa?” Alex mengernyit bingung. Ini sudah seminggu pernikahan mereka. Dan mereka melakukannya setiap hari tanpa ada penolakan sedikitpun dari Nara. Tapi sekarang istrinya itu sedang menolaknya.
“Besok aku harus menemui dosen pembimbing untuk yang terakhir sebelum sidang minggu depan. Aku tidak mau jalan pinguin ke kampus.” Nara mencebik. Sudah seminggu ini ia merasa jika jalannya aneh. Bagian bawahnya masih saja terasa mengganjal setiap kali mereka melakukannya. Bahkan ia sampai malu keluar rumah.
“Aku janji malam ini aku akan mengontrol diri.” Kata Alex berusaha membujuk istrinya.
“Tidak Lex. Maksudku sayang. Kamu sudah mengatakan ini berkali-kali. Tapi apa hasilnya. Kamu tetap saja menghabisiku sampai aku minta ampun.” Nara melirik Alex tajam. Sedangkan yang dilirik hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.
“Itu karena kamu terlalu menggoda. Tapi aku janji malam ini akan menahan nya.”
“Tidak. Janjimu tidak berlaku.” Nara berdiri dan berjalan meninggalkan Alex yang sedang berpikir bagaimana caranya agar ia tetap mendapatkan jatahnya malam ini.
Alex segera mengejar Nara saat istrinya sudah hampir sampai di lantai dua.
“Sayang ayolah. Satu kali. Janji.” Alex mengangkat dua jarinya.
“Tidak ya tidak.” Jawab Nara sambil membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar mereka.
“Sayang apa kamu tidak kasihan padaku? Apa kamu tidak mengetahui jika king oyster sudah terbangun dan tidak menunjukkan kebolehannya, ia akan membuat kepalaku pusing.” Alex memasang wajah melasnya.
Bibir Nara berkedut. Sejak kapan Alex menjadi semesum ini?
“Ayolah sayang. Satu kali saja.” Alex terus mendesak. Akhirnya dengan terpaksa Nara menganggukkan kepalanya.
“Hah. Baiklah. Tapi hanya satu kali ya.” Ucap Nara yang membuat mata Alex berbinar senang. Urusan satu kali atau berapa kali itu bisa diatur ulang.
*
*
__ADS_1
*
Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan akoh yang nggak jelas ini. Hehehehe😁