Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_64. Wisuda


__ADS_3

Alex terpaku melihat penampilan istrinya hari ini. Nara yang memakai kebaya berwarna coklat muda yang sama dengannya terlihat dewasa di matanya. Wanita yang biasanya terlihat manis ini tampil memukau dengan sanggul modern yang menambah kesan ayu yang minimalis.


 


Hari ini Nara akan diwisuda. Setelah hari ini ia resmi menyandang gelar sarjana. Hampir satu jam Nara duduk di meja rias. Mengaplikasikan berbagai perlengkapan make up yang dia butuhkan untuk menunjang penampilannya.


 


Sedangkan Alex, duduk memangku laptop nya di sofa. Mengerjakan pekerjaan kantor yang ia bawa pulang sambil menunggu Nara bersiap. Dirinya sendiri sudah siap, hanya tinggal memakai jas yang sudah ia siapkan di sebelahnya.


 


“Aku jelek ya?” Nara menepuk pipi yang ia gembungkan saat melihat Alex memandanginya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan. “Tuh kan... Aku emang nggak pantas pakai yang kayak gini.” Lanjutnya seraya menghentakkan kakinya.


 


“Siapa bilang kamu nggak pantas? Kamu pantas sayang. Kamu bahkan terlihat sangat cantik.” Alex buru-buru menghampiri Nara yang hendak berbalik untuk merenovasi lagi make up-nya.


 


Mendengar pujian dari suaminya, Nara tersenyum senang. Namun senyum itu tidak bertahan lama karena ia pikir Alex berkata seperti itu hanya untuk menghiburnya. Pasalnya ia merasa ia tidak cocok dengan dandanan seperti itu.


 


“Kamu nggak bohong kan?” Nara memicingkan matanya.


 


“Tidak sayang. Kamu cantik. Saaangaat cantik. Emmuach.” Alex menangkup wajah Nara dan mengecup bibirnya singkat. Ia tidak mau sampai kebablasan dan akan berdampak rusaknya usaha keras Nara untuk merias dirinya. Mendapati perlakuan seperti itu, Nara tersipu malu.


 


“Ayo berangkat!” Alex menekuk lengan kirinya. Mengisyaratkan Nara untuk menggamitnya. Dengan senang hati Nara menautkan tangannya di lengan kokoh Alex. Berjalan keluar kamar dengan senyum yang merekah di bibirnya.


 


**


 


Seorang laki-laki tampan sedang menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena wajah tampannya yang menarik perhatian, tetapi tas tangan wanita berwarna coklat muda yang ia bawa sejak ia masuk ke dalam auditorium tempat berlangsungnya acara wisuda. Sedangkan sang pemilik tas sendiri sedang asik berswafoto bersama ketiga sahabatnya.


 


“Eh itu bukannya tuan Alex Briano Juantama ya?” tanya seorang mahasiswa pada teman di sampingnya.


 


“Iya. Apa kamu tidak tahu kalau dia sudah menikah dengan Nara. Itu anak keuangan. Yang aku dengar, awalnya bukan Tian Alex yang akan menikah dengan nara, tapi orang lain.” Jawab temannya.


 


“Lalu kenapa bisa menikahnya dengan tuan Alex?”


 


“Dasar kudet. Nara dan tuan Alex itu memang pacaran sejak awal. Tapi karena suatu hal yang dirahasiakan, Nara hampir saja menikah dengan orang lain.”

__ADS_1


 


“Ah yang benar? Bukankah Nara itu anti cowok ya?”


 


“Bukannya dia yang anti cowok. Tapi cowok yang anti sama dia. Orang kakaknya aja galaknya minta ampun.” Mahasiswi ini dulunya teman SMA Nara. Jadi ia banyak mengerti apa yang menyebabkan Nara selama ini menjomblo.


 


“Iya kah?”


 


“Ish kamu ini kemana aja selama ini? Kabar ini sudah jadi rahasia umum. Jika bukan karena kakaknya yang galak, pasti banyak cowok di sini yang Berusaha dekati dia.”


 


“Ow begitu. Tapi sepertinya bukan hanya itu deh alasannya. Kalau sudah ada laki-laki sepeti tuan Alex di sisinya, anak sini mah nggak ada apa-apa nya. Jelas aja Nara nggak mau.”


 


Mendengar itu, Alex tersenyum tipis. Diam-diam ia merasa bangga dapat menjadikan Nara sebagai istrinya. Ia berterima kasih di dalam hatinya karena Bisma telah menjaga Nara dengan baik selama ini.


 


“Sayang, papa dan mama nyariin kamu tuh. Mereka ajak duduk bareng.” Nara menghampirinya Alex. Menyadarkan Alex dari lamunannya. Wanita itu mengambil kembali tas miliknya. Memasukkan ponsel yang tadi ia gunakan untuk berswafoto.


 


“Papa dan mama mana?” tanya Alex sambil tersenyum.


 


 


**


 


Nara meremas tangannya. Ini kali kedua dia merasa gugup yang seperti ini. Pertama, saat ia mendengar Alex mengucapkan kalimat ijab qobul. Perasaannya saat ini terasa campur aduk. Antara senang dan gugup menjadi satu.


 


 Di sebelah Nara, ketiga sahabatnya juga berada dalam kondisi yang sama. Padahal keempat gadis ini biasanya adalah orang yang percaya diri pada penampilan mereka. Tapi nyatanya, momen wisuda kali ini mampu membuyarkan segala rasa percaya diri mereka. Keempatnya nervous.


 


Sesekali Nara melirik Alex dan kedua orangtuanya yang duduk di bangku yang berjajar di depan panggung. Sedangkan ia dan teman-temannya yang akan diwisuda duduk di sebelah kanan panggung.


 


Alex mengepalkan tangannya ke depan dada saat melihat Nara sedang menatap dirinya. Ia berusaha memberikan dorongan semangat pada istrinya itu dari jarak jauh. Bibirnya juga menggumamkan kata semangat yang dapat dimengerti oleh Nara. Terbukti dengan istrinya itu mengangguk sambil tersenyum.


 


Mengetahui jika istrinya memahami bahasa bibirnya, ia mengulanginya dengan mengucapkan kata “I Love You” yang langsung membuat Nara tertawa ringan di tempatnya.

__ADS_1


 


“Kenapa Ra? Tiba-tiba tertawa begitu.” Vera yang ada di sebelahnya merasa heran dengan Nara yang tiba-tiba saja tertawa tanpa ada sebab.


 


“Emm. Tidak apa-apa.” Jawab Nara kikuk. Ia tidak mungkin mengatakan jika ia sedang berbicara dengan Alex lewat bahas bibir.


 


Mendengar jawaban Nara, Vera hanya mengedikkan bahunya.


 


Ketegangan yang Nara rasakan berkurang sedikit demi sedikit saat mendengar satu persatu nama temannya dipanggil untuk naik ke atas panggung. Yang tersisa kini hanyalah sebuah kebanggaan.


 


Nilainya memang bukanlah yang terbaik. Juga bukan cumlaude seperti Bisma kakaknya. Namun masih termasuk nilai tinggi. Dan yang paling penting adalah semua yang ia dapat adalah hasil dari kerja kerasnya. Menempuh pendidikan empat tahun lamanya. Juga berjuang sebagai mahasiswa magang, observasi di kantor Alex, dan juga mengerjakan skripsi nya sendiri dengan penuh perjuangan.


 


Mengingat semua itu, Nara berjalan dengan bangga saat namanya dipanggil. Senyum kepuasan juga terlihat di bibirnya. Ia melirik mama dan papanya yang duduk di depan panggung. Keduanya menitikkan air mata bahagia mereka. Keduanya menangis dalam senyuman. Sedangkan di sebelah Nadia dan Nathan, Alex suaminya tersenyum penuh kebanggaan kepadanya. Ia smepat membaca bahasa bibir Alex yang mengucapkan ”Your the best.” padanya.


 


**


 


Setelah berbagai proses acara dilalui, akhirnya acara wisuda selesai. Nara bergabung bersama teman-temannya yang lain untuk mengambil foto sebagai kenang-kenangan setelah ia menemui Alex dan kedua orang tuanya.


 


Nara beberapa kali diajak berfoto oleh mahasiswi lainnya. Nara bukan tipe orang yang mencari masalah. Jadi dia disukai oelh teman-temannya.


 


”Boleh aku minta fotomu?” seorang cowok tampan dengan maiah memakai toga berdiri di depan Nara yang baru saja berfoto dengan salah satu temannya.


 


*


 


*


 


*


 


Siapa ya cowok itu?


 

__ADS_1


Bagaiman reaksi Alex jika melihat Nara sedang berduaan dengan laki-laki lain?


__ADS_2