Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_54. Kejutan


__ADS_3

Alex menutup mata Nara begitu mereka akan sampai di lantai paling bawah. Nara melakukan protes pada awalnya. Tapi Alex berkata bahwa akan ada kejutan yang menantinya. Dan semua yang ia siapkan akan sia-sia jika Nara tidak ditutup matanya.


“Tapi aku tidak bisa melihat.” Nara masih melakukan protes nya sambil terus memegangi kain hitam yang menutup matanya.


“Namanya juga kejutan. Kalau kamu melihatnya sekarang itu tidak akan jadi kejutan lagi.” Alex memegang tangan Nara yang berusaha melepaskan penutup matanya. Kemudian menggenggam erat tangan tersebut agar tidak merusak rencananya.


“Aku kesulitan berjalan Lex. Bagaimana kalau aku nanti tersandung dan terjatuh.” Nara terus merengek.


“Haaah.” Alex menyerah. “Baiklah. Kalau begitu aku akan menjadi mata dan kakimu.” Tanpa menunggu persetujuan dari Nara, Alex sudah mengendong tubuh Nara membuat gadis itu memekik.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Nara. Gadis itu mengalungkan tangannya di leher Alex.


“Apa lagi? Aku menjadi kaki dan tanganmu. Dengan begini kamu tidak memerlukan mata dan kakimu lagi.” Alex terus berjalan tanpa memperdulikan protes istrinya.


“Tapi ini sangat memalukan.” Ucap Nara.


“Apanya yang memalukan. Mereka yang melihat semua ini justru akan merasa iri padamu yang begitu kuat seperti aku.”


“Turunkan aku Lex.”


“Diam atau aku cium.” Nara menutup mulutnya seketika. Alex tersenyum melihat reaksi Nara. Melihatnya seperti itu membuatnya ingin sekali ia mencium bibir istrinya itu. Namun ia tidak mau merusak penampilan sempurna Nara atau dia yang akan rugi nantinya jika Nara sampai marah.


Alex terus berjalan dengan Nara di pelukannya. Terus berjalan hingga melewati lobi. Tanpa disadari oleh Nara, Alex membawanya keluar dari hotel. Nara hanya merasa jika udara di sekitarnya menjadi lebih dingin.


Setelah keluar dari hotel, Alex berjalan ke arah halaman kiri hotel dimana di taman itu ada pintu yang menghubungkan KS hotel dengan bangunan megah lain di sampingnya.


Bangunan itu adalah ARA Hotel yang merupakan hotel milik Alex. Hotel ini adalah hotel tempat Alex menyatakan cintanya pada Nara dulu. Dan acara resepsi pernikahan mereka akan diadakan di hotel tersebut.


Alex sengaja meminta Nara untuk mengadakan resepsi di KS hotel karena hotel itu merupakan hotel rekanannya.


Di taman ARA Hotel sudah banyak tamu yang hadir. Semua tamu undangan sudah mengetahui perpindahan tempat resepsi. Namun Nara dengan sengaja tidak diberi tahu.


“Kenapa lama sekali sampainya Lex? Turunkan aku disini. Kamu pasti capek. Aku ini tidak ringan sama sekali.”

__ADS_1


“Sebentar lagi sampai. Dan kami tidak berat sama sekali. Kamu seringan kapas.”


“Kamu pasti bohong.”


“Tidak. Tenang saja. Aku masih punya cukup kekuatan untuk membuatmu terbang malam ini.” Alex tersenyum mesum. Sayang sekali mata Nara tertutup. Jika gadis itu melihatnya pasti akan segera melompat turun seketika.


“Kamu mau membawaku pergi kemana? Tidak mungkin honeymoon kan? Aku masih memiliki banyak pekerjaan disini.”


Alex terkekeh mendengar pertanyaan Nara. Ia tidak menyangka jika Nara tidak mengerti maksud yang terkandung dalam kalimatnya. Namun ia juga tidak mau repot-repot menjelaskan nya. Menurutnya akan lebih menarik jika ia menjelaskannya nanti secara langsung. Saat memikirkan rencananya yang sempurna, kilatan Licik di matanya begitu terlihat.


Nara sudah mendengar suara bising dari arah depan. Terdengar nyanyian yang mengalun merdu. Juga terdengar riuh suara orang-orang yang sedang berbincang. Terdengar pula suara tawa yang saling bersahutan. Dengan itu Nara menyadari jika mereka sudah hampir sampai. Namun itu hanya sebentar sebelum semua suara itu berubah menjadi keheningan. Mereka diam saat menyadari kedatangan Alex dan Nara.


“Turunkan aku Lex. Kita sudah hampir sampai kan?” Kata Nara. Akan sangat memalukan jika orang lain mendapati mereka berdua dalam posisi seperti itu. Padahal ia tidak tahu jika semua orang sudah melihat mereka.


“Baiklah.” Alex menurunkan Nara. Pria itu tersenyum tidak berdaya. Ia mulai bersiap-siap untuk menerima hukuman dari istrinya.


“Apa penutup mata ini juga sudah boleh dibuka?” Alex mengangguk. Kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Nara membuka kain hitam.


Setelah kain hitam berhasil dilepas, Nara mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.


Nara mengenali tempat itu. Apalagi dengan hiasan lampu-lampu yang sama persis dengan yang waktu itu. Bahkan tulisan I love You Nara yang dibentuk dari lampu merah juga ada di tempat yang sama.


“Ya. Ini adalah tempat dimana kita jadian.” Jawaban Alex membuat Nara menutup mulutnya tidak percaya.


Namun kekagumannya hanya bertahan sebentar dan segera berganti dengan perasaan malu yang menyeruak saat ia menyadari banyaknya tatapan mata yang tertuju ke arahnya.


Bisa dikatakan, tempat yang dilihat Nara adalah taman bagian terluar. Sedangkan acara pesta berada di bagian yang lebih dalam.


“Lex ini pesta...”


“Ya. Ini pesta pernikahan kita.” Alex segera mengalihkan perhatian Nara agar istrinya melupakan kesalahannya karena sudah membuatnya malu.


“Kamu mempersiapkan segalanya?”

__ADS_1


“Tentu saja. Baiklah. Nanti aku akan jelaskan semuanya. Sekarang mari kita mulai acaranya.”


Alex menggenggam tangan Nara dan menggandengnya maju ke arah pesta. Mendengar kedua mempelai yang memasuki tempat pesta, seorang pria dan wanita yang ada di atas panggung kecil di depan segera mengumumkan kedatangan mereka.


Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Saat ini mereka sedang berdansa sebagai acara yang paling akhir.


Alunan musik klasik menambah suasana romantis. Puluhan pasangan sedang berdansa di tengah-tengah taman yang luas. Sedangkan tamu yang lainya juga sedang menikmati pesta dengan cara mereka. Ada yang makan, minum atau sekedar mengobrol dengan rekannya.


“Aku tidak menyangka kamu sudah menyiapkan semua ini.” Ucap Nara yang saat ini sedang bergerak teratur bersama Alex.


“Apa kamu suka?”


Nara mengangguk. “Suka. Tapi kapan kamu menyiapkan semua ini? Dan desain ini sama persis dengan desain yang aku pilih.”


“Aku sudah menyiapkannya dari awal. Dan untuk desainnya, aku memang meminta pihak WO yang sama. Tapi aku meminta untuk merenovasi nya sedikit. Apa kamu suka?”


“Suka sekali. Tapi kenapa kamu sampai melakukan sejauh ini?”


“Karena aku ingin menunjukkan pada semua orang bahwa aku memang sungguh-sungguh padamu. Aku bukannya seorang pengganti yang dengan terpaksa menikahimu karena keadaan. Aku ingin seisi dunia tahu jika aku melakukan semua ini karena aku benar-benar mencintai mu.” Jelas Alex panjang lebar.


“Terima kasih Lex.” Nara kemudian menyandarkan kepalanya di dada Alex. Keduanya hanya diam setelah itu. Membiarkan hati mereka yang saling berbicara hingga mereka tidak menyadari bahwa hanya mereka berdua yang masih tersisa di ruang dansa karena semua orang menyingkir dan memberi ruang lebih bagi pasangan pengantin baru itu.


“Dasar tidak tahu malu! Pelakor!” terdengar teriakan dari arah luar. Semua orang berhenti beraktivitas dan menoleh ke arah yang sama.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 🤩


Jangan lupa like dan komen EA🥰

__ADS_1


Vote nyampek 30 hari ini, akoh up lagi😁


__ADS_2