Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 99


__ADS_3

Maaf, Maaf !


Setelah dari dokter kandungan, Kemal dan Yola berpisah arah dengan Yola di kawal oleh dua bodyguard untuk menjaganya walaupun risih di ****** yang sekarang ini sedang di toko mainan dan buku buku untuk buah tangan yang ingin mengunjungi rumah singgah bin panti asuhan naungannya, ia rindu ke adik adik panti yang sudah lama tidak di hampirinya.


Tapi, ia tidak sengaja menubruk punggung orang yang matanya sibuk memilih milih mainan.


"" Tidak apa ap__Yola ?"" Pria di hadapan Yola tersenyum


"" Hmm, Siapa ya ?"" Yola mundur satu langkah berdiri di dekat dua bodyguard nya yang siaga. instingnya aneh kali ini, Pria di hadapannya sok akrab padahal ia tidak mengenalnya.


"" Ah iya, Kamu pasti tidak mengenali saya, Tapi saya mengenal mu, Saya Heru. kakanya Nando, Mantan kamu. ingat Nando kan ?!""


Yola mengangguk, Tentu saja Yola ingat mantan gagal move on nya itu.


"" Ingat, Sangat ingat ! Ya sudah saya akan melanjutkan kesibukan saya ya, Mari !""


"" Silahkan !""


Setelah selesai, Yola yang menunggu bodyguard nya memasukkan semua barang barang belanjaan nya di bagasi mobil. Tak sengaja melihat motor racing yang pernah menyinggung nya main lewat di hadapan mobilnya.


Yola tak menyia-nyiakan kesempatan, Naik ke kemudi dan meninggalkan kedua bodyguard nya yang baru menutup pintu belakang.


""Tungguuuuu ! Aduh gawat ini !""


"" Lo sih main ikut sibuk aja, Cepat lapor ke Bos !""


Ke dua bodyguard saling menyalah kan, selanjutnya mereka melapor ke Kemal, Terdengar suara Bos nya grasa grusu marah, di seberang sana.


Bruumm....


Motor dan mobil, Saling kejar kejaran di jalan lancar lancar jaya. Yola sedikit kualahan mengejar laju motor Sialan itu menggunakan mobil. Tentu saja, Yola yang tahu mesin tentu paham betul kalau motor itu sudah di modif sehingga laju nya melebihi maksimal standar pada motor sport umum nya.


Telepon seluler yang menyala, ia abaikan, Hanya melirik nama Mas suami di layar itu sekali. Pasti bodyguard nya sudah lapor ke Kemal, Dan Nanti pasti akan dapat kultum panjang setelah ini, Tapi bagaimana pun ini adalah kesempatan emas untuk mengetahui musuhnya, ia tidak boleh kehilangan jejak. ia juga sadar, kalau ini sangat bahaya, istimewa ia juga lagi hamil.


Shiiit !


"" Itu mobil Yola kan ? Kok kaya kesetanan ?"" Fifi yang melintas di jalan sebelahnya, sekilas melihat mobil yang familiar.


Penasaran, ia mengeluarkan handphone nya untuk menelpon Yola, Tak ada respon... Menelpon Kemal pun tak ada respon, mau tidak mau ia menelpon nama Eldath untuk memastikan ia tidak salah lihat ?


Apa ?!!


Fifi melototi layar nya yang di jauhkan dari telinganya, Si bang tatto ketus sekali !


" Yola ada di mana ?""


Sama suaminya ! Kenapa ? Mau nyusu di adek gue ?

__ADS_1


"" Bukan hanya nyusu, Bahkan gue mau garuk wajah Yola kalau penglihatan gue benar yang barusan gue ngelihat mobil nya seperti sedang balapan liar di jalan saat ini.""


Fifi pun tak kalah ketus menyahuti si tukang marah marah di seberang sana, Setelah nya ia mendengar maki Eldath entah untuk siapa.


Di sisi Yola, Wanita hamil ini masih saja mengejar motor yang ia yakini adalah musuhnya, motor itu sangat lah tidak asing, tapi penyakit pikun nya kambuh, bukan hanya orang yang sudah tua punya penyakit pikun, yang muda pun sama saja.


"" Hari ini Lo nggak akan lolos dari Wild Flower !"" Yola semakin menambah laju mobilnya, inilah rekor gila gilaan dalam kebut kebutan nya di aspal. Tapi kejelian dan kewaspadaan bermain dalam kemudi nya, ia masih sadar yang tak mau mencelakakan penghuni jalan lainnya.


Cikiiiiiiiiiiiiittttt....


Shiit !!!


Siallll !!!


Di perempatan jalan, Mobilnya di cekat dua mobil sekaligus dalam arah berbeda. Kiri ? Yola yakini bahwa itu adalah mobil Eldath, Kanan ? Mobil Mas suami.


Mampus Lo Yola !!!


Bukan musuh yang tertangkap, Tapi ia lah yang tertangkap oleh kedua pria tersayang nya, bagaimana lah cara merayu mereka agar kuping nya tidak panas karena dapat ocehan dari ke-dua nya.


Hehehehe... Pisss Akang Akang ! Yola tercengir polos di saat ke-dua pria nya sudah di depan wajahnya tepat di jendela mobil yang ia sudah turun kan.


" Mau balapan dek ?"


" Nyawa mu berapa sayang ?"


Galak beut ya ! Mak...Yola takut Mak ! Dalam hati memang kicep, Tapi wajah jahil cantik itu hanya cengir cengir piss ! sekarang bukan satu yang ia segani, Tapi baru sadar, kalau mas suami saja galak begini. Hadeeh ! Kudu ektra pintar untuk ngeles saat ini.


" Jelasin nya nanti di rumah !" El menahan diri, tidak mungkin ia mengkultum adiknya di pinggir jalan. ia berlalu menuju kantor lagi, ia tadi meninggalkan kantor yang sebentar lagi akan mengadakan meeting bersama Klien nya..


" Ikut Mas ke kantor, Ingat ! Jangan ngebut, jalankan mobil nya duluan, Mas mengekor di belakang."


Yola mengangguk nurut, Mas suami sama saja menahan diri. Oke Wild, Mari tebal kan kuping hari ini, satu buat Mas suami, satu buat Abang sayang.


...*****...


Sampai di kantor, Kemal menghempas kasar pinggulnya di atas sofa yang biasa buat nerima tamu kantornya. Yola pun duduk di sampingnya dengan santai. Emosinya ia netral kan dengan cara mengatur nafas. Marah marah tidak bagus hasil akhir nya. Si wild ini orang nya keras, di kerasin maka semakin berontak. Jadi menasehati pakai hati mungkin solusinya.


"" Kenapa diam saja !""


"" Yola kan mengikuti peringatan."" Yola menunjuk gambar warning di dinding di larang berisik.


" Ck !"" Kemal kembali muram yang mati matian ia tahan agar tak meledak untuk Yola. " Apa maksud kamu ninggalin bodyguard dan kebut kebutan kesetanan, eum.""


Yol, kudu pintar pintar untuk merayu suami yang marah marah. Batinnya, Dengan itu Yola langsung saja beranjak duduk di atas pangkuan suami nya, Tangan pun ia kalungkan di leher Kemal. Ceritane merayu ekstrim.


Maaf ya mas, Aing teh tidak bermaksud curang dengan menggait naluri kelakian mas, ini demi mengadem kan telinga, rogasi ala ala Jenny Bond begini yang efektif berhasil dari pada menodongkan senjata, inilah senjata utama mematikan para kami kaum perempuan, Kefeminiman sejati. Hehehehe..

__ADS_1


" Kali ini mas tidak ngefek dengan rayuan pangkuan mu."" Kemal betul betul marah, ia butuh penjelasan masuk akal dari Yola dengan aksi gila nya di jalan tadi, bagaimana ia tidak sport jantung, Yola ngebut yang hampir saja menabrak nya juga mobil Eldath yang datang menyekat bersamaan. Mobil nya dan mobil Eldath tinggal satu jengkal berciuman body depan. Sementara di arah Yola. Istrinya itu sudah menyentuh badan mobil nya, sedikit. Hampir berhantaman.


Yola cemberut, sejurus netral kembali, Tidak ngefek dengan cara berpangkuan. Bagaimana kalau sedikit sentuhan sensual di kuduk mas Suami.


"" Yola tadi ngidam ngejar penjahat, siapa tahu anak kita nanti jago main tangkap orang jahat."" Tangan yang bertengger di leher Kemal, bergerak sensual, merayu agar suami Mesumnya menyudahi interogasi introgasian yang sangat tidak asyik di kamus suka sukanya.


Kemal menarik tangan nakal Yola, Sorry belum ngefek, lebih tepatnya... ngefek nya di tahan. Istri mesum nya pintar sekali merayu emosi nya yang mengubun dengan cara intim seperti ini. Ok.. Sampai mana ia akan bertahan.


"" Jelaskan dengan benar, Yol. Apa kamu lupa ? ada nyawa kita di dalam perut mu, Mas tidak mau kamu nakal lagi yang bisa membahayakan, berpikir lah sedikit pakai otak, jangan berpikir pakai ngidam yang kamu buat alasan saja."" Semprot halus Kemal, dengan tangan Yola ia tarik dan meletakkan di atas perut Yola sendiri untuk menyadarkan kalau wanita hamil punya batasan untuk tidak melakukan suka suka yang berbahaya, siapa yang akan rugi ?


"" Eum, Yola minta maaf ! Tapi Yola mau bertanya ?" Yola kembali mengelus sayang suaminya, trik trik magic agar tidak berkepanjangan introgasian nya.


"" apa.?"" Lagi lagi Kemal jual mahal dengan menepis tolak tangan nakal istri nya.


" Kalau mas punya kesempatan untuk menangkap si tersangka tembakan itu, tepat di depan mata, apa yang akan mas lakuin ?""


"" Nangkap lah ! Masa mas Biarkan begitu saja."


"" Nah, itu yang Yola lakuin di jalan tadi sampai Yola lupa membawa buntut eh bodyguard."" Yola menjentikkan jarinya, meledek halus mas suami.


"Maksud kamu, Tadi kamu itu ?""


Yola mengangguk.


"" Ish." Kemal mencubit kesal pipi Yola. "Tetap salah ! lain kali biarakan saja, ada mas dan Eldath yang akan mengurus nya, itu ba-ha-ya ! You enderstand ?""


"" Iya !"" Jawab Yola ketus. " Menarik tubuhnya dari sisi pangkuan, Kemal malah menahan nya.


" Apa lagi, Kan udahan marahin Yola nya. Di rumah giliran bang Eldath yang akan berkicau ketus untuk Yola."" Bibir Yola cemberut.


"" Kamu tidak mau bertanggung jawab dengan kalakuan yang sudah membangun adik mas eum ?"" Wajah mesum yang kemal tahan, Keluar sudah. Bagaimana tidak bangun tuh si adik, Yola bergerak tidak tenang di atas pangkuan nya, Lebih lebih...Yola sedari tadi tangan nakal nya sana sini meraba dari tengkuk ke leher depan, turun ke dada perut, naik di bibir serta rahangnya. siapa yang kagak horn* coba ? istrinya sangat pintar memperimprovisasi kan kekesalan nya. dengan cara merayu naluri kelakian nya, Darah nya sudah berdesir desir, Nafas nya sedari tadi ia tahan untuk tidak memburu, eh... sekuat menahan...tetap saja ON. Jangan kan di sentuh sensual, melihat lekukan tubuh Yola saja yang masih lengkap membalut kain, otak omes nya meronta ronta minta ehem ehem.


"" Elaaahh, tadi aja ngomongnya kagak ngefek, eh...sok jual mahal rupanya. Tapi it's Ok...Kita akan main kuda delman istimewa ku duduk di muka, sebelum balik rumah, dapat letusan dari Bang Eldath yang Yola tidak bisa merayu nya, Yola akan melayani istimewa saat ini, Pilih saja gaya apa ? Naik Delman ku duduk di muka atau main kereta api Tut Tut Tut ? Tapi Yola takut sofa nya tidak kuat menahan beban, sayang !.""


Yola tercengir ledek akan sok jual mahal Kemal yang katanya kagak ngefek, turun dari pangkuan, berjalan ke arah pintu untuk mengunci ruangan kerja Kemal, kan tidak lucu saat kuda delmaan ada yang masuk begitu saja. Malu Coeg !


Setelah merasa pintu aman, dari sedikit pun cela untuk di intip, Yola berjalan pelan ke arah Kemal dengan tarian stereaptease seraya membuka kain nya.


"" Alaaah, Lama !"" Kemal tak sabaran melihat pergerakan slow motion gerak Yola hanya mencopot baju saja. Dengan itu ia sendiri yang membuka baju Yola dengan cepat melalui kepala. Ia merasa tempat ini tidak tepat untuk di buat lama lama hanya sekedar membuka baju, lain di tempat kamar pribadinya, ini kan kantor, kalau ada yang ganggu kan sangat nanggung.


Pemandangan indah pun tak terelakkan, kekesalan tertelan entah kemana kalau sudah di kaitkan dengan gairah. Kemal menelan ludahnya, inilah kelemahan laki laki di hadapan istri. Bersimpuh di hadapan istri demi mendapat inti wanita nya.


Dan separuh waktu di ruangan kerja itu di buat panas oleh mereka dengan Quickie se* macam macam gaya, Naik kuda lumping, Cek ! Naik kuda ku duduk di muka, Cek ! Naik kereta tut Tut , Cek !


Bahkan suara telepon kantor, hp dan ketukan pintu Kemal abaikan. Lebih lebih di ketukan pintu, ia sangat marah di ganggu dalam ah uh ahnya, Di ketukan pintu itu di hadiahi semprotan dari Kemal tanpa melepaskan kuda kudaan nya yang berbunyi... Siapa pun yang berani membuat ketanggungan aksinya terganggu, maka akan di pecat !


Istimewa kan kata Kramat pecat itu ! Tidak ada lagi suara suara ketukan penting lah, ada meeting lah. Kemal tak perduli.

__ADS_1


"" SAYA TIDAK PERDULI DENGAN KATA PECATTT!!! KARENA SAYA BUKAN KARYAWAN MU, YANG ADA SAYA YANG AKAN MEMECAT MU JADI IPAR KALAU TIGA MENIT PINTU TIDAK TERBUKA.""


BANG EL....!!! Naik kereta tut tut, Terlepas, Yola dan Kemal kocar kacir memakai pakaian masing-masing.


__ADS_2