
Yola dan Kemal sampai ke kota kelahiran anak nya, Sejenak istirahat di rumah Eldath yang kosong tuan rumahnya karena Abang nya dan kakak ipar nya masih dalam perjalanan bisnis, kini jam berikutnya sudah di unit Nata dalam argumentasi Yola memuncak pada Nata yang logika anaknya tumpul karena laporan lab palsu. Orang tua ini sudah mendengar seksama kronologi nya.
" Beginilah manusia, kadang sok pintar bertindak, main bikin surat gugatan tanpa berbicara hati ke hati ke pasangan nya, Ibell itu orang penerima, Nat. Kenapa kamu tidak membicarakan kekurangan palsu mu itu sebelum bertindak, Mama yakin seratus persen kalau Ibell menerima kekurangan mu kalau benar adanya kamu mandul. Sungguh... sebenarnya kamu terlalu beruntung mendapatkan wanita sebaik Ibell, Kalau anak mama ada dua, mungkin bukan kamu yang mama jodoh kan dengan nya tapi anak mama lainnya." Semprot Yola pedas.
Nata hanya tertunduk di omelin ratunya, Benar adanya... logikanya tumpul karena hasil lab selembar doang dan berkado kehilangan dua sosok yang di cintai nya. Sungguh miris kisah nya.
" Sampai mana kamu mencari Ibell ?" Kemal menepuk pundak anak nya, menguatkan..anak nya yang sudah menyadari kebodohannya, kasihan juga kalau terus di hakimi seperti saat ini Yola terus memaki geram.
" Ibell pergi bagai di telan bumi, pa. Sudut sudut kota sudah Nata telusuri dengan ante ante ku, Namun nihil." lirih Nata dengan suara hampir putus asa, istimewa dirinya turun tangan padahal ia lagi mabuk mabuk nya dalam mengidam, Tapi itu tak di perdulikannya, Pikiran nya penuh terarah ke istri dan calon anaknya. Sungguh...ia begitu cemas, makan nasi sebutir pun rasanya duri yang masuk ke tenggorokan nya... memikirkan istirnya entah di mana ? apakah Ibell nya sudah makan ? Apakah calon anaknya makan dengan gizi yang layak ? Apakah Ibell berada di tempat aman atau sebaliknya ? Ibell nya sangat batu, bisa bisanya bertahan di luaran sana tanpa sekali pun memakai ATM. Sekali saja menggunakan ATM maka mungkin dengan mudahnya menemukan titik lokasi istri nya.
Semua pertanyaan kecemasan nya itu berseliweran di benak nya, hampir kewarasan nya di luar nalar, Namun ia bertahan demi kembali nya Ibell, sampai kapan pun ia tidak akan lelah mencari.
" Media, kepolisan sampai jaringan Mamang Asep yang berpengalaman dalam hal cari mencari informasi tetap nihil laporan mereka." Imbuh nya lagi dengan suara parau putus asa.
Yola menetralkan emosi nya, sampai mulut nya berbusa pun mengomeli Nata, Ibell tidak akan kembali dengan sendirinya, nasi sudah menjadi bubur, yang ia harus lakukan saat ini membantu anak nya untuk menemukan kebahagiaannya.
" Jangan beri ampun akan otak di balik kecurangan ini." Yola mengeluarkan taring nya, Ia akan baik ke orang baik, dan akan tega melihat wajah pendosa yang suka bermain-main dengan kehidupan orang untuk menderita.
" Laksanakan."
Jari jemari Nata langsung bermain di layar monitor nya. Bukan hal mudah juga mengalahkan Alvin yang sama sama mempunyai ahli teknologi tinggi, Tapi ia akan mengeluarkan segala kemampuan nya untuk membobol sistem keamanan jaringan perusahaan Alvin.
...*****...
" Hahahaha, Nata Nata, Aku menikmati kebodohan mu akan hasil trick smart ku."
Di kantor, Alvin sesekali memutar kursi kebesarannya dengan tawa jahat meledek Nata. Bagaimana tidak senang, Semua penikmat media dari majalah bisnis, koran, bahkan news pun mengabarkan pencarian Isabelle Lovelia-Mantu dari pesohor perbisnisan, dan ia suka itu.
__ADS_1
Maaf mantan sob, Aku suka melihat mu tak damai !
Alvin kembali tergelak layak nya orang gila. Koran bertema pencarian Ibell, telah ia pandang dengan seringai evil nya.
Bip Bip Bip
Mendadak komputer nya menyala sendiri, Shiit... Sistem nya di bobol, semua data data perusahaan nya berpindah ke sistem lain. dan lebih parahnya, Anti virus nya kalah telak oleh pembobol sialan itu, siapa pelaku nya ? Apa Nata ? ah... rasanya tidak mungkin Nata dengan cepat mengetahui kecurangan nya, Nata kan lagi terfokus ke pencarian Ibell, Jadi apakah ada orang lain yang mencurangi nya ?
Dengan cepat ia berupaya untuk menghentikan aset perusahaan nya berpindah dengan mudahnya, Double Shiit, Geram nya mengumpat kasar saat ia tidak bisa menghentikan ada virus merusak semua sistem keamanan nya. Hebat benar pelakunya, Batin nya geram. Sejurus beberapa karyawan nya menghadap melaporkan sistem telah di bobol dan tidak bisa menghentikan virus data tersebut.
" Saya sudah tahu bodoh, bagaimana pun caranya kita harus menghentikan nya, Kita bisa tamat hari ini juga. semua klien kita nanti akan menuntut rugi bila mana antivirus mereka dari kita tidak berfungsi lagi. SEGERA !"
Kompak lima orang yang menghadap ngebirit kabur saat mendapat sentakan maksimal dari bos nya, Salah mereka juga sih... Sudah tahu ada masalah..eh, mereka malah mematung tak punya inisiatif sendiri. Ya...si bos tempramen nya mengamuk lah.
Tangan cekatan Alvin di tombol layar bergerak lincah, menguras otaknya untuk bekerja keras menghentikan data 65% persen sudah tercuri.
Di tempat lain, Nata memandang monitor nya dengan di apit duduk oleh ke-dua orang tuanya dengan senyum evil nya. Alvin tidak bisa di biar kan lagi, sudah keterlaluan Bukan ? Jadi rasakan pembalasan dari nya.
" Kenapa lelet begitu monitor nya, harus nya secepat kilat."
Yola tidak sabaran, melototi layar seakan-akan menyemangati... ayo cepetan ke angka seratus persen.
" Sabar ma, Ini akan berhasil, Alvin tidak akan bisa menghentikan virus sistem serangan Nata, dan ini baru awal kesialan Alvin, Hadiah Nata yang ke-dua dan ke-tiga sekaligus lagi otw menghampiri nya."
Yola dan Kemal kompak menoleh ke arah Nata yang duduk di antara mereka.
" Apa itu ?" Kepo Kemal di angguki Yola yang ikut kepo.
__ADS_1
" Intinya kehancuran Alvin sampai ke titik terendah. Dan seharusnya dari dulu Nata berbuat tega ke mantan sahabat Nata itu."
Tatapan mata Nata kian berbeda, sedih dan bringas bercampur, sedih bila mengingat kepergian Ibell dan bringas mengingat ulah Alvin.
BIP..
Satu bunyi dari monitor pertanda sukses 💯% Data berhasil di bobol sempurna, Dan di waktu itu secara otomatis, perusahaan perusahaan yang memakai jasa software Alvin sebentar lagi akan berdemo ke Alvin karena ia sengaja menyebarkan bumbu bumbu virus kecil untuk klien Alvin agar pria picik itu dapat serangan bertubi-tubi dari arah berlawanan. All out, Bukan ?
Rasakan kamu, Alvin. Batin Nata mengumpat, inilah bekerja tanpa mengeluarkan keringat tapi membuat lawan langsung is deat.
Benar adanya, Di tempat Alvin satu persatu klien pemakai jasa software nya, sudah mulai berdatangan meminta pertanggung jawaban Alvin, baik melalui telpon ada pun yang datang langsung ke tempat. Sistem mereka tetiba mati eror, untung data masing masing tidak tersebar ke rival perusahaan masing masing, kalau virus sistem nya berstatus tersebut maka Kehancuran menerpa usaha mereka.
" Apa ini pak Alvin ?"
Satu Eksmud mulai mengeluarkan suara bariton nya. Alvin memucat berkeringat dingin, Tetiba dapat serangan bertubi-tubi begini Membuat otak nya mau hancur meledak di dalam sana. Mana di hadapannya banyak orang meminta pertanggung jawabannya lagi. Damt it..Fix, Ini ulah otak licik Nata. Batin nya mengepal kuat tangan nya ingin menghajar Nata brutal saat ini. Siapa lagi lawan nya yang hebat di bidang ini kecuali Nata ?
" Dengan pak Alvin ?"
Apalagi ini ? Kenapa ada acara perangai polisi di hadapannya.
"'Iya pak, Saya Alvin ? Anda tidak perlu repot-repot untuk mendamaikan keributan di kantor saya, lima belas menit maka sistem saya pasti normal kembali." Alvin menekan rasa takut nya di dalam hati, Mencoba menampilkan wajah tenang nya yang seakan-akan ia bisa mengurus masalah nya.
" Kami ke mari tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini, Pak. Melainkan kami ke sini karena masalah kami pihak kepolisian untuk menangkap anda karena laporan dari pak Dinata atas penyabotasean. Silahkan, ikut kami."
" Tapi__ Pak, sa_saya tidak salah."
" Ada baiknya anda membela diri di kantor saja."
__ADS_1
Alvin di bawah polisi, di hadapan banyak klien klien nya yang akan protes ganda. Sejurus kemudian mereka pada mendengus kesal meneriaki Alvin.