
" Enak aja turun." Senja bersuara. di tatap horor oleh Nata, seketika.
" Mata mu, Nyuk." Langit membela Istri nya di iringi senyum ejek Senja untuk Nata yang melengos seketika tuh wajah asem.
" Uda dong, Nanti ribut... jelasin ke Kak Nata__ ah, Biar Tari aja, Gini lho kak Nata, Kak Ibell. Kapal ini bukan Tante Yola yang pesan, Tapi kami secara joint venture sebagai hadiah dari kami untuk kalian, Tapi karena usulan dari Jum dan daeng Senja berikut kak Bintang, kita kita bisa di sini karena katanya... Kapal nya terlalu besar hanya buat dua orang yakni Kak Nata dan kak Ibell. Jadi kami ikut deh, Gitu."
Panjang lebar Mentari menjabarkan dengan jujur lempeng nya, Membuat Nata mendengus kesal menatap Jum, Bintang berikut Senja bergantian dengan tatapan malas, yang kata Mentari ide dari tiga wanita yang sekarang kompak tersenyum gaje menatap nya.
" Ah, Lo pada ya, ngeberi hadiah tapi nggak ikhlas, mana ada begitu ! ngasih tapi di cucut bersama." Semprot kesal Nata. Ibell tersenyum mengelus dada Nata. Ibell tak keberatan dengan adanya kerabat suami nya.
" Elah... Kapan lagi coba kita ngumpul bersama, iya nggak ?" Biru merangkul pundak Nata. di tepis sengit oleh Nata, ia masih shock aja, mau berduaan sama Ibell, eh.... banyak kutu di hadapannya. kan galfos.
" Gue nggak jadi ikut, mending gue cari tempat honeymoon lain, Seperti ke pulau indah kek, luar negeri atau Kemana pun yang penting nggak ada pengganggu. Ayo Bell. Kita turun dari__ Eh eh."
Ha-ha-ha.. Empat pasang suami istri ini kompak tertawa geli akan mimik Nata yang terlihat bodoh karena baru sadar...Kapal ternyata sudah berlayar, baru konek si Abang tea. Ibell saja sampai geleng geleng kepala melihat suaminya yang katanya pintar tapi... Entahlah.
" Tapi Nat, Vay kok nggak di ajak, Biar ehem ehem nya nggak ada yang ganggu ya ?" Dirgan menggoda.
" Tentu saja, itu Lo tau, nyuk, Lo Lo pada aja kagak ada yang buntut masing-masing ! Huh." Mood Nata benar benar jelek, Ibell harus turun tangan, jangan sampai suami nya loncat bebas ke laut.
" Ayo Bang, antar Ibell lihat kamar." Tarik Ibell. semuanya masih tersenyum di belakang Nata dan Ibell yang sudah beranjak.
" Nat, Masih awal berlayar ya, jangan bikin oleng dulu ini kapal karena decitan kasur kalian__ Hmpppt." Teriak Langit, menggoda, di bungkam langsung oleh Senja.
" Jangan begitu, Nanti Ibell malu, dan ah...kata nya mau ke kemudi kapal, Ayo....itik mu ingin tahu atribut soal perkapalan." Senja Langit berpisah dari rombongan menyisakan Biru Mentari, Jum dan Gema asyik mojok di teralis kapal. Bintang dan Dirgan pun sudah sibuk berduaan menikmati pemandangan laut yang hampir sore, itu artinya nya sunset akan bercahaya yang seolah olah tepat di atas laut. inilah yang di tunggu tunggu penikmat kapal, melihat keindahan laut dengan cahaya ke-orange-an menghiasi laut kebiruan, apalagi bersama pasangan, Beh... suasana nya pasti mesra.
" Kita ngapain Petite ?"
Mentari mengedipkan bahu. "Terserah."
" Yakin terserah ?"
" Eum__ Eh eh."
__ADS_1
Mentari terkejut, tubuh nya seketika melayang di gendong Biru berjalan ke tingkat atas kapal.
Di dalam kamar, Nata masih saja ngoceh ngoceh tidak jelas akan keberadaan kerabat nya di hari hari indah momen berduaan nya dengan Ibell.
" Uda dong Bang, cemberut melulu ih. Kan seru nanti rame rame, jadi nggak sepi, Ibell suka kok." Ibell melepas hijab style nya. Ia butuh mandi. Nata yang melihat leher Ibell jadi jengah. Suhu tubuh nya menegang, seolah-olah ada angin sejuk menerpa nya.
" Mau ngapain ?" Nata memeluk istrinya dari belakang. Mengecup leher itu, Sengaja ingin membangkitkan gelora Ibell. Nata juga dengan kepiawaian nya dalam percassanovaan yang sudah hiatus lama, Sengaja meniup dan menggigit kecil mesra daun telinga Ibell, Membuat suara laknat lirih Ibell terdengar.
" Mau mandi." Ibell membalik kan tubuh nya menghadap Nata, Seketika bibir nya sudah di embat lembut oleh Nata.
Dari tautan bibir, tangan Nata menggerlya mencari sasaran empuk untuk di mainkan. Jantung Ibell berdegup kencang, padahal ia sudah pernah melakukan nya dengan Nata, Tapi mungkin karena sudah lama tidak melakukan nya lagi, Ia jadi gugup. Sejurus.. entah kapan benang nya sudah lolos akan ulah Nata.
" Ibell mau mandi dulu." Lirih Ibell gugup saat tautan itu terlepas akan Nata yang ingin melepas benang nya pun.
" Setelah nya !" Suara itu sudah berat muram durjam, kali ini Ibell tidak akan lepas dari Beno nya. siapa coba yang ingin mengganggu.
" Sekarang ya ?" Nata menghormati Ibell, maka nya minta di ijinkan dulu. Melihat kepala itu mengangguk malu-malu. Nata langsung sikat gigi eh sikat Ibell ding.
Dengan kelembutan, kasih sayang serta penuh cinta, Nata melancarkan aksinya, memberi sensasi ke inci milik Ibell, Membuat hasrat wanita Ibell pun keluar hingga tidak ada lagi jarak dan keraguan antara mereka.
Merasa butuh ke inti yang sudah tidak kuat menahan, Nata membaringkan Ibell ke peraduan.
" Pelan pelan." Warning Ibell terdengar berat penuh hasrat pun. Nata tersenyum lembut seraya mengangguk.
Tok tok tok...
" Nata, Ibell ! "
Hais, pengganggu !
Nata dan Ibell saling pandang, ada suara Bintang dan Dirgan di luar.
"'Bang." Lirih Ibell saat Nata tak memperdulikan orang yang masih ketok ketok brutal.
__ADS_1
" Jangan di hiraukan, biar kan saja." Nata kembali beraksi, belum satu celup pun di ganggu lagi. Sialan benar kan dua orang di luaran sana, Ck...Suami istri itu masih gedor pintu.
Nata yang turn of gagal horn* sudah. Ibell selamat lagi gara gara si sepupu galak Bintang bin Jauzza dan suaminya si mata bohay.
" APA SIH, GANGGU AJA TAHU NGGAK, LAGI__hmpp"
Mulut Nata di bungkam oleh Ibell, Capat. enak saja mau keceplosan, pasti mau berucap lagi anu anu kan malu coeg.
" woi, ini kamar kami !"
Apa ?
" Cari aja kamar lain, sudah pw !" Nata berteriak ketus, Lihat lah... Ibell lolos lagi kan, sudah memungut pakaian nya gara gara si Bintang-Dirgan sialan itu.
" Buka nggak, Pw pw..! Koper gue di dalam." Bintang pun berteriak tak kalah keras nya. Dirgan sampai tutup telinga, sifat galak istri nya keluar sudah.
Nata tak menjawab, Ibell hanya tersenyum geli melihat suaminya buru buru memakai benang nya satu persatu, lah...Si Beno mendelik wae ke wajah Ibell membuat Ibell malu sendiri, tersenyum geli seraya memalingkan wajah nya.
" Huu, Eni selamat lagi." Gerutu Nata sewot.
" Pfuu... Orang sabar di sayang Ibell." Goda Ibell, mengecup bibir Nata yang monyong lima senti. Tapi Bibir itu masih sedia kala nya cemberut, Membuka pintu.
Ceklek..
" Nyebelin !!!" semprot nya ke wajah Bintang yang berdiri tepat di hadapan nya.
" Apa !" Bintang yang kaget reflek menoyor jidat Nata, galak.
Ehhh, Buset..Gue yang di ganggu, dia yang lebih galak.. Batin Nata menciut, untung sepupu, orang lain mah...beehh ?
Dirgan dan Ibell kompak tersenyum geli, melihat wajah Nata berubah ubah.
" Ayo Bang, nyari kamar lain, Ibell mau mandi terus makan, lapar." Tarik Ibell lembut.
__ADS_1
Note ; Follow author agar bisa saling Chat... biar yang fans bisa di hubungi langsung...
Note 2 ; Belakangan ini, Tata hanya bisa satu bab, lagi sibuk persiapan naskah event novel tema Merubah takdir, Terima kasih dukungan nya😘😘😘