Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 138


__ADS_3

Di ruangan lain, Nata yang baru pulang dari rumah sakit yang membawa hasil urine kesehatan produksi nya, Di panggil Kemal untuk masuk ke dalam ruangan kerja pribadi papa nya.


Nata ongkang ongkang kaki santai di sofa, menunggu papa nya ingin berucap apa.


" Bagaimana hasilnya, Masih bagus atau otewe busuk tuh pedang."


Nata memutar matanya malas akan pertanyaan Kemal.


" Papa mah gitu, sama saja meragukan, padahal papa kan katanya mantan tukang ons juga." Protes Nata mengingatkan papa nya itu siapa. " Sehat walafiat sakti mandraguna siap mencelup yang halal." Lanjutnya memamerkan amplop panjang putih yang bercap rumah sakit.


Nata terkikik dapat lemparan gumpalan kertas dari papa nya.


" Ingat Nata, pernikahan bukan permainan, sekali kamu menyentuh Ibell, maka papa sarankan untuk mengubur dalam dalam kebiasaan buruk mu di luaran sana, setia itu wajib dalam rumah tangga, Nak."


Eits, ternyata papa nya dalam mood serius toh, Nata mengangguk paham.


" Jangan hanya mengangguk, Kalau mama mu sudah berfirman kalau Ibell itu wanita baik baik, kamu harus berhati-hati, Kamu tahu mama wild mu, Nat. Bila mana sudah menandai teritori nya..maka kamu tidak boleh main main, Ibell sudah di tandai oleh mama mu itu. jelas !"


" Iya...Nata paham, elaaahh.. Kalian itu menganggap Nata orang paling jahat amat sih, Nata juga tahu Ibell orang baik, Tapi semakin baik lagi kalau dia memberikan hak nya ke Nata, beeh...pa, Perawan rasa nya enak nggak Pa ?"


Nata terkikik, kini pulpen lah yang di bidik Papa nya dari kursi kerja ke sofa duduknya mengenai tepat dahi nya.


" Yakin kamu belum pernah mencicipi Ibell sebelumnya, papa kira sebagai sekretaris mu, kamu sudah berhasil..."


Nata menggeleng. " Dia mah harga dirinya segunung pa, barang mewah aja imingan nya kagak mau." Jelas Nata. Kemal tersenyum ledek.


" Kamu nya sudah buluk sih." Ledeknya.


Nata pura pura tidak mendengar akan ledekan Kemal.


" Tapi pa, Ibell sama mama ke mana ? Kok kagak kelihatan ? Tumben Kalian tidak kuda kudaan di kamar, Mama ngacangin papa ya.. karena sudah loyo dua ronde."


"'Ah... keluar keluar keluar." Kemal mengusir Nata yang sudah mulai menyebalkan, anak nya itu punya sisi wild nya Yolanda yang kadang membuat kuping nya sakit.


Hahahaha, Nata yang di usir beranjak cepat dengan tawa membahana berhasil membuat papa nya kesal dengan godaan nya.


Ceklek


" Sudah pulang, Bang ?"


Nata langsung di sambut oleh Ibell dari langkah pertamanya di kamar mereka.

__ADS_1


" Sudah dong, buktinya Abang tampan ini ada di hadapan mu. ini hasilnya.." Serah nya ke Ibell hasil kesehatannya. " Aman 100%, So..." Nata langsung menggoda dengan alis itu naik turun, Malam pertama kagak ada mungkin siang pertama ada dari Ibell.


" So..? Ya sudah sana mandi, kuman pasti banyak yang nempel secara Abang kan dari rumah sakit." Ibell memunggungi Nata, gugup.. berpura-pura sibuk dengan hasil kesehatan Nata.


"Hmm." Keluh Nata, beranjak ke arah kamar mandi. Namun berbalik lagi.


" Kita mandi sama sama yuk, sekalian saling gosok punggung."


Ibell terdiam, memalingkan wajahnya malu, Namun ia ingat kata-kata Yola untuk memulai membuka diri untuk rumah tangganya.


" Cuma bantu gosok punggung Bang Nata saja kan ? tidak aneh aneh ?" Lirih Ibell bertanya. Nata yang tadi nya berpikir di tolak, jadi kembali berhenti langkah nya.. Kode baik, batin nya.


" Iya, cuma gosok punggung aja, tidak ada yang lebih." Ujar Nata tersenyum lebar. dari gosok Punggung kan bisa saja gosok yang lainnya...(Gosok gigi..elaah.. Pembaca berpikir aneh. hahaha )


" Ya sudah, Ibell bantu."


Plak.


Nata menabok pelan pipi nya di saat Ibell beranjak masuk ke dalam kamar mandi mendahului nya. ini kagak mimpi kan. lirihnya tersenyum evil. Asyikk.


Di dalam kamar mandi, Ibell mempersilahkan Nata naik ke bathub dengan wajah malu ia tahan melihat dada pelukable itu.


Harum wangi aromaterapi khas di tuang ke dalam bathub oleh Nata, ia memejamkan mata di saat tangan Ibell menyentuh kulit punggung nya.


"Kalau sakit ngomong ya ?"


Nata hanya mengangguk, ia terhanyut akan sentuhan lembut Ibell, shiiit... Si Beno di dalam boxer malah bangun. Tidak bisa di biarkan tersiksa nih, ia harus merayu lembut istri nya.


Dengan itu, Nata berbalik menghadap Ibell yang duduk di pinggir bathub.


" Ibell, apa kah boleh ?"


Ibell tak menjawab, reflek menggigit bibir bawahnya, antara membolehkan atau tidak. ia malu sendiri.


Penasaran dengan bungkam nya Ibell, Nata beringsut memajukan wajahnya untuk meraih bibir Ibell. Namun tertahan tepat di hadapan wajah Ibell yang hanya beberapa inci.


" Boleh ?" Tanya Nata kembali.


Ibell tak sadar mengangguk.


Hah ? asyik.. senang Nata dapat kemenangan juga.

__ADS_1


" Di sini atau di kamar ?"


Ibell menunduk malu, perawan ting ting tak bisa berbuat apa-apa, tidak ada pengalaman..mau di kamar kek, di kamar mandi kek...ia cukup jadi patung saja.


" Ter-ter-tersarah, Ibell tidak tahu caranya."


Nata tersenyum tipis, benar benar polos akan bau bau Vulga*, inilah kesenangannya, mengajari orang polos untuk bercinta.


" Abang ajarin, Kamu perlu diam saja saat ini." Nata bangkit dari bathub, menarik Ibell untuk berdiri, ia akan memberi sensasi menggairahkan dulu ke Ibell agar istrinya merasakan hal seperti ini menjadi candu juga terhadapnya.


Jantung Ibell benar benar mau copot saat ini, Nafas ia tahan sebisa mungkin saat Nata meraup bibir nya dengan sedikit ganas ganas mesra.


Kaki nya gemetaran di saat ia menyadari tangan Nata menjalar di dada nya. ia tidak membalas ciuman itu, cukup diam dan terima saja akan Nata membelit lidah nya.


Sudah kehabisan nafas, Nata melepaskan ciumannya, menatap Ibell yang terlihat gugup.


"'Copot baju mu sayang, aku ingin minum susu !"


Glek...


" Harus di co-copet eh copot ?" Ibell menegang, menelan saliva nya kasar. " Nanti Ibell kedinginan, di lalatin lagi." saking Nervous nya, Ibell berbicara ngaur. Nata tak kuat untuk tidak tersenyum geli.


" Harus dong, setelahnya kamu akan merasakan sensasi enak." Bujuk Nata, jangan sampai gagal siang pertamanya. Beno sudah on gila di bawah sana, tapi sebelum Ibell merasakan sensasi menggelora, ia belum mau memperlihatkan Beno yang mungkin saja membuat Ibell histeris kabur.


"Enak ? Rasa apa ? Vanilla ?" Polos Ibell, ia menjadi bodoh karena Gugup.


Nata tersenyum tipis, Vanilla ? Batinnya terkikik geli dalam hati. " Biar aku bantu." Tawar Nata menahan senyum geli, berhasil. Mata nakal itu membulat berhenti di bulatan dada yang masih padat di balik kaca mata hitam saat setelah berhasil membuka kaos santai Ibell melalui kepala.


Ibell yang semakin gugup menunduk malu, seumur umur baru kali ini berhadapan dengan laki laki dengan sangat vulga*, walau pun laki laki ini sudah sah.. tapi ia tetap malu dengan tubuhnya yang di telanjangi oleh Nata. Tangan nya reflek menyilang di dada nya, wajah Ibell berubah pucat, kaki nya gemetaran berusaha kuat untuk menopang tubuhnya. Matilah aku ! Batin nya kicep.


" Kamu akan suka." Suara berat Nata masuk ke dalam Indera Ibell, menarik Ibell masuk ke dalam dekapannya dan mencumbui bibir itu turun ke leher dan berhenti di satu dada Ibell memainkan lidahnya di sana.


Ibell terbawa suasana, ada rasa aneh yang menyelimuti kewanitaannya, ia mendesahh racau tidak sadar.


"'Kita di ranjang saja." Nata langsung meraup tubuh Ibell, melahap bibir itu seraya keluar dari kamar mandi. ia tidak sabar untuk ke intinya, pasti berbeda rasa nya dari wanita lain, Batin nya jumawa.


Saat ini Ibell sudah naked ulah Nata, karena malu ia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya seraya memperhatikan Nata yang membuka boxer pendek yang sudah basah karena air bathub tadi.


" Makk, it-it-itu nya besar sekali. " Ibell berkeringat dingin melihat penampakan laki laki seutuhnya. ia mendadak kehabisan nafas dan mata nya tetiba gelap Sebelum histeris berucap.. Burung nya besar sekali.


" Ibell, Ibell, Ibell...yah..pingsan !" Nata trun off, berubah panik sendiri, meraup tubuh Ibell Ingin di bawah ke rumah sakit, namun kembali tersadar kalau mereka dalam keadaan naked.

__ADS_1


__ADS_2