
Sap...
Sap...
Sap...
Gairah Yola dan Kemal seketika turn off mendengar suara bariton Eldath di luar pintu, mereka kocar kacir mencari kain masing masing yang berserakan di lantai.
" Mas, B-H Yola mana ?" Mata Yola menggerlya lantai, Dalaman bawah sudah terpasang, tinggal pakaian atas, ia kehilangan kain kacamatanya.
"" Cari lagi sayang, Di kolong meja mungkin, atau di sela sofa."" Kemal buru buru memasang celana bahannya, tinggal pakai Kemeja, lengkap sudah.
" Ck, Tadi waktu bantu Yola ngebuka, di lemparnya ke sebelah mana ?"" Yola menunduk ke kolong meja, tidak ada ! di selah sofa ? Sama saja, Nihil !
" Mas ngasal, mana mas perhatiin lempar kemana ? Kan lagi On, Masalah kain tidak tahu, yang penting kan polos bagi Mas."" Kemal berhasil memakai kemeja nya tapi ngasal berantakan, Kancing terakhir sudah klop Nyasar ! Tinggal Yola yang kebingungan mencari kaca matanya.
" Ish..Yo---""
"" SISA SATU MENIT SETENGAH, BUKA CEPAT !!!""
Teriakan Eldath masih mengintimidasi, para pekerja Kemal tidak ada yang mendekat, hanya pada basak bisik ada juga orang yang berani membentak bentak bos nya. Bisik mereka.
Sementara Yola yang sudah capek mencari kain kacamata nya, Pasrah ! Dress ia kenakan tanpa memakai itu, Sabodo lah... Abang nya ini yang melihat tonjolan kelereng nya di balik kain dada.
Sumpah, Gue seperti maling yang berzina, Istri sendiri berasa selingkuhan yang akan terciduk oleh suami sah... padahal Eldath doang , sang Kakak tidak tahu waktu berkunjung nya, Untung gue cinta mati sama adek nya, kalau tidak...beeeh, Ora Sudi kenal ! Gue sumpahin Lo, El. akan merasa kan suatu saat orang 'Nanggung' seperti apa ?
Kemal menggerutu seraya berjalan ke arah pintu, Melihat Yola sudah lengkap dalam berpakaian, Ia pun membuka pintu lebar lebar, Tersenyum santai ke Eldath, pencitraan... Jangan sampai di pecat jadi ipar.
__ADS_1
""Lama !!!" Eldath kesal, sedari tadi gedor gedor baru di buka, Malah di teriakin akan di pecat pula. Lo yang akan gue pecat jadi ipar kalau macam macam.
"' Silahkan masuk, Kaka ipar !""
El masuk tak membalas senyum Kemal, ia hanya menatap aneh penampilan Kemal yang berantakan, Dasi tidak terpakai, Kemeja berantakan dengan kancing baju tidak pas dengan bolong kancing seharusnya.
Oh, Maksud nya Nanggung tuh ' itu ' Sialan ! di mana mana adek kesayangan gue di makan terus tidak tahu tempat.
"" Bang !"" Yola menyapa dengan cengir khas nya. ia ongkang ongkang kaki di kursi kebesaran Kemal. lebih tepatnya menyembunyikan dada nya yang tidak memakai dalaman.
"" Jangan tercengir bodoh, jelas kan ?!"" Tuntut Eldath, ia sudah mendengar cerita Bodyguard nya yang menemani Yola tadi, di tambah mendengar cerita Fifi yang melihat mobil Yola kebut kesetanan, bukan protektif terhadap adik, melainkan ia takut kehilangan adik tersayangnya. Demi Yola pun yang mencintai Kemal, ia jadi menurun kan egonya, padahal dari lubuk hatinya, ia belum bisa memaafkan kesalahan Kemal.
"" Tadi adek melihat motor persis yang di berikan foto nya oleh Gion ! Yola penasaran dan akhirnya kejar pakai mobil."" Jelas Yola menunduk sesal, sejujurnya ia paham atas kekesalan dua pria nya, Yakni keselamatannya.
"" Maaf !"" Lanjutnya cepat, Si Abang kembali menelan ucapannya mendengar kata itu.
"" Gue eh aku rasa kita harus turun tangan deh El, kerja sama !"" Kemal mengeluarkan ide nya, ia tidak mungkin tenang tenang saja sementara ada orang yang bermain di belakang nya, Entah niat nya apa ? Apalagi menyangkut keselamatan istri dan anaknya.
"" Duduk dulu dong, kamu seperti penagih hutang saja, buru buru."" Kemal mempersilahkan duduk Eldath yang sedari tadi berdiri di hadapan meja kerjanya di mana Yola masih menunduk kan sedikit duduk nya agar dada itu tak terlihat.
"' Katakan ide mu, aku tidak punya waktu banyak.""
Huu, Udah tahu sibuk, malah mampir mengganggu kuda kudaan kami. Gerutu Kemal dalam hati, padahal cairannya hampir sampai.
Yola dan Eldath pun mendengar kan ide Kemal yang penuh trick smart untuk membuat si tersangka keluar dengan cara di pancing.
Eldath berpikir sejenak, Mengangguk pelan pertanda setuju. Kemal tersenyum dengan kedipan mata ke Yola yang cemberut karena tidak di ijinkan ikut serta dalam trick dua pria macho nya.
__ADS_1
"" Mas, Bang !"" Rengek Yola.
" Berbahaya, Lebih baik di rumah, dan ah... Sekali lagi kamu gegabah Seperti ta---"
" Tunggu Bang El, tahan dulu marah marah nya, Ada panggilan masuk !"" Yola tersenyum licik dalam hatinya. Menerima panggilan Fifi yang sebenarnya men-chat sahabat untuk nelpon sekarang, Lagian ia tahu, ujung ujungnya Abang nya itu akan mengomelinya sementara mood nya sangat malas untuk menerima kecongean di telinganya.
Halo Yol, Astaga...Lo masih hidup kan, Gila tadi Lo ngebut parah, Jantung gue hampir copot ulah Lo, tahu nggak.
" Apa Fi, Lo sakit jantung, butuh ke dokter ! dan penyebabnya ada preman yang mau ngacak ngacak butik Lo, Sialan tuh preman, nanti gue hajar Fi, tunggu gue di sana ya...Lo jangan mati jantungan dulu sebelum DP ena en*. Rugi lho.""
Yola beralibi, sebenarnya ia ingin membuat Abang nya cepat pergi agar telinganya adem, dengan terpaksa, ia memakai nama Fifi. dan lihat lah Eldath saat ini, duduk gelisah menatap nya yang masih menelpon.
Lo ngomong apa sih Yol ! aneh gue...Lo nggak kebentur setir mobil kan, Lo masih waras kan, Lo butuh RSJ ?
" Oke, Gue otewo eh otewe. Bertahan dulu, Rumah sakit jiwa bin RSJ eh rumah sakit . Bye !"" Yola segera mematikan telepon, acting dengan sok panik dan grasa grusu gelisah di atas duduk nya.
"" Jangan Kemana mana bahaya, biar Abang yang akan kesana dan menghajar preman sialan itu. Kemal ! Jaga Yola dengan benar, kalau adik gue terluka sedikitpun, kamu yang akan bertanggung jawab karena tidak bisa menjaganya.""
"" Eum, Yola akan aman !"" Sahut Kemal santai.
Sementara si biang kerok kelas wahid-Yola Tersenyum lebar ke punggung Eldath yang panik gaje mendengar Fifi dalam masalah, El buru buru beranjak namun berhenti sejenak dan berbalik ke belakang.
"" Kemal, Perbaiki kancing baju mu, Kamu seperti korban gempa sampai berantakan kacau begitu. Dan kamu dek, beda kan rumah dan kantor, di rumah Telanjang pun tak masalah, tapi kalau di kantor tidak memakai dalaman kaca mata pasti orang orang langsung pada nyiyir.""
Eh, ketahuan toh dada gue bebas di dalam sana.
" Dan ah...satu lagi buat kamu Kemal. kalau mau menaruh pajangan antik, kondisikan pilihan."
__ADS_1
Setelah menunjuk kain kaca mata Yola di atas rak rak arsip kemal di sisi ruangan, Eldath pun pergi meninggalkan orang yang mengaga melihat kain kaca mata merah melambai lambai tali nya yang tersangkut di atas sana.
Mas, Dendam amat sih sama B-H Yola sampai di buang anak tiri kan ke atas sana. Elaaahh...sini sayang sama Mak, kita berjumpa lagi !!!!