Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 28


__ADS_3

PLAK....PLAK...


Bukan cuma dua kali Yola menampar pipi Dokter muda di hadapannya malainkan lima kali dalam kepanikan ketidak sadarannya di sekeliling nya sudah ada mata kaget melihat pergerakan emosional nya.


""Dek, Dek ! Shut up !!!"" El sigap menahan tangan Yola dan memeluk nya untuk menenangkan. ""Dia itu dokter dek, mau memeriksa kamu !""


Dan si wild ini pun tersadar, menarik kepalanya yang tenggelam di dada El. Senyum bodoh seketika terpatri ke Babang yang berkalung ber-tetoskop. Namun ia menolak di periksa, lebih tepatnya Yola menolak di buka kancing kemejanya. Titik. Tolaknya keras, Karena satu.... Bagian atas dadanya takut terlihat tanda tanda kepemilikan si herder sialan. Ke-dua...ia juga risih di pegang pegang oleh Pria. Lain cerita selama ini ia yang memegang mesum...Itu namanya menyerang bukan di serang. Sewaktu Kemal menyerangnya saja ia sebenarnya mati matian menahan rasa takut nya untuk di sentuh, tapi demi tanda kutip bisnis is Bisnis ia berusaha profesional menjadi budak bed Kemal.


Eldath.... Pergerakan reflek melindungi diri yang di lakukan Yola, yang selama ini membuatnya tenang membebaskan Yola nakal dengan tanda kutip menjadi play girl Karena Eldath tahu persis adiknya yang sebenarnya hanya bermulut mesum saja, Tidak bertubuh mesum yang artinya Yola pasti menjaga dirinya bila mana mau di sentuh secara berlebihan oleh pria di luaran sana.


""Tris, Periksanya di skip saja bagian dada adek Gue, Sampai siang pun tidak akan ada yang bisa membujuk keras kepala nya. dan maaf ya atas cap tangan adek gue...!"" Jelas El sedikit merasa tidak enak.


"" No problem sob, Adek Lo cakep ini jadi anggap saja gue dapat ciuman dari nya."" Pasrah saja Tristan yang sebenarnya pipi nya kini memanas denyut denyut meringis.


Tangan lembut, berasa tangan berduri. Batin Pak Dokter muda.


"" aduh, maaf ya pak Dokter tamvaan, Karena bapak tamvaan ini berasa di cium dengan tamparan Yola, maka saya akan..."" Cup cup Yola benar benar mengecup pipi pak dokter membuat kepala kepala tamvaan versi masing-masing di hadapannya saat ini melotot berjamaah dengan ke absurd-an Yola.


Eksmud ber-tetoskop di buat mengaga takjub, Coba semua pasien Cantik nya berperilaku ajaib seperti pasien di hadapannya, Mungkin 24 jam ia akan nonstop menjaga pasien tanpa tukar shift lagi.


""Yola ! Kamu itu ya... dalam keadaan sakit saja masih mesum gilaaa. El...adek Lo otak nya di mana sih. Heran gue ! Bagaimana dulu orang tua Lo menyikapi si onar ini."" Chris sebagai atasan Yola jadi malu sendiri, geram jadinya.


""Elaaahh, Si Boss... kalau marah sama Yola ya marah nya sama Yola, jangan bawa bawa nama orang tua Yola yang sudah tenang, di tembak mati Bang El tau rasa deh pak Bos ini.""

__ADS_1


""Sudah sudah, Tris... cepat Lo periksa si Yola, nanti semakin ngaur saja dia."" El geleng geleng kecil, adiknya tidak ada sopan santun nya ke Bossnya, Lebih lebih ini di area perkantoran yang harus bersikap profesional di utamakan. Tapi adiknya.... Nauzubillah.


""Oke mari kita mulai Nona cantik, Buka mulut mu, ya ! Nah coba julurkan lidah mu, Nona ! Ok sip...kita lanjut ke tensi !""


Dr Tristan memeriksa teliti.


Kemal yang tadinya dongkol karena Yola mengecup pria lain di depan ke-dua matanya, seketika On pagi pagi berfantasi liar di saat Yola menjulurkan lidah runcing berwarna pink muda itu. Ia teringat malam panasnya bersama Yola. dan sekarang woy...ia butuh Yola bila memungkinkan waktu saat ini sih, ia akan menarik Yola untuk menempel bersama. Tapi sabar.... Sabar ya adek, dia milik mu kok...! Batin Kemal dengan jakung naik turun.


""Terakhir kali makan kapan ?""


""eum ? kapan ya ? Kemaren seperti nya, itu pun setelah kerja hekm kerja berat."" Saat berdehem dan berucap berat...Yola menekan nya dan melirik Kemal dengan sudut matanya, menyindir. Si herder itu tak memberi nya kesempatan untuk makan, di gembur terus otak si herder jantan ileran itu. Seperti herder jantan benarkan ? Ia di jilati di endus endus seperti Kelakuan herder betulan.


""Lain kali di jaga pola makannya agar teratur, Usahakan istirahat 8 jam dalam sehari ya Nona. Tekanan darah nya juga turun dan perut mu sekarang kosong berat menjadikan kekebalan tubuh mu Turun. Kalau bisa hindari begadang."" Dokter Tristan menjelaskan seraya menyiapkan obat dari tas kerjanya.


El dan Radja juga Kemal diam saja, melihat mulut Yola terbuka pasti ingin menyahuti absurd perkataan Chirs. Tapi dalam hati, Kemal dan El sangat penasaran akan memar pipi Yola. Setelah urusan pekerjaan nya selesai bersama Chris, El akan mengintrogasi adiknya itu. Niatnya.


""Ya... gimana dong pak, Lagian para cogan cogan hilir mudik di hadapan Yola sih, di sayang kan untuk di anggurin. Mu-ba-sir....Jadi Yola ajak dugem dan ONS sekalian saja."" Uhuk uhuk...Yola mulai batuk batuk akan kibulannya sendiri, boro boro dugem senang senang, Kerja nya ngebabu terus plus di tambah lagi gemburan dari Kemal. Remuk sudah badan ramping ini. Naseeb Naseeeeb.


Radja yang diam saja, jadi geli sendiri....Yola itu seperti nya sudah tidak punya urat malu, di depan Abang nya aja berani berbicara Vulga*, Demi tak mau kalah berdebat dengan mulut pedas Chirs. Mata Radja pun mendapati kepala El menggeleng geleng prustasi. Mommy gue ngidam apa ya, kok punya anak gadis begini amat.


""Sehabis ONS ya tidur atuh Nona, Biar pagi pagi nya fresh kembali. By the way...Boleh tidak minta no hpnya ? mana tau saya mendapatkan kesempatan di ajak dugem dan ONS bersama.""


Tuk !

__ADS_1


"" Tidak ada ya ajak Ans Ons Ans Ons adek gue, Kerja kerja profesional aja Lo Tris, tidak usah dengerin celoteh gurita ini.""


Lama lama telinga El jadi panas juga di depan mata dan telinga nya Mendengar adik nya akan di ajak enak enak begitu saja. Sekilas El mengetok kepala Tristan-teman satu kelas dulu


""Hahahaha, Seram amat Bro...Ya udah lah ya, gue pamit, Gue takut tinggal nama doang akan ulah si abang Gondrong nya si Nona. See you !""


Tristan berlalu seraya menepuk sohib bahu bahu kekar orang yang di lewati nya. Kecuali Kemal yang baru pertama di jumpai nya, ia hanya tersenyum tipis melewati tubuh Kemal.


" Dek, Abang harus meeting sekarang, Tapi Bang El sudah memesan bubur ke Bang Gultom yang tadinya menunggu di lobby, Adek tak apa kan kami tinggal dan kalau Bang Gultom sudah datang bawah makanan, di makan terus minum obat ya Sayang !""


Yola mengangguk. El sebenarnya tidak tega ingin meninggalkan adek nya sendiri dalam kondisi panas tinggi begitu, Tapi posisinya sekarang dalam keprofesionalnya berkerja sama dengan perusahaan Chris saat ini.


""Pergi lah Pak El, Biar adek mu saya yang jaga di sini sampai kalian selesai meeting nya, Lagian saya kan belum waktunya meeting bersama Chris dalam proyek kami berdua, jadi bekerja dalam ketenangan saja..itu adalah salah satu kunci kesuksesan bukan ?""


Serasa Yola ingin menyumpel mulut terselubung Kemal yang sok sok perhatian dan baik hati, Yola tahu si babang kulkas rusak ini hanya modus saja. Jangan di izinin Bang El, Yola lebih baik menunggu sendiri dari pada harus berduaan dengan kulkas herder mesum ini.


"" Tidak pe--!""


"" Baiklah, kalau tak merepotkan Anda tuan Kemal, Terima kasih !!!"


Penolakan Yola kembali tertelan, Si Abang mau mau saja... Semakin muak lah dirinya di saat Kemal diam diam mengedipkan matanya ke arah nya.


Suhu tubuh gue mungkin sekarang hanya panas menggigil, sebentar lagi tubuh gue akan panas berkobar karena ada si masalah di hadapan ku.

__ADS_1


__ADS_2