Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 80


__ADS_3

Glek...Glek...Glek....


Yola memindai penampakan makanan buayaaak di hadapan nya di atas meja makan, kembali memindai wajah Kemal yang duduk di kursi lain hadapan nya dengan alis naik turun, bangga... Bangga karena sudah berhasil membawa kan makan yang di minta Yola dengan mudah nya.


"" Kenapa cuma di lihatin begitu, makan dong !"" Manis Kemal mempersilahkan Yola untuk menyicipi satu dari empat jenis makanan.


"" Ini benar asli ? Kok bisa ? Cepat lagi datang nya ?" Yola menatap dalam makanan di hadapannya, siapa tahu cuma penampakan lezat doang, ketika di makan eh.. karet ban yang sudah di mirip kan dengan makanan.


Cepat lah... Beli nya aja di resto bawa, gue Uber semua manager nya. Kemal tersenyum geli akan bayangan nya,tadi. sudah berhasil memaksa koki koki resto untuk memasak empat makanan beda pulau khas sekaligus.


""Tidak usah di pertanyakan bagaimana suami machones mu berhasil, lebih baik kamu makan, Setelah nya minta apa pun, Mas akan penuhi Jangan cuma di lihat aja""


Satu suap masuk ke dalam mulut Yola, sedikit paksa dari tangan Kemal yang terlihat antusias.


Yola mengunyah makanan nya dengan mata tak lepas dari wajah Kemal. Sang empu wajah jadi tersipu salting di tatap tak berkedip.


"' Mas tampan ya, Yol ?"" Tengil Kemal, salting juga di tatap intens begitu. Ah...Jala kepesonaanya mulai menampar Yola deh, Ahai... senang nya. Batin nya berpikir seperti itu.


Tapi Yola hanya diam mengedipkan bahu nya, Tanda Kemal tak mengerti apa maksud kedipan itu. istrinya ini itu aneh...Tadi aja waktu ada dokter Nelo mesum nya kambuh, giliran berdua begini malah diam tak memperlihatkan mesum nya itu ke dirinya.


...****...


Hari sore menyapa, Yola yang bosan di kamar.. Keluar, Ingin menghirup udara di luaran sana.


"" Mau kemana ?"" Suara itu dari Kemal. Sontak Yola menoleh ke belakang yang sudah siap keluar unit.


"" Bosan ?"" Rajuk Yola cemberut dan keluar begitu saja. Kemal yang tak mau membiarkan Yola jalan sendiri, mengikuti langkah istri nya. Berkas yang di pegang nya pun di taruh nya asal asalan.

__ADS_1


""Yol, Kamu kan masih tidak enak badan, Jadi bagaimana kalau kita jalan di taman bawa saja, Tidak usah jauh-jauh ya, Taman nya asri lho ?"" ajak Kemal manis.


"" Eum !""


Hah, eum doang ? Hais, istri nya kenapa sih, kok sikap nya dingin menyebalkan di kuping nya ? Tapi ah...masa gitu aja nyerah sih, belum lah... 1001 cara menuju peluk, eh...Roma Ding.


Saat sampai di taman, Yola langsung di suguh kan taman asri terawat, Mata nya juga menangkap pohon mangga yang berbuah hanya satu dua terlihat jarang. Melihat buah yang masih muda itu membuat nya menelan ludahnya mupeng, Astaga...anak apa sih yang ia kandung, ia pan paling anti makan makanan asem, wajah nya seketika jelek menahan asem kecut nya. ia tidak mau itu, Tapi ia juga pengin makan itu, bagaimana dong ?


Ah, kan ada orang yang kata nya suaminya...Bisa dong minta tolong untuk di ambil kan ?


"" Mas, itu kayaknya seger untuk di makan !"" Tunjuk Yola ke pohon mangga tersebut yang lima meter dari tempat nya.


""Hah ? Itu ? Kamu mau ?""


Yola mengangguk cepat.


""Beli saja ya..!""


Shitt, Enak wae main panjat saja, kandungan nya mau di taruh di mana coba, Di saku ? Bigg No..No..No.


""Tidak bisa, Lain dulu lain sekarang, jangan seperti Kera ya, main tingkrang tingkring saja. Nanti Mas suruh Security, Ah.. OB itu saja, Buat ngambil nya"" Kemal melambai OB khusus taman. Dan si OB pun nurut menghampiri.


Yola yang di katain kera seketika cemberut. Gue Kera ? Awas saja ya ! Nanti Yola balas.


""Ada yang bisa saya bantu pak, Bu ?"" Takzim sang OB dengan gunting taman di tangan, sudah berdiri di hadapan Kemal.


"" Iya Mas, tolong ambilkan satu eh dua buah itu ya ! istri saya lagi ngidam mau makan itu katanya.""

__ADS_1


Sang OB melirik Yola dengan tatapan mendamba di dalam hatinya, Istri si Bapak cakep beut deh ah, hanya dalam hati, tak berani terang terangan... Alamat di pecat sama sang Owner di hadapannya ini. Getir sang OB yang tahu siapa yang sekarang mentitah nya.


"" Oh, iya pak..Saya ambil kan."" Lagi lagi OB menjawab takzim, dan segera beranjak... Namun terhenti dari suara Yola.


"" Mas OB, Kalau berhasil, Mau tidak jadi bapak dari anak saya, Pan Mas OB yang menuruti keinginan saya."" Yola membeli ucapan Kemal yang tadi diri nya di katain kera.


Dan ekspresi si babang saat ini sangat kecut melebihi cuka apel basih. Yola tersenyum jumawa melihat itu, sudah berhasil menggoda orang yang katanya suaminya. Suami apa coba, masa istri di bilang kera, sudah tahu kera kenapa masih saja mau dekat dekat. Huuuh.


" Ah--"" Sang OB keder mau jawab apa, ia merona pemirsa, istimewa sekali diri nya di goda oleh perempuan cantik di hadapannya, walau pun sadar diri kalau itu hanya ucapan isap jempol belaka saja. Tapi senang nya itu lho.. luar biasa. hiha.


"" Ck, Jangan di anggap serius ya Mas...dan tidak jadi minta tolong nya, Saya bisa sendiri. Pergilah !"" Kemal auto kagak terima, ia sendiri yang akan manjat tuh pohon, Manjat gunung pun ya ayuh demi Yola, lebih lebih di suruh manjat gunung kembar Yola. Semangat Empat lima dong.


Dan sekarang Yola kembali tersenyum geli melihat Kemal menyingsing kemeja nya naik ke sikut, dan sepatu mengkilap nya di lepaskan. Siap memanjat.


"" Bisa tidak ? kalau tidak bisa jangan maksa ya, Nanti Jatuh repot lagi, Yola tidak mau lho di salah kan nanti kalau jatuh" Yola sebenarnya kasihan dan juga meragukan Kemal dalam memanjat.


"" Jangan remehin Mas, Apa pun untuk mu !"


Deg...Apa pun untuk mu. Kata itu mampu membuat hati batu Yola sedikit kesentuh lho. Ah... bunga kata doang Yola, jangan lupa kan..dia itu licik.


"" Ingat, Yang muda ya.. jangan yang tua, Nanti Yola ikutan tua."" Teriak Yola dari bawah. ia tidak tahu saja, Kemal sekarang di kerumunin semut rangrang di atas sana.


Demi apapun, Cinta dan kasih sayang Membuat gue konyol seperti ini, Ya ampun...Chris, Radja...Dan lainnya.. jangan sampai melihat gue dalam keadaan seperti ini. Malu coeg !!!


Seraya menggerutu, Kemal berupaya meraih buah mangga muda yang di target nya yang susah amat di gapai oleh tangannya yang sedikit jauh dari ranting yang ia tingkringin.


Duh...ini semut lagi, Kagak ngerti amat ya..Gue tahu gue tuh manis kulit nya, tapi tolong dong.. bersahabat sedikit saja. Kemal menepis daun telinga nya yang dapat serangan semut. Sekarang pun di dalam baju nya terasa risih karena mungkin si semut sudah mesum menggerlya nya. Semut nya pasti betina genit, belum halal main *****-cipo* kulit gue.

__ADS_1


Hap...Satu buah ia sudah pindai ke tangan, Hap lagi yang ke duanya. ia terjingkrak senang dan hampir membuat nya gedubrak kalau tak cepat berpegangan.


Selamat... selamat...kagak jadi encok.


__ADS_2