Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 237


__ADS_3

Nata hanya mandi bebek, Tanpa sabun, tanpa sampo, tanpa sikat gigi, Hanya guyuran shower lima menit. Kelar !


Keluar kamar mandi pun lupa menggunakan handuk hingga tubuh naked itu meneteskan air ke lantai, itu saking kalap nya karena Ayah ini khawatir ke anak satu satunya.


" Abang ! Nanti lantainya lic__"


Gedubrak !


Tuh kan.... Belum kelar suara Ibell memberitahu kan, Nata sudah terpeleset sendiri karena ulah kecerobohan nan kebodohan nya di buat cemas oleh Vay.


" Sakit nggak Bang ?"


Ibell menggigit bibir nya agar tawa nya tidak keluar. Suaminya itu sekarang lagi mengelus elus bokongnya yang masih polos. ia nya sendiri tidak bisa bergerak dari kasur, Si Eni di buat lecet lecet sedap oleh tawuran Beno.


" Jangan ketawa dan jangan membuka selimut mu, Nanti Beno bangun lagi !"


Nata sedikit meringis memegangi pinggulnya yang tadinya gemetaran kebanyakan tawuran plus terpeleset pula. Lengkap sudah penderitaan itu.


" Bang, Ibell ikut boleh ya ?"


Nata menggeleng di sela berpakaian nya. " Coba berjalan ke kamar mandi saja, bisa nggak ?" Nata menolak Ambigu. Yakin seratus persen, selangkah saja Ibell berjalan pasti meringis.


Aww..


" Ini yang Abang maksud !" Nata mengikis jarak ke Ibell yang lagi meringis, padahal Ibell baru ingin bangun tapi sudah aww aww saja.


" Lain kali tidak ada nama nya karantina !" Cemberut Ibell. ia ingin ikut tapi kondisi nya di buat parah oleh karantina Nata.


" Jangan dong ! Nanti Abang kering !" Nata tersenyum lucu di saat Ibell menyahut.. sumur kali bisa kering !


" Ya sudah, Abang pergi dulu, Abang janji akan membawa Vay pulang dan seterusnya si Kurcil tidak akan ngapa-ngapain lagi, Abang akan membuat projects nya end, Abang dan Biru serta Gema, Langit, sudah punya persiapan."


Cup..


Sebelum berlalu, Nata masih sempat menyicipi bibir cemberut itu dengan sedikit gigitan lembut nya.


Ibell hanya bernapas gusar, tidak bisa ikut.


" Hati hati, Bang !" Seru Ibell di saat Nata siap membuka pintu.


" Tenang saja, Satu dua jam dari sekarang, Abang sudah kembali, Istirahatkan Eni selama dua jam itu."


Ibell menyesal sudah berucap lagi, pasalnya...Nata selalu mesum, Eni Beno mulu yang di bicarakan. Rasa rasanya.... Ibell tuh terserang penyakit kuning karena di kamar terus tanpa ada ultra violet alami yang menerpa tubuhnya. Mau protes udah udah... Tapi Jujur.. Merasa enak juga di karantina khusus.

__ADS_1


Di luar kamar, Nata mendapat tatapan mata dari para sahabat serta Yola.


Cuek nan bodo amat, Nata terus berjalan di mana kamar Vay berada. Semua orang masih terpaku memandang nya.


" Kalian mau ikut atau mau jadi kambing conge di sini ?"


Sontak, Biru cs mengikuti Nata, Yola pun sama, ikut. Pan kata Nata... Kalau diam di tempat, jadi kambing conge. Masa seorang wild tua di katain kambing conge. Ck ! Anak gendeng. Yola selalu mengumpati anaknya sendiri.


" Aku harap kita tidak kecolongan, Nat."


Semuanya sudah berada di ruang monitor Nata. Biru berucap seraya menarik kursi untuk duduk di sisi kursi Nata yang langsung mengaktifkan layar, ingin melihat cctv ruangan ini. Nata kepingin tahu, Apa saja yang di lakukan anak nya selama tiga hari ke belakang.


" Kok kosong !"


Yola tersenyum geli yang hanya bersender santai dengan tangan ia lipat ke dada. Menggeleng geleng kepala akan suara kompak empat Papa bodoh di hadapannya.


Kenapa bodoh ?


" Vay lebih pintar dari kalian rupanya." Ledek Yola. Semua pun menoleh ke Yola.


" Jelas, Vay dan anak anak kalian kan lagi merencanakan kenakalan, Tentu saja Vay akan menghapus jejak nya." Yola tersenyum mengejek.


" Mama menyepelekan ku, Lihat ini ! Vay memang sudah menghapus jejak nya dengan mudah, Tetapi dengan mudah pun, Aku bisa memulihkan nya, Aku punya saringan nya yang tak terjangkau duga oleh Vay."


Nata sudah berbangga duluan, Tapi sejurus...tawa orang terdengar menyebalkan di telinga Nata. Vay pun menjangkau persiapan khusus nya. Semuanya sudah delete apik oleh kepintaran Vay. Hanya file kosong yang terbaca.


" Vay lebih cerdas dari Lo, Nat !" Ledek Langit, Yola masih saja tertawa lucu di belakang sana.


" Kampret Lo !"


Langit di hadiahi sikutan keras oleh Nata tepat di perut nya.


" Tenang saja, aku masih punya cara lain."


Semuanya mengerutkan kening nya, Bingung akan Nata yang berjalan menuju patung berbentuk orang tepat yang di senderin oleh Yola.


Nata mengeluarkan sesuatu di mata patung tersebut yang berbentuk seperti chip.


" Apa itu ?"


" Lihat saja Ma." Cup


Yola memutar matanya malas, anaknya main kecup pipi nya, Menggoda ejek.

__ADS_1


Setelah chip kecil di sambungkan oleh Nata ke laptop nya, Layar monitor di hadapan mereka menampakkan semua aktivitas Vay tiap perdetik nya. Nata mencari yang penting penting saja, Tapi mem-pause di saat Vay ketiduran di atas keyboard. Vay kebosanan. Batin nya sedikit kasihan ke anak nya.


Entahlah....apa kah keputusan nya dalam memingit anak nya, Betul atau salah ? Nata hanya ingin Vay jauh dari kata bahaya, itu saja.


Dan tangan itu berhenti men-scorll di saat video menampilkan Vay lagi bercakap cakap Virtual bersama Kurcil lainnya. Mereka semua di buat terperangah dengan kelicikan para anak-anak nya.


" Hahaha, Cucu Oma memang the best, Para orang tuanya di tipu oleh Email palsu." Yola terbahak bahak menertawakan ke empat Papa muda di hadapannya, Ke empat nya di buat speechless. Ternyata anak anak mereka tidak ada yang polos, Mereka semua lugu lugu mengecoh.


" Terus, Kalian tunggu apa lagi ? Sana cari keberadaan mereka !"


Ke empat nya tersadar akan titah Yola yang berdecak pinggang, galak.


Tadi terbahak, sekarang menampakan ke wild nya.


Nata membatin seraya mencoba meretas keberadaan Vay melalui laptop Vay yang kata Mama nya, Vay membawa laptop.


" Vay berada di sini." Tunjuk Nata ke layar nya, Semua mata pun menatap tanya ke Gema yang notabene nya tempat yang di tuju anak anak adalah Club Gema.


" Mereka berlatih ? Masa mereka berbohong hanya ingin berlatih Muay Thai ?" Gema jadi lemot. Tangan itu menggaruk bodoh kepalanya yang tidak gatal.


" Uda, jangan kebanyakan berpikir ! intinya, di tempat Lo ada yang mereka rahasiakan." Tebak Nata, Yakin.


Nata pun mendahului beranjak dari kursinya, saat berbalik, Yola sudah tidak ada di tempat, Seperti hantu saja. Umpat nya. Pasti.., Mama nya itu akan ikut menghampiri keberadaan para Kurcil.


Booom..


Di lab, Saat Pe mencampur kan Zat lain ke Zat lain nya, menurut takaran yang di titah kan Guruh, Tiba tiba... Bom, Beaker Glass itu pecah saking tidak kuat menahan uap zat kimia yang melampau takaran . Untung Pelangi memakai pelindung glass wajah serta sarung tangan anti bahaya, hingga wajah manis itu tidak terluka.


" Guruh !" Kesal Pe.


" Ya maaf, kalau mau marah, Marah lah ke Vay, dia yang salah mengartikan nya." Guruh tidak mau di salah kan.


" Kok Vay sih, Kak Topan memang memberi kode itu, lihat sendiri."


Vay pun tidak mau di salahkan, Pada dasar nya mereka berujung beragumen terlebih dahulu. Topan hanya diam di omelin.


" DIAMMMM !" Ama yang membentak dengan suara cempreng nya. ia lagi konsen dengan kabel kebel Bill Of Material nya tapi di buat ambyar oleh perdebatan para sahabatnya.. " Masih berisik, Ama ledakin tempat ini."


" Coba saja kalau berani !" Topan dan Guruh kompak menantang Ama.


" Oke !"


" Ama gendut, JANGAN !" Kompak mereka berseru kecuali si dou cool cool.

__ADS_1


__ADS_2