Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 132


__ADS_3

"Ka-kami ti__kalian salah paham !" Ibell segera menjelaskan dengan suara gagap nya. ia ketakutan sendiri apalagi di hadapannya bukan keluarga Nata juga melainkan ada wartawan majalah bisnis yang langsung memotret mereka, ia dan Nata sudah seperti pasangan terciduk selingkuh. Ibell malu bercampur takut membuat nama Nata di bidang bisnis menjadi jelek.


"Pak, apa kah dia anak anda ?"


"Apakah calon pewaris KA Group sudah beristri atau wanita ini adalah pacar nya saja ? Salah paham ? Apa maksud dari wanita ini pak ? Apakah dia bukan istri anda, tapi kalau bukan ? Kenapa kalian tadi begitu intim, kami sudah memotret nya ?"


"Wah, Ternyata anak anda sebenarnya juga sudah punya nama di kalangan atas ya pak ? Beliau kan Pak Dinata Kedward !"


Nata tak mampu berkata satu kata pun, apa apaan mereka semua membawa wartawan segala meliput diri nya yang mati matian menjaga identitas nya dari umum. Pertanyaan sialan !


" Ma ?" Nata meminta penjelasan ke Yola, Namun ratunya itu hanya menunduk malu akan Kelakuannya yang mungkin berpikir pada negatif. ah...niat menggoda Ibell malah petaka. sial sekali ! Rutuk nya sendiri.


"Maaf ya para kakak kakak wartawan, liput liput nya nanti saja, kami ada pembicaraan keluarga dulu." Usir Yola ke tiga wartawan abal abal nya, ia mengedipkan matanya, kode. Melihat wajah merah Nata tanda tanda senggol bacok. Anaknya masuk perangkap... Emang enak.


"Baik lah, Bu !" Cekrek Cekrek.. Sang wartawan kembali memotret Nata dan Ibell sebelum mereka keluar. Nata mendengus kesal akan foto nya yang di ambil oleh mereka.


" Kalau dari kalian ada yang memuat berita saya tentang malam ini, abis karir kalian, Mengerti ?" Ancam Nata kesal. Namun ketiga wartawan itu berlalu santai.


" Habis ? Nama baik kita lah yang habis, Hiks...Kami ke sini niat memberimu kejutan di malam kelahiran mu, malah kami yang di kejutkan dengan tindakan tak senonoh kalian." Acting On, Air mata buaya jatuh menetes di pipi Yola yang di dekap langsung oleh Kemal.


Nata meringis pelan tidak tega melihat mama nya bersedih. Ibell semakin menunduk malu.


" Sudah ma, Jangan di pikir kan, Nanti kamu sakit bagaimana ?" Kemal ikutan mendrama. Hanya ia dan Yola yang tahu akan hal ini. Eldath dan keluarganya yang lain tidak tahu menahu drama jebakan nya, Eldath dan lainnya memang di undang kemarin kemarin untuk ikut memberi kejutan ulang tahun katanya. itu pun desak Yola.


" Ck, Kak Nata nggak pernah berubah." Hardik Gilang.


" Ho'oh !" Sambung Lyn tak sadar menimpali ucapan Gilang membuat berondong itu tersenyum gaje ke Lyn.


" Astaga, Tante harus berkata apa ? intinya Tante kecewa kepada mata Tante sendiri yang udah melihat keintiman kalian." Meca pun bersuara.


" Ibell sayang, Kamu itu wanita..kalau kamu hamil bagaimana ? Nama nya kecelakaan itu tidak pernah terpikirkan lho, Bisa aja keburu nafs* eh... keponakan Tante tak sadar belum pakai pengaman"

__ADS_1


Ibell tertohok, lidah nya keluh, bibir nya seperti ada lem nya akan perkataan Fifi.


"Tidak bisa di biarkan ! Yola, Kemal, kalau kalian tidak bertindak malam ini juga, maka Abang lah yang akan bertindak menikah kan mereka." Eldath yang menahan malu akan perbuatan tak senonoh Nata pas di kedua bola matanya, berucap sarkas lantang penuh ketegasan.


" Om, ini itu salah paham ! Kami tidak ngapa ngapain !" Jelas Nata lemas.


" Salah paham ? tidak ngapa-ngapain ? Ucapan bodoh... lebih tepatnya, BELUM.. Karena kami keburu menggerebek perbuatan kalian." Tukas Eldath, menatap tajam wajah pucat kedua sejoli yang di sidang.


" Kamu, siapa ? ah... Ibell, hubungi orang tua mu datang kemari, akan ada ijab mendadak malam ini juga."


Yola dan Kemal cukup jadi penonton asyik saja dalam hati, ada Eldath yang berbicara desak mendesak adalah jago nya. Senyum evil Yola mengembang jumawa dalam hati di kala Nata dan Ibell hanya bisa saling pandang tak berkutik. terus bang El.. girang Yola dalam hati


"Tapi pak, kami sungguh tak melakukan apa-apa ka____." Ibell masih berusaha Keluar dari mimpi buruk yang menerpanya. Astaga... menikah dengan pak mesum adalah masalah.


" Tidak ada tapi tapian." Bentak Eldath tegas. " Mata saya masih melek melihat pemandangan tak senonoh tadi."


Ibell kicep, mingkem akan suara tegas galak Eldath.


" Ma, jelaskan kepada mereka kalau ini hanya salah paham." Nata beranjak mendekati Yola, cuma langkah ke-dua nya tertahan di saat tangan Yola mengkode stop di tempat.


" Kalau kamu tidak mau menikahi Ibell, Tak masalah, Mama akan tarik Lalita ke mari !" Sambung nya setelah air bening hidungnya sudah bersih dan berpindah ke baju suaminya.


Nata menelan ludahnya, Ogah sama banci, lebih baik sama Ibell. Batin Nata.


" Lilita siapa, Tante ? Pacar Nata ? atau apanya ?" Kepo Lyn mewakili semua nya.


" Lalita itu banci yang sebelumnya Tante jodoh kan ke Nata."


Hahahaha.. Kompak Lyn dan Gilang terbahak bahak, Kepala orang tua pun tersenyum mendengar penjelasan Yola. Hanya Eldath yang setia cool garang di hadapan Nata.


Sialan.. Malu Nata. " Baiklah, saya setuju, dari pada sama banci, mending sama Ibell."

__ADS_1


Ibell yang mendelik horor ke Nata, apa apaan main setuju saja, ia kan ogah. Dengan itu ia melangkah pelan ke arah Nata.


" Saya nggak mau, pak !" Bisik Ibell.


" Saya tadi sudah membantu mu Bell, Giliran kamu dong ngebantu saya, please !" Balas bisik Nata penuh harap, mengingat kan Ibell akan bantuannya ke keluarga Ibell.


" Malam ini malam tersial bagi ku, pak ! saya harap hanya mimpi buruk saja." Malas Ibell, ia dilema, balas budi kudu pakai kata nikah.. astajiiim, rasa rasanya Ibell ingin melambaikan tangan nya ke kamera.


" Sudah sudah bisik bisik nya, cepat beri kontak orang tua mu, saya yang akan menelpon mereka." Eldath menyela ke-dua nya. Ibell sangat seram melihat wajah sangar Eldath. Kok bisa ya, Nyonya Fifi bertahan. Batin Ibell melirik Fifi. Yang di lirik menaikkan satu alisnya seakan-akan tahu pikiran Ibell.


" Apa harus malam ini ? esok masih ada kan ?" Harap Ibell tertunda, ia berniat kabur, di telan bumi lebih baik daripada di terkam Nata di malam pertama, ia belum rela.


"Hari esok terlalu lama, malam ini sirih aja, besok acara meriah nya, kagak usah repot-repot kalian mengurus nya, kami akan meledak kan ball room pernikahan kalian besok secara mewah instan, menggunakan nama Kemal ABRAHAM pasti cepat tenar apalagi ada media, hal mudah itu sih !!!"


Ibell hanya pasrah, mengelak terus menerus sampai berbusa mulut nya pun, setan setan rupawan di hadapannya ini tetap pemikiran nya negatif kepada nya. dan ini tuh gara gara Nata. ah...gue benci lo, pak mesum. awas saja.


" Surat menyurat pernikahan, serahkan ke Tante cantik mu !" Antusias Meca.


" Asyik, ada Pernikahan...suit, kalau kita kapan sayang ?" Gilang mulai tengil ke Lyn, bahkan tak peduli ada Fifi dan Eldath yang mendengar nya.


" Meca, anak mu yang masih ingusan itu tolong di ingat kan umurnya, masa suka sama Lyn yang umumnya lebih tua." Eldath menatap tajam ke Gilang.


" Om suka bercanda deh, Anak kecil ini bisa bikin dede kecil kok kalau di restuin sama Lyn, malam ini pun ayo.. Gilang juga mau nikah dadakan seperti Kak Nata, Ngulang Om, Cerita Om kan seperti itu, iya kan calon mertua cantik !" Gilang mengedipkan matanya lucu menggoda Fifi sekaligus Eldath.


" Ngarep !" Bentak Eldath. Gilang bukan nya kicep, malah tersenyum santai.


" Sudah diam, Ayo kita lakukan apa yang ada di depan kita." Yola menyela, keluarga nya malah melupakan masalah pertama gara gara ketengilan Gilang.


Ibell mau pingsan aja lah...kaki nya lemas tak bertenaga mendengar Eldath berbicara sama papa nya lewat telpon sekarang ini.


Hahaha, rencana kita berhasil Mas. kita punya mantu ! Bisik Yola jumawa ke Kemal.

__ADS_1


Nanti kuda kudaan nya balapan ya, Wild. Bisik Kemal tak kalah jumawa.


IBELL... pekik mereka, Ibell terkulai di lantai, pingsan


__ADS_2