
Kemal tidak sengaja melihat sosok wanita yang mirip perangai Yola dari belakang menelusuri koridor gedung apartemen salah satu bangunan yang di owner-in nya.
Penasaran, ia mengikuti langkah Yola yang di matanya sekarang Yola sedang memencet tombol unit dan Shiiiitt....Kemal memicing kan mata nya kesal. Setelah lima menit Yola masuk ke dalam unit, Ada pria yang tak di kenali nya pun ikut masuk kedalam. Lagi apa si wild dan pria itu ? Itulah Pertanyaan nya. Apa jangan-jangan si wild mau berjualan ?
Kalau tahu berdarah darah itu enak, dari dulu saya sudah melakukan nya bersama dengan pacar satu Minggu saya.
Saya yang akan memuaskan pedang mas, Karena di sini saya yang berjualan, Jadi sini...Saya puaskan, Jangan sampai saya sudah keluar dari sini dan berakhir berjualan di luaran sana.
Kemal teringat dengan kata kata santai Yola tapi terdengar menyebalkan di kupingnya, dan fix...Si wild akan mendapatkan hukumannya bila mana di dalam sana sedang berjualan yang tidak mendengar kan Ancamannya di kala itu.
Awas kamu flawless Yola !
Sementara di dalam unit, Yola yang sedang bebersih kamar Tian, dari belakang ia tetiba dapat serangan kuncian di bagian lehernya.
Adududuh...Seraya meringis sakit, Yola mencoba melepaskan kuncian orang ini dengan cara menyikut kuat bagian perut si pelaku, Eh... Bukan nya terlepas kuncian pria ini malah semakin kuat saja, sampai ia dan pria ini tergeletak di atas lantai dengan ia nya di tindihi dengan posisi tengkurap seperti kodok ketiban batu besar.
"" Siapa kamu hah ? Kenapa kamu bisa ada di kamar saya, maling ya ?"" Tuduhnya.
Yola baru melihat wajah yang sekarang menguncinya ini, mirip Tio suami dari Kellie-sahabatnya. Fix.... bararti ini lah Tian Tian majikannya itu, Sang polisi yang jarang pulang ke unit nya dan baru pertama kali ini selama bekerja jadi babu si bapak tamvaan bertatap muka bersama nya.
"" Onde Mandeee... Saya bukan maling pak tapi Yola, saya itu ART pengganti ibu Ningsih, saya juga teman dari Kaka ipar anda si princess Oneng eh Kellie. Kalau tidak percaya, buktinya seragam yang anda pakai itu saya yang menyetrika nya kemarin kemarin. Jadi turun dari tubuh saya, berat paeeee isi perut saya sudah penyek di dalam sana nih !""
__ADS_1
Tian meneliti Perangai jelita di hadapannya ini setelah melepaskan kunciannya, Wajah blasteran, sorok mata jahil, Kulit mulus... Ujung kuku lentik, Cantik. Ini mah... bila mana semua ART modelan cantik seperti ini pasti para istri majikan majikan nya pada berjamaah bunuh diri karena merasa kalah saingan oleh ART modelan cantik ini.
""Kamu pasti tahu kan, saya itu penegak hukum, jadi kata kan jati diri mu dengan sesungguhnya, Saya tidak mau dapat tuduhan melarikan anak gadis orang atau mungkin istri orang."" Tian berbicara pedas seraya menggerak gerakan lehernya yang semakin sakit karena gerakan tetibanya barusan, Leher nya yang salah bantal semakin sakit saja.
""Tahu ! Tapi Ngemeng Ngemeng leher bapak kenapa ? keceklek Habis ngejar ngejar penjahat tapi kalah ya pak, Karena penjahat nya lebih tangguh dari bapak. hahahaha.""
""Enak saja, Ini itu gara gara salah bantal tau, jadi seperti ini.""
"" Duileeh si bapak, Nampak amat jadi orang kagak mau di salahin, Leher pegel malah nyalahin bantal, Emang bantal ngapain Bapak ck..ck..ck..""
"" Uda diam kamu, cepat kamu Masakin sesuatu, saya lapar...Satu lagi. KAGAK PAKAI LAMAA !!!""
...******...
Yola baru saja menginjak kan kakinya di pelataran parkir gedung apartemen Tian, sehabis ngebabu. Tiba tiba pergelangannya di tarik paksa oleh Kemal dan memasukkan dirinya ke dalam mobil.
Owalaaaa.. hidup si ratu wild jadi anak tiri yang selalu dapat masalah sih... herder lagi herder lagi, palingan juga minta jatah bisnis.
""Saya mau di bawa kemana si Pak ! Bisa tidak jalan mobil nya kagak usah ngebut ngebut gitu, saya masih mau hidup, masih banyak tanggungan hutang.""
Kemal mengabaikan beo Yola, melesatkan mobilnya semakin meninggi kan kecepatannya. Yola yang melihat raut muram Kemal jadi ngeri juga...Tapi semakin melihat wajah tampan itu kesal semakin Senang lah dirinya, Tapi.... penyebabnya apa ? rasa rasanya ia belum melakukan apa apa tapi si herder malah kesal duluan.
__ADS_1
Sampai di dalam apartemen Kemal pun si herder ini masih diam bungkam, tapi sorot mata merah itu seperti orang kesurupan siap meledak.
""Dari mana kamu ? Kamu ngapain di apartemen orang tadi ? Kamu sudah bosan hidup kah ? sudah tahu lagi proses penyembuhan dari demam...kini sudah berjualan di luaran sana, menjajalkan tubuh itu yang sebenarnya hak penuh saya. Kamu kenapa hah ? butuh uang untuk anak anak panti ? bilang saja... berapa hah ? Sepuluh juta, seratus juta , atau lima ratus juta ? Harga diri kamu bahkan sudah tidak semahal itu.""
Yola mati matian menahan perih mata dan perih hatinya, iya memang...harga dirinya memang sudah tidak semahal itu, dan itu karena harga diri nya sudah di injak-injak oleh pria di hadapannya ini kan. Tapi bisakah harga dirinya tidak usah di pertanyakan juga yang sebenarnya sudah tidak ada sama sekali.
""Kenapa diam saja ? Apa tenaga kamu sudah hilang karena kelelahan bermain dengan pria itu ?"" Kemal menarik tangan Yola masuk ke kamar yang hanya mematung dengan wajah sangat pucat.
""Lihat lah wajah mu yang pucat, serta suhu tubuh mu pun masih demam tapi masih saja nekad berjualan. apa kamu mau mati karena kelelahan hah ?"" Kemal menghempas tubuh Yola sedikit kasar ke peraduan. Ia marah melihat Yola dan pria lain dalam satu unit dengan waktu cukup lama, bahkan terbilang sangat lama, sampai ia bosan menunggu Yola keluar dari unit laki laki tadi. Sedang apa coba, kalau bukan bermain piling pilingan.
"" Kenapa anda sangat marah ? Kalau Saya menjelaskan kebenaran nya ke anda, apakah anda akan Percaya hah ? Saya berjualan ? iyaaa...saya memang berjualan tapi bukan seperti yang ada di otak anda yang arang hitam itu, Tapi saya berjualan dengan mengeluarkan keringat saya, menjadi BABUUUU di sana seperti hal nya saya ngebabu di apartemen anda cuma jadwalnya saja yang berbeda... Dan kenapa ? Ya....saya memang membutuhkan uang untuk anak anak panti, tapi saya masih punya otak jernih yang tidak mungkin memberi mereka makan dengan kata HARAM, Cukup saya saja yang tak mempunyai harga diri, jangan mereka juga... Dengar ya tuan Kemal, Walau pun anda memberikan seluruh kekayaan anda, saya tidak akan sudih mengambil nya bila mana itu hanya kebutuhan saya, mungkin saya di sini menjadi pemuas anda yang mendapatkan kompensasi, tapi ceritanya berlawanan.. saya melakukan nya karena rasa kepedulian saya terhadap keluarga tercinta saya, bukan untuk pribadi saya.... Sekarang saya yang bertanya ? Kenapa anda diam ? Apakah kebungkaman anda sebagai jawaban atas ketidak percayaannya ke saya, No problem...Saya tidak perduli mau percaya atau tidak, itu juga tidak penting untuk saya. So...saya di bawah kemari untuk melayani anda kan...Lakukan lah.""
Breeeek.... Breeeek.. Saking Kesal nya atas tuduhan Kemal yang Tumben tumbenan menusuk hatinya, Yola merusak pakaiannya sendiri di hadapan Kemal sampai tubuh itu setengah polos, ini kan yang di inginkan oleh majikannya. Tubuh nya.. maka ambillah dan nikmati lah. Yola pasrah mau di bunuh juga biar kegundahan hati nya suatu saat nanti tidak akan meledak, biarakan kegundahan itu mati bersamanya.
Kemal yang tadinya tertohok menyesal dengan tuduhan nya, di saat mendengar penjelasan Yola yang terlihat bersungguh sungguh tak ada kebohongan di manik amber itu, menjadi horn* juga di suguhi pemandangan indah dari Yola, Ia ingin menahan hasratnya tapi apalah daya, ia laki laki normal, dapat kesempatan ya ayukkk.
Dengan keraguan sebenarnya, ia mencumbui Yola dengan kelembutan, shiit... Wanita ini memang nikmat, Walau pun sedang sakit fisik, Yola memberinya pelayanan maksimal nya.
-------------------
Like ya, Bunga juga boleh, Vote apalagi... boleh pakai sangat 😆 intinya dukung Tata untuk meng-upgrade novel receh author masuk karya ranking.# ngarep 😝
__ADS_1