
"Bang, kartu ATM yang dari Bang Nata, Ibell kasih ke Mama, nggak Kenapa kenapa kan ?"
Ibell langsung mengadu ke Nata yang baru pulang membawa madu alami, dan Nata hanya tersenyum mengangguk.
" Tidak apa apa dong, anak memang wajar membantu keluarga nya." Nata menyusul duduk di samping rebahan Ibell. " Eh... Tunggu dulu, Tapi seperti nya kartu itu salah deh, Bell. Maksud Abang, Abang salah kasih kartu, itu belum di isi, isinya sih ada tapi sekitaran tiga atau dua jutaan doang, Abang baru menyadari nya tadi saat buka dompet, ini lah kartu nya yang asli, ambil."
" Nggak lah Bang, simpan saja."
Tidak ada penolakan, Nata menaruh kartu tersebut di dalam dompet Ibell yang masih asal asalan tergeletak di kasur, Nata tersenyum geli, mantu Abraham hanya punya uang lima puluh ribu di dalam dompet Ibell, Subhanallah...Nata benar benar bersyukur bisa mendapatkan istri yang sederhana, baik dan pintar tawuran bersama Beno lagi.
" Ya sudah, lupakan yang lainnya, bagaimana kalau kita tawuran lagi, Kata Beno..Eni sudah siap belum ?"
Ha-ha-ha, Nata Ibell tersenyum geli dengan mata saling beradu.
" Kata Eni siap aja asalkan Beno jangan sampai kalah lagi, masa muncrat duluan." Ledek Ibell.
" Itu karena Eni yang masih sempit mencekik Beno." Nata langsung saja ingin membuka baju Ibell, Namun di tahan oleh Ibell.
"'Biar Ibell sendiri yang buka, Nanti baju Ibell rusak semua lagi kancing nya, sudah tujuh loh baju Ibell yang rusak, Abang sih main tarik aja, Sayang baju nya Bang." Ibell sudah naked di bagian atas. Dan Nata segera menyusul, melepas bahan nya.
" Nanti Abang buatin toko baju deh, jangan takut, sekalian di jual juga boleh."
" Wah, ide bagus tuh Bang, Toko Ibell pasti banyak tuh laki laki yang membeli baju Ibell untuk pasangan nya, kan Ibell ramah, baik hati dan tidak sombong." Ibell sengaja menggoda dengan membawa nama laki laki.
" Tidak jadi Butik nya, tidak ada ruko kosong, Abang tidak rela istri Abang di lirik oleh pria lain." Nata menarik bahan segitiga renda milik Ibell sedikit paksa, dan cilup bahh, Hay Eni...kita jumpa lagi. Lambai nya ke pasangan Beno. Ibell terkikik geli, tak di sangka ia sudah terbawa alur kemesuman Bos plus suami nya.
" Kenapa tidak rela istri Abang di pandang oleh orang lain, eum ? Coba jelaskan kenapa ?"
Nata tertahan akan serangan nya di boba kenyal dada Ibell, istrinya Seperti dalam berambigu kata. Oke..biar tidak membuat penasaran istri nya ia akan mengungkapkan isi hatinya yang sudah di buat jatuh cinta oleh wanita sederhana yang tadinya menolak ajakan nya mentah mentah, tapi Ding... lihat lah, ia jadi memiliki tubuh indah Ibell dengan kata halal.
" Karena kamu istri Abang, milik Abang, semuanya yang ada di tubuh mu punya Abang seorang, Dan itu karena Abang mencintai mu, puas ?"
" Seriusan ?" Ibell menggoda akan pernyataan hati Nata.
" Belah lah dada ku." Nata pun ikut menggoda. "Dan kamu Nyonya muda Abraham, bagaimana kah perasaan mu terhadap suami mesum mu ini ? apakah masih benci benci suka atau benci benci cinta."
__ADS_1
hehehe.. Nata terkikik dengan pertanyaan pilihan nya untuk Ibell pilih, dua duanya menguntungkan.
" Sayang sayang suka, dan sayang sayang Cinta, bukan benci benci lagi." Ibell memajukan wajahnya di hadapan Nata, menyerang duluan bibir suaminya yang menatap nya penuh damba, ia akan melayani suaminya dengan ibadah atas nama Allah agar suaminya selalu teringat pulang, jujur...ia juga takut akan perkataan Mamanya yang awas lho, nanti suami mu nyeleneh di luaran sana. ia takut.
Dan pergulatan pun terjadi lagi, dengan satu kosong untuk Nata, Beberapa menit bergulat keringat, Si Eni mengimbangi satu sama.
Erangan panjang eksotis merdu menggairahkan terdengar menghiasi kamar, gugusan Bintang-bintang di raih mereka berdua
Istrihat sejenak dengan sedikit madu di tempelkan ke Eni agar tidak lecet dan kembali legit lagi. Nata mengolesi nya dengan perlahan dan di tiup tiup mesra sampai kering dan Ibell di atas sana terasa adem adem ser..( Hahaha, pembaca nanti ada yang niru nggak ya metode penyembuhan Eni )
Dan ah uh ah.. berlangsung lagi. Cepat sembuh kan ?
Di tempat lain, lebih tepatnya di pusat perbelanjaan besar, Mita segera saja memborong ini itu dari sembako, barang pribadi dan sebagainya dengan riang yang dapat hoki malam ini, ah...Ia Sampai memborong lima troli belanjaan, Tenang..Kartu Mantu nya yang kaya raya itu ada di tangan.
Dengan sikap sombong nya bak orang kaya, ia melewati ibu ibu lainnya dengan gaya mengejek nya.
" Cepetan dong mbak kasir, nanti belanjaan saya keringatan lho, Ibu ibu yang belanjaan nya cuma sekeresek doang di harap minggir dulu deh." Mita bersuara toa, ingin mengambil perhatian dua ibu ibu di hadapannya yang ingin membayar di kasir.
"Elah, Bu. jangan blagu deh, nanti kesandung jatuh terjerembab Nyaho lho." Umpat satu Ibu di belakang Mita.
Sampai saat nya giliran Mita lah dalam tahap perhitungan kasir, sang kasir tercengang dengan belanjaan si Ibu yang sampai delapan juta.
" Ini mbak, pakai kartu saja."
Sekali gesekan kartu, sang kasir meminta Pin.
Nah lho, Mita Gelagapan, ia lupa menanyakan pin kartu tersebut ke Ibell, ini karena terlalu bersemangat mendapat hoki jadi beginilah, Bodoh kok di pelihara.
"Woy cepat woy." Teriak ledek ibu di belakang sana yang mengantri.
" Ibu, Pin nya berapa ?" Tanya sang kasir lagi.
"Duh, Mbak, itu dia, saya lupa."
Mita malu luar biasa, ia jadi pucat dan berkeringat dingin, Apa lagi dapat ejekan ke ibu ibu yang tadi di sepelekan nya.
__ADS_1
" Kalau lupa, uang tunai saja Bu, Total nya delapan juta seratus lima belas ribu rupiah." Si Mbak menjabarkan dengan sangat jelas, Mita semakin pias malu. mana ada ia uang tunai sebanyak itu. lah... adanya cuma enam puluh ribu di dalam dompet nya.
"Maaf, Mbak..Saya tidak bawa uang tunai." Lirih Mita, Namun Terdengar di belakang sana dapat langsung sorakan uuh..makanya jangan blagu kalau tidak punya uang.
Nyebelin ! Umpat Mita mendelik horor, Namun si Ibu santai Bae.
" Security, tolong Ibu ini di aman kan dulu, sudah mengacak-acak barang lima troli." Teriak sang kasir.
"Lho lho lho, apa ini ? kurang ajar ya, Kalian tidak tahu siapa saya hah ? saya adalah mertua dari pewaris KA Group raksasa itu. Nanti kalian akan menyesal." Mita tidak terima akan penghinaan terhadap nya, ia tepis tangan Security yang ingin membawa nya ke pos, Tapi si bapak yang bertubuh atletis ini tak menghiraukan, pengacau tetap saja pengacau, bodoh siapa saja orang nya, si bapak menggeret Mita sampai ke Office.
"Mending Ibu ingat ingat deh tuh no pin nya, atau suruh orang rumah anda untuk menjemput ibu, ibu itu sudah membuat kekecaun tahu nggak, Lima troli nggak sedikit lho ibu, masa pending begitu saja." Oceh Tegas si Bapak.
" Iya." Ketus Mita mengeluarkan gawai nya untuk menyemprot Ibell sekalian menanyakan pin. eh... Sialan, hapenya pakai lowbet lagi, lengkap sudah penderitanya malam ini, Mita serasa Ingin menenggelupkan wajah nya ke got saking malunya sama orang orang di sekelilingnya saat ini.
" Hape nya mati, saya tidak menghapal luar kepala no orang rumah." Mita mendesaaah kasar. sial benar sih hidup nya.
" Ya sudah, di cas saja dulu tuh casan saya, Bu. Anda sangat meresahkan bagi pekerjaan kami, itu troli lima lho bu, butuh waktu lama untuk kembali menyusunnya ke tempat semula, anda seenaknya saja tidak bisa membayar." Semprot pak Security, lagak orang kaya, eh...kagak bisa bayar, buang buang waktu saja.
" Ah, sudahlah, saya kan nggak maling, cuma dalam kondisi sial saja lupa pin, jadi saya tidak usah di amankan seperti ini, Kapan kapan saya akan kesini membeli sekalian perbelanjaan sialan ini. Saya permisi." Mita menyembunyikan rasa malunya dan masih berlagak sombong.
Pak Security hanya bisa menggeleng geleng sabar saja, membiarkan orang sombong itu pergi, itu lebih baik akan kesehatan nya dari pada harus melihat ibu ibu itu yang sok sokan di office nya.
Bukan hanya itu, Mita benar benar sial malam ini, gara gara Ibell dan gara gara hape lowbet, ia menderita malam ini yang hanya naik ojek pangkalan yang bau jaket nya plenguk bau ketek gila.
" Stop stop stop, sudah sampai, ini bayaran nya."
"Lho bu, kurang atuh, masa cuma dua puluh ribu, kurang dua puluh ribu lagi sesuai perjanjian awal ah." Sang ojek protes tegas, wajah Mita siap meledak.
" kalau nggak mau ya sudah, gratis sekalian saja, Lagian habis naik ojek kamu perut saya jadi mual karena bau ketek tuh jaket."
Sang ojek langsung menyambar uang dua puluh ribu yang hampir masuk ke saku ibu ibu yang berpenampilan seperti orang tajir tapi miskin punya. dari pada kagak dapat seperak, dua puluh ribu pun jadi, lumayan dapat rokok, kan.
" Ibu, lain kali berpenampilan sesuai kocek lah, Tas branded kW ok, penampilan bak wanita sosialita, Eh....kere rupanya." Sang Ojek langsung tancap gas, kabur sebelum di lempar hak tinggi si Ibu sok kaya ini.
Sial...sial...Sial... Mita mengacak-acak rambutnya prustasi, tukang ojek saja bisa menghina nya dengan berani di hadapan wajah nya, ini itu gara gara kartu Ibell, awas saja.
__ADS_1