Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 234


__ADS_3

Vay duduk lesu, dagu ia topang dengan tangan mungil nya, ada Yola dan Kemal serta Abah Ambu nya yang tersenyum gemas di buat Vay yang lagi cemberut akut.


Mau tahu pasal nya ?


Cuss !


" Oma, Bunda lagi sakit apa sih ? kok tiga hari nggak keluar kamar ? Ayah pun sama, keluar hanya mengambil makanan saja ? Apa iya orang sakit makan nya ngasal ya ? Masa bunda di kasih makanan junk food sih, harus nya kan bubur atau buah yang punya vitamin gitu !"


Vay melirik harap kamar Ayah nya terbuka sekarang, agar ia bisa lari masuk ke sana untuk melihat bunda nya yang kata nya lagi sakit. Bibir itu mencibik antara kesal dan sedih.


Bingung nya Vay di sini ? Kenapa keluarga nya tidak ada yang mau membawa Bunda nya ke rumah sakit ? Jangan bilang keluarganya lagi boke, Vay akan nyuruh Purnama ngebom semua perusahaan Ayah dan Opa nya kalau benar itu alasannya. Perusahaan berjaya, Masa alasan materi. Tidak mungkin bukan ? pikir nya.


Orang dewasa di hadapan Vay saling lirik, siapa yang akan menjawab kebohongan, Abah-Ambu melengos pura pura bodoh di saat Yola menatap nya. Kemal pura pura sibuk membaca koran.


Aku lagi nih yang akan bohong ? Yola memutar matanya malas untuk ke tiga orang dewasa di hadapannya.


Sejenak Yola berpikir, apa lagi alasannya agar Vay percaya dan tidak kepikiran Bunda nya yang sebenarnya tidak sakit, Ibell lagi di karantina khusus penjara Beno di dalam sana. Tidak mungkin kan Yola harus mengatakan ke Vay kalau orang tuanya lagi nganuhh.


" Kenapa diam saja ? Ayo Opa ! Bawah Bunda ke rumah sakit !" Vay menarik tangan Kemal susah payah, Opa nya tidak bergerak sedikit pun padahal tarikan nya sudah sekuat tenaga.


" Vay__"


Kemal tidak tahu harus bicara apa ? Kasihan juga sih cucu nya, Kangen orang tuanya yang lagi pada lupa waktu ! Masa Nganuuuh kok tidak ada bosan nya ? Aku saja kalah ! Batin Kemal tak bergeming.


" Opa !" Rengek Vay lagi. Seraya naik kepangkuan Kemal. Tangan mungil nya menggoyang goyangkan lengan bicep Kemal


" Bunda mu tidak sakit sayang cuma itu." Yola yang menjawab spontan. Bibir cucu nya semakin cemberut penasaran. itu ?


" Itu ? apa itu itu ?" Mata Amber Vay menatap tanya mata Amber Yola hingga beradu sama.


" Itu tuh lagi main__"

__ADS_1


Ceklek...


Pintu kamar orang tua Vay terbuka, Ambu yang ingin menjawab itu ke Vay jadi bungkam kembali. Semua mata menatap geli penampilan Nata yang bermuka bantal. t-shirt berleher O itu memperlihatkan bercak merah sana sini. Mana terbalik pula tuh kaos putih.


Vay berlari menuju Nata yang ingin masuk ke dapur. para orang tua membiarkan itu, biarkan Nata sendiri menjawab kecerewetan Vay yang benar benar merindukan orangtuanya yang ada di rumah tapi tak kunjung keluar kamar.


" Ayah ! Ayah ! Bunda sehat kan ? Kenapa kalian betah amat di kamar ? Vay ingin ikutan itu itu kata Oma !"


Nata berhenti dari langkah nya, menoleh jauh ke para orang tuanya tentang itu itu membuat Nata menatap Yola seakan-akan berkata Mama tidak piawai dalam berkelit bujuk.


Yola melengos pura pura polos akan tatapan penuh arti Nata. Melihat itu, Nata kembali berjalan ke arah dapur, mengabaikan pertanyaan Vay yang mudah di jawab tapi belum boleh di katakan gamblang ke anak nya yang masih kecil.


" Ayah !" Vay tidak sabaran akan rasa penasaran nya.


" Apa sayang !"


" Di jawab dong ! Dan itu leher Ayah juga kenapa merah merah begitu, Ayah alergi di leher ya ?"


" Ini__ Ah, iya..di gigit nyamuk sayang !" Kelit Nata seraya mengelus lehernya. Bibir nya tersenyum geli. Nyamuk bibir cinta bunda mu.


" Ah, Ayah tidak jelas. Vay mau ke Bunda ajalah."


" Eh__"


Cepat cepat Nata mengambil makanan di kulkas, mengejar lari Vay keluar dari dapur. Jangan sampai Vay melihat Ibell dalam keadaan Naked. Ia keluar kamar kan niatnya hanya mau mengambil makanan untuk mengisi kekuatan untuk Nganuuuh lagi nanti sampai bosan dan bosan, tapi tidak ada bosan nya untuk Beno tawuran bersama Eni.


" Tunggu !"


Hap.. Tubuh Vay ketangkap, Nata menaruh makanan nya asal asalan lalu menggendong Vay menuju ke gerombolan para orang tua yang lagi senyum senyum gaje.


" Ayah, Vay mau ke Bunda !" Rengek Vay manja dengan tangan itu mengalung di leher Nata, secuil...Vay menyentuh tanda merah itu di leher Nata, Penasaran ! Gatal gatal perih atau tidak?

__ADS_1


" Bunda masih tidur sayang ! Vay anak baik kan ?" Vay mengangguk cepat di gendongan Ayah nya. " Kalau anak baik berarti Vay tidak boleh mengganggu Bunda yang lagi beristirahat, Paham sayang ?"


" Tapi__"


" Coba deh Vay masuk ke ruangan rahasia kita, Vay main sistem di sana saja." Potong rayu Nata cepat mengalihkan rasa penasaran Vay.


" Bosan ah, tidak ada temannya tidak seru__ Ah, Ok !" Tiba tiba wajah Vay terpancar lagi yang tadinya cemberut sendu, Ia baru mengingat sesuatu, Ia-nya kan harus menghubungi para Kurcil lainnya untuk membahas sesuatu tentang projects Cs meraka, Vay sudah bisa membaca kode rumit yang di tugaskan Topan, semalaman ia begadang.


" Turunin Vay, Ayah ! Vay tidak akan menggangu bunda yang lagi istirahat."


Senyum jumawa Nata mengembang, saat nya lanjut Nganuuuh lagi. Vay sudah berhasil di kecoh lagi untuk hari ini.


" Ma, Nitip Vay !" Kedipan genit Nata telah menggoda Yola dan orang tua lainnya. " Ingat ya ! Di larang keras mendekati area kamar aku, Tiga meter berjarak !"


Plaaak..


Di lempar majalah oleh Yola, Nata malah terbahak bahak seraya ngebirit di mana makanan nya tergeletak asal asalan di lantai sana.


" Anak gendeng !" Pekik Yola lagi, Kemal serta Abah-Ambu hanya tertawa geli.


Di dalam ruangan rahasia, Vay sudah duduk cantik di kursi empuk Nata yang mempunyai roda. Tangan itu berselancar lincah di atas keyboard, menghubungi para sahabatnya lewat virtual.


" Di mulai dari Kak Petir !" Gumamnya seraya tersenyum tipis setelah layar sudah tersambung, ada Petir dan Lautan yang memasang wajah kesal kepada nya.


" Lama amat sih Vay, Si Topan marah marah tahu nggak ke kita kita, Guruh pun sama !"


Vay hanya tercengir lebar memperlihatkan gigi putih nya, Merasa tidak berdosa. Pasal nya janji waktunya mengaret satu jam.


Mereka masih di pingit oleh para orang tuanya masing masing, dengan itu mengobrol virtual adalah kunci nya.


" Santai kak, Si dou cool cool tidak akan memarahi Vay, Tapi biarkan marah ke kalian." Hehehe. tawa Vay semakin terkikik geli melihat tangan Lautan dari seberang sana ingin mensentil wajah nya.

__ADS_1


" Tidak kena !" Ledek nya bercanda, sejurus tangan nya kembali bermain di keyboard itu untuk menyambungkan ke layar Si Kembar dan ke Ama sekaligus.


__ADS_2