Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 201


__ADS_3

Challenge konyol masih berlanjut di antara lima pasangan suami istri ini.


Giliran Bintang sekaligus Dirgan yang dapat Challenge secara bersamaan mengambil kertas, agar mempersingkat waktu kata nya.


"Semoga keberuntungan !" Ujar Dirgan seraya membuka kertas nya. Bintang pun membuka kertas nya. Bintang tersenyum geli saat mata nya mengintip isi kertas nya.


" Sebutkan cinta pertama mu siapa, tepat di depan pasangan mu ?" Baca Dirgan, sejurus melirik Senja. " Wah, Nja...Lo nyari ribut membawa bawa nama masa lalu, untung gue yang dapat."


" Udah, jangan banyak omong, Katakan di depan Bintang, Bintang siap tuh garuk wajah Lo ." Balas Senja, kalem. Empat pasangan lain nya tersenyum mengejek Dirgan...Secara Bintang itu galak nya terlalu, menyinggung perasaan bisa babak belur tuh Dirgan.


Bintang si wanita galak ini sudah siap mendengar kan, Dulu ia kan sahabatan dengan suami nya, lalu merangkak jadi Suaminya. Jadi tidak mungkin kan cinta pertama Dirgan adalah diri nya. Dirgan itu play boy mata bohay, dulu nya.


" Ck, Tentu saja cinta pertama gue...Jauzza Al Miller." Jawab Dirgan bangga. Itu adalah nama asli Bintang.


" Masa ? bohong aja Lo bohay, dulu Lo itu pacar nya banyak, Seingat gue, pacar pertama Lo itu bukan gue., otak gue masih konek jaringan full ke masa lalu."


Senja dan lainnya mendengar kan sepasang suami-istri itu dengan mata seakan-akan berkata emang enak nanti tidur di lantai.


" Pacar aku memang banyak Babe, Tapi hati ini sudah duluan tertulis nama mu, bahkan semenjak kamu memiliki cinta pertama yang bernama Morgan berikut mantan kamu yang banyak ehem termasuk Aksa pun , aku sudah mencintai mu duluan, apa kamu lupa...Cinta ku kan di dalam diam atau kebalikannya...cinta dalam hati." Dirgan menatap mesra manik kucing Bintang, tangan nya pun menghela rambut Bintang ke belakang. Empat pasangan di hadapannya meleleh sudah akan rayuan maut Dirgan.


Sekelebat Dirgan serasa masuk ke dalam masa lalu karena di ingatkan Cinta dalam diam nya . Ucapan nya membuat air muka Bintang bersemu.


" So sweet, honey." Cup.. ! Nah kan... Istri galak nya tidak jadi menggaruk wajah nya, Yang ada dapat kecupan mesra di pipi nya.


" Senja !!!" Kode Dirgan meledek dengan alis tebal di naik turun kan.


" iya iya, Lo berhasil... Next Bin !" Titah Senja memutar matanya jengah yang mengerti alis naik turun itu.


Di dalam hati Langit, Nata, Biru dan Gema.. kompak bergumam. Untung bukan gue yang dapat, kan nanti nya berabe, Harus membawa nama mantan.


" Buka lah aib konyol mu sendiri yang tidak di ketahui pasangan mu !" Bintang tersenyum geli menatap Dirgan setelah membacanya.


" Lo bikin challenge kagak ada ide lain kah, Nja ? Aturan ya...Lo ngasih gue tantangan tembak tembakan atau berkelahi gitu, atau nyuruh gue ngelelepin Lo ke laut." Gerutu Bintang. Senja membalas gerutuan itu dengan seringai manis nya, tak berdosa.

__ADS_1


Ibell dan Mentari juga Jum tertawa kecil saat Bintang mengelus dahi nya... Bintang tahu, dahi nya nanti akan mendapat sentilan kesal dari Dirgan setelah membuka aib konyolnya sendiri.


" Berbohong tanda dosa ke suami." Nata memberi peringatan.


" Masuk ke jahanam kelak." Biru menimpali. Langit dan Gema yang ingin ikutan bersuara di tatap tajam duluan oleh Bintang. Ledekan mereka tertelan kembali.


" Ha-ha-ha, Istri durhaka ! hajar kak Dirgan !" Jum si mulut ceplos ember ikut ikutan meledek Bintang, Mentari, Ibell dan Senja jadi pendengar setia.


" Jum, Nyawa Lo ada berapa ?" Ambigu penuh ancaman Bintang.


" Ada lima kak, tahu cacing kan, Nah nyawa gue macam cacing, di potong lima pun masih bernyawa." Jum menjawab santai, menggoda. Tidak tahu apa, Bintang sudah berasap telinga nya.


" Maid room tolong minta kapak nya. ada cacing mau di cincang buat mancing mania."


Aih ding, seram amat ! Jum kicep jadi nya, mepet mepet ke Gema duduk nya. Bintang benar benar galak.


" Dua babang maid, takut kapak nya nggak__Hmmp." Gema langsung membungkam mulut Jum, gerakan tubuh terlihat kicep eh mulut masih saja nggak di rem. Dasar ya !


" Lanjut ! Jangan di dengar kan !" Ujar Gema, Jum mangep mangep kekurangan nafas.


" JUM !!!"


Hayoloh...Gema yang kaku di bercandai, yang ada naik oktaf.


" Babang Maid, tunggu saja janda ku." Cup..


Hahahaha !


Kompak tawa geli menertawakan Jum dan Gema, Gema yang ingin naik oktaf lagi seketika mingkem, bibir nya main di sosor oleh Jum secepat kilat dan Jum pun secepat kilat berpindah ke dekat Senja, minta perlindungan.


Tatapan semua orang kini beralih ke Bintang untuk menyelesaikan challenge nya saat mulut mereka berhenti menertawakan sikap tengil Jum.


" Honey ku yang baik hati, jangan marah ya..." Bintang membuat nada nya semelas mungkin, merayu agar nanti Dirgan tidak marah kepadanya. " Kadang Babe mu ini sering ngentutin kamu di pagi hari sebelum kamu bangun, dengan posisi sengaja membelakangi mu."

__ADS_1


Hahahaha...


Asem ! Boleh marah nggak sih ? Istri durhaka ! Dirgan mengelus dadanya, Sabar. Untung bucin, kalau tidak... Tetap nggak berani ding, Bintang galak nya setara herder jantan.


" Hahaha, Kak Dirgan setiap hari sarapan gas beracun." Mentari terbahak bahak, semua pun termasuk Jum yang paling heboh, Ibell yang biasa nya kalem pun tertawa lepas mendengar pengakuan Bintang, Nata yang tadinya menertawakan Bintang yang di sentil gemas dahi nya oleh Dirgan, seketika memalingkan wajahnya ke Ibell, Ia suka melihat Ibell ceria lagi, Hati nya damai melihat wajah anggun itu berbinar tanpa beban.


" Abang akan membuat mu selalu tertawa tanpa mengingat masa lalu, Ibell." Gumam Nata dalam hati.


" Ok, Next !" Ibell tersadar sedang di perhatikan Nata, ia salting sendiri dengan itu ia mengalihkan topik.


" Sekarang giliran Jum berikut Gema sekalian." Titah Langit lebih memilih challenge paling terakhir.


" Ok, Siapa takut, Gue ratu nya hoki, mana tahu dapat rejeki nomplok, iya nggak Cinta ?" Jum mengedipkan mata nya ke Gema, Genit. Ia suka membuat suami trenggiling nya kesal, lucu aja ngelihat air muka itu semakin dingin.


" Abang yang akan hoki." Sahut Gema percaya diri, Senja bergumam... Hoki nya tidak ada, sudah di buang oleh suamiku.


" Abang atau kamu duluan yang buka ?"


" Adek lah." Jum mulai membuka kertas nya penuh percaya diri. Senyum manis nya mengembang, sangat manis membuat orang orang penasaran.


" Seram gue ngelihat senyum lo, Jum. Pengin tak kapak." Bintang melempar kertas bekas challenge nya ke hadapan Jum, Membuat Jum terkikik geli.


" Ayo penasaran ya ?" Jum sengaja berbelit, menggoda. Belum niat membaca challenge nya.


" BURUAN !!!" Serempak mereka.


" Yakin sudah siap ?"


" Astaga, Bini Lo Gem...kok Lo bisa bertahan hidup punya istri nyebelin sih ?" Nata geleng geleng kepala.


" Karena gue cinta, masalah buat Lo ?"


Ah... Boleh pingsan nggak nih ? Jum meleleh akan ucapan manis suami nya tapi seperti biasa...Nadanya itu cuy... Datar banget, sudah bawaan !

__ADS_1


" Siap ya Guys, siapkan telinga dan kocek lebih penting masing masing... karena gue dapat kertas...?"


__ADS_2