Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 133


__ADS_3

Sah...


Samar samar dari awal kesadaran Ibell mendengar kata sah dari para orang orang di sekelilingnya. Apa SAH ? jadi mereka menikah kan mereka dalam ia-nya tak sadar kan diri. Ya Tuhan... segitu nya. Ibell kembali pingsan, shock dengan apa yang menimpa hidup nya, ia adalah wanita bercita cita ingin menikah sekali seumur hidup, Bagaimana mau terwujud mimpi nya itu ? Mengingat Kelakuan Nata yang tukang celup mesum, ia jijik sendiri..Oh No Bigg No No, entah nasib nya kedepan seperti apa, pasti kebanyakan sakit hati bila mana Nata menduakan nya dengan banyak wanita untuk di cicipi doang.


Ibell prustasi, jalan satu satunya pingsan sampai esok tiba lebih tepatnya pura pura pingsan bin mencoba tidur nyenyak, mana tau ini hanya mimpi paling terburuk dalam tidurnya. Esok ada mentari plus pelangi indah kok, ia mengharap kan itu.


" Ma, Ibell jadi mantu orang kaya. Enak benar hidupnya." Bisik Dian ke Mita, sedari tadi ia curi pandang ke Nata, ia tidak menyangka kalau mantan bosnya itu adalah pewaris tunggal KA,. Ah...harus nya gue yang ada di posisi Ibell. Iri nya menyeringai buruk, Lihat saja pak Nata, kamu pernah mempermalukan ku seenak jidat menolak ku dan memecat ku tidak hormat, maka nanti akan ku balas.


" Kamu sih bodoh, tadinya kan kamu di posisi Ibell menjadi sekretaris nya, kamu malah di pecat begitu mudah nya, aturan waktu itu kamu buka paha lebar lebar." Ambigu Mita. bisik bisik itu berhenti di kala Yola menghampiri nya.


" Nata, bawa masuk Ibell ke kamar, kasihan masih belum sadar saking bahagianya." Yola bertukas seraya menghampiri besan nya.


"Baik Ma." Nata meraup tubuh pingsan itu masuk ke dalam kamar nya. ia nya juga merasakan ini adalah mimpi, entah mimpi indah atau buruk, ia tidak tahu...tapi di hatinya ada rasa hangat.


" Ex friend...ah, bukan lagi, Tapi Besan." Yola tersenyum ledek ke Mita, ia juga tersenyum santai ke Dian.


" Pa, sudah selesai 'kan ? Ayo pulang sudah malam."Mita mengabaikan Yola yang ada di hadapannya, menghampiri Pandji yang berkumpul ngobrol serius masalah terciduk nya kedua sejoli yang mempunyai hajat, ia sadar diri kalau Yola akan mengejek nya, ia tak semangat mengetahui kebahagian Ibell yang sebentar lagi akan hidup serba ada, harusnya Dian lah yang ada di posisi Ibell. itulah kepingin nya.


" Maaf, ibu ibu dan bapak bapak, kami pamit pulang, tolong jaga anak saya dan sayangi lah dia." Pamit Pandji.


" Besok jangan lupa datang ke resepsi kilat anak sendiri ya pak ! Tentu saja saya akan menyayangi anak bapak penuh ketulusan tanpa embel-embel lain." Yola dapat tatapan tak suka dari Kemal yang mungkin karena nada bicaranya sedikit tidak sopan.


" Pasti, Bu. Mari !" Pandji menunduk malu, mengerti dengan sindiran Yola.


" Silahkan." Kemal mengantar keluarga besan nya menuju pintu. Dan Yola menegur Gilang yang beranjak ke arah kamar Nata.


" Mau kemana kamu anak muda ?"


" Mau ngecengin pengantin dadakan, Tan !" Ujar Gilang dengan senyum jahil nya. "Mau ikut nggak Lyn, sayang ?" Lanjutnya menggoda Lyn. Lyn merengek manjah ngaduh ke Eldath yang seketika melototin Gilang.

__ADS_1


" Om, lempar kamu ke danau penuh buaya kalau masih mengganggu Lyn, Gilang !" Sarkas Eldath. Fifi dan Meca hanya Geleng geleng dengan sikap Eldath yang tidak bisa di goda bin di bercandai oleh Gilang.


" Hehehe." Gilang tercengir bodoh, melanjutkan langkahnya ke kamar Nata, enak saja mau malam pertama padahal ia dan keluarga masih di setia di ruangan.


Tok tok tok


Ceklek


" Ada apa ?" Nata ketus, berdiri di tengah gawang pintu, seraya mengeringkan rambut nya pakai handuk kecil, kakak sepupu nya habis mandi rupanya, kirain ?


" Kata Tante Yola, Malam pertama nya di tunda dulu, kasihan Ibell nya..nanti resepsi tidak bisa berjalan, kan tidak lucu tuh..masa ratu pengantin jalan nya terseok seok." Gilang mengarang cerita, menyebut nyebut nama Yola yang sama sekali tidak mengatakan apa-apa.


" Dasar bocah, gue tau.. sana pergi !"


"Hahaha, di tunda ya... Ingat ! Nanti Tante Yola mau ngebiri kakak katanya kalau sampai jalan Ibell sedikit aneh." Gilang beranjak cepat Sebelum kaki Nata menendang bok*ngnya.


...*****...


Ibell tidak tahu lagi apa yang terjadi semalam sampai saat ini pun, ia seakan-akan di dalam alam bawah sadarnya. tadi saja...di hias oleh perias pengantin, ia nya hanya manggut aja seperti patung nurut wae , tak menurut percuma, ia sudah menjadi istri sah pak mesum sialan itu.


"Bersikap lah seperti pengantin bahagia, sayang. riasan mu sangat cantik." Goda Nata melihat wajah cemberut Ibell.


"Ni !" Ibell memamerkan senyum paksa tepat di hadapan wajah Nata. Benar kata suami dadakan nya, ia harus nampak bahagia.. secara, di hadapannya adalah orang penting semua, karyawan Nata, Serta relasi relasi KA Group, Wartawan pun banyak meliput kebahagiaan palsu nya, Keluarga mertua nya itu pun sekarang membuat pengumuman ahli waris mereka, cih... ahli waris laknat mesum. Ibell uring uringan sendiri. Namun wajah itu sebisa mungkin bersikap ratu paling bahagia yang aslinya kepingin gigit si Nata mesum itu yang sekarang beranjak ke arah para rekannya, ia di tinggal kan berdiri sendiri, melirik ke kumpulan keluarga Nata, mereka juga pada asyik di penghujung acara ini.


"'Selamat ya Ibell, Oops..maaf ! Maksud saya Isabelle Lovelia Abraham, Nyonya muda Abraham, wuihh...pasti bahagia dong ya dapat ATM berjalan yang tidak akan habis tujuh turunan tuh harta, Tapi sayang.... suami mu itu tukang jajan wanita di luaran sana, siap siap aja merasakan hati hancur berantakan, ketumprang bunyi nya, Saya adalah salah satu wanita yang pernah merasakan adik nya pak Nata lho, gurih gurih menagih...kalau kamu bosen, boleh dong berbagi."


Rasanya, Ibell Ingin mencakar wajah Dian sampai berantakan hancur medengar kata kata tak senonoh kakak tirinya itu, sialan...Ibell geram tertahan, kalau ia tidak melupakan adanya banyak orang di hadapannya, ia pasti akan mengamuk, ia tidak suka ada orang yang meminta hak nya. Hak ? Ha... Kenapa harus marah ? Toh memang betul perkataan Dian kalau Nata tukang jajan. Tapi tak di pungkiri...


Hati nya tidak terima mengetahui kalau Kakak tirinya pun adalah salah satu mainannya Nata, Awaaas saja kamu Nata, oke... terserah saja mau ngapain di luaran sana, Tapi jangan pernah berharap dapat hak istri dari nya. No way ! Cuih.

__ADS_1


" Pergi dari hadapan ku sebelum aku nekad untuk mempermalukan, Dian. Selama ini aku diam tak menantang kalian karena aku masih menghargai kalian adalah keluarga ku, jangan memaksa ku untuk bertindak, apa kamu lupa sifat aku bila mana sudah di luar nalar, bahkan Mama mu dulu pernah celaka oleh ku karena berani berbicara kasar ke almarhum nenek ku."


Dian bergidik ngeri melihat mata tajam Ibell penuh ancaman,, jelas ia tidak melupan aksi gila Ibell terhadap Mama nya yang di kala itu mendapat perawatan intensif dua hari karena jiwa pyshico nya di usik.


" Permisi." Anjak Dian, ciut.


Dan kini Mita lah yang mendekati Ibell dengan senyum penuh arti.


" Selamat sayang." Ujarnya sok manis nan hangat, Ibell hanya datar, Kalau lembut seperti ini, pasti mama tiri nya ada maunya, batin Ibell menebak.


" Ehem, Bell ! Kan kamu tuh pengantin nya, iya kan ? berarti kotak undangan boleh Mama bawa dong, satu juga cukup kok, berbagi kan ngamal tuh, jadi boleh ya ? satu buat mama mertua kamu, satu buat mama dan papa kamu !" Mita merayu.


" Kalau masalah itu, Ibell tidak tahu dan serasa tidak berhak, Minta nya sama Nata saja." Ibell beranjak mendekati papa nya, bagaimana pun ia butuh doa tulus dari orang tuanya walaupun ia tidak menaruh banyak harapan akan pernikahan nya.


Dan Mita pun mengikuti saran Ibell, meminta ijin ke Nata.


" Nak, kata Ibell...Mama di suruh ke sini untuk minta ijin bawa pulang satu kotak undangan, boleh ?" Tembak nya ke Nata tanpa basa-basi, menebal kan muka tak masalah baginya yang penting dapat uang banyak, Secara yang datang kebanyakan orang sukses semua, pasti lah isi nya satu amplop cukup fantastis.


" Ohw, itu ! boleh kok, bawa saja, kado pun boleh kok pilih aja sesuka hati."


Yola yang tidak sengaja mendengar kan percakapan keduanya, segara memepetkan wajah nya ke Fifi.


" Kakak Ipar, boleh minta tolong ?"


Fifi mengangguk.


" Dua kotak undangan di sana yang penuh penuh itu, tolong cepat bawah ke mobil, tuang isinya tapi tinggalkan seperempat nya saja, dan segera cepat bawa lagi ke tempat nya semula."


Fifi menurut bingung, mau bertanya juga tapi Yola segera beranjak ke langkah Mita untuk mengulur waktu mantan sahabat nya itu. enak saja mau ngambil hak Ibell, Kagak ridho, lain cerita kalau Lo mama tiri baik hati, tapi.. oh, Nehi Nehi. Seringai Yola membatin.

__ADS_1


" Kenapa begitu ?" Bingung Fifi bekerja cepat.


__ADS_2