
Perkelahian terjadi, tonjokan, tendangan serta tangkisan saling membeli antara Yola dan Penjahat tersebut.
Vay Cs antusias menonton, memberi semangat ke Yola, Empat bocah ini malah duduk santai dengan sorakan Hajar Oma ! Vay paling ribut di beri toyoran dari Pelangi yang kebisingan berteriak di dekat kuping nya.
"' Oma Vay hebat !" Vay memuji saat Yola berhasil membuat Penjahat itu tersungkur akan tendangan memutar Yola. Tubuh Oma nya sangat luntur lincah bergerak di mata Vay juga mata teman teman nya.
" Lo harus belajar berantem Vay ke Oma ! biar nggak nyusahin nanti." Sungut Petir menggoda.
" Iya tuh, benar kata Petir." Pelangi menimpali tanpa membuang mata nya dari jurus jurus capoeira Yola. Prok prok... Pelangi bertepuk riang. jurus jurus capoeira Yola sangat memukau, seperti menyerupai menari tapi bertitik berat pada tendangan juga pukulan mematikan.
" Oma ternyata menguasai Capoeira Petir, tahu dari dulu gue berguru ke Oma Yola."
Petir dan Guntur pun sebenarnya tak berkedip melihat jurus jurus Yola, Si penjahat di buat kepayahan oleh Yola, darah dari hidung sudah mengalir ulah tonjokan Yola yang terlihat santai tapi berkekuatan dalam.
" Apa sih Capoeira itu ? Kue ?" Vay bertanya bingung, ia tidak mengerti tentang bela diri, pan Bunda nya tidak pernah mengajarinya tentang pukul pukulan, ia aja nggak tertarik...Vay lebih suka duduk cantik di depan layar, tidak suka membuang buang keringat apa lagi tenaganya.
" Capoeira itu bukan kue, Tapi jenis bela diri dari Afrika sana, Lawan akan munta darah bila terus terus dapat jurus jurus Capoeira." Jelas Guntur. Pelangi dan Petir melongo mendengar pengetahuan Guntur, Jelas bukan anak jalanan biasa. Batin Petir curiga begitu pun Pelangi. kalau anak jalanan biasa kan, Guntur tidak mungkin di kejar kejar oleh penjahat dari luar negeri itu. Pelangi baru sadar.
Sedangkan Vay, cucu Yola ini bodo amat dengan apa itu Capoeira padahal ia yang bertanya, ia lebih tertarik menonton laga di depan nya.
Keempat bocah ini akan bersorak ria kalau Yola berhasil membuat lawan nya jatuh. Tapi akan lesu bila mana Yola terkena pukulan.
" Bangun Oma !" Jerit Vay cemas, Yola tersungkur kebelakang. Vay tidak tega melihat wajah Oma nya berdarah di sudut bibirnya. " Oma Vay pasti jadi lebam lebam deh, nanti wajah cantik nya biru biru, iiih...Vay mah ogah main berantem begitu."
Kecerewetan Vay di hadiahi jitakan lembut dari Petir dan berkata.... Kamu harus mau belajar bela diri demi keselamatan.
Vay hanya mengangkat bahu nya, ogah.
Bugh !
Hoek..!
Tuh kan betul penjelasan Guntur tentang efek terkenanya terus menerus jurus Capoeira itu, Penjahat nya sudah munta munta darah di atas tanah tergeletak tak berdaya tubuh itu ulah aksi Yola.
" Katakan, siapa yang menyuruh mu untuk menculik cucu cucu ku, hah ?" Yola meringis, bicara sedikit saja membuat sudut bibir nya yang robek, sakit ! tulang pipi nya juga terasa nyeri dapat tonjokan. Hancur sudah wajah cantik ku. Batin nya kesal ke penjahat itu yang saat ini Yola duduk menyamping santai di punggung si Penjahat, tangan Yola menjambak rambut itu agar mau menjawab.
" Saya bukan ingin menculik anak anak lain itu, tapi sa_saya__ uhuk ! Saya hanya ingin membawa tuan muda untuk pergi dari sini." Tangan lemah penjahat yang tak berdaya ini menunjuk ke arah Guntur yang berjalan ke arahnya.
Yola mengikuti objek tunjuk itu, Menatap selidik Guntur.
" Memang dia siapa hingga kalian ingin membawa nya pergi dan malah ingin membunuh cucu ku, sialan !" Yola masih marah seperti setan yang siap mencabik cabik orang ini, Vay nya mau di bunuh tadi dengan senjata, cih. kamu yang akan mati !
" Dia adalah cucu dari ra__"
Door, door !
__ADS_1
" Orang jahat harus mati."
Yola beserta tiga kepala bocah ini terkejut akan aksi Guntur yang melepaskan tembakan dua kali ke kepala Pria jahat ini, Guntur tidak mau identitas nya terbuka, ia ingin hidup damai bersama mommy nya, dan Negara ini sudah tidak aman untuk nya.. Waktu nya pindah pindah dan pindah lagi.
" Kenapa kamu membunuh nya ?" Yola belum siap berhenti untuk bermain. berdiri kesal dari mayat itu yang tadinya enak untuk di jadikan kursi.
" Karena saya ingin !" Santai Guntur seraya mengembalikan senjata Yola yang tadi nya di lempar asal asalan Kepadanya di awal ingin bertarung.
" Sadis juga Lo." Petir bergidik, ia saja hanya bisa berlatih tanpa berniat membunuh orang.
" Sadis ke orang sadis itu perlu, jangan sampai kita yang di sadisin." Guntur menatap dalam dalam wajah Pelangi. Mungkin hari ini adalah pertemuan nya, ia akan pergi dari negara ini.
" Terima kasih nyonya bantuan anda, anda sudah menyelamatkan nyawa saya, suatu saat nanti kalau ada kesempatan, maka saya pasti akan balas budi anda." Kepala itu tertunduk takzim di hadapan Yola yang terdiam seribu bahasa tapi mata Amber Yola menatap selidik Perangai di hadapannya. Senyum Yola terjungkit tipis.
" Hati hati bocah, Nanti saya akan menunggu balas budi mu itu, Sampaikan salam kenal saya ke orang tua mu."
Guntur berbalik yang tadinya sudah berjalan dua meter. Mata dan otak nya mencerna salam Yola yang terdengar Ambigu. Apa dia mengenal Mommy atau Daddy ku ? Batin nya, Guntur hanya tersenyum tipis dengan anggukan kecil nya. Mata itu sekali lagi menatap dalam dalam wajah Pelangi yang saat ini pun menatap nya intens.
" Sampai jumpa Pelangi." Senyum Guntur mengembang. Pelangi tidak menjawab " Vay dan Petir, terimakasih juga untuk mu. bye !" Pamit nya berjalan cepat masuk kejalan yang kurang pencahayaan.
" Oma !" Vay baru sempat memeluk erat Oma nya. Yola menyambut pelukan hangat cucu nya.
" Oma hebat ! Vay bangga, Oma dulu bodyguard ya ? atau dulu jadi satuan Security ?"
Sialan nih cucu... Yola cemberut di katain satuan Security, Mulut Vay ternyata ceplos nyebelin juga... Turunan siapa sih ? Yola bertanya dalam hati, tidak sadar dengan mulut ceplos nya sendiri yang kadang kala membuat orang jengkel setengah mati.
" Halo Mas, Vay berikut dua bocah nakal sudah Yola temukan, kirim anak buah mu sekarang juga untuk membereskan tiga mayat tikus besar korban ku, Yola akan kirim Gps nya"
" Kamu bunuh or__"
Tut !
Yola main matikan sambungan.
" Ayo anak-anak, waktu nya pulang, kami menunggu penjelasan awal kenakalan kalian di rumah, kalian harus nya di hukum kayak nya ." Ajak Yola mengambil helm nya yang tergeletak sembarangan di atas tanah. ia tidak mau meninggalkan jejak, beberapa menit nanti darah yang berceceran berikut sang empu darah lenyap akan di bereskan anak buah Bimo-asisten kepercayaan suami nya.
Eh tunggu dulu... Yola menatap bergantian tiga wajah bocah di hadapannya dengan tatapan penuh selidik, mencari wajah wajah siapa di antara mereka yang trauma atau pun ketakutan saat melihat diri nya tadi membunuh orang.
" Kenapa Oma ?" Tanya Pelangi.
" Tidak ada, Oma hanya memastikan dari kalian, adakah yang ketakutan melihat kekerasan di depan mata sendiri ?"
Ketiganya menggeleng.
" Bagus !" Jempol Yola mengudara, itu tandanya aman tidak usah pakai psikologis lagi untuk mengamankan mental cucu nya.
__ADS_1
" Oma, Nanti ajarin Pe bela diri Capoeira ya ?" Pelangi membujuk di sela langkah nya menuju motor, anak Mentari Biru ini sangat antusias tentang bela diri, Jiwa polos lempeng gen Mentari tidak ada yang turun ke anak Triplets nya. mudah mudahan tidak jatuh pun ke anak Twins nya.
" Aduh aduh...Oma sakit pinggang nih, encok kayak nya deh, ah... pasti kata dokter Oma begini.. kurangin bergerak banyak, apalagi berkelahi. !" Yola mengelak halus, akting nya tidak mempan ke Pelangi yang tahu serasa di tolak. Petir yang tahu itu penolakan halus Tersenyum geli di belakang jalan Yola.
" Oma, Ayolah ! Oma baik deh, katanya Vay pun mau lho Oma." Pelangi bergelayut manja di lengan Yola yang sial nya lengan itu yang dapat serempetan peluru. Yola meringis dan Pelangi melepaskan tangannya.
" Vay nggak mau kok, kata siapa Vay mau buang buang keringat, bleek." Sanggah Vay cepat.
" Huu !" Cemberut Pelangi.
" Sudah kita pulang." Yola naik ke motor nya. Ketiga bocah di hadapannya kompak berdecak pinggang. Kesal.... Mereka naik kendaraan apa ?
" Pakai apa Oma ?" Tanya Petir.
iya ya ? Yola baru sadar, sejurus tersenyum geli. muat kali di dempet di atas motor nya.
" Naik motor Oma saja. Vay kan paling kecil, jadi duduk di body depan. Pelangi di tengah, Petir paling belakang deh, kalau tidak muat panta* nya di belakang, duduk di ban aja." Yola tersenyum geli di balik helm nya melihat wajah cucu Radja-Chris si mantan bos ketus, cemberut akut.
" Ha-ha-ha." Pelangi tertawa geli seraya naik ke boncengan Yola, menertawakan Petir yang monyong asem.
" Vay bagaimana naik nya. Vay nggak sampai, motor nya sangat tinggi, juga duduk nya bagaimana ?" Vay saja bingung mau di taruh di bagian depan yang besar punya body tuh motor, apa iya nanti Oma nya bisa menyetir kalau ada tubuh nya duduk di depan ? Vay jadi ragu.
" Petir ! angkat tubuh Vay naik ke sini !" Titah Yola. Sejurus Petir dengan senang hati mengangkat tubuh mungil Vay. kini sudah bertengger takut takut anak Nata itu di bagian depan.
" Ayo let's go."
" Tunggu dulu Oma, Petir belum naik." Petir menggerutu, enak saja mau di tinggal.
" Geser maju lagi Pe ! Masa di beri tempat seupil doang."
" Hahaha, kalau cuma upil sih, Lo masuk ke hidung gue aja." Pelangi menggeser duduknya memepet ke tubuh Yola. Petir pun naik sengaja duduk kasar.
" Chris cilik, Oma turunin tahu rasa!" Ancam Yola yang hampir hilang keseimbangan.
" Maaf !" Suara maaf petir tidak sampai hati, ketus terdengar. Yola hanya menggeleng seraya menyala kan mesin nya.
Bruum..
" Woow, keren !"
Niat hati Yola ingin menggoda tiga bocah di boncengan nya dengan suara keras kenalpot nya yang sengaja di gas kenceng, Vay dan Pelangi malah terpekik kegirangan.
" Oma ! Nanti korban jatuhnya Petir ah..hati hati dong."
Duduk Yola kayak kayak nya semakin sempit saja, Pelangi semakin maju saja ulah Petir di belakang sana yang berpegangan kuat ke jaket kulit nya.
__ADS_1
" Huh, tersiksa nih !" Yola mendumel dalam hati, Tubuh nya yang babak belur hasil berkelahi di pepet tiga bocah bocah sekaligus. Kemal lah yang nanti akan dapat inbas nya...Puasa ranjang dan akan berujung manja sifat si wild minta di obati oleh suami sendiri, Yola kan paling anti di pegang oleh tangan pria lain, secara dokter nya itu laki laki, Yola hanya suka melihat wajah wajah machones dokter itu, bukan minta di obati, penyakit machones nya sangat ampuh menyembuhkan segala apa pun. adem cuy matanya.