Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 193


__ADS_3

Stail modis muslim sudah membalut rapi tubuh Ibell, ia pun menyusul keluarga nya di meja makan untuk makan malam bersama.


" Maaf, lama ya ?" Ujar nya tidak enak hati seraya duduk di dekat kursi Nata. apalagi semua mata menatap nya kini, bikin salting aja. Apa kah ada kotoran di wajahnya ? atau lipstik nude peach nya blepotan ?


" Bunda cantik !" celetuk Vay memuji yang Bunda nya kini tidak lagi memakai kacamata plus gigi berpagar nya, Vay dan semua di area meja suka melihat nya.


Ehem ! Ibell hanya berdehem, menyadarkan semua orang yang menatap nya intens.


Mereka pun makan dengan diam, Hanya Ambu dan Abah yang bergulat susah memotong olahan daging di piring nya, Ah.. ribet, mending makan pakai tangan, ngapain juga pakai pisau makan, bikin lama. pakai gerak sana sini lagi tuh daging saat ingin di potong. Dasar, bentar lagi jadi santapan banyak lagu. Hap !


Ambu yang melihat cara makan suami nya, jadi meniru, enak nya tuh makan pakai tangan langsung, Batin Ambu, lebih nikmat dan gurih terasa, dari pada sendok sendokan plus pisau pisauan segala, emang lu pikir daging mentah, ini tinggal hap kok, gigi nya masih taring punya.


" Ambu, suapin Vay !"


" Eh..Vay, No ! Makan sendiri, Mandiri dari hal kecil, Nak." Sanggah Ibell dari meja nya. Vay mengangguk nurut dengan bibir cemberut. ia sudah terbiasa di suapin Ambu nya di desa. Nagih kan !


" Tidak apa apa, Issa. Ambu senang kok kalau Vay manja sama Ambu." Satu suapan tangan masuk ke dalam mulut Vay, anak itu jadi tersenyum manis kembali. Yola dan Kemal yang melihat kedekatan cucu nya bersama Ambu menjadi sedikit iri, karena seharusnya mereka lah yang lebih dekat dengan Vay, tapi dalam hati mereka juga bersyukur yang masih di beri kesempatan untuk berkumpul bersama, rumahnya sudah tidak sepi lagi.


" Apa kamu juga mau di suapin, Ibell ?" Goda Nata berbisik, Lagian istirnya ini tidak mau melirik nya barang setatap pun, dulu... Ibell selalu melayani piring nya, tapi.. Hem.. sekarang tidak lagi. Nata kangen masa masa manis itu. Hal kecil tapi merasa di cintai. ah...Tak apa, Ini salah nya, Nata sadar diri kok. kalau Ibell tidak melayani piring nya, maka sebaliknya...ia yang akan melayani istri nya.


" terima kasih, tangan Ibell nanti buat apa kalau makan aja di suapin ?" Balas bisik sinis Ibell. Nata tersenyum, gombalan menyala lagi di otak nya.


" Tangan indah kamu kan bisa buat nyuapin Abang, Lebih berfungsi lagi kalau mengelus elus Beno."


Uhuk !

__ADS_1


Ibell tersedak makanan, Suami mesum nya kumat sudah, tidak tahu waktu, bisa bisa nya berfantasi liar di sela sela meja makan.


" Kenapa Ibell ?"


Ibell menggeleng akan pertanyaan Yola, Tersenyum simpul tanda tak apa. Kaki nya di bawah sana sengaja menginjak kaki Nata sebagai tanda untuk Nata bungkam mulut, jangan sampai Nata jujur lempeng, Awas saja !


" Oh, ah... hampir lupa, Papa Mama punya hadiah untuk kalian. Tiket ! ambillah, buat honeymoon kalian yang dari dulu tidak pernah terlaksana, refreshing untuk menghangatkan hubungan kalian kembali, Soal Vay biar kami yang mengurus nya."


Nata paling girang di sini, menarik cepat dua lembar tiket tersebut dari tangan Yola. Ibell hanya datar, mau menolak juga tiket sudah di depan mata, percuma dan mubazir bila tidak di gunakan. Lagian ia sudah menimang nimang tekad nya untuk memperbaiki hubungannya dengan Nata yang saat ini masih berlangsung canggung. Ia akan memberikan kesempatan untuk Nata.


" Mana tau pulang pulang dari honeymoon, Vay akan dapat adik, auto Cucu Mama bertambah lagi." Senyum Yola juga Kemal mengembang. Beda dengan Ambu, Abah serta Nata yang berekspresi cemas seraya kompak melihat Ibell yang air muka Ibell saat ini tertekuk sedih.


Kenapa mama membahas anak ! Ah...Aku lupa belum memberi tahukan tentang keadaan Ibell. Bodoh kamu Nata.


" Ibell__"


Ibell tersentak akan Nata yang menyentuh lembut punggung nya, menjatuhkan sendok nya ke lantai karena terkesiap.


" Ah..Ma_maaf ! Sendok__Ibell sudah kenyang, Ibell duluan ya."


Suara Ibell tergagap bergetar, tersenyum paksa, Mata nya panas, Di ingat kan dengan kekurangan nya membuat nya cengeng, tapi sebisa mungkin ia tahan agar tidak terlihat menangis


" Ibell ! Hey tunggu !" Panggil Nata beranjak, namun tertahan menatap Mama papa nya yang berekspresi bingung saat ini. " Harus nya Mama tidak mengungkit cucu baru, Ibell jadi sedih lagi kan__ Tapi ah..ini salah aku juga yang belum sempat bercerita !" Ucap nya dan segera mengejar langkah Ibell yang sudah tidak terlihat.


" Salah nya di mana ?" Bingung Yola bertanya ke Kemal, di gelengin oleh suami nya tanda tidak tahu.

__ADS_1


" Nak Issa sudah tidak akan pernah bisa lagi punya anak, karena sudah pernah operasi histerektomi." Abah yang menjelaskan nya secara inti.


Boom ! Yola dan Kemal terkejut bukan kepalang.


" Jadi__Kok bisa ?"


Mata Yola tersirat penyesalan akan permintaan halus nya tadi ke Ibell, sungguh...ia tidak berniat melukai batin menantu nya. ia tidak tahu soal ini, Nata__ ah, mungkin ini maksud ucapan anak nya kemarin akan kata Terpuruk dan musibah ? Nata bodoh ! Kenapa tidak menceritakan tentang hal penting ini. Batin Yola mengomeli anaknya.


Di sisi Ibell, Nata mengikuti langkah Ibell hingga berhenti di paviliun yang berpisah dengan rumah utama.


" Ibell !"


Ibell tidak menyahut, tidak pula berbalik menatap Nata yang ada di belakangnya, mata nya berkaca kaca menahan sesak di dadanya dalam diam, sekali menjawab maka Nata akan tahu dari ombak suaranya yang menangis, tes ! Belum bersuara pun air sialan itu sudah jatuh aja, Dengan itu ia berpura pura menangadakan Kepalanya menatap bulan yang sempurna di atas langit malam seraya bersedekap tangan di dada agar air matanya tidak jatuh lagi.


" Ibell, hey... Maafkan mama, beliau tidak tahu sebelumnya." Nata membalikkan badan Ibell sedikit paksa. Istri nya menangis diam terlihat dari mata merah itu. Segera..Nata memeluk Ibell, ia ingin menenangkan Istri nya dengan perlakuan lembut terlebih dahulu, Bukan untaian kata-kata.


Dapat belaian lembut di punggungnya akan tangan Nata yang naik turun, Ibell yang menahan air matanya agar tidak pecah, Gagal ! Dadanya semakin berombak naik turun, terisak di dada itu.


" Hiks.. Ibell tidak berguna."


Nata menggeleng, tidak setuju akan ucapan Ibell.


" Jangan berucap seperti itu, ku mohon ! hati ku ikut sakit mendengar nya." Nata semakin erat memeluk Ibell untuk menenangkan perasaan istri nya. Sejurus Nata menangkup kedua pipi Ibell, mendongak kan ke mata nya, Ia ingin memberi keyakinan untuk Ibell dari ketulusan pancaran mata nya, kalau ia menerima Ibell dengan apa pun kondisi nya, duri bahkan bara api pun akan ia injak yang penting Ibell selalu bersama nya hingga akhir hayatnya.


" Ibell sudah tidak sempurna untuk mengabulkan permintaan Mama, Maaf kan aku ! Hiks hiks... Jujur, Ibell sudah mati matian mengubur dalam-dalam nama Bang Nata selama tujuh tahun perpisahan kita, karena Ibell tahu nya, Bang Nata sudah tidak menginginkan Ibell lagi dengan cara menarik surat cerai, Tapi... Setiap Ibell mati matian ingin mengubur nama Abang, Wajah Abang selalu hadir dalam mimpi Ibell, dalam asa di atas sejadah ku pun nama Abang selalu tersebut tanpa sengaja...Aku mencintai mu, sangat ! Tapi... Ibell ikhlas ridho mundur secara baik baik demi keinginan Mama, Bang Nata boleh mengabulkan nya dengan menikahi wanita lain, Ibell akan mu_mundur hiks hiks , Ibell akan mundur.. !"

__ADS_1


Sesungguhnya, lidah Ibell begitu berat untuk mengatakan mundur, Tetapi...ia tidak mau egois ! Bila mana jalan mundur di sisi Nata adalah jalan nya awal kebahagiaan rumah ini, maka ia akan berdamai dengan hatinya untuk mengikhlaskan apa yang bukan milik nya nanti. Suaminya ini sesungguhnya anak baik, anak penurut akan segala keinginan Yola, Jadi.... Sebelum ia di suruh mundur oleh Yola akan masalah kekurangan nya, ia harus menguatkan hatinya terlebih dahulu mulai saat ini.


Takdir selalu mengejek ku, di saat tujuh tahun lamanya aku berdamai dengan takdir, Tapi kenapa...Bang Nata hadir kembali membawa cinta nya. Begitu sayang nya kah engkau Tuhan kepada hambu mu ini ? Cinta ku terpupuk subur lagi namun dilema besar menerpa ku. Batin Ibell di dalam rangkupan tangan Nata di pipinya, suami nya menangis !


__ADS_2