Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 143


__ADS_3

Pagi cerah pun datang, rumput berkilau akan sinar matahari mengeringkan embun pagi.


Yola dan Kemal duduk di meja guna untuk sarapan.


"Bi, Ibell dan Nata belum bangun ?" Yola menatap masakan hasil Bi Tina, tumben... biasa nya hasil tangan Ibell. Herannya.


" Belum kayak nya, Nyonya." Bi Tina tersenyum geli.


Kemal dan Yola melihat ART nya sedikit aneh.


" Kenapa Bi Tina mesem mesem seperti itu, sambil lihat pintu kamar Nata lagi." Seru Yola seraya memakan sarapannya.


"Bi Tina butuh uang ?" Tebak Kemal pengertian.


"Ish, Tuan dan Nyonya tidak paham sih, Pengantin baru kalau tidak keluar kamar sampai pagi begini habis ngapain coba ? ayo tebak ?"


Kemal dan Yola saling pandang, paham akan maksud Bi Tina. orang tua Nata itu tersenyum manis.


"Mas, Kira kira Nata berhasil nggak ya ?" Yola sangat antusias. "Mama tidak sabar ingin momong cucu."


"Nanti kalau adek sibuk, siapa yang akan momong, Mas. eum ?"


Satu pukulan kecil dari Yola akan pertanyaan Ambigu Kemal.


"Tenang Mas, Masa kadaluarsa Adek masih panjang, siang momong cucu, malam momong Cucu rambut putih. hehehehe." Yola terkikik mendapat tatapan tak terima kalau Kemal di katain sudah tua be-ruban


Siang pun tiba, Kemal sudah berangkat ke kantor, sementara Yola masih di rumah dengan sepi menunggu Ibell keluar dari kamar tapi tak jua keluar. kira kira anak mantu nya berapa ronde. Batin nya Speechless.


Ceklek...


" Bi Tinaaaa !" Nata membuka pintu kamar dengan menggunakan boxer pendek doang, dada ia ekspos begitu saja, ada tanda merah, Yola tertawa kecil melihat pemandangan anak nya. Ternyata Ibell buas juga. Batin nya.


Bi Tina datang dengan tergopoh-gopoh. " Iya, Tuan Muda."


" Bi, Tolong buatin mie goreng jumbo dua, Susu dua gelas, roti bakar coklat keju dua, ah..Teh satu teko sama sekalian air putih dan cemilan ringan ya." Pesan nya.


Bi Tina dan Yola tercengang, anak nya itu mau tempur apa piknik.


" Hei, anak gendeng." Yola mendekat. ke posisi Nata yang berdiri di depan pintu kamar nya. Sementara Bi Tina segera menyiapkan makanan yang di pesan oleh majikan muda nya.


" Kamu mau piknik di kamar ?"


"Hehehehe, iya ma, piknik ini lain dari yang lain. Oya Ma, Beberapa hari kedepan jangan kangen mantu ya, Nata mau karantina Ibell dulu, khusus karantina penjara Beno., Perawan itu nagih ya ma."

__ADS_1


Mulut Yola terbuka hah ? Baru ia ingin memprotes suara Ibell terdengar di dalam sana...


" Bang Nata, jadi nggak ini, kalau nggak jadi Ibell pakai baju aja ya, takut kena typus."


Glek..Yola menelan ludahnya, anak mantu nya lebih parah hal ranjang nya, pakai karantina segala lagi... Gila. umpat Yola speechless.


" Uda ya ma, Kalau Bi Tina datang bawa makanan, Suruh ketuk pintu saja, jangan ada yang berani nguping pergulatan kami."


Cup.. Yola masih mematung, di cium pipi nya oleh Nata pun tak terasa sampai pintu braak mengagetkannya baru tersadar.


Astaga, Nata melebihi kemesuman Papa nya.


...****...


Pukul tujuh malam, Kemal baru pulang dari kantor nya, menarik dasi nya seraya berjalan melewati kamar Nata.


" Piring bekas, teko bekas, dan sampah cemilan apa ini ? Kenapa ada di depan pintu kamar Nata." Kemal keheranan melihat barang barang di dekat kaki nya. ia melirik ke segala penjuru ruangan.


" Bi Tina !" Panggil Kemal, ia paling anti yang namanya hal kotor.


" Iya Tuan." Bi Tina lagi lagi tergopoh-gopoh, ia kira tuan mudanya lagi yang memanggil minta makanan yang sedari siang, sore, Nah..malam ini tuan dan nyonya muda nya belum minta jatah makan malam.


" Ini apa Bi ?"


" Duh, Tuan ! Maaf lho, Tadi Bibi lewat sini tapi tidak ada barang barang kotor bekas ini, Ini bekas makan tuan muda dan Nyonya Muda." Bi Tina membereskan seraya menahan senyum geli nya. Dan segera kebelakang, takut takut Nata keluar dari dalam secara kan kata Nata jangan ada yang berisik di depan kamar nya.


Ceklek.


"' Dek, Kok di luar sepi ? Nata dan Ibell tidak kelihatan ? apa sudah tidur ? terus di depan pintu kamar anak mu juga banyak bekas piring kotor dan sebagainya."


Setelah membuka pintu kamar, Kemal langsung mencerca pertanyaan ke Yola yang duduk berselancar dengan gawai nya.


" Jangan tanya mereka berdua, Bahkan mama di rumah saja tidak melihat Ibell, anak mu itu keterlaluan lebih para dengan mu, masa istri nya akan di karantina katanya, Gila kan Mas ? mentang-mentang uda tahu rasa perawan itu seperti apa rasanya, legit legit nempel."


Kemal tertawa kecil, sekarang ia paham dengan bekas piring kotor itu, ternyata anak nya lagi piknik toh di dalam kamar.


" Wild, anak mu ide pikniknya ekstrim juga ya.. hahaha."


" iya... Mungkin piknik nya pindah pindah, di kasur, di lantai, karpet, sofa bahkan mungkin di kamar mandi." Yola tersenyum kecil seraya membantu membuka jam tangan Kemal. " Mas mandi dulu, makan malam__"


" Dan setelahnya ikut piknik macam Ibell dan Nata." Potong Kemal mencium pipi istrinya dan kabur masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Yola yang siap mengocehi.


"Ck..Ck..Ck..anak bapak Kelakuannya sebelas dua belas." Yola hanya mampu menggeleng, Namun ada rasa syukur atas kebahagiaan yang selama ini Tuhan berikan kepadanya.

__ADS_1


Pukul sembilan malam lewat tiga puluh menit, Yola dan Kemal yang berada di ruang keluarga seraya menonton televisi, teralihkan perhatiannya ke Bi Tina yang tergopoh-gopoh menuju keluar.


" Mau kemana Bi ?"


"Di depan kata pak Security ada g***food, Nyonya. Bibi mau mengambilkan nya, punya Nyonya Yola kan ?"


Yola menggeleng, melirik Kemal pun yang menggeleng pertanda bukan pesanan mereka.


Namun penasaran, Yola ikut keluar mengikuti langkah Bi Tina.


" Maaf mas, kata majikan saya, Mereka tidak ada yang mesan, salah alamat kali ya ?" Seru takzim Bi Tina ke tukang G***food tersebut.


" Tapi benar kok, Bu ! Alamat di sini atas nama Dinata. ini barang nya.. Sudah bayar lewat aplikasi."


"Memang nya ini makanan apa ?" Yola ikut bersuara.


" Seblak, Bu. Kalau begitu permisi."


Yola dan Bi Tina kompak saling lempar senyum.


" Bi, Nata benar benar deh ah...masa lagi gulat makanannya seblak. Hihihi." Yola berbeo seraya masuk kedalam rumah di ikuti Bi Tina dengan makanan di tangan nya.


" Biar hot kali, Nyonya." Bi Tina menuju kedapur untuk mengambil dua mangkuk untuk di serahkan ke Nata. Sementara Yola sudah berada di depan pintu kamar Nata untuk memberi tahukan makanan nya sudah datang.


Ceklek..


Hanya kepala Nata doang yang terlihat di balik pintu itu dengan rambut acak acakan.


" Apa, Ma. ganggu aja deh."


Yola mendelik tajam setajam silet. ia juga ogah ganggu sebenarnya.


" Pesanan seblak nya uda datang tuh."


Setelah Yola berseru, Bi Tina datang membawa makanan serta mangkuk. " Ini Tuan muda."


" Ah, Terima kasih Nona nona cantik, Ibell sudah menunggu ini, dia ogah memberi jatah sebelum makan makanan hot katanya. hehehe" Nata terkekeh geli. " Bi, Minta tolong satu teko teh lagi ya !"


Braakk.. Pintu tertutup rapat kembali.


" Astaga, Nataaaaa, Kelakuan mu nauzubillah." Prustasi Yola memegang dada nya, Inilah efek terlalu membenci Kemal di kala ia lagi hamil dulu.


" Nyonya, apa nggak kenapa kenapa kalau kebanyakan minum teh manis ya, Bibi takut Tuan muda dan Nyonya muda dapat penyakit darah manis eh diabetes." Bi Tina keheranan sendiri.

__ADS_1


" Beri teh satu teko tanpa gula, Bi. Nata dan Ibell tidak akan merasakan teh pahit Karena mereka dalam kasmaran jadi berasa manis saja apa pun yang di makanannya." Yola dan Bi Tina berseru seraya menjauh dari kamar Nata.


" Oke, Nyonya. Teh Pahit akan meluncur satu teko." Semangat empat lima, Bi Tina melaksanakan tugas nya.


__ADS_2