
"" Apa Yola sudah mati ?""
Setelah Yola berucap seperti itu. Kemal memegang wajah Yola untuk melirik ke sisi nya, jangan ke sisi Nelo terus yang tersenyum mempesona ke Yola.
""Sayang nya belum ?"" Kemal menjawab datar. Dan Yola Kembali melirik ke sisi Nelo.
"" Kalau begitu, kenapa Yola kok berada di surga ?"" Yola nampak linglung, ada dua pria macho di sisi kiri kanan nya, Macho Kemal mah.... sudah biasa, Tapi ehem...di sisi satunya, Siapa kah Bidadara tersebut ?
"" Surga mata mu ! Kamu ada di kamar apartemen ku, wife !"" Kemal menjawab ketus, mendadak merasa kepanasan blingsatan karena Yola menatap lekat lekat wajah tampan Nelo yang berdiri tepat sisi berbaring nya.
Benar kan dugaan nya, Istri nya merasa kan senang ke awang-awang karena mendapat dokter machones dengan ketampanan di atas rata-rata seperti dokter Nelo. Dasar istri mesum !
""Jadi anda bukan Bidadara dari surga ? Duh..ini bibir nya kok cipokable benar sih !"'
Dan saat tangan Yola menjulur ke atas ingin menyentuh bibir Nelo, Kemal segera menepis lembut tangan halus Yola, dan menarik tangan Yola menyentuh bibir nya sendiri, bahkan Kemal menyesap jari Yola sedikit lama seperti mengemut permen lollipop.
Huahahahah..
Nelo terbahak bahak sekencang kencangnya, menertawakan Kemal yang terbakar jenggot. Ia juga tak menyangka modelan Yola yang mempunyai wajah Lembut dan ayu mempesona, punya sifat somplak bin nyablak, seperti sifat petasan banting yang sebelas dua belas dengan istri somplaknya di rumah yakni Gita, Duh...ia jadi kangen ingin segera bertemu istri somplaknya setelah tahu sifat Yola yang mirip itu. Sama sama lagi hamil juga, bedanya istri nya lagi bunting gede.
"" Karma does exist kan, bro ? Lo dulu sering ngatain bini gue somplak tak berfilter, eh..Lo tetiba malah dapat yang lebih parah somplaknya, deman banget gue lu dapat istri modelan Yola.""
Nelo bahkan sudah mengeluarkan air matanya di sudut itu, saking bahagianya menertawakan nasib Kemal yang harus ekstra sabar menghadapi modelan Yola ini, karena ia pun sudah merasakan bagaimana punya istri somplak yang kadang menggemaskan dan kadang pula menyebalkan.
Dan sang empu yang di ketawain hanya tercengir cengir bodoh ikut mentertawakan nasibnya dalam hati. Yola sendiri sok imut dapat ledekan terang terangan di depan lubang hidungnya.
"" Saya itu bukan Bidadara, cantik.
perkenalkan...""
Kemal menjabat langsung tangan Yola yang mau menyambut kenalan jabat tangan Nelo. Karena tak di ijinkan bersalaman, Nelo pun menarik tangannya kembali seraya tersenyum geli.
"" ....Saya ini adalah ginekolog mu. Sekaligus sepupu dari Kemal, suami mu. Nama saya Danello Jeffry.""
__ADS_1
Karena tak boleh berjabat tangan pun, Nelo menggoda dengan mengedipkan matanya genit, ia senang sekali menggoda sepupu nya yang nampak kesal mengubun.
""Kenalan kenalan aja, Tapi kagak usah juga mata genit Lo itu menyapa istri gue, Lo kok genit jelalatan amat sih jadi laki"" Ketus Kemal pedas.
" Dari pada Lo, Sok kan cool cool tapi aslinya jelly hati."" Balas Nelo menyindir.
Dan Yola hanya diam menikmati pria pria macho di hadapan nya yang beragumen.
"" Sudah ah, sana Lo balik !"" Usir Kemal, Lama lama Kemal akan gosong hati nya, melihat Yola terus saja memandang Nelo dengan tatapan mendamba. Dasar istri mesum, lagi kurang fit juga masih saja ijo yang macho macho.
""Yak..kok balik sih, Yola kan masih demam lho." Yola modus, memeriksa suhu tubuhnya di kening nya.
""Tidak ada ya, Ada Mas yang akan merawat mu, tidak usah menahan Dokter jelek ini di mari, pasien jompo nya banyak yang mengantri di rumah sakit."" Tolak Kemal tahu akal akalan Istri nya yang ingin mata nya adem ayem nyaman melihat yang macho macho, pan ada diri ini, kurang apa lagi coba ? Di belai belai pun silahkan, pasrah saja, enak ini kan ? pan sudah halal juga. maunya.
Huahahahah...
Dan Nelo kembali tertawa geli di sela Langkahnya yang saat ini Kemal mendorong dorong kecil punggung nya menuju keluar kamar. Bahkan Kemal pun mengantar nya sampai ke pintu depan.
""Santai ! Gue suka punya pasien cantik, somplak ngegemesin lagi."" Nelo tak ada hentinya untuk menggoda Kemal.
"" Thanks yang tadi gue cabut, sono Lo pulang."" Malas Kemal melengos dan segera menutup pintu.
Hahahaha...Kemal....Kemal. Seraya menelusuri koridor gedung, Dokter Nelo masih saja tersenyum.
Ceklek.
Setelah mengantar Dr Nelo, Kemal kembali ke kamar, di mana Yola lagi duduk di atas kasur dengan menyender di kepala kasur.
"" Yola ingin pulang, Kalau Bang El tahu Yola di sini pasti akan marah dan kecewa ke Yola."" Yola langsung mengeluarkan isi hatinya. Kemal tentu saja tidak setuju telak dalam hati, Namun masih diam, ia harus membujuk lembut agar Yola tidak merasa di paksa.
""Dengar ya sayang." Kemal beranjak duduk di sisi Yola. "" Kata dokter Nelo, Kamu harus nonstop di perhatikan agar kesehatan mu terjaga dalam mengandung anak kita."" Kemal dengan perasaan sayang mengelus perut Yola.
dan sang empu merasakan berdesir hangat di dalam sana. Satu kenyataan lagi... Orang hamil memang butuh di manja. Batin Yola menerima belaian. Tapi kok ia bisa nurut seperti kucing manis sih cuma karena sedikit elusan, begini nih jadinya orang fakir miskin kasih sayang, di elus sedikit doang merasakan hangat seketika. Ah.... lagian herder kok tumben manis sekali, tadi aja memerah ketus ketus ada Dokter Macho.
__ADS_1
"" Bang Eldath, Bagaimana ?""
" Ck, Abang mu itu lagi di luar kota satu pekan, apa kamu tidak tahu ?""
Yola menggeleng.
"" Hmm, Pokok nya satu pekan ini kamu akan di urus oleh Mas, Tenang saja...Mang Asep sudah memberi ijin, dan tanpa ijin pun Mas berhak membawa mu kemana pun, karena kamu itu istri mas."" Tegas Kemal, berucap Istri pun sangat ia tekan dan seru kan panjang agar Yola sadar akan posisi nya.
"" Istri ?""
Kemal sudah merasa kan bau bau kejahilan melihat smirk evil Yola.
"" Ok pak suami, Karena Yola akan tinggal di sini, Berarti kamar ini milik Yola dong ?""
Kemal mengangguk. " Kita berdua ?"" Jelas Kemal memberi tahukan.
"" No, enak saja berdua...Nehi Nehi kagak bisa, Ogah Yola berbagi kamar, Yola tidak nyaman kalau harus berbagi.""
Bilang aja khawatir di sentuh ! Batin Kemal, tahu Yola masih belum siap memberikan hak nya. Tapi it's ok, perlahan tapi pasti ia akan mendapatkan keridhoan Yola. Satu atap saja cukup untuk saat ini. dikit dikit membukit ! kata pepatah.
"" Ok, Mas akan di kamar sebelah !"" Setuju Kemal.
"" Begitu dong, sekarang...Yola juga lapar...Ingin makan Lontong malam Medan !"" Yola tersenyum dalam hati, ingin mengerjai yang kata nya suaminya. Cari Sono makan malam itu di siang hari.
"" Yol, Yang benar saja...Ini masih siang lho, Medan lagi, masih kurang jauh itu mah."" Gerutu Kemal, Namun beranjak dan menarik dompet juga kunci mobilnya di atas nakas. ia akan coba mengabulkan permintaan istri cantik tapi sepertinya sedang menjahili nya, Masa gitu aja kagak bisa... Kecil lah.
"" Oh masih kurang jauh, ok... Konro bakar Makassar, Ayam betutu dari Bali. Kalau masih kurang jauh... Ikan sabuko dari Timor Leste..Sana lah keliling pulau juga ke negara lain untuk mendapatkan itu semua."" Yola Tersenyum geli dalam hati melihat Kemal menganga lebar setelah mendengar keinginan nya. Emang enak di kerjain.
"" Tenang aja sayang, jangan kan ke luar negeri, pulau atau di mana pun, Mas akan mengabulkannya... Jin, datang lah...Tuan mu ingin mengajukan permohonan."" Kemal tak mau kalah, mencandai Yola sebelum beranjak, saat menyebut jin datang lah, Kemal menoel noel dagu Yola, menggoda. Tersenyum manis dan beranjak ke arah pintu.
"" Yola...I Love U." Kembali menggoda saat di pintu dengan ciuman lempar jauh nya, jangan lupakan kedipan mata genit nya. eaaaah...untung hati Yola batu, jadi tidak mudah untuk meleleh.
Yola sampai melongo melihat ke narsisan Kemal. Benar benar kulkas rusak ! Umpat nya lirih.
__ADS_1