Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 29


__ADS_3

""Pi--""


Tok Tok Tok


Baru juga Kemal mau bertanya perihal pipi Yola, siapa yang membuat pipi nya sampai memar ? Pengawal El-Bang Gultom datang menyela membawakan bubur untuk Yola.


""Neng, Bubur nya...Abang belinya di gerobak favorit neng Yola, Cepat sembuh ya.. Nanti Abang kangen senyum manis si Neng lagi."" Bang Gultom menaruh satu porsi bubur di hadapan Yola. Sebenarnya ia mau menawarkan diri untuk menyuapi Yola, Tapi atmosfer ruangan kagak enak dengan tatapan mata pria di hadapannya.


""Terima kasih ya Bang, Tidak sekalian nyuapin Yola, Masa bantuin Yola setengah setengah sih.""


""Saya yang akan menyuapi mu !"" Cepat cepat Kemal bersuara. ""Anda boleh pergi Bung ! Kaka nya sudah menitipkan nya ke saya."" Tukas Kemal.


""Tapi saya mau nya Bang Gultom, dia seperti Bang El..Kaka Yola juga."" Tolak Yola. Membuat Bang Gultom serba salah, Tapi ada panggilan telpon membuat nya tak bisa berada di tempat lebih lama lagi.


"" Maaf ya bos kecil, Mamang Asep butuh bantuan."" Pamit nya.


Hening, Kemal menyiapkan sejenak bubur buat Yola, Sementara Yola...ia memejamkan matanya di atas peraduan, ia malas untuk beragumen bersama pria di hadapannya, ujung ujungnya ia pasti akan kalah telak Karena ia sudah di rantai tak kasat mata.


""Buka mata mu perempuan ! Makan dan minum obat !"" Kemal sudah siap dengan satu sendok di tangan.


Yola masih terpejam, kepalanya semakin pusing dan berdenyut-denyut, ia juga merasakan kedinginan.


""Saya hitung sampai tiga, kalau masih tak menurut, rasakan sendiri akibatnya, bisnis !"" Ancam Kemal tepat di telinga Yola, berbisik.


"" Nyebelin."" Dengus Yola cemberut, ia tidak menyadari Kemal kini tersenyum geli, setan kecil ini rupanya takut di apa apain.


""Makan buburnya, minum obat lalu coba tidur sebentar."" Kemal mengatur bantal Yola supaya nyaman menikmati bubur nya..


""Yola bisa makan sendiri pak, Kalau bapak nyuapin saya, bisa kena sidrom baper saya nya pak, Kan kasihan saya nya ya pak ? Baper sama Bapak yang nggak punya hati dan pera---!""


"" Tutup mulut mu dan telan makanan ini biar cepat sembuh !""


Satu suapan sendok besar masuk ke dalam mulut Yola yang di jejelin Kemal saat mulut Yola terbuka berbicara.


""Tapi saya bi--!""

__ADS_1


""Tutup dan telan lagi."" sendok kedua, ketiga dan seterusnya sampai mangkok berisi bubur itu berhasil habis di makan Yola karena kepiawaian Kemal dalam memaksa hal kecil begini saja.


""Sekarang minum obat, jangan sakit lagi... Bagaimana nasib adik saya kalau kamu sakit hah ?"" Dua butir obat berhasil masuk ke dalam mulut Yola lagi.


Wajah Yola yang sudah merah karena demam semakin merah saja karena ulah dari kemal yang membuat nya kesal.


""Nah, sekarang istirahat biar cepat sembuh...saya tidak mau berpuasa lama."" Kemal kembali membetulkan posisi bantal untuk Yola tempati dengan nyaman.


Ck, dasar hati arang, Gue sakit dia nya masih sibuk memikirkan kenikmatan sendiri.


""Yol, Coba kamu buka mulut mu, tadi ada warna aneh di sana.., takut takut itu---""


""Ada Apanya ?""


Kemal menyeringai tipis, si wild bisa di kibulin juga ternyata, menurut manis tak seperti biasanya.


""Iya benar ada sesuatu, coba kamu julurkan lidah mu, iya begitu, tahan ya...ada.""


Hmmmmp...Yola Terkesiap, Si herder modus modus busuk ternyata, Yola hanya berharap tidak ada yang melihat ia dan Kemal yang membelit lidah nya saat ini dengan buas, Sudah demam sedari tadi, Eh sekarang terserang sesak nafas ulah si herder yang tak mau melepaskan belitan nya. Derita mana lagi yang gue jalani.


""Bisa keluar tidak pak ? Anda itu tidak ada kasihan nya sama sekali ya, Saya lagi pening..! butuh istirahat.""


Rasa meriang di tubuhnya membuat Yola malas beradu mulut dengan Kemal, ia segera memejamkan matanya, walau pun Kemal saat ini masih ada di sisi kasur. ia cuek. Sejurus Yola merasa kan selimut yang tadinya tak terpatri dengan benar, kini di betulkan oleh Kemal sebatas dadanya.


Dalam pejam nya yang masih setengah sadar, Ada tangan besar hangat yang memijat mijat keningnya yang pening membuat ada sedikit rasa nyaman, terlelap pulas.


Sementara Kemal, Merasa Yola sudah benar benar terpulas untuk beristirahat memulihkan tubuh nya, ia beranjak keluar untuk segera mengurus pekerjaan nya yang tertunda. ia tidak mau lama lama berduaan dengan Yola, Takut takut bisa khilaf untuk memakan Yola di tempat yang tidak pas saat ini.


...*****...


Saolaah...Baru mendingan dari setengah mati nya eh dari meriang nya, maksudnya ! Yola langsung di suruh menghadap pak Boss di ruang meeting. Mau apa coba ?


Ceklek


Yola kembali ingin sakit lagi, Ternyata di dalam ruang meeting ada Abang nya, Kemal dan pasti lah Bigg Boss besar-Chris kurang pak Radja saja Formasi seperti tadi pagi. Eh...Baru juga di bilang kurang pak Radja, Jagoan Ostia itu muncul dari arah toilet.

__ADS_1


""Abang to the point aja ya Yol, Kenapa kamu bisa babak belur begitu ? Apa benar rumor yang Abang dengar dari sisi karyawan Chris kalau kamu itu di hajar oleh pasangan ons kamu""


Tuh kan, Yola lagi di sidang oleh Kakaknya, bukan Kakanya saja yang penasaran, Tapi tiga pria dewasa di hadapannya juga terlihat Kepo. Bagaimana ini ? Kalau ia jujur, ia takut di rumah kan oleh Abang nya dan berujung malah di rumah tangga kan secara mendadak. Oh No Bigg, Ia tidak mau itu.. apalagi ia mempunyai hutang ke Kemal tanda kutip Pemuas.


""Abang masih menunggu jawaban kamu, dek ?""


""Sebenarnya.. Ojek yang di tumpangi Yola semalam di serempet orang Bang, Membuat adek dan mang jek terjatuh ke bahu jalan, jadi ya begini lah lecet lecet manjaaah unyu unyu pan ya. Tapi tenang aja Bang El, Abang kan tahu...kulit Yola itu seperti kulit badak, hari ini terluka besok besok sudah mulus lagi, Abang tenang aja, No need to worry lah.""


""Kalau begitu mulai hari ini kamu akan kembali lagi tinggal bersama Abang di rumah kita, Abang tidak tega juga melihat kamu dalam ujung bahaya. Yang pulang pergi, kemana mana hanya menggunakan ojek.""


Sangat bahaya malah Bang !!! Bahkan Adek hampir mati tapi nyawa adek tidak di tarik tarik juga melainkan tersangkut !


""Jangan begitu lah Bang El, pan Bang El sendiri yang menaruh Yola sampai saat ini yang menginginkan Yola menjadi orang mandiri dan menghargai hidup, biarkan Yola bekerja keras sendiri ya Bang. Abang El tidak boleh seenaknya saja menarik ulur Yola seperti itu. Yola ingin membuktikan kalau Yola pun bisa berdiri tanpa ada Abang yang menopangnya. Yola tahu Abang itu sayang pakai banget ke Yola, Tapi kali ini saja....hargai keputusan Yola ya Bang !""


Yola menangkup ke-dua tangan nya di depan dada, memohon penuh ke El. Ia tidak mungkin kembali kerumahnya yang masih punya hutang ke Kemal. Titik.


"" Halaah, Bilang aja kamu tuh biar bebas hang out bersama pria adonis adonis di luaran sana, tidak usah pakai ngeles membawa kata Mandiri mandiri segala, Pacar saja tiap Minggu ganti, heran saya...jadi perempuan kok tidak ada jaim jaim nya sama sekali.""


Walau pun sedang melihat lihat drawing design design milik El, Kemal masih sempat nya menyindir Yola.


""Wiih...Pak Kemal tahu saja kalau saya tidak bisa hidup tanpa di kelilingin oleh pria pria tampan rupawan gagah sakti mandraguna luar dalam luar biasa.""


Yola memejamkan matanya, mendesahhh-desaaah manja saat berucap luar dalam luar biasa. Ia juga mendekap tubuhnya sendiri seakan akan memeluk tubuh bicep seorang pria.


""Kok kamu tahu mereka itu sakti mandraguna luar dalam luar biasa, apa kamu pernah mencoba nya hmmm ?"" Radja menaikkan turun kan alisnya menggoda Yola, mood nya yang down gegara kerjaan kini terhibur dengan mulut unfaeda Gadis seksi lucu di hadapannya.


""Tau lah pak Radja, pan dada dan perut sixpack nya serta itunya ehem enak untuk di raba raba, anget anget empuk gimana gituuuuuu, Yang Membuat hormon kewanitaan saya jadi bersalto salto ria.""


UHUK UHUK...


Kompak ke-tiga pria dewasa yang mempunyai hormon testosteron kecuali El terbatuk batuk, berfantasi liar akan Ucapan Yola di saat mengucapkan raba raba.


Yola yang masih mendekap tubuhnya mesra pun berucap dengan gerakan maju mundur cantik, dan pergerakan itu tak sengaja membuat lututnya terbentur di meja.


Hiks hiks...Bang El...Yola kesakitan. Yola nangis benar kali ini. El yang tadinya mengusap wajahnya pusing akan mulut ajib Yola, sekarang meniup niup sayang lutut adeknya yang selalu ia lakukan dari kecil bila mana Yola nakal dan berujung terluka fisik.

__ADS_1


__ADS_2