Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 22


__ADS_3

Sore hari Yola baru bisa mengunjungi panti, sebenarnya, jadwal nya sekarang sedang bertabrakan untuk ngebabu di apartemen Kemal yang sekaligus ingin berbicara tentang masalah perusahaan Abang nya, Tapi sebentar waktu nya ia sempatkan dulu ke panti.


Langkah Yola di sambut riuh tangis pilu oleh puluhan anak panti juga di tambah tangisan air mata pilu Bu Nur yang duduk di kursi kayu teras.


""Ada apa sebenarnya ya Bu, kok ada yang naro bawang di mari ?"" Yola mencoba mencandai kegundahan hatinya sendiri. Nampak Ibu Nur menghapus air matanya dan tersenyum paksa atas candaan garing nya.


""Panti kita ini sudah di jual oleh pemilik rumah aslinya nak Yola, Anak dari pak Firman yakni Nak Ricki untuk modal usaha katanya, Ricki memang pernah menginformasikan hal ini tersebut ke Ibu tapi ibu pikir masih lama, Tapi ternyata pemilik sesungguhnya kemaren datang dan hanya memberi kami waktu dua hari untuk segera mengosongkan tempat ini, ibu bingung nak...Kami belum ada tempat baru lagi buat anak anak tempati, ini kartu nama pengusaha yang membeli rumah ini sayang."


Mata Yola membulat penuh saat membaca nama perusahaan tersebut.... KA Group atas nama pemimpin nya KEMAL ABRAHAM. Dia lagi dia lagi yang harus Yola hadapi dalam hidup nya, Harus bagaimana sih caranya agar nama Herder itu tidak muncul dalam masalahnya, Apa Yola harus mengeluarkan jurus kemahe meha dulu biar Kemal enyah lah dari hidupnya.


""Kak, Kalau kami di usir kami harus tinggal di mana, Bapak ibu saja kami nggak punya apa lagi saudara."" Hiks hiks....Tak perlu lama lagi tangis Dinda menular ke semua anak anak panti, Rasa takut, sedih membuat mereka baperan hari ini.


""Berhenti nangis yang sayang, Kakak akan mencoba berbicara ke pemilik baru rumah ini, siapa tahu Beliau memberi kita waktu sedikit panjang untuk kita mencari tempat baru selanjutnya, doain kakak juga ya supaya berhasil. Nah... sekarang kalian ngemil saja, itu kakak bawa kan kue favorit kalian.""


Setelah berhasil menenangkan anak panti, Yola kesudut ruangan, ia perlu tempat sepi untuk berbicara dengan Kemal melalui telepon.


"" Halo, benar ini pak Kemal Abraham pemilik dari KA Group ?""


"" Benar, ini siapa ? ada keperluan apa ?"" Di balik layar Kemal menyerinyit, ia tidak asing dengan suara wanita di seberang telpon, Seperti wanita incarannya yang selama ini menolaknya mentah-mentah untuk di cumbuinya ?


""Saya Yola pak, Staff pak Chris sekaligus Centini bin Ba-ART Bapak...Apa anda ada di apartemen, saya ada perlu dengan bapak, penting.""


"" Ada."


Tut... Tut... Tut...

__ADS_1


Hah ? Dasar pria nyebelin, masalah, lele Dumbo, herder ileran, belagu...Yola mengumpati, mencaci maki Kemal dengan menatap layar beningnya yang sudah terputus sepihak dari Jin seberang sana. Wong belum selesai berbicara sopan ala Yolanda wild yang jarang untuk berbicara sopan malah di matiin, kan dongkol.


Sementara di seberang telepon, Kemal sudah tersenyum gaje. Paus besar pancingannya mulai masuk jala nya rupanya, pasti mau ngebahas perusahaan El. Batinnya tersenyum licik.


Ini lah dampak dari penolakan penolakan kamu perempuan murahan tapi dengan sombong sok jual mahal menolak ajakan ranjang Kemal Abraham.


...******...


Yola menekan tombol password unit Kemal dalam Nervous, Tumben tumbenan si Wild ini kicep, mungkin karena dua masalah di pundak nya yang ia gendong berat saat ini. Biasanya sih kalau mau ngebabu santai santai saja dengan gaya seksi dan mulut somplak mesumnya untuk Kemal hadapi, Tapi lidah nya harus sopan untuk saat ini demi Abang tercintanya juga demi mata binar bahagia adik adik panti tersayangnya.


""Kenapa gugup begitu sampai salah terus menekan tombol, Jangan sampai alarm unit saya berbunyi mengundang Security untuk menangkap kamu yang di kiranya maling.""


Astaganaga...Mangap mangap nasi panas. Yola terloncat karena kaget, si herder rupanya baru pulang ngantor terlihat dengan penampilan profesional nya dengan tas kerja di tangan. Katanya ada di apartemen, cih...baru balik ternyata.


Dan akhirnya Kemal lah yang menekan tombol nya sendiri, masuk begitu saja yang sok sok tidak tahu permasalahan si Wild ini.


""Saya kan belum di persilahkan masuk oleh pemilik rumah, tidak so---!""


""MASUK !!!""


Sabar Yola.... Jantung nya bergetar kaget lagi karena bentakan Jin rupawan di hadapannya, ia masuk dengan langkah pelannya.


"Katakan hal penting apa itu yang kamu di maksud di seberang telpon tadi, ada apa ? tidak mungkin masalah ngebabu juga kan ?""


""Bapak tidak duduk dulu biar enakan gitu ngomongnya.""

__ADS_1


""Tidak perlu, katakan cepat saya perlu istrihat, bila tidak terlalu penting pergi lah.""


Saolaah, Gue jab juga Lo babang herder, setan jin iblis namun rupawan...di sayang kan di situ !


Seraya mengumpati dalam hati terus, Yola menangada kan selembar surat pengosongan panti, ia akan membahas itu terlebih dahulu baru ke inti perusahaan keluarganya.


Kemal meraih nya, memicing tajam ke kertas tersebut, apa hubungannya si liar bin Wild ini dengan masalah pengosongan panti ? ia kira Yola datang hanya satu permasalahan, ternyata dua toh...ini mah aji mumpung untuk nya, Yola benar benar tak berdaya rupanya.


""Saya kesini salah satunya dengan masalah surat ini, Tolong dengan sangat.... sebagai sesama nama kemanusiaan, berilah kami waktu satu bulan lamanya atau sampai kami mendapat tempat baru berteduh anak panti tersebut, tolong pertimbangan kan lagi waktu anda ke kami.""


Sudut hati Kemal tersentuh, Si wild ini punya dua sisi sifat yang tak terbaca oleh orang, Perilaku liar tapi ternyata ber hati Malaikat rupanya, bukan hanya perduli ke anak anak pengamen di waktu hari hari lalu yang ia lihat di di bantu oleh Yola, Tapi ternyata si wild ini juga mempunyai asuhan anak panti. Semakin penasaran lah dirinya akan sosok si wanita murahan mesum onar parah ini.


""Anggap lah saya sekarang orang tak punya hati, Tapi mari kita lihat di sudut saya sebagai pengusaha, Saya membeli tanah itu dengan empat kali lipat dari harga sesungguhnya, karena apa ? Karena tempat itu akan berada di tengah tengah gedung apartemen elit yang akan saya ciptakan nanti, its Ok... kalau pendirinya nama saya pribadi seorang, saya bisa Ngaret satu bulan untuk anak panti, tapi di sini saya sudah tanda tangan kontrak dengan kolega kolega bisnis dari Jepang juga Cina, mereka hanya memberi waktu enam bulan pembangunan harus rampung sesuai perjanjian, Saya bisa kena pinalti bila waktunya Ngaret satu hari saja, sementara Waktu satu bulan itu sangat lama Nona Yolanda.""


Yola tertunduk diam, bahunya melorot lemas, bayangan mata binar binar anak anak panti seakan membuat nya sedih tak bisa mengabulkan kebinaran mereka, Ia mengerti Keadaan Kemal sebagai pengusaha, kena pinalti mahal itu sama saja membuat perusahaan gulung tikar karena otomatis para kolega tuan iblis ini tidak akan mempercayai perusahaannya lagi.


""Tapi kalau mau, saya punya rumah yang lebih luas dan lebih bagus dari rumah yang akan di gusur, itu pun kalau kalian mau, maka datanglah ke alamat ini.""


Senyum lega terlukis di bibir Yola, si herder punya hati juga rupanya, ia menggenggam tangan Kemal dengan mulut Terus berterima kasih.


Satu beban terselesaikan sementara waktu ! Satu lagi... untuk Abang Tercintanya !


"" Tidak ada lagi kan yang harus kita bicarakan, maka pergi lah, saya ingin beristirahat."" Usir Kemal sok jaim, padahal hatinya bercabang terselubung di dalam sana.


"' Satu lagi ! Tentang perusahaan milik keluarga saya !""

__ADS_1


Ini dia topik utama yang gue tunggu tunggu dalam dua bulan ini Wild flower, Masuk perangkap juga Lo....siap siap pakai saja.


__ADS_2