Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 56


__ADS_3

Hari ini Yola bad mood melakukan apa pun, cuman.... mengingat punya tanggungan panti, ia pun memaksa kan diri untuk masuk kerja di perusahaan Chirs.


Pagi flawless....! Sapaan itu lah yang ia dapatkan dan jabah ramah pun dari nya di setiap berbablasan dengan teman teman kantor nya, Tidak ada yang tidak menyukai nya... Mereka semua welcome ke Yola karena sifatnya yang slalu menghidupkan suasana.


""Eh Yol, baru datang ? Kamu sudah di tunggu di ruangan pak Chris lho.""


"" Jam masih pagi, Boss killer sudah datang ?""


Sang teman hanya mengangguk takzim dan berlalu. Yola memindai jam pergelangan tangannya. Etdaaaah, Punya Bos rajin amat... belum jam kantor sudah standby wae, ingin di beri godaan apa sama wild flower ini ?


Tok tok tok...


Masuk...


Hais, isi nya bukan pak bos killer doang, tapi ada pak Radja, Pak herder, juga pak abang kesayangan Yola. Tapi ding...Bang El kenapa melengos di beri senyum manis dari nya?


"" Kenapa kamu berdiri di ambang pintu saja, ayo masuk ""


Suara ngebass pelan Chirs Membuat Yola tersadar, masuk dan menutup pintu.


""Ada apa pak, manggil saya ! apa bapak merindukan karyawati pak Chris ini, Baru juga libur sehari, sudah di rindukan seten---!""


"" Chirs, gue pinjam ruangan Lo sebentar, boleh ? gue butuh untuk hal pribadi bersama Yola !"" Potong Eldath minta ijin.

__ADS_1


"" Boleh sih, Tapi----Ya uda deh. Kami keluar !"" Chirs beranjak, di susul Radja dan Kemal dengan sedikit ke anehan dengan sikap datar El. Kemal Tersenyum manis saat melewati tubuh Yola sejenak. Namun sepertinya si flawless ini dalam mode melamun seraya mata kucingnya pun menatap Eldath yang tak mau di balas tatapan oleh si abang tamvaan.


Fix, Bang El lagi marah sama Yola sampai tak mau menatap wajah Yola. Suaranya saja bisa membeku kan air saking dinginnya.


""Bang---!""


"" Itu punya Lo !""


Yola nyaris tak percaya apa yang di dengar nya, bila kata Adek ke Lo berubah panggilan, Artinya... Bang El dalam senggol bacok. batin Yola mencoba membuka amplop coklat yang di lempar Eldath ke dadanya.


Tes pack ? Kok bisa sama Bang El...inilah waktu detik detik boom akan meledak Yol. Getir nya dalam hati, seraya mengangguk pelan membenarkan. ia tidak mungkin mengelak terus menerus, lambat laun akan ketahuan juga karena perut hamil itu membulat ke depan,bukan membulat bersembunyi.


Damn it...Rutukan itu lah yang Yola dengar dari mulut kemarahan tertahan Eldath. Eldath mengepalkan tangan nya sampai buku buku tangannya memutih. ia merasa gagal mendidik adik nya. "El gagal mom !" Pilu Eldath dalam hati, Janjinya ke Mommy nya tidak bisa ia tepati.


"" Lo, mabuk melakukan nya.""


""Dia maksa Lo, Atau memperkosah Lo ?"" El masih tidak percaya akan semua keburukan ini. Adek nya itu takut akan sek*, ia curiga adek nya di paksa atau semacamnya.


""Tidak juga Bang ?""


""Apa Lo menerima kompensasi akan ulah Lo ini ? Tapi karena Lo bodoh sehingga berujung bunting ?""


Inilah pertanyaan yang Yola harus jawab pahit dan harus di jawab dengan sikap ksatria. Ia memang menerima kompensasi bukan ? Cuma bukan berbentuk uang melainkan rumah sementara anak anak panti dan juga menolong kehancuran perusahaan Eldath, orang yang sekarang mengintrogasi nya dalam marah tertahan. Tetap...intinya ia 'Menerima kompensasi.' Tapi sampai kapan pun ia tidak akan membocorkan kompensasi khusus untuk El terima... Sampai Eldath menghukum nya mati pun, mulut itu akan rapat rapat demi menjaga harga diri dan senyum kebanggaan El tetap terpatri sedia kalanya.

__ADS_1


""Iya Bang ! Adek dapat kompensasi."" Yola menatap lekat lekat mata El saat menjawab dengan sikap beraninya. Ia itu anak cucu dan adek dari darah seorang mafia kelas kakap di eranya, sikap pengecut nyaris tak ada di darah nya. ia akan menerima segala kunsikuensinya dengan lapang dada.


""Brengse* ! siapa orang itu ? Gue akan ngebunuh nya di depan mata Lo. Bahkan anak dari darah orang brengse* itu tidak seharusnya ada di perut Lo !""


Nah kan, dugaan Yola benar....Abang nya ini tidak suka orang yang membelot, janin yang tak bersalah pun akan terkena imbasnya, Sekali ia menyebut nama Ayah biologis si anak, Maka berantakan semuanya....Ia tidak akan pernah melihat anak nya lahir di waktu nya sembilan bulan kedepan, melainkan lahir dalam berbentuk darah hari ini bin di gugur kan atas kemauan Eldath, ia tidak mau itu...dan dengan cara nya tidak memberi tahukan si herder...ia mungkin bisa menyelamatkan anaknya. ia terlanjur menerima kehidupan yang ada di perutnya. Ia juga tidak mau melihat Abang tersayangnya berakhir di penjara karena ngebunuh si herder. Yap...itu ! Bukan menyelamatkan nyawa Kemal.


Yola diam seribu bahasa, tidak mau menjawab siapa nama itu.


""JAWAB YOLA ! SIAPA ?!!""


KEMAL ABRAHAM...hanya dalam hati saja Yola berani berteriak, dalam menyelamatkan calon bayinya yang tak bersalah, ia akan bungkam menjadi pengecut...Baru saja ia bangga beberapa detik dengan kata pengecut tidak ada di darah nya, Tapi sudah mengubun saja tuh kata pengecut akan ke bungkaman nya.


Pengecut kadang kala menyelamatkan orang, dan demi menyelamatkan anak Yola, pengecut sekarang nama tengah Yolanda Aditama Perkasa.


"" Baiklah, Ke bungkaman mu itu sudah menandakan bahwa kamu pun sudah membelot.""


Astajiiim...Dalam berdirinya, Yola mencubit tangan nya sendiri di saat Eldath maju pelan ke hadapan nya seraya melepaskan dasi serta melepaskan tali pinggang Eldath. berharap ini hanya mimpi buruk. dan ah...kok rasa rasanya kejadian ini sangat dejavu. Mimpi...mimpi....mimpi itu...?


Kenapa harus pakai tali pinggang yang tipis lebar itu sih ? Yola sudah mendapat sinyal akan ada pacuan cambuk yang akan di terima di kulit mulus berbadak nya. ia paling ngeri dengan satu belt Eldath yang mirip katana akan ketajamannya, bedanya...Tali pinggang itu tidak mempunyai mata tajam yang langsung memotong leher nya, melainkan akan berujung rumah sakit tuh kulit mulusnya.


""Katakan Yola, Katakan siapa orang nya Sebelum gue ngelakuin ini !""


Yola tetap bungkam, kata gue sudah bermain di mulut Abang nya sendari tadi, ia sedih akan hal itu. dan kebungkaman nya itu dapat tarik kan tangan dari Eldath yang seketika mengikat nya di tiang stainless kecil di ruangan Chris menggunakan dasi, entah buat apa si Chirs akan tiang stainless di ruangan nya, menyesakkan pemandangan ruangan saja, dan gara-gara ada tiang bodoh ini dapat melancarkan Eldath mengikat tangan Yola ke atas sejajar dengan kepalanya.

__ADS_1


Tapi... dengan hukuman metode mengikat tangan nya ke atas, bisa membantu nya juga yang bila mana ia tidak kuat menahan cambukan Eldath, maka beban tubuh nya tetap ada yang menahannya dan membebaskan dirinya jatuh ngedeprok Seperti kodok mati terjengkang yang tidak enak di lihat.


Yola masih saja memikirkan posisi terjatuh nya dalam situasi di ujung tanduk akan kulit nya yang sebentar lagi berujung perih perih sedap.


__ADS_2