
Yola menarik nafas dalam-dalam sebelum memasuki area kubikel para staf. Ia tahu... setelah ada yang menyadari pipi memarnya akibat semalam di serempet orang tak bertanggung jawab, ia akan mendapatkan pertanyaan demi pertanyaan, Sebelum berangkat....Yola sudah memaksimalkan penggunaan make up nya untuk menutupi memar pipinya, Tapi apa lah daya... wajah mulus terserang ungu ungu unyu unyu tak bersahabat kali ini, tetap kelihatan seperti korban KDRT. Di tambah lutut dan sikut nya yang tercium aspal kok berdenyut denyut bila di pakai bergerak.
""Mba Yola, itu pipi Kenapa ? Semalam dapat pasangan ONS sakit jiwa ya ? Habis enak enak dan berujung pukul pukulan, Begitu kah ?""
Si Anying, Yola serasa Ingin membungkam mulut Pipin-anak magang yang otak nya segede upil, di tambah suara cempreng nya yang naik Empat oktaf berhasil membuat dirinya bahan gosip tajam setajam silet Seperti di tipi tipi ntu oleh para staf, Tapi bukan Yola kalau mau di ambil pusing, ia justru malah menambah kan kegaduhan pagi pagi, anggap saja sarapan pagi hari.
""Kamu kok betul sekali si Pin, Makanya ya sayang... Jangan mau ya punya teman dekat laki laki bin pacar, Nanti nasib mu seperti ini nih, kan sakit ya ? Jomblo akut itu solusinya sayang.""
Dan si anak magang seotak upil pun menganggap serius ucapan nyamplak Yola.
""benar sekali ya mba Yola, nyerimin...nanti Pipin setelah pulang kerja mau mutusin pacar Pipin deh.""
Yola Tersenyum geli mendengar kepolosan anak magang ini. aduh... kasian amat anak orang di putusin nanti yang tidak tahu apa apa.
Dan saat ia ingin duduk di kubikel, suara pak Boss galak mencarinya dengan satu kali panggilan keras akan nama nya Yolandaaaaa,. Saking kerasnya mungkin gedung ini akan retak kalau memakai bahan bangunan Abal Abal. Pak Wawan sampai menjatuhkan bolpoin nya.
"" I am coming, Bigg Boss... Yola syantiiek syalalalala mendekat.""
Oh Astaga...Yola baru menyadari di sela Langkahnya menuju kehadapan Chris setelah melihat penampilan pakaian Bigg Boss nya dan seluruh Staf memakai Batik kompak manjaaah hari Batik Nasional sekarang, Ia nya sih hanya memakai kemeja sifon tipis manjaaah seksi suit suit menerawang menusuk sukma.
__ADS_1
Fix....gue pasti kena muncratan kali ini, Yola tetiba pusing, bukan karena takut di marahin, ia memang lagi tidak enak badan... bayang kan saja...di gempur satu malam plus setengah hari oleh Kemal di tambah semalam sepulang dari rumah besar nya ia dapat lecet lecet fisik ulah di tabrak. Tubuhnya sakit pakai remuk gilaaa, Kalau fisik seorang Yola lemah dan batin nya menye menye, mungkin dari semalam sudah di infus di rumah sakit, Tapi slow....Yola itu Wanita strong, Didikan keras tegas dari Abang nya sudah mendarah daging dalam hidupnya yang sebenarnya kurang kasih sayang ini tanpa ada yang tahu dari kehidupannya yang sengaja ia bikin sesomplak ceria gilaaa.
""Kamu tahu kan ini itu hari apa, hari batik ! Hargai peraturan yang ada, itulah warga Pertiwi yang benar, kenapa kamu memakai baju seperti ini hah ?""
Tuh kan ? Salakan pertama sudah berfirman.
""Bagi saya hari itu semuanya hari Selasa bila saya melihat bapak, Selasa hidup di sulga bila kita berjumpa, iya kan..kan ?""
Pfufufu...Pak Wawan dan ibu Sinta serta para Staff yang menyaksikan perseturuan Boss galaknya bersama Yola si somplak lucu lucu nyenengin di ajak bergaul, tetiba terkena sidrom batuk batuk berat saking berusaha menahan tawa masing masing agar tidak pecah.
Yola mencoba bercanda, walau pun kepalanya sekarang ini sudah seperti gasing muter-muter saking pusingnya. Cepat cepat ia berpegangan di ujung meja Pipin agar tidak terjatuh nyungsep mencium lantai. kan turun pamor sudah pingsan eh pose nya seperti kodok terkena petir.
""Kamu itu ya, selalu saja menjawab kalau sedang di beri tahu, Saya itu Boss kamu, seharusnya kamu itu menghargai dan menghormati saya.""
""Ah, si Bapak macam baju saja minta di hargain, juga macam tiang bendera saja minta di hormati. Tapi kalau itu mau Bapak maka ok...Hormaaatttt Grak !!!""
Dan Yola pun meniru anak anak Paskibra penaikan bendera, menghormati Chris. Kali ini para Staff sudah tidak bisa menahan tawanya, cuma cekikikan kecil masih takut takut untuk di Lepas kan di hadapan Chris.
""Yolaaaa!!! ikut saya !!!"" Chris yang menarik tangan Yola bermaksud untuk memarahi di ruangannya saja, terkejut karena Yola sekonyong-konyong malah terhuyung Ingin jatuh ke lantai bila mana ia tidak sigap mendekat tubuh seksi itu.
__ADS_1
""Yol ! Yola !!! Kamu kenapa hey ?!"" Chris menepuk nepuk pipi Yola, Shiit ! Rupanya Staff ajaib tukang onar ini sakit ternyata, Dari menyentuh kulit nya saja begitu panas terasa.
""Ibu Sinta, tolong telpon dokter keluarga saya ya, maksud saya dokter Tristan." Chris meraup tubuh Yola, membawa biang onar ini masuk kedalam ruangannya yang memang mempunyai kamar khusus untuk di buat nya istrihat bila mana ia malas untuk pulang ke rumah.
Di taruhnya tubuh ramping Yola, Mata nya baru menyadari ada memar ungu di pipi mulus itu, Manik nya semakin mengagumi perangai fisik Yola yang nyaris tanpa celah. Mengagumi fisik ya ! Catat ! Tidak mengagumi sifat Onar mesum setan kecil ini. Hidung kecil mancung terpatri angkuh. Mata indah yang berbinar jahil kini terpejam tak berdaya, Bibir mungil merah yang biasa Cerewet membuat sakit kepala kini pun tak berdaya.
Aduh...ini anak manusia apa anak malaikat, kok ayu tenan toh ? Ah...ini sih anak setan kalau mengingat mulut unfaedanya.
""Kalau naksir adek gue di harap kan sudah siap di atas ring adu jotos.""
El datang, mengagetkan Chris yang ketahuan mengagumi keindahan jelita Yola. Di belakang nya pun ada Dokter Tristan, Kemal juga Radja yang menyerbu kamar pribadi nya di kantor ini. Tiga eksmud ini datang memang ada meeting bersama untuk proyek baru kerja sama mereka. Tapi karena si setan kecil ini pasti waktu rapat di undur sedikit.
""Maaf !"" Chris mengucapkan maaf yang entah salah apa ! Ia pun mempersilahkan Dokter Eksmud ber-tetoskop ini untuk memeriksa Yola. Ke empat kepala di belakang Dokter Tristan diam anteng dengan air muka datar datar seperti tembok berjejer. Tapi Jujur...El sebagai Abang nya Yola merasakan Cemas sampai menelisik aliran darah nya di dalam sana.
Kemal ? Tatapan nya begitu misterius menatap wajah Yola yang menyadari ada korban KDRT di sana. Nama tengah Lo memang cocok Wild flower Yolanda. Tiada hati tanpa kehebohan Lo perbuat.
Kesadaran Yola kembali lima puluh persen dari pingsannya saat Dr Tristan ingin memeriksa, membuka dua kancing atas kemeja sifon nya, tetiba panik dan...
PLAK....PLAK...Yola menampar membabi buta eksmud yang cukup tampan ini.
__ADS_1
"" ANDA INI KURANG AJAR SEKALI !!!""
PLAK...PLAK...PLAK...