Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 87


__ADS_3

Yolanda Aditama Abraham.


Ebuseet...Siapa yang mengganti namanya ? Kok suster memanggil namanya di antrian pemeriksaan khusus kandungan dengan nama itu ?


"" Nama nya bagus kan, Sayang ? Cocok ! adem di dengar."'


Yola tidak menghiraukan godaan Kemal, beranjak ke arah pintu ruangan dokter yang bertuliskan Dr Aulia iin Kdafit. Mas suami betul betul mencari kan dokter perempuan untuknya, bukan dokter macho seperti Nelo.


Namun langkah nya tertahan saat menyadari Kemal masih mengikutinya Ingin masuk ke ruangan pemeriksaan pun.


"" Mas mau ngapain ?""


"" Masuk lah, ikut kamu !"" Santai Kemal dengan senyum manis nya. Suster yang berdiri di pintu sampai terkesima gagal fokus melihat senyum manis Kemal.


"" Tidak boleh ya sus, orang yang tidak berkepentingan ikut masuk ?"" Yola bertanya ketus ke sang suster yang menatap Kemal tak berkedip, penuh damba. Kenapa lagi nih hati, masa tetiba cemburu begitu, hanya karena suami nya di tatap damba doang. beeh..bahaya !


"" Ah, apa Bu ? ibu bertanya ke saya !"" Sang suster gelagapan sendiri.


"" Tidak boleh kan orang lain ikut masuk kecuali pasien ?"" Tanya Yola kembali dengan sedikit mengeja agar jelas bagi kuping sang suster.


"" Suami nya kan ?""


"" Iya, saya Suaminya !"" Kemal yang menjawab cepat, dengan lagi lagi tersenyum menawan.


"" Boleh kalau begitu, sangat boleh malah agar tahu pentingnya segala sesuatu kondisi istri nya... Mari, silahkan...Dr Aulia sudah menunggu."" Jelas sang suster.


Kemal kembali tersenyum menawan, si wild istri nya tak bisa melarang nya. ia kan kepingin lihat isi perut istri nya lewat USG dini.


""Bisa kan? tidak usah tersenyum senyum ke orang seperti wong drep kehabisan obat saja."" Semprot Yola, menarik tangan Kemal tanpa sadar, dan berjalan masuk.

__ADS_1


Yes...ini Yolanda wild itu kan, Istri gue cemburu cuy? Hahaha...Senang nya, sebentar lagi Mal, kamu akan mendapatkan hati nya ! Kemal berbunga bunga melihat sikap Yola yang nampak cemburu, mata nya pun adem melihat tangan nya di genggam erat oleh Yola dalam langkah masuk ke ruangan.


Sampai dalam ruangan, Kemal dan Yola di persilahkan duduk oleh seorang Dr pria. Laaah... Dr Aulia tuh seorang pria toh ? mana tampan lagi, ini sih sama saja bodoh, mengelak dari Dr sepupu nya-Nelo eh dapat Dr Machones muda lainnya.


Astajim....Kemal tetiba kecut raut wajahnya, ia salah kaprah memilih dokter kandungan, Kemal Baru tahu juga kalau nama Aulia bisa di pergunakan untuk seorang laki-laki. Hadeeh... Gosong lagi nih hati sebentar lagi. Lihat lah raut wajah istrinya yang tadinya masam di hadapan suster tadi, eh sekarang terlihat binar binar Sialan !!!


""Ibu Yolanda !"" Sang Dokter Tersenyum ramah ke Yola dan Kemal.


"" Ah, bisa tidak jangan panggil ibu, pan saya tidak nikah sama bapak nya Dokter, panggil babe, sayang juga boleh."" Yola menggombal, tapi sebenarnya ia ingin meledek Kemal yang salah kaprah memilih dokter, niat hati ingin memilihkan nya dokter ibu ibu yang mau pensiun, eh dapat nya yang seger di mata, Macho lagi. Rejeki orang hamil mah...kagak ke mana.


"" Kamu kalau bercanda bisa aja sayang, Pemulung depan saja kamu gombalin, sekarang tukang suntik pun, jadi ! pak dokter jangan di atas awan ya, istri saya memang begitu, suka bercanda.".


Kemal yang sebenarnya sudah Gedeg karena salah pilih dokter, semakin dongkol saja mendengar istri mata machones ini menggombali dokter muda di hadapannya, Dasar istri tidak tahu akhlak, di hadapan suami sendiri terang terangan menggombali pria lain. suami mana coba yang kagak kesal ? Nasib..Nasib dapat istri modelan begini.


""Mana ada Yola gombalin pemulung, Mata Yola itu melek nya kalau di hadapan kan yang bening bening."" Yola melirik pak dokter saat berucap bening bening, Dan Kemal yang menyadari itu segera mencondongkan wajah ke hadapan Yola.


""Pak dokter ini seorang obigin atau viewer sih ? kok dari tadi hanya sibuk menonton kami, ayo cepat periksa Istri saya, dari tadi anda menikmati pertunjukan kami"" Kemal mengalah tak membalas ucapan Yola lagi, besok besok ia harus lebih teliti lagi untuk memilih dokter.


"" Maaf, Anda bapak dari calon bayi nya kan ?"" Dr Aulia bertanya Ambigu.


"" Tentu saja, Saya yang membuat nya berati saya Bapak nya kan ?" Jawab Kemal cepat, bahkan sangat cepat seperti petir menyambar.


"" Kalau begitu Anda harus belajar lebih bersabar lagi untuk menghadapi istri anda yang hamil, Hormon orang hamil memang berbeda beda dan aneh, Mungkin si ibu mengatasi bad mood kehamilan nya dengan cara menggombal, Membuat hati calon ibu bahagia itu juga berpengaruh baik untuk perkembangan janin lho Pak."" Jelas sang Dokter seraya menyiapkan alat kedokterannya untuk memeriksa kehamilan Yola.


Hamil tidak hamil, istri saya memang punya penyakit, penyakit machones. Kemal menzipper mulut nya rapat rapat, mengalah. Sementara Yola melebar kan senyum nya meledek sang suami.


Sampai pemeriksaan di tahap menyilak baju Yola untuk memperlihatkan perut nya yang ingin di usg dini, Kemal segera menghentikan itu, cepat cepat membetulkan baju Yola yang terbaring di brankar. Ogah ogahan ada pria lain yang menikmati kulit tersembunyi istri nya.


"" Kenapa pak ?"" Heran Pak Dokter.

__ADS_1


Yola hanya diam, sudah tahu akan tingkah aneh Kemal yang ini, Tapi jujur, ia juga tidak setuju perut nya mau di raba raba oleh tangan pria, Sedari tadi ia terbesit bayangan Daddy-nya yang ingin melepas baju nya paksa di waktu tragedi itu.


"" Usg dini nya tidak jadi, nanti saja..Maaf !"" Ujar Kemal sopan, dan segera membantu Yola menarik tubuh dari brankar. Tatapan Yola kali ini berbeda yang di rasakan Kemal. Tatapan nya sangat teduh dan senyum istri nya juga seperti tulus yang di tangkap oleh Kemal.


Apa gue salah nilai ?


...*****...


Sementara di hotel, Siang bolong begini, Fifi baru sadar dari tidur nya di dalam kamar hotel Eldath.


Tubuh nya terasa letih, kepala nya pusing. "" Tangan gue kok di ikat dasi ?""


Jantung nya bergetar hebat mendapati tangan nya terikat, seperti korban penculikan saja, tapi anehnya ia berada di kamar hotel mewah bukan di gudang tua di sekapnya. Dengan perlahan ia menarik tubuhnya untuk duduk, Shiit... Kaki gue juga terikat, Sialan.. siapa sih pelaku nya. Marah dan takut sekaligus menerpa perasaannya. ia belum melihat ada pria berjas yang duduk angkuh di sofa yang sedang memperhatikan nya yang saat ini mencoba membuka ikatan dasi itu menggunakan mulut nya.


"" Sudah bangun, Perempuan ?"" El bertanya tanpa ingin membantu Fifi lepas dari ikatan kuat ulah nya semalam. ia hanya mendekat dan bersedekap dada.


"' Kamu ?"' Kaget Fifi menatap nyalang Eldath. "" Lo penculik ? Dasar penjahat...Gue laporin lo ke polisi, Awas saja...Gue nggak akan berbelas kasih mengampuni Lo walaupun Lo Abang tersayangnya sahabat gue.""


Ocehan marah Fifi malah dapat toyoran jidat santai dari Eldath.


"" Dengar ya perempuan, gue itu udah nyelamatin Lo dari pria nakal yang ingin mencicipi rasa tubuh Lo dengan cara membius Lo pakai obat peningkat gairah semalam, ingat ingat dulu kronologi nya seperti apa baru Lo melapor kan orang ke polisi.""


Karena Fifi tidak bisa melepas ikatan dasinya, Eldath mengalah untuk membantu, Terlepas... Fifi diam dengan mata ia pejam, mencoba mengingat kejadian semalam.


Pesta ? Beno ? minum jus ? Terus... Gelap ! Shiit...Apa Eldath yang ngebantu gue semalam, itu artinya yang menikmati tubuh gue... Eldath dong..?


"" HUAAPAAAH, gue--gue, Huawaaa... hiks... hiks...hiks..Lo jahat El""


Fifi tetiba nangis kejer memukul mukul dada Eldath brutal dengan terus terpekik jahat.

__ADS_1


__ADS_2