
Kepergiaan Nata dari rumah Ibell membuat tanda tanya besar di benak Nata untuk ingin mengetahui hidup pribadi Ibell lebih dalam lagi, info lengkap Ibell dengan mudah ia dapat kan dengan ahli IT nya.
" Apa Mama mengganggu mu ?" Yola nyelonong masuk ke kamar pribadi Nata.
" Tidak ?" Tanpa menoleh, Nata menyahut lembut ratu nya, Namun tangan dan mata itu sedia kala tertuju ke layar laptop. Yola yang penasaran ikut, mengintip di belakang kepala Nata yang duduk bersila di atas kasur empuk.
"'Mita Asrina ?" Gumam Yola sedikit heran, kenapa anak nya meretas data Mita-Mantan sahabat yang pernah terciduk kuda kudaan dengan Nando-mantan pacar nya di kala ia masih wild flower, dulu.
" Apa ada masalah dengan orang itu, Nat ?"
" Orang tua Ibell, ralat...ibu tiri Ibell !" Nata menutup layar nya, ia sudah mengetahui semua keluarga Ibell dengan mudahnya.
" Aku mandi dulu ya, Ma." Satu kecupan pipi Nata berbekas di pipi Yola yang nampak tertegun. Bahkan Yola tak menjawab Nata.
Oh..jadi Mama matre Ibell itu Mita ? Caelah... badut Mampang itu toh yang pernah membuat Ibell menangis di telpon, Dasar ya..tak pernah berubah.
...****...
Kesibukan kembali menerpa Ibell menjadi sekretaris Nata. Ia menghadap sang Bos dengan laporan perusahaan untuk Nata cek.
" Selamat pagi pak, Seperti biasa, kopi susu dan laporan sudah di tempat." Sopan Ibell bersuara.
Nata hanya mengangguk, melirik Ibell sekilas seraya melepaskan jas nya yang terasa sumpek di tubuh nya.
" Apa ada jadwal meeting hari ini ?" Nata menaruh jas nya di punggung kursi. beranjak ke arah kaca besar yang memang di sediakan khusus oleh nya sendiri. ia mengacah dengan tangan ia gunakan sebagai sisir di rambut nya.
Ibell yang melihat itu menggeleng, menepis rasa kagum ke Nata akan Perangai tampan yang di miliki Nata. Ingat Ibell, dia itu laki laki mesum.
" Saya tampan tidak, Bell ?" Nata sadar dengan mata Ibell yang memperhatikan nya.
__ADS_1
" Tampan sih pak, tapi di sayangkan belum menikah, itu sama saja tidak laku." Bukan kurang ajar, Tapi Ibell hanya membayar kedipan genit Nata, lihat lah...sang Bos terus saja menatap genit dirinya.
Haha..Nata tertawa kecil dengan celetuk pedas Ibell, rayuan nya sangat basih kalau cewek di hadapannya itu Ibell, sekretarisnya ini memang mempunyai harga diri tinggi, Ok... sampai mana harga diri itu berlaku, ia akan bersumpah... Sebelum menaklukkan tubuh Ibell... jangan panggil ia Cassanova lagi, Tapi panggil lah kacung dungu saja.
" Apa ? Jam 12 siang saya harus kemana ?" Nata kurang jelas dengan jadwal hari nya yang di bacakan oleh Ibell.
" Ke Cafe pak, ada temu janji bersama calon istri anda yang sudah di atur oleh Ibu anda." Ibell mengulang nya dengan pelan pelan agar si bos mendengar nya dengan jelas.
" Tidak, batal kan saja, saya tidak mau !" Tolak Nata. Kaca ia tinggal kan... wajah nya sudah jelek kalau menyangkut Pernikahan, Sang Ratu benar benar ingin menjodohkan nya, rupanya. ia kira cuma geprakan Mama nya saja.
" Maaf pak, tidak bisa..Ibu Bapak sudah mewanti-wanti saya sebelumnya."
Ck, Nata berdecak lidah, dari pada menemui calon istri yang tidak jelas, lebih baik ia menggoda Ibell saya seharian penuh. Ia lebih suka melihat wajah masam Ibell bila di rayu oleh nya.
" Ibell, dari pada saya menemui orang tak jelas, bagaimana kalau kita jalan jalan saja, belanja gitu...saya siap lho jadi sopir pribadi kamu hari ini, nonstop, beli apa pun saya traktir deh." Rayu merayu semakin meningkat, Nata tak pantang menyerah, dari belakang ia menghirup aroma rambut Ibell yang langsung menusuk kalbu nya. cihaa..sedap, cuy.
Ibell yang merasa pak bos mesum nya terlalu dekat dengan kepala nya, berbalik cepat setelah memindai berkas.
Nata kembali tersenyum geli, seribu kali ia di tolak, seribu kali pun ia akan merayu sekretaris cantik nya, jangan sampai ada musium penolakan di dalam kamus nya.
" Kamu kok nambah cantik dan seksi saja kalau menolak ku, Bell."
Ibell memutar bola matanya, berpura pura mual mendengar pujian Nata. Dengan rasa sopan nya, ia pun undur diri, kelamaan di dekat Nata Membuat nya gila.
...****...
Jam 12 siang, Nata memenuhi keinginan Yola untuk bertemu janji ke orang yang katanya yang mau di jodohkan nya. Ibell ada di samping kemudi nya sebagai saksi katanya agar sang ratu percaya. Namun sekertaris cantik nya itu tidak lah turun, Ibell hanya menunggu Nata di dalam mobil saja.
" Ok, gue mau lihat, seperti apa kah rupa pilihan Mama." Nata menggerlya pengunjung cafe, mencari orang yang berbaju pink, itulah clue dari Ibell pesan dari mamanya. Tapi...ia tidak melihat wanita yang berbaju pink, adanya laki laki di pojok table yang berbaju pink.
__ADS_1
" Mana sih orang nya ?" Nata mendekat ke pria yang berbaju pink, sedikit ragu.
" Ini Nata anak dari Tante Yola, ya ?"
Nata mengangguk pelan akan pertanyaan lady man bin banci di hadapannya. ia semakin waspada di kala sang banci ini berdiri dari duduknya.
" Kenalin, saya Lilita, Orang pilihan Tante Yola untuk menjadi istri mu." Tuing.. Tuing. kedipan mempesona bulu mata anti Putin* beliung sang lady man terlihat menjijikkan untuk Nata.
Nata yang di kedipin dari lady man, bergidik jijik... Ma-ma-maaa... gagap nya kabur kocar-kacir, pelayan cafe yang di tabrak bahu nya pun tak di hiraukan, jurus seribu bayangan dari Naruto pun berguna saat ini.
" Isabelle, Bell.. Ibell." Nata sudah sampai di parkiran, di mana Ibell dan mobil nya berada, dengan cepat ia naik ke kemudi.
" Kenapa pak ? ada masalah ? pasti cewek nya cantik bidadari ya pak, sehingga anda terlihat buru buru untuk pulang dan minta di bikinin acara." Terka Ibell heran. Tissue ia kasih ke Nata saat menyadari wajah tampan pak mesum nya berkeringat dingin.
" Astaga, Bell. Ayo kita kabur dari sini, ratu Ingin menikah kan saya dengan wanita jadi jadian, lady man, Bell." Nata tancap gas melihat pria berbaju pink itu mendekati mobil nya.
" Lady Man ? Maksud bapak banci ?"
Nata mengangguk.
" Hahahaha." Ibell terpingkal pingkal menertawakan Nata.
" Isabelleeee, shut up." Nata memperingati untuk Ibell diam dari tawanya, ia malu sendiri.
" Iya pak." Walaupun menyahut iya, Tapi Ibell tak kuasa menahan tawanya. ia terkikik sendiri dengan tangan menutupi bibir nya yang masih terpingkal pingkal, ia tidak menyangka...Mama dari bos nya begitu somplak. Kesedihan di dalam hidup nya yang menyangkut orang tuanya, jadi hilang kalau bersama Nata. Walaupun bos nya mesum, Tapi Nata tak berani menyentuh kulitnya barang sedikit pun tanpa ada persetujuan dari nya.
______
Yang pernah baca kisah 'Bintang' pasti ingat dengan alur bab ini 😉...
__ADS_1
Tinggal kan jejak dong, sepi perasaan deh..apa karena Mak author yang lagi tidak bersemangat kali ya...