Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 217


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan cukup lama, Ibell dan Nata sudah sampai di rumah di malam hari, Suasana rumah sudah sepi, mungkin Vay dan lainnya sudah tidur. Bi Tina yang membukakan pintu dengan air muka heran nya.


Kok sudah pulang ? Hanya dalam hati lah Bi Tina berani bertanya, ia tidak mau kurang ajar ke majikan nya walaupun tidak bermaksud.


" Semuanya sudah tidur Bi ?"


" Iya Nyonya ?"


" Panggil Ibell aja, Bi. Sudah di bilangin dari kemarin kemarin juga."


" Ah, iya Non."


Nata dan Ibell pun berjalan ke arah kamar Vay, mereka ingin melihat anaknya terlebih dahulu baru istrihat.


Ceklek...


Nata dan Ibell saling pandang, sejujur tersenyum lega, anak nya baik baik saja.


" Kita tidur bertiga seru kayak nya Bang ?"


" Ide bagus, Tapi di malam berikutnya harus khusus untuk Beno dan Eni ya."


Mereka berbisik bisik dalam berbicara, agar Vay tidak terganggu tidur nya.


" Mesum." Ibell mencubit kecil pinggang Nata yang tersenyum mesum kepada nya.


" Tujuh tahun lebih lho Ibell !" Nata mengingat kan. Tangan itu menarik pinggang Ibell untuk mendekat tubuh nya.


" Eum, ayo tidur, Nanti Vay bisa lihat."


Cup..


Kecupan manis itu bertengger basah di dahi Ibell. Sejurus mereka mengambil posisi tidur. Vay lah yang berada di tengah-tengah mereka. Ia dan Ibell ingin membuat kaget Vay di pagi hari bila terbangun nanti.


" Entah kenapa, Perasaan Bunda tidak enak kepada mu, Vay." Ibell mencium pipi anak nya baru memejamkan matanya dengan tangan dan juga tangan Nata memeluk tubuh mungil itu secara bersamaan.


Di pagi hari Buta, Vay terganggu dengan hasrat belakang nya, ia ingin bergerak tapi rasa rasanya susah, di bagian kiri dan kanan serasa tembok menghempit nya.


Mata bulat kecil itu terbuka, melirik ke perut nya, ada dua tangan yang memeluknya dalam tidur.


" Ayah, Bunda !" Senyum Vay mengembang senang, orang tuanya sudah kembali, Ah... inilah yang ia inginkan, ketika membuka mata ada kedua orang tuanya yang memeluk nya sayang.

__ADS_1


Cup cup.


Vay mencium pipi Ayah Bunda nya bergantian. Ibell dan Nata yang sebenarnya sudah bangun sedari tadi, Bahkan sudah sholat subuh berjamaah, Tersenyum lembut dalam mata terpejam bohong nya.


" Ayo, ketahuan nyium nyium Ayah."


Ha-ha-ha..


Tawa geli Vay terdengar tanpa beban, Ayah nya ini nakal, main klitikan. Kalau hasrat belakang nya Keluar di tempat tidur kan Jorok.


" Bunda, Hahaha, to_tolongin, Ha-ha-ha, Vay ingin pipi*." Vay berbicara tidak jelas karena Nata masih saja menggelitik nya.


Ibell yang melihat itu, jadi ikut tersenyum, Keputusan nya sudah benar dengan berdamai hati dan pasrah Kepada-Nya, Memaafkan kesalahan Nata di tempo itu ternyata tanpa sadar membuahkan kebahagiaan untuk Vay, Vay bisa punya keluarga lengkap, Vay tidak boleh merasakan broken home nya di saat ia berumur delapan tahun.


" Ayah nanti Vay pipis bagaimana."


" Oh, jorok dong." Nata tak percaya, Gemas sendiri di buat oleh anak nya, di cium nya pipi Vay terus menerus hingga Vay merasa risih akan bulu bulu halus Nata di rahang itu.


" Bunda !" Vay merengek meminta pembelaan.


" Abang, Sudah ah, itu Vay tangan nya sudah berada di tengah agar tidak pipis."


Nata akhirnya melepaskan anak nya akan leraian dari Ibell. Vay langsung ngebirit ke kamar mandi.


Ibell dan Nata yang mendengar dumelan kencang Vay di dalam kamar mandi yang belum tertutup, saling lirik. Sejurus Nata dan Ibell tertawa lucu. Vay di dalam sana jadi marah marah kesal sendiri dengan berkata gara gara Ayah sih !


" Abang siap siap ngantor aja, Biar Ibell ngurusin Vay terlebih dahulu."


Nata tak bergeming, Tangan itu malah menarik tangan Ibell yang ingin bangkit dari kasur, Membuat Ibell berbaring kembali.


" Bell, Masih mau jadi sekretaris Abang tidak ?" Nata memainkan rambut Ibell yang masih lembab belum tertutup hijab, wangi rambut Ibell menggoda hasrat nya di pagi hari ini. ia berniat mengajak Ibell kerja lagi kepadanya, bukan karena hal kerjaan yang utama, melainkan cara khusus agar Ibell di setiap waktu ada di depan matanya, di kantor, di rumah harus ada Ibell di kedua matanya. ia tidak mau jauh jauh lagi.


" Kerja ? eum.. Nanti Ibell pikir panjang lagi deh, hari ini Ibell mau antar Vay ke sekolahan, tak apa kan ?"


Nata mengangguk..." Bell, main sebentar yuk, Satu ronde !" Ajak nakal Nata. Ibell membulatkan mata, wajah nya kok panas malu.


"Vay ikut !" Vay menyahut yang baru selesai mandi, tubuh mungil itu terbalut handuk putih.


Astaga...! Nata melengos, masa iya mau mendesaahhh enak tapi ada Vay yang melihat. Gila aja gue ! bibir Nata cemberut lima senti membuat Ibell tertawa lucu.


" Maka nya jangan mesum di pagi pagi." Ibell berbisik ke Nata, meledek. lalu bangkit dari kasur menuju Vay yang berwajah heran, mau di ajak main apa ?

__ADS_1


" Mau main apa sih, Bun ?"


" Apa ya ?" Mata Ibell tertuju ke punggung Nata yang ingin meninggalkan kamar.


" Main petak umpet Vay, Tapi Ayah nggak mau ajak Vay." Nada itu terdengar menyedihkan, menyahut tanpa menoleh, langka nya terus keluar kamar. Di kapal belum sempat enak enak. di rumah pun kesempatan selalu di gagal kan oleh Vay. Nasib badan !!!


" Kok Vay nggak mau di aj__"


" Uda ah, Ayah cuma bercanda, Vay buruan pakai seragam sekolah, hari ini Bunda yang akan mengantar kamu."


Vay terpekik senang... " Tapi tidak pakai gigi tonggos sama kaca mata jelek lagi kan, Bun ?" Vay ingin membuktikan ke teman teman nya kalau ia punya Bunda yang cantik nan anggun bukan Bunda Ibell nya yang dulu memakai topeng dan berujung kadang di rundung ejek oleh temannya, apalagi teman yang bernama Dika, tidak ada henti hentinya selalu mengejek nya kalau ada kesempatan di kelas.


" Tidak lagi." Sahut Ibell, kini ia sudah selesai merapikan rambut Vay.


Tanpa ke-dua orang ini sadari, ada Yola yang menyender santai di kusen pintu sedari tadi melihat Ibell dan Vay bercengkrama, bibir yang masih sedikit bengkak itu tersenyum dalam diam nya. Mantu nya sangat telaten mengurus cucu nya.


Yola melanglang buana ke masa lalunya, membanding kan masa lalunya dengan masa lalu Ibell. Hati Yola bergetar, Ia lebih beruntung dari Ibell yang menderita tujuh tahun seorang diri membesarkan anak tanpa adanya sosok laki laki di samping nya. Ia tahu arti orang hamil itu seperti apa. Hawa nya ingin di manja...Tapi Mantu nya...? Nata tidak ada di dekat Ibell saat itu, dan Anak semata wayangnya tidak akan merasakan dampak keseruan dan di susah kan sebagai suami siaga menjelang kelahiran bayi, karena mantu nya tidak bisa hamil lagi.


Ah... Kenapa harus bersedih, masa lalu hanya lah masa lalu, kini kebahagiaan masa depan harus di ciptakan. Yola menghapus air mata rasa berkecamuk itu, ada rasa haru juga ada rasa sedih yang menetes ke pipi nya.


" Ayo kita sarapan__ Mama ?" Ibell baru sadar ada Yola di pintu itu. " Astaga Ma, Wajah__"


" Hehehe, Mama cantik kan ?" Yola mencairkan suasana, Babak belur wajah nya jadi pertanyaan besar di wajah terkejut Ibell. ia tidak mau memberitahu kan kalau Vay hampir saja di tembak oleh penjahat Onta itu. toh sudah mati ini orang nya.


" Tak apa Ibell, Ayo kita sarapan bersama, nanti Vay telat sekolah."


Ketiganya pun keluar kamar, Ibell berbelok ke kamar nya terlebih dahulu untuk bersiap siap mengantar Vay ke sekolah, hati nya berkata tidak enak saat ini, mau melarang Vay ke sekolah tapi bukan contoh yang baik untuk Vay, yang ada nanti Vay tidak lah di siplin.


Sarapan bersama keluarga telah usai dengan tenang penuh kehangatan di keluarga Abraham. kehadiran Abah Ambu juga membuat ramai. Kini Vay berpamitan dengan Ibell dan Nata sudah jalan ke luar terlebih dahu menuju mobil masing-masing.


" Yakin kamu mau naik mobil sendiri, sama Abang aja berangkat nya, setelah nya kamu ke kantor Abang, jemput Vay lagi di akhir pelajaran." Nata menawarkan lagi.


" Yakin Abang, Ibell mau di sekolahan Vay sampai akhir pelajaran, ada pembayaran sekolah Vay yang harus di urus langsung. Nanti kalau Ibell tidak bawa mobil, pulang nya malas naik taksi."


Ibell hanya beralasan akan pembayaran sekolah, ia tidak mungkin berkata hati ku berasa tidak tenang ke Vay. ia tidak mau membuat beban pikiran untuk Nata. Toh ini hanya firasat yang bersifat belaka saja.


" Baiklah, tapi nanti malam kita dinner bersama ya ?" Nata berencana membuat kejutan manis untuk istri nya.


" Iya." Sahut Ibell, sejurus Bocah kesayangan mereka sudah keluar dari rumah dengan tangan itu di tuntun Yola dan Kemal yang sudah siap untuk ngantor pun.


Tiga mobil mewah itu pun meninggalkan pelataran rumah dengan tujuan berbeda, Menyisahkan Yola seorang diri yang melambaikan tangan.

__ADS_1


" Sendiri lagi !" Yola bergumam, sejurus menggeleng, ia tidak sendirian ada Ambu di halaman samping rumah yang sedang berolahraga santai bersama Abah.


Gangguin mereka yang berpacaran ah... Usil nya kambu.


__ADS_2