
Praang...
Di dalam ruangan kerjanya, Nata tidak sengaja menyenggol pigura di atas meja, Membuat pigura foto keluarga kecil nya itu pecah berantakan di lantai.
" Ish." Saat ia mengambil foto nya, Jari Nata terkena beling membuat ujung jempol itu berdarah, Entah kenapa, perasaan nya tiba tiba tidak enak saat ini.
" Ada apa ini ?" Nata mendadak tidak semangat kerja. Ia kembali mengeluarkan Gawai nya untuk menghubungi Ibell yang tadi percakapan mereka tiba tiba saja putus. ia ingin memastikan apakah keadaan dalam kondusif ? Tapi nihil, Gawai Ibell tidak aktif.
" Telpon rumah aja kali ya ?" Gumam nya, tapi orang rumah sama saja tidak ada yang menerima panggilan nya. Nelpon Yola pun tidak di angkat padahal aktif.
Di sisi Ibell, Istri Nata itu terus saja menambah kecepatan mobil nya, Alvin Semakin gila, niat banget mengejar laju nya, Entah apa mau nya, jelas tidak baik. Batin Ibell menebak, ia tidak mau berurusan dengan orang macam Alvin, mungkin menghindar lebih baik, dengan itu Ibell berusaha untuk berkelit dari kejaran Alvin.
" Bunda, Vay takut !" Rengek Vay, Bunda nya seakan kesetanan dalam berkemudi.
" Ada Bunda sayang, Vay berdoa aja biar kita selamat sampai__"
Chiiit..
Braaak..
Awww !
Kata kata menenangkan Ibell ke Vay belum lolos seutuhnya dari bibir nya, Mobil nya itu sudah dapat serempetan bagian kanan body mobil nya dari Alvin, Membuat laju Ibell sedikit oleng namun dengan cepat mengimbangi kemudi nya. Ia harus selamat, ia tidak boleh membahayakan keselamatan Vay.
" Kamu bego Ibell sudah mengambil jalan berbahaya sepi ini yang ada jurang nya pula."
Sekali lagi, Mobil nya menghantam body kiri mobil Ibell hingga mobil Ibell keluar jalur ke sisi kiri yang terdapat jurang dengan hanya pembatas jalan beralunium sebagai penghadangnya. Ibell yang tidak mau di sudut kan ke jurang terus, mau tak mau harus memberhentikan mobilnya, ia tidak mau mobil nya terjun bebas ke bawah sana dengan ia dan Vay ada di dalam nya, itu namanya lepas dari singa tapi berujung alam lain yang menanti. Lebih baik ia meladeni singa gila secara berani.
" Akhirnya menyerah juga." Senyum evil Alvin mengembang, mobil nya kini sudah mengunci pergerakan mobil Ibell yang istri rival nya itu masih enggan untuk turun. Alvin pun turun dan menghampiri mobil Ibell yang sudah rusak body bagian kanan.
" Bun, Dia siapa ?" Vay menahan tangan Bunda nya yang ingin turun, kini Alvin sudah mengetuk jendela mobil nya.
Takut, Tentu saja Ibell takut, tapi ia menekan rasa takut nya itu Sebisa mungkin agar tidak mudah di intimidasi oleh lawan.
__ADS_1
" Tenang ya Vay, misalkan kondisi tidak kondusif maka sebisa dan sepintar pintar nya Vay harus kabur ya sayang."
Vay menggeleng, ia tidak mau meninggalkan Bunda nya bersama orang jahat itu yang tidak sabaran menggedor kaca mobil.
" IBELL." Tok tok. " Buka pintu nya atau mobil mu dan isi nya akan saya tabrakan dan berakhir terjun bebas." Ancam Alvin. Ibell pun membuka kasar pintu mobil nya membuat tubuh Alvin terkena.
" Ka__"
" Apa mau mu ?" Ibell tidak mau di intimidasi, walaupun sudah tersudut. Vay juga ikut turun. dan menggenggam tangan Bunda nya, wajah yang tadinya ketakutan kini tidak ada lagi, seakan-akan wajah itu malah menantang Alvin agar Om jahat ini takut padanya, Niat nya berani.
Tapi di sayangkan, Alvin yang sudah terselimut dendam ke Nata tentu saja tidak ada takut takutnya, Apa pun ia akan lakukan untuk menjatuhkan Nata.
" Mau ku ?" Bugh.
" Bunda !" Vay terpekik, Bunda nya di pukul oleh Alvin hingga pingsan. Vay berusaha mempertahankan Bunda nya yang ingin di gendong Alvin naik ke mobil, Vay memukul mukul pria dewasa itu dengan pukulan keras nya, tapi Alvin tak bergeming, tenaga anak gadis kecil versi Nata ini tidak lah ada apa apa nya, Dengan muda Alvin memasukkan tubuh Ibell ke dalam mobil nya.
" Lepasin Bunda ku, Atau Ayah ku akan memarahi mu." Hardik nya menggigit tangan Alvin yang ingin menangkap nya pun.
Bugh,...
Sejurus tubuh kecil itu pun pingsan karena di pukul oleh Alvin di bagian tengkuk Vay.
" Hitung waktu mu, Nata. Siap siap menangis darah."
Alvin menjatuhkan mobil Ibell masuk ke jurang.. duaaar. sejurus terdengar ledakan di bawah sana, Meyakinkan mata nya....Alvin pun Sejenak menengok ke bawa sana.
Bibir itu tersenyum jahat dengan alibi di otaknya, Alvin merekayasa kecelakaan mobil Ibell masuk ke jurang, biar keluarga Abraham mengira dua wanita kesayangan mereka telah tewas terbakar habis dengan bangkai mobil yang meledak di bawah sana.
" Kita akan jalan jalan dahulu cantik baru bermain main dengan suami mu."
Mobil Alvin segera melesat pergi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, Nata sudah pernah membuat nya menderita di dalam penjara, rasakan balasan mu. gumamnya senang yang ingin membawa pergi ke dua orang tersayang Nata ini hilang jejak sampai waktu yang di tentukan, Permainan ada di tangannya. Yakin nya bangga.
Di rumah, Yola resah. Perihal mendapat telpon dari Nata yang menanyakan Ibell dan Vay, Lah... setahu Yola mantu nya itu mengantar cucu nya ke sekolah, menelpon Jum-orang tua Ama pun katanya kelas sudah bubar, bahkan Vay sudah pulang.
__ADS_1
" Kemana mereka ?" Yola mondar-mandir di depan teras dengan jari itu di gigit nya resah. Perasaan tidak baik menghampiri nya, Entah kenapa ?
" Ah, mungkin Ibell hanya mengajak Vay jalan jalan sebentar. Tapi hape nya tidak aktif segala sih ?" Dumel nya dengan mata itu terus melihat ke arah gerbang, berharap mobil Ibell masuk dari sana.
Drrt..
Handphone Yola kembali berdering dengan penelpon yang sama, Nata.
" Halo !"
" Ibell dan Vay sudah sampai belum Ma ?" Suara Nata terdengar gemetar, ada keganjalan yang di rasakan nya sedari tadi tapi ia tidak tahu ada apa ?
" Belum ! Kata Ama, Vay dan Ibell lebih dulu meninggalkan sekolahan, tapi sampai saat ini belum sampai juga. Mama telpon hape nya tidak aktif."
" Ya uda, Kalau gitu kabarin Aku kalau mereka sudah sampai rumah."
" Iya__Eh kok ada polisi ?"
Nata belum sempat mematikan handphone nya, Mendengar Mama nya berucap sendiri.
" Ada polisi kata nya ? Nata memasang telinga nya si sebrang layar, Benar..ia samar samar mendengar suara suara itu yang memperkenalkan diri sebagai polisi ke Mamanya.
" Iya betul, Nomer plat mobil yang anda sebutkan adalah mobil Abraham, mantu saya yang memakainya. Apa ada masalah pak ?" Yola menahan nafas nya, Semoga hanya penilangan lalu lintas biasa saja. Batin nya mencoba menghibur diri.
" Kami dari kepolisian mendapat laporan kecelakaan, dan mobil plat tersebut telah kecelakaan hingga masuk jurang, mobil tersebut meledek dan hanya menyisah kan bangkai mobil saja, Bu ?"
Praaang...
Nata dan Yola secara bersamaan menjatuhkan handphone nya di tempat berbeda, Tidak mungkin ! Ibell dan Vay nya tidak mungkin kecelakaan.
Kaki Nata bagai tak bertulang, Jantung nya memompa sakit, ia hampir jatuh karena lemas, tangan itu berpegangan di ujung meja kerja nya dengan air mata jatuh tanpa permisi.
" Ibell, Vay !" Nata terduduk lemas di lantai dengan air mata pilu yang berbicara. Di pegang nya dada nya yang berdebar sakit, Tidak ! Mereka masih hidup ! Nata menarik kunci mobil nya dan menuju ke TKP. Iya yakin, Istri dan anaknya masih hidup.
__ADS_1