
Yola tertahan di tengah gawang pintu melihat orang yang pernah di recokin nya ada di hadapannya saat ini. Kenapa harus bertemu sih ? Batin nya malas.
Bukan hanya Rendra saja di dalam ruangan, melainkan ada A kasep nya yakni Fajar Anugraha.
"" Kamu di sini Neng ? Ayo masuk, mau ketemu Meca juga ya ?"" Fajar menarik lembut tangan Yola untuk masuk, Sementara Rendra sudah menampakkan wajah datar datar dinginnya.
Yola jadi tidak enak sendiri, karena ulahnya dulu, Rendra gagal bertunangan, dulu ia berbicara tak berfilter sehingga semua orang dan bahkan sekampung mempercayai ucapan tak berfilter nya. Yakni Gay.
Waktu itu, Dirinya ikut menghadiri pertunangan Rendra bersama Fajar juga Elis-adik Fajar. Karena dulu ia masih polos yang tidak tahu dampak ucapan somplaknya ke orang itu seperti apa jadinya, Dan seperti apa dampak jadinya pun di hari sakral kedua orang yang bertunangan.
Sehingga dulu ia berucap begini yang tak sengaja tertangkap pengeras suara yang On.... A Rendra, Selamat ya, selamat karena sudah tidak mendapat predikat gay lagi dari otak Yola dan Elis. Yola kira A Rendra Gay...Di belai belai dadanya dan di cium Yola pun tak bergeming, eh..taunya, uda acara tunangan aja.
Hmm, Siapa yang tak malu ada suara setan yang berucap begitu, otomatis Keluarga mempelai wanita ngamuk menggagalkan pertunangan, Secara di kampung... ucapan negatif begitu sudah di anggap keterlaluan... Di belai belai dan di cium, gay ?
Dan karena itu lah, Rebdra ngamuk kata kata kepadanya, Bahkan Rendra pernah berkata... Saya akan menikah nanti, tapi hanya kepada mu, dan akan membuktikan Kekuatan pedang saya seperti apa, Cepat lah tumbuh dewasa, atau sekarang pun jadi !!!
Yola yang masih Remaja di waktu itu auto kabur dari kampung Mamang Asep dari pada harus menikah...dia pan takut nikah. Lagian waktu ia mencium pipi Rendra dan membelai eksotis dada Rendra, gagara Elis yang menantang nya dengan Elis berkata... Yol, Kamu coba buktiin deh otak riweeeh Lis terhadap A Rendra...Masa di tembak cewek tetangga sebelah di tolak sih...Lis curiga A Rendra itu gay, secara nempel terus sama A Fajar. Lis tak suka kalau A Fajar jadi terseret Gay.
Dan akhirnya pun terjadi riweeeh semuanya karena ulah nya yang dapat pantikan dari Elis.
__ADS_1
"" Kamu sudah besar ya Yol ? Sudah dewasa juga, Otak nya ikutan dewasa kan ? tidak lagi berotak secuil kan ?"" Rendra berucap sinis.
"" Sudah besar lah, mang Yola kurcaci kagak tumbuh kembang, Besar Seksi aduhai seperti ini masih di pertanyakan, besar nya !!!"" Yola yang anti di intimidasi malah ikut bermain kata. Padahal tadi sempat ingin meminta maaf, dulu sampai sekarang setelah menghancurkan acara orang di hadapannya ini, belum sama sekali mengucapkan maaf karena kabur duluan.
""Di dengar dari pemilihan kata sih, otak nya masih secuil somplak nyablak !"" Semprot sinis Rendra lagi. penampakan Yola memang bidadari tapi aslinya iblis, Rendra Ingin menggoda si Wild ini. Batin nya.
"" Ah, si A ga--eh A Rendra mah tahu aja kalau Yola nggak punya otak, jadi apa kabar saudara ? Sukses ? Sukses bertemu jodoh maksud nya ?""
Yola mengedipkan matanya, ingin membalas kesinisan Redra dengan cara agresif nya, Pan si Aa ini orang nya kaku kalau di agresf-in.
Fajar yang tahu permasalahan nya, hanya menggeleng geli tak mau ikut campur, mendengar kan cuma mata dan tangannya sibuk dengan draf draf di hadapannya.
"" Sayangnya belum, jodoh saya kan kamu, sebagai pertanggung jawaban, kamu harus menjadi istri saya, Dulu mah kamu masih kecil, jadi kagak etis, sekarang sudah besar cantik pula, jadi apa kamu siap jadi istri saya ? siap tak siap harus siap karena ini bukan pilihan melainkan pertanggung jawaban."
"" Hehehe, Yola minta maaf atu akang kasep, Pan Yola dulu masih remaja, sekarang Yola pun masih kecil kok, jadi jangan ngajak Yola nikah ya, Yola sudah punya sua---""
"" Siapa yang ngajak kamu nikah, hah ?"" Kemal yang baru masuk bersama Meca jadi panas kuping nya yang hanya mendengar separuh kata Yola...ngajak Yola nikah. wah ngajak ribut tuh orang, istri tercintanya di ajak nikah sama orang. Gue Skakmat karir lho pada. Kemal menatap dua pria di hadapannya, menebak siapa yang sudah mengajak nikah Istri nya.
Hening, Meca masuk menerobos dan duduk santai di kebesarannya, mau jadi penonton dan pendengar setia saja tak mau ikut campur kesensitifan kebucinan kakaknya.
__ADS_1
"" Kata kan ke Mas Yola, orang nya yang mana yang sudah ngajak istri Mas naik ke pelaminan ?""
Yola diam, melirik Redra yang santai datar datar saja.
"" Dia istri nya bapak ? Selamat ya, selamat sudah mendapat istri petasan banting, maksud nya."" Ucap Redra santai.
"" Kamu---""
"" Sudah sudah ah, Mas tadi itu budek, Tidak ada yang ngajak Yola nikah, Meca...Yola pamit ya, Aak-aak Kasep, Neng seksi mau senang senang dulu sama Mas suami, See you..muach !!!""
Yola yang merasa akan ada ketegangan dari Kemal yang nampak kesal dengan ucapan santai Redra, segera undur diri dengan tangan nya di lingkaran ke lengan Kemal dan menariknya cepat keluar setelah melempar kiss bye nya ke Meca dan dua pria yang akan di tinggalkan nya. Pergi lebih baik kan dari pada harus melihat orang ribut kagak jelas. Lagian semua kesalahan ada dirinya, ia sadar diri kok.
Braaak.. Kemal yang masih kesal, menutup pintu mobil nya dengan keras setelah duduk di kemudinya dan Yola duduk di sebelahnya.
"" Mas tidak salah dengar ! Mas tidak budek ! Mas tidak suka ada orang asing yang menghina mu di depan wajah Mas yang sudah mengatai mu petasan banting, walau pun itu kenyataan nya !""
Hem..Yola jadi malas ujungnya, mendengar kenyataan nya dari mulut Kemal, awal nya saja yang menyanjung hati nya di belain tapi ujung nya di hempas kan juga. Dasar !!!
"" Mas aja ngaku kalau Yola petasan banting, jadi kenapa di ribut kan sih, Ini jadi nggak ke dokter kandungan nya yang baru, syukur syukur kagak jadi, biar dokter nya Pak macho Nelo saja."" Yola tersenyum gaje melihat mata horor Kemal saat ia menyebut pak macho Nelo.
__ADS_1
"" Ngarep ! kita cari dokter perempuan saja yang sudah tua. Bukan dokter macam Nelo."
Walaupun masih dongkol dan banyak pertanyaan ke Yola tentang siapa pria yang ada di dalam sana yang sudah berani mengajak nikah istri nya, Kemal pun mencoba meredam kan emosi nya, agar si wild istri ini merasa nyaman terhadapnya.