
Memasang muka cemberut pun percuma, Empat pasang di hadapan Nata yang saat ini sedang makan malam di resto kapal bersama, pada santai tak berdosa saja tuh air muka nya.
Jadi nikmati aja kebersamaan, betul kata Biru, Kapan lagi bisa berkumpul. Nata akhirnya pasrah.
" Di larang membahas kerjaan !" Lerai Jum saat Gema-suami nya mulai mengeluarkan topik-topik yang menyerempet bisnis.
"Iya, nggak !"
Tawa terdengar kompak di meja bundar lebar yang di duduki lima pasangan suami istri, menertawakan Gema yang langsung kicep di warning oleh istri somplaknya.
"Berisik, Ck " Dengus Gema, Perangai memang dingin, tapi kalau sama istri, ia selalu kalah.
"Apa Lo tau Bell, Nata seperti orang gila di tinggal Lo selama tujuh tahun lamanya." Biru bersuara. Ibell sejenak melirik Nata dan tersenyum lembut.
"Ck, Kayak Lo aja nggak, Lo aja gila nangis kejer saat Mentari minggat karena lo bodoh, ia nggak Tari ?" Balas Nata, Biru itu lupa diri. Dumel nya dalam hati.
Mentari mengangguk polos seraya tersenyum geli ke Biru yang saat ini garuk tengkuk karena baru sadar kisah nya, beda beda tipis sama Nata.
" Jangan bahas masa lalu dong, Kita kan lagi have fun di sini." Ibell tidak mau bersedih hati lagi.
" Betul itu !" Setuju Bintang di angguki Senja.
Dirgan pun menyalakan camera untuk selfi bersama, momen kebersamaan harus di abadikan, bukan ?
Senyum manis, Cekrek ! Oke. Lanjut.. duck face bin muka jelek, Cekrek ! Peace love kompak, Cekrek ! flying kiss pose bahkan Fierce pose mereka abadikan dengan kocak. Keakraban terlihat di meja mereka dengan tawa bahagia masing masing.
Selesai berselfie sejenak Gema menunduk, mengingat Gemi-kembarannya yang tinggal jauh di Thailand di bawah oleh suaminya.
" Kenapa ?"
Gema menggeleng akan pertanyaan istri nya, Gemi sudah punya kebahagiaan sendiri, tidak patut untuk di buat sedih. Sadar nya kemudian.
__ADS_1
" Karena malam masih panjang, kita main game aja, Bagaimana ?"
Senja memanggil maid room untuk membawa kan pesanannya setelah di setujui oleh semua nya, sejurus toples berisi kertas kertas potongan isi challenge yang sudah di gulung kecil ada di tengah tengah meja.
Langit yang tahu isi nya adalah challenge konyol jadi tersenyum geli sendiri, ia ingat di kamar tadi, Senja sibuk menulis sesuatu di dalam sana, Langit juga tau si licik istri nya telah curang dengan menandai kertas berpita lain yang aman untuk diri sendiri. Memang licik tuh istri nya, ia aja kalah kelicikan seorang Senja. Tapi se....Bibir Langit tersenyum misterius.
" Nah guys, This challenge link... adalah, Kita harus dan wajib melakukan apapun yang tertulis di dalam sana apa pun itu. Tidak boleh mundur atau pun menolak nya, Paham guys ?" Jelas Senja menerangkan, senyum evil itu tercipta melihat warna pita yang berbeda tipis dengan lainnya.
" Tidak aneh aneh kan ?" Ibell sedikit ragu, mata jeli nya mendapati Senja menyeringai.
" Nggak lah, tenang saja !" Sahut Senja.
" Isi nya ada yang menyuruh kita loncat dari kapal nggak ?" Jum menatap selidik toples kaca tersebut seraya ingin mengambil satu tapi di tahan langsung oleh Senja.
" Jangan dong ! atau Lo deh Jum yang mulai, tenang saja, isi nya tidak ada kok nyuru Lo bunuh diri. Ah... Kalau nggak percaya, biar daeng yang mulai, challenge nya manis manis bin romantis kok isi nya."
Senja tidak mau kertas yang sudah di tandai di ambil duluan oleh siapa pun, dengan itu ia menawarkan diri sebagai pembuktian pertama.
" Biar Ibell duluan." Ibell penasaran akan pita yang beda warna, tapi bila tidak jeli betul betul meneliti nya, maka pita tersebut akan berbaur sama dengan lain nya.
Yakh, Kertas incaran gue di embat Ibell ! Senja menelan ludahnya. Langit yang melihat itu melengos.. Yeak, harus nya gue dan Senja yang dapat kan itu. Batin nya yang sebenarnya isi nya sudah di ganti Langit saat Senja masuk ke kamar mandi, tadi. Isi sebenarnya adalah, Selamat ! Kamu dapat tas branded limited edition dari traktiran orang yang ikut challenge ini. Raup sudah tas limited di menang kan oleh Ibell dari dompet nya pun yang akan patungan bersama.
" Apa isinya, Sayang ?" Nata penasaran, yang lain pun sama.
Sebelum Ibell membaca, Ia menarik air putih milik Nata untuk di minum, Tenggorakan nya tiba tiba kering melihat bacaan nya. Mata itu pun melirik Senja yang menaikkan alisnya satu.
" Yang benar saja ! Masa Ibell harus mencium mesra bibir bang Nata di hadapan mereka, Senja memang gila." Dalam hati Ibell menggurutu.
" Kak Ibell ?" Mentari yang di dekat Ibell, menarik kertas tersebut, ia penasaran. Lagian Ibell diam saja, tak niat membaca. dengan itu... Mentari baik hati membacanya dengan suka rela.
" Tari__"
__ADS_1
" Ciumlah pasangan mu tepat di bibir nya dengan mesra." Baca Mentari. Ibell menundukkan wajahnya di atas meja, Malu. Nata ? Jangan tanya, Ia langsung bertepuk tangan jumawa.
Asyik.. Dirgan-Bintang dan pasangan lainnya bersorak menggoda, kecuali Senja yang bingung, kok challenge nya lain ? Bingung nya, sejurus melirik Langit dan berbisik. " Kamu yang ganti ya ?" Langit mengangguk seraya tersenyum. Ok...isi dompet aman. Batin Senja.
" Ayo dong Ibell." Goda Bintang, Dirgan melempar gulungan tissue ke Nata yang kegirangan jumawa.
" Ayo sayang, anggap lah di depan mu hanya manusia buta, hanya kita yang melihat di sini."
Huu.. ! Manusia buta katanya ? Auto Nata dapat seruan sinis, berjamaah. Ibell yang harus profesional, mendongak ke Nata yang sudah monyong monyong tuh bibir minta di cium oleh Ibell.
" Pakai sepatu sedap tuh." Dirgan menggoda, bertos ria dengan Biru yang setuju. Nata tak peduli, terlalu girang akan di sosor Ibell.
" Omg, Gue masih bocah di mari." Jum pura pura sok polos. dapat lirikan malas dari Gema, Bocah bisa bikin bocah ! Bisik Gema ke istri nya di hadiahi cengiran bodoh seketika dari Jum.
" Buru kak Ibell, Nanti Tari video kan, deh."
" Yeak jangan !" Malu Ibell, apa apaan si lempeng Mentari mau mengabadikan ?
Ayo...ayo...ayo !
sit sat... Tak mau di semangati lebih lama lagi yang membuat orang lain menonton mereka, Ibell segera melakukan challenge nya, Niat hati ingin secepat kilat, tapi eh...Nata menahan tengkuk nya lebih lama, Nata yang malah melamut mesra. ish..urat malu Ibell di putuskan sudah oleh challenge konyol ini. Ibell malu luar biasa, seakan-akan ingin loncat saja ke laut. Lihat lah...Mata semua orang menonton nya...ada yang bersorak so sweet ! ada pula yang bersorak Lebih lama ! dan sebagainya, Suit suit siulan nakal yang masih terdengar nyaring di telinga Ibell, wajahnya sudah memerah tomat busuk.
Nata sendiri ogah ogahan melepaskan kesempatan manis itu, jempol untuk mu deh Senja. Pujinya dalam hati.
" Woy, nafs* amat, kita nanti pada horn* berjamaah, riweh lagi." Langit jengah, harus nya 'kan gue yang di situ.
Nata mau tak mau melepaskan Ibell yang sebenarnya kaki istri nya di bawah sana sudah menginjak nya, kode ingin di lepas kan bibirnya.
Ibell malu benar ingin mendongak saja. Wajah itu menunduk malu. Nata tak punya urat malu, batin nya yang sengaja banget ingin berciuman lama. Gila.
" Next, Dinata Kedward Abraham, apakah beruntung lagi." Senja mentitah, jelas tidak ada keberuntungan di dalam sana. Batinnya tahu yang membuat isi nya... kecuali ? Oh...No, Jangan jangan di ganti semua oleh Langit ? Senja menatap selidik suaminya dalam diam. Dasar mendung !!!
__ADS_1