Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 238


__ADS_3

" Ck, Katanya boleh !" Ama menyeringai, Sengaja menakut nakuti semua sahabat nya yang terpekik meneriakinya.


Guruh dan Topan masih menatap nya datar.


" Aku membolehkannya, Silahkan saja, paling juga kita mati semua, kamu tidak akan bisa makan coklat lagi di neraka, yang ada makan cacing." Topan menakuti, Kelemahan serta kekuatan Ama itu coklat. Bawah lah kata coklat bila mana bersangkutan dengan nama Purnama.


Aih ding, Ama bergidik jijik, Coklat or Cacing ? sama sama awalan C. Mulut itu pura pura ingin muntah.


" Jangan lebay Ama ! Ayo lanjut lagi, Kamu Pe, Biar aku yang mengambil posisi mu," Topan tidak mau adik perempuan nya mengalami luka bakar yang bila mana komposisi kimia tidak pas seperti tadi, hingga ia rela bertukar posisi. "dan dengar semua nya, kita hanya punya waktu sedikit juga stok zat kita terbatas, jadi jangan sampai ada yang tumpah !"


Oke !


Akhirnya mereka kembali diam dalam tugas nya masing masing, Wajah mereka tidak ada lagi yang niat bercanda, layaknya pekerja Lab profesional pada umumnya. Hanya Vay yang kerjaan nya enak bersama layar laptop nya.


Di luar ruangan rahasia, Kelompok Nata sudah berada di inti club, Ada Yola juga bersama nya.


" Xian, Guruh, Ama serta teman teman nya ada di sini ?"


" Tidak ada, Pak Gema ! Saya dari tadi melatih Nakmuay tapi mereka tidak ada yang muncul dari tiga hari yang lalu."


Xian, salah satu ahli Muay Thai yang di pekerjakan Gema, menyahut takzim. Laki laki keturunan dari negara Gajah Putih ini pun melanjutkan pelatihan nya di kala Gema berucap terimakasih.


" Tapi lokasi Vay di sini, Gem!" Tegas Nata memberi tahukan, Mata sahabat nya itu seakan-akan tidak mempercayai kemampuannya.


Semuanya terdiam sejenak, Dengan memasang mata ke setiap penjuru Club.


" Selain ruangan ini, apakah ada ruangan lain lagi." Tanya Yola ke Gema.


" Ada, Loker, ruang ganti dan gudang yang jarang di gunakan." Sahut Gema, Dalam hati nya sudah berjanji, bila benar anak nya berbuat yang tidak tidak, maka hukumannya kali ini sangat tegas.


" Awas saja nanti, Petir dan Lautan akan saya tegaskan dengan tindakan nyata !" Langit pun secara terangan terangan ingin menghukum anak nya agar nanti berpikir seribu kali bila mana ingin bertindak sesuatu atau pun berbohong.


Nata dan Biru hanya diam... Hukum menghukum masalah nanti, permasalahan nya sekarang... Di mana anak anak itu ?


Semua ruangan sudah di geledah, tapi tidak ada tanda tanda anak anak mereka, Tersisa gudang kecil yang berukuran 3x2 yang belum mereka jamah.


" Masa ke gudang sih ?" Yola mengoceh tidak jejas. Mata itu tidak sengaja menemukan bungkusan coklat, Seperti bungkusan coklat favorit Ama.

__ADS_1


" Lihatlah, itu bungkusan coklat baru di buang kan ? Gem, Anak kamu bukan nya hobi ngemilin coklat ya ?"


" Iya, Tan !"


" Fix, di sini ada sesuatu, macam ruangan rahasia seperti ruang rahasia ku." Nata langsung menyimpulkan di setujui oleh semuanya.


" Masa Lo nggak tahu Gema ?" Biru tak habis pikir, yang punya Club tidak tahu menahu selak beluk tentang Club nya sendiri.


" Nggak tahu !" Ketus Gema seraya meneliti semua barang barang yang ada di ruangan itu. Gema dan Langit kompak mendendang kardus yang berdebu membuat debu itu bertebaran masuk ke hidung Yola.


Huaciii.. Yola bersin amat kencang karena debu, hidung itu kempas kempis karena gatal.


" Ha__huaciii, Kalian kuman !" Dengus Yola, Kuman nya adalah Gema dan Langit yang di maksud Yola.


"Mama tuh harusnya nunggu di rumah bersama Ibell, sudah tua kok masih kayak Abege saja, loncat sana loncat sini"


Plak..


" Kamu pikir mama kera, anak durhaka !"


" Lihat deh, lukisan tengah berbeda."


" Mata Lo buta ? Mana ada berbeda, lukisan itu sama, besar juga sama. objek nya pun kembar tiga."


" Bukan itu maksud gue, Buta !" Nata tak kalah ketus nya, membalas umpatan Langit.


" Terus ?" Biru mendekat, Sejurus ia dan Nata saling tersenyum kompak.


" Lukisan di bagian tengah tidak berdebu sama sekali, sementara di bagian sisi kiri kanannya, sangat berdebu tidak tersentuh sebelumnya, Jadi maksud Nata, Lukisan di bagian tengah sering di sentuh oleh seseorang." Biru menjelaskan, Nata yang menjentikkan jari, membetulkan kesimpulan Biru yang jauh lebih jeli dari si Langit Mendung.


" Biasa aja !" Langit semakin uring uringan.


" Tunggu apa lagi, Pecah kan masalah nya, Cari tahu ada apa di lukisan burung hantu itu ?"


" Serahkan ke anak Mama yang tampan ini !" Nata menarik kerah baju nya, di buat sekece mungkin. Semuanya memutar matanya malas akan kelakuan Nata yang masih sempat bercanda.


Semuanya diam di saat Nata meraba lukisan yang terlihat lukisan biasa.

__ADS_1


" Anak anak kita memang tidak bisa di bilang bocah, Lihatlah manik hitam lukisan burung hantu ini, ini bukan sekedar mata lukisan tapi tombol aktif. perhatikan ya..."


Setelah menjelaskan, Nata memencet ke-dua mata itu secara bersamaan menggunakan dua jari nya.


Yola terperanjat, tepat di tembok di belakang nya, Terbuka otomatis dengan anak tangga terlihat.


" Ada ruang bawah tanah ?"


Mereka terperangah, Mimik Gema seperti orang linglung, Selama Club ini menjadi miliknya,, kenapa baru mengetahui adanya rahasia ini.


" Ayo cepat !" Biru mendahului untuk berjalan di depan, Yola paling belakang.


" Kenapa berhenti !" Protes Nata di belakang tubuh Biru yang tiba tiba berhenti begitu saja.


" Ini lukisan Pelangi !" Senyum bangga Biru mengembang di kala menyadari skill anak perempuan nya berbakat di bidang seni.


" Tapi kita di sini bukan untuk lukisan." Nata mendahului untuk pelan pelan menelusuri tangga yang ternyata berbelok.


" Stop !" Titah Nata lirih


Semuanya berhenti... Mereka mendengar suara pekik senang para kurcil yang terdengar kata berhasil dari suara Topan yang paling terdengar keras suaranya.


Nata dan semua nya kompak untuk menonton dulu dari tangga.


Para kurcil tidak menyadari ada orang tuanya yang memandang segala penjuru ruangan dengan mulut melongo hah, mengagumi interior Lab layak nya lab kimia SNI.


Yola saja sampai speechless.


" Coba sekali lagi, Topan. Biar kita yakin !"


" Oke !"


Topan menyetujui keinginan Guruh. Tangan bersarung khusus itu pun mengambil ramuan kimia hasil mereka yang bisa mematikan. Hasil nya done teruji di tubuh Alvin waktu itu, dan sekarang sudah ada ramuan penawar nya.


Di depan mata para orang tua, Topan menguji coba zat itu menggunakan katak , Katak dead satu nya di suntik kan cairan tanpa di beri ramuan penawar nya, begitu pun ke katak satu nya, di suntikan zat berbahaya tapi dengan cepat di beri anti penawar nya.


Dan terlihat lah hasil kenakalan mereka di mata para orang tua, Mata tua itu membulat jijik ke hewan percobaan Topan yang tidak di beri penawar, perlahan hewan itu meleleh seperti es menyisakan cairan berwarna di wadah itu, Sementara katak yang di beri penawar, Masih utuh dan aman !

__ADS_1


__ADS_2