
""Begini El, Yol. Saya sebagai keluarga Kemal di sini mewakili untuk menyampaikan hal penting ini, Yakni ingin melamar Yola untuk menjadi istri seorang Kemal Abraham, Saudara kami. Mohon niat baik kami di terima, Dan tak usah panjang lebar menjelaskan nya karena inti nya itu ya ini, melamar...! bagaimana keputusan kalian tentang niat baik kami ?""
Meca yang bersuara tegas penuh kemantapan namun terdengar lembut , Mewakili Kemal yang nampak tegang nervous dengan mata tak lepas dari inci wajah Yola yang sekarang sang Empu wajah speechless tak bisa berkata apa-apa. Hanya tatapan matanya ke Eldath, memberikan segala keputusan nya ke Eldath, Mau menolak kalau Abang nya setuju, Ya oke...ia nurut saja. Tapi jujur sih....ia takut untuk pernikahan, takut rutukan Daddy-nya menghantui biduk rumah tangga nya nanti. Dan sebenarnya bukan masalah kutukan saja, Masalah nya juga ada di Kemal, ia tidak menyukai pria itu, si herder yang sudah menaruh harga dirinya dalam keadaan busuk, Secara kasar nya ia membenci herder pakai banget namun tak terlalu memperlihatkan itu amit amit jabang bayi. Kata mitos sih kalau kita lagi hamil jangan terlalu membenci seseorang, takut bayi nya plek ketiplek mirip, katanya. Yola tidak mau itu, makanya ia berusaha bersikap baik nan manis manis wae di hadapan Kemal.
"" Tunggu dulu ! Sebelum melebar kemana-mana, apa kah kalian sudah tahu kalau adik saya itu sedang hamil, apa kah Kemal sudah memberi tahukan itu ? Saya tidak mau membuat kalian kecewa, maka nya aib adik saya bongkar terang terangan di kuping kalian."
Eldath membaca air muka tiga kepala di hadapannya, Namun tidak ada rasa terkesiap di sana, Tenang tenang saja seperti air di wadah. Ok fix... mereka sudah mengetahuinya dari melihat ketenangan air muka mereka berarti tak butuh jawaban lagi.
"" Kami sudah tahu karena itu juga salah satunya, Kemal adalah Bapak dari anak itu""
Juadeerr...
Bagai petir di pagi hari cerah, itu yang di rasakan Eldath sekarang ini, Terkejut hebat mendengar pengakuan Meca, Apa ? Jadi Kemal yang sudah menghamili adik nya dan selama ini diam diam wae, Sialan...!!! Eldath langsung naik darah, mendidih di ubun ubun nya.
Yola juga kagak percaya di sini, si herder buka suara ke saudara saudara nya ternyata....ah sial..Berabe kan ? Rasa kan sendiri nanti akibatnya. Kesal Yola dalam hati.
__ADS_1
Bugh...Bugh...Bugh..
Aaargh...
Eldath mengamuk, menarik Kemal tepat di leher kemejanya untuk berdiri dan menghajar nya tepat di hidung dan kedua pipi Kemal yang cuma diam tak mengelak juga tak membalas karena merasa salah. Dan suara terkesiap teriakan itu dari Meca. Yola sendiri tenang tenang saja, seakan-akan menikmati tontonan siaran laga live streaming di hadapannya, rasa perutnya yang tadinya mual juga menguap, ah..anak nya rupanya menikmati penderitaan Bapaknya.
Dan amukan Banteng Eldath yang menggebu-gebu di pisahkan oleh Titan dan Vero sekuat tenaga mereka memegang Eldath yang masih saja Ingin maju menghajar Kemal yang sekarang ini di pegang oleh Meca dengan rasa iba ke Kaka beda ibunya.
"" Gue nggak akan menerima nya, Dasar pengecut, sialan !!!"" Maki Eldath menatap geram Kemal, ia juga sudah memakai kata gue yang sedari tadi bertutur sopan di hadapan saudara saudara Kemal.
"" Cinta ta* kucing.!"" Maki Eldath lagi.
""STOP...STOP...STOP."" Meca berteriak saat Eldath berhasil lepas dari pegangan tangan Vero dan Titan yang kembali ingin menghajar Kemal, Dan melihat itu reflek Meca pasang badan di hadapan Kemal, menyembunyikan Kemal di balik tinggi ramping tubuh nya.
Eldath yang sudah siap dengan kepalan tangannya berniat men-Jab wajah Kemal hanya bisa meninju udara saja, hampir ia meninju wajah cantik Meca kalau tak sigap menahannya, bahkan angin nya sudah menerpa wajah Meca yang sekarang menutup mata karena takut juga akan terkena tinju nya.
__ADS_1
Duh...muka gue hampir membiru. Lega rasanya Meca tak jadi terkena tinju si sangar tamvaan. Dan Vero yang melihat itu hampir copot jantung nya. istrinya hampir celaka. wah... Eldath ngajak perang. Sialan !!! Marah nya tertahan karena tidak mau membuat suasana menjadi lebih kisruh, ia pun menahan emosi nya. Siapa coba yang kagak emosi, Istri yang di elus elus nya sayang mau di tinju orang ! Ogah ya..
"Sini..."" Meca menarik tangan Eldath susah payah untuk duduk tenang sofa, ia juga duduk di samping Eldath dan masih memegang tangan itu, siapa tahu mau murka lagi, ya walaupun ia yakin kalau tidak bisa menahan laju kekuatan si sangar ini, tapi kok aneh ya...si sangar tamvaan nurut buet deh ah oleh tarikan tangan nya. Hanya saja tatapan cemburu suaminya yang kagak enak di mari, ia pun sadar dan melepas kan tangannya di tangan Eldath.
Sialan benar ni hati.. luluh manggut-manggut wae di tarik oleh Meca. Eldath melengos kan wajah nya ke samping tak kuat rasa hatinya bersentuhan dengan kulit Meca yang ia pun sadari kalau rasa nya itu hanya angan-angan saja, Meca sudah ada yang punya dan dari dulu si cantik ini tidak pernah melihat dirinya.
"" Dari pada pakai otot di mari, ada baiknya kita berbincang bincang elegan saja pakai otak pak Sang--Eldhatio."" Meca hampir mengeluarkan umpatan nya selama ini sangar. ah...bisa ngamuk lagi Nanti si babang sangar kalau di katain. "" Duduk lah kalian semua !"" Tatap nya ke Suami dan ke dua saudara nya. Kemal pun duduk dengan ringisan sakit di wajahnya yang begitu pasrah.
Sudah nih tontonan laga nya...ah kagak seru ya nak ? Batin Yola mengelus perutnya yang masih rata, takut anak nya kecewa di dalam sana karena tontonan ekstrimnya end eh bersambung ding. harap nya.
"" Apa tadi kamu bilang, tidak mau menerima lamaran Kemal ? Kenapa eum ? Di sini dia niat baik lho, mau mempertanggung jawabkan kesalahan nya, dan jujur...saya juga marah kepadanya sebelum saya ada di sini, karena sudah berbuat di luar nalar terhadap Yola, Tapi kita juga harus melihat kesungguhan nya kan ? Dia juga tadi rela di di hajar tanpa mengelak sedikit pun dan tanpa melawan seujung kuku pun, itu tanda nya Kemal mengakui kesalahannya. Jadi kata kan...Sekali lagi keputusan mu, harus pikir pakai otak jangan pakai otot terus dalam kamus mu ?""
Setiap Meca mengatakan otak dan otot ia selalu menekannya agar si sangar berpikir jernih. pan urusannya ribet nanti kalau nasib calon Ponakan nya tak mempunyai orang tua lengkap. Hidup tanpa keharmonisan orang tua itu kagak enak, sumpah ! ia sudah merasakan nya. jadi sebisa mungkin anak cucu, ponakan atau kerabat lainnya Nanti jangan ada yang seperti nasib nya.
Dan Kemal yang merasa di ujung kegusaran yang sebenarnya sudah gusar dari tadi semakin kalut gusar saja. Semoga Eldath setuju... Doanya penuh harap. Mata Kemal pun melirik Yola yang anteng anteng wae tuh air mukanya. Dasar Setan seksi...bisa bisanya cuek nan tenang dirinya dapat hadiah babak belur dari Eldath. Setidaknya melerai kek, bersuara apa kek'. Dumel Kemal ingin menghukum Yola dengan tindihannya sepuas hati kalau sudah ada kata sah.. Lihat saja kamu Perempuan !!!
__ADS_1