
Lama menunggu para tamu Abraham, Akhirnya si pemilik rumah terlihat juga batang hidungnya, Yola dan Kemal berjalan santai ke gerombolan Radja Batara, Padahal sepasang suami istri ini di tatap horor oleh Radja dan Chris, Titan dan lainnya sih masih setia sabar.
" Biasa aja kali, Dja, Chris." Kemal tersenyum tanpa dosa. di sambut Radja dan Chris dengan dengusan kompak.
" Yola, astaga wajah mu babak belur begini, ini namanya baru Wild Flower, kemarin kemarin sih namanya Flower rumahan."
" Rose, Kamu prihatin atau meledek." wajah Yola bengkak parah, sebenarnya ia malas untuk keluar kamar karena kesuaaantikan nya ternodai, Lihatlah istri Radja si mantan bunga janda Desa dulu, Beeeh... Mulut nya pedas.
" Prihatin lah." Rose tercengir bodoh ke Yola yang saat ini duduk di antara nya juga Vane.
" Kenapa bisa seperti ini, kak ?" Vane mewakili semua pertanyaan rasa penasaran semuanya.
Dan cerita pun mengalir di bibir bengkak Yola dengan ringkas namun padat. Bibir itu kadang meringis aww.. Membuat yang mendengar suara nya reflek aww aww mengikuti.
Laki laki di ruangan itu mengeraskan rahangnya mendengar Vay dan Pelangi mau di tembak. Pantas saja istri gue ampe rela membunuh orang. Batin Kemal, pertanyaan demi pertanyaan semalam terjawab sudah.
"Tapi biar kita tahu cerita detail nya, kita harus memanggil Vay, Petir dan Pelangi, aku pun belum tahu persis. Kemana mereka Ambu ?"
" Nak Petir dan lainnya sih pada main di taman rumah belakang, Tapi nak Pelangi sama yang yang kembar, siapa sih namanya yang irit Ngomong itu lho..." Ambu melupakan nama anak sulung Biru. Dibi yang tadinya sibuk main hape di dekat Titan tapi tetap nyimak, tersenyum geli, si Topan terlupakan nama nya.
Topan ! para orang di hadapan Ambu kompak mengingatkan.
" Iya itu, heheh, belum terlihat, begitu pun Neng Bule eh Neng Vay." Ambu garuk tengkuk konyol, sedari tadi ia jadi gugup sendiri berkumpul dengan keluarga terhormat Kemal, Padahal semua di hadapannya pada baik kepada nya tanpa adanya gelagat sombong. Batin Ambu mengakui kesan baik mereka.
" Aku di sini !"
Topan dari arah tangga bersuara dengan Pelangi di gendong di atas punggung nya. Semua memandang aksi Topan dengan senyum bangganya apalagi senyum Rose lah yang paling terharu, cucu nya begitu penyayang ke adik perempuan nya. Tidak tahu saja si Amma Mentari ini kalau Pe tidak suka di perlakukan lebih seperti bayi oleh Topan.
" Pe, semalam ada yang ngamuk lho gara gara Opa tidak ijin kan nyari kamu." Titan menyindir Topan seraya memperhatikan perban medis kaki Pelangi yang sudah duduk di dekat nya. Ia tidak mempermasalahkan luka itu. Didikan nya Kepada cucu cucu nya tidak menye menye memanjangkan, cucu cucu nya harus tahu.... kalau ada luka di atas luka yang lebih sakit lagi. Ambigunya.
__ADS_1
Topan menulikan telinga nya akan sindiran Opa nya yang nyebelin semalam, sudah bela belain lompat dari balkon eh...di gerbang tertangkap oleh Titan. Huuu ! Dengus dalam hati.
" Vay di mana ? kami semua ingin mendengar kan tentang masalah semalam." Kemal mencari cucu nya.
" Vay ? di kamar sudah tidak ada kok, mungkin sama teman lainnya" Pelangi tidak tahu, sedari selesai mandi, ia tidak melihat Vay. Dan Pelangi memutuskan untuk bercerita tentang kejadian semalam tanpa ada yang di kurangi, cuma bingung nya tentang Vay dan Petir yang tiba-tiba ada di apartemen itu menyelamatkan nya, ia kan pingsan di bius.
" Karena aku dan Vay bersembunyi di mobil penjahat itu, melihat mu di masukkan ke dalam box besar sangat tidak bermoral itu membuat aku dan Vay mengambil tekat berani." Petir menyambar kebingungan Pelangi yang baru bergabung, semua bocah bocah lainnya sudah hadir kecuali Vay yang tidak terlihat kemana anak Ibell itu.
Sialan, adik gue di box-in ! Awas kamu Guntur !!! Air muka Topan terbaca menahan marah. itulah penilaian Radja. Topan menyalahkan Guntur.
" Kamu bersembunyi di mobil mereka ? Tapi kenapa bisa bersembunyi ? dari siapa kalian bersembunyi ?" Chris bertanya penuh penasaran ke Petir-Cucunya.
Petir kembali bercerita dari awal ia dan Vay di kejar kejar oleh penjahat lainnya, dan kenapa bisa bersembunyi di mobil si Onta tersebut.
" Ok ! intinya adalah ada dua klan penjahat di sini." Yola menyimpulkan. di angguki oleh kepala dewasa. " Tapi apa yang di inginkan penjahat satu nya, kalau penjahat dari luar Negeri, jelas menginginkan cowok Pe eh maksudnya Teman Pe." Yola salah ngomong, cepat cepat ia ralat dari cowok ke Teman saat mata Topan dan Dibi melotot Kepadanya, Pe pun menggerutu. " Elah...Oma salah ngomong kalees." Cibik Yola.
" Apa penjahat satu nya hanya preman biasa yang ingin tebusan nanti ?" Bingung Kemal, hampir Cucu nya jadi korban penculikan. ini sih nyari mati penjahat itu.
"Tapi siapa Guntur itu ? dia itu kan hanya pria remaja jalanan ?" Dibi penasaran.
" Bukan !"
Semua mata tertuju ke arah anak kecil itu yang terdengar susah berbicara karena makanan di mulut nya.. Vay. Vay keluar dari arah dapur dengan penampilan berantakan belum mandi, Ia lapar ! satu piring kue buatan Bi Tina sudah berhasil di ambil diam diam di dapur saat Bi Tina sibuk buang sampah, nanti ART nya pasti kebingungan atau di kira kucing yang makan. Vay sudah ijin kok begini.... Bi Tina, Vay mau kue nya boleh ambil ya...Boleh kok, semuanya juga boleh. Tapi sebenarnya yang jawab pertanyaan nya ia sendiri bukan Bi Tina yang tidak ada di dalam dapur.
" Apa kamu tahu tentang dia, Vay ?" Topan bertanya cepat, ia tidak sabar ingin memberi pelajaran ke Guntur, Pe mengeluarkan darah karena orang itu. Awas saja kalau ketemu. Marah nya dalam hati.
" Dia itu___Ihh, Ama ! ini makanan Vay, Ambil sendiri di dapur, Vay laper tahu."
Vay dan Ama malah rebutan makanan, anak Gema Jum ini bila menyangkut makanan maka ia akan menjadi antusias. Vay sampai cemberut kesal di piring nya tinggal tersisa dua potong kue.
__ADS_1
" Ama, tidak sopan sayang !" Rose melerai cucu nya. Anak Jum hanya tercengir kuda Membuat kepala dewasa geleng geleng.
Hm, Pasti Vay akan bungkam di tanya. Tebak Abah Ambu yang sudah tahu watak keras Vay sedari kecil.
" Vay, Kami nunggu kamu lho." Seruan penasaran Dibi tentang Guntur hanya di balas decak oleh Vay.
" Ih Ama....Uda dong." Vay mengamankan piring kue nya yang tinggal satu karena anak Jum mau merebut nya.
" Enak tahu Vay, Jangan pelit loh, nanti kuburan nya sempit." Bujuk Ama.
" Biarin."
Pluk.. Ah, Vay semakin cemberut, kue yang tinggal satu di piring malah menggelinding jatuh ke lantai saat ia ingin menghindari tangan Ama.
" Tuh kan kotor, Ama sih !" Dumel nya. Kepala orang di hadapannya di buat geleng geleng kembali ulah dua bocah yang ribut makanan.
" Vay sayang, Nanti Opa suruh Bi Tina buat makanan itu lagi asal kamu bersuara tentang siapakah Guntur Guntur itu ?" Bujuk Kemal.
Tidak bakalan mempan ! Batin Abah.
" Vay sudah tidak berselera, mending buka kulkas buayaaak coklat enak enak." Vay sengaja menggoda Ama biar ileran karena menyebut nama coklat.
" Vay maaf !" Demi coklat, Ama berlapang dada mulut nya meminta maaf. Tapi binar mata itu tidak sampai ke hati minta maaf nya, Vay tahu itu. Sengaja Vay kembali menggoda dengan berkata.
" Sorry Ama, Coklat ini tidak di peruntukkan untuk orang yang bernama Purnama."
Hahaha..Vay berlari masuk ke dapur berlomba dengan Ama menuju kulkas.
Kepala orang yang di gantung jawaban Vay jadi kompak tepuk jidat. Abah Ambu yang sudah tahu sifat Vay yang susah di bujuk kalau sudah badmood, hanya tersenyum geli.
__ADS_1
______
Hai Guys, Thanks udah sampai sini ngikutin cerita ku, yang belum mampir ke karya event aku...yuk ah cap cus di judul " STUPID WIFE." masih bab 3 sih karena masih menunggu hasil acc pusat NT lulus atau tidak kerangka bab 4-20 nya. Jadi kalau event itu tidak sembarangan main up ya kak, di Harus kan benar benar naskah bab per bab nya di setujui oleh pusat NT, beda dengan karya yang tidak ikut lomba... Tinggal kan jejak di sana ya... cukup like perbab sudah membuat Tata senang.🙏😘😘😘😘😘 Love sekebon all