Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 204


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu di taman wahana rangkuman kebudayaan Negara kita atau yang biasa di kenal TMII...


Kemal membawa Vay ke taman tersebut yang di gadang gadang mempunyai luas 150 ha.


Titan, Chris berikut Radja...Opa machones ini pun datang dengan membawa cucu cucu mereka.


Bagi Radja-papa Gema ini...Cucu Titan dan Chris, Ya.... tentu cucu nya juga karena anak relasi nya ini adalah menantu nya, Biru-Langit. Yang menikahi Rose-Amma Mentari Senja, Rose adalah janda adik kembarnya Dewa yang sudah Almarhum.


Mereka memang janjian, Seraya makan siang sekalian katanya membahagiakan cucu yang di tinggal Hon hon dari para orang tuanya.


" Anak anak, kalian boleh keliling bermain, Tapi ingat, saling melindungi. Topan dan Petir, Kalian paling besar, jaga mereka."


Seruan Radja di antusiasin sepuluh bocah-bocah di hadapannya, Guruh yang paling anti keramain ikut nimbrung, ada sebab nya... ia dan Topan lagi ngincar Vay untuk mau di ajak bekerja sama akan kemampuan Vay tentang IT, Anak Om Nata mereka ini belum memberi respon baik nya tentang ajakan nya, Yes or No ?


Project nya membutuhkan kepintaran Vay di bidang nya, Topan yang IQ tinggi tidak bisa memecahkan satu kode rumit, mungkin Vay bisa... Pikir Topan dan Guruh.


" Vay, Ingat ya...Bantu kami !" Bisik Guruh.


" Ingat, Malam ini minta ijin nginap di rumah ku." Sambung bisik Topan.


Vay yang berdiri di antara dua cool cool jadi pindah posisi, mepet ke tengah tengah Petir dan Pelangi.


" Ayo Vay, kita ke tempat teater saja !" Pelangi yang hobi seni, menarik Vay untuk jalan bersama, Topan dan Guruh ingin ikut, Tapi di larang Petir, Bukan tanpa sebab... Kata Opa Radja mereka kan, Yang paling besar umur nya harus menjaga adik adik nya. Purnama ingin ke istana anak, Mau tak mau Guruh mengikuti adik nya. Sementara Topan, Ia mengikuti Lautan Badai berikut Twins ke Skyworld. Topan yang suka akan pengetahuan Antariksa , Tentu jadi melukapan misi nya untuk membujuk Vay.


" Tapi kak Pe, Nanti setelah ke teater, kita ke museum senjata ya , lanjut lagi ke Tur Virtual antariksa ya, pasti seru untuk edukasi kita !"


"Tentu !" Antusias Pelangi, Petir yang sebenarnya tidak suka yang berbau Seni teater, Malas mengekor. Tapi demi ingin menjahili Vay, Nanti. Ia ngekor aja seperti hewan peliharaan. Toh...Nanti katanya mau ke musium, itu hobi Petir, mengamati hal hal berbau senjata.


Tanpa mereka sadari, Sedari tadi ada dua orang yang mengikuti. Entah mengincar siapa ?

__ADS_1


" Ka Pe, Masuk duluan aja ya, Vay mau ketoilet dulu." Vay menahan hasrat buang air kecil. Tanpa menunggu jawaban, ia ngeberit ke toilet umum.


" Biar Aku yang ngikutin Vay, Kamu masuk duluan saja."


Pelangi pun menurut titah Petir, Dua laki laki yang mengikuti tadi, Sedari tadi mengambil posisi, mungkin ini saat nya menangkap anak Dinata atas perintah orang.


Di sisi Pelangi yang belum sempat masuk ke ruang teater, tubuh nya hampir terjengkang di tabrak orang yang berlari seperti di kejar setan.


" Lo, sial benar sih !" Oceh Pelangi, ia mengenali laki laki remaja yang menabraknya. Guntur !


Guntur tak menjawab, ia sebisa mungkin ingin berlari lagi, tapi sialnya tertahan. Sweater rajut Pelangi di bagian pergelangan, nyangkut belibet di jam khusus pemberian mommy nya. Padahal tiga orang berseragam hitam plus berkaca mata hitam pun sudah terlihat di belakang sana dengan earphone di telinga masing-masing, Tak mau jam tangan nya rusak... Guntur menarik pergelangan tangan Pelangi untuk berlari bersama.


"Eeeh__"


" Ada orang jahat yang ngejar gue, Tolong lebih kencang lagi."


Mencari kebenaran, Pelangi sempat melirik ke belakang, benar adanya ada tiga orang yang rupa rupa nya bukan asli pribumi melainkan orang ke timuran. Mana tinggi amat lagi tuh tubuh, Hidung juga bagus benar di buat perosotan. Pelangi sempat sempat nya menilai Perangai orang onta itu.


Guntur tak menjawab, mendapat cela...Ia berbelok masuk ke dalam museum Fauna, bersembunyi yang sial nya tempat nya kok sepi amat dari pengunjung.


" Jujur, Lo maling apa ?" Pelangi masih curiga. Sejurus bibir berisik itu di bungkam oleh tangan Guntur. Ada suara orang itu yang bercakap cakap kesal dengan bahasa timur tengah, bahasa mereka.


" Diam, Nanti gue jelasin." Bisik sangat pelan Guntur. Mereka bersembunyi di antara etalase yang di dalamnya ada Fauna yang di awetkan.


" Apa kalian lihat, tadi tuan muda bersama remaja perempuan ! Cari mereka atau kita akan dapat masalah dari Tuan besar, Jangan sampai Tuan kita turun tangan berkunjung ke Negara ini." Ujar salah satu dari tiga itu dalam bercakap bahasa negara nya.


Pelangi tidak mengerti, Tapi Guntur paham betul percakapan mereka, Ini belum saat nya untuk melawan orang yang dzolim terhadap Mommy nya. Ia masih remaja.


" Hu, Mudah mudahan Pelangi tidak terseret masuk ke dalam masalah ku." Guntur membatin, Gelisah.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita lawan saja, Gue bisa kok ?" Ide Pelangi. di gelengin Guntur, cari mati nih gadis. Dengus nya, belum tahu saja siapa lawan nya yang bukan bodyguard biasa melainkan satuan tersendiri.


" Diam ! atau__"


" Apa, mau ngancam gue, Hah ? Gue teriak juga biar hidung plosotan itu kemari nangkap__" Terdiam, Pelangi baru sadar, bukan tiga orang di luar sana saja yang mancung ke onta ontaan, Guntur pun sama, Se....Manik mata Guntur kali ini berbeda tidak seperti saat bertemu di kebun teh. Sekarang iris itu berwarna hazel berjenis langkah, karena ada kuning keemasan yang mendominasi. Pelangi jadi penasaran.


" Mata Lo, warna nya asli kah ?"


Ah sial ! Pantas saja orang satuan di luar sana mengenalinya tadi pas tidak sengaja papasan, ia melukapan lensa palsu nya.


Di sisi Vay, Saat keluar dari toilet, ia langsung di cekal dua orang.


" Om Om siapa ?" Insting bahaya Vay, On. apalagi tangan nya di cekal kasar oleh orang asing ini.


" Kak Petir___" Teriak nya tertahan. Vay di bungkam cepat.


Petir yang baru keluar dari toilet laki laki, mendengar jeritan Vay, menoleh cepat dan sigap menarik tong sampah membidik Kepala belakang salah satu orang itu.


penggg !!! Pusing pusing deh pala botak Lo. Sungut Petir, mengangkat tendangan Muay Thai hasil latihan nya sedari kecil bersama Tante Gemi nya, tapi... berlanjut latihan ke Om Gema nya ketika Tante Gemi nya pindah ke luar negeri.


Bocah ingusan ! Sang kepala botak meringis, setelah kepala belakang nya terkena tong sampah berat, Tengkuk leher nya bin salah satu titik saraf sensitif itu terkena tendangan yang sial nya sangat bertenaga, bukan bocah pada umumnya.


Vay tidak lah tinggal diam, tangan nya sudah terlepas satu, satu lagi masih di cekal, dengan itu ia menunduk lalu menggigit tangan Om jelek. Rasain !


" Ayo Vay !"


Petir berlari menarik Vay setelah kembali menendang orang yang di gigit Vay. Tapi sialnya mereka mengejar. Mana posisi para opa nya sangat lah jauh. Luas 150 ha taman berikut bangunan nya, bayangkan saja.. posisi mereka di antara setengah luas nya 150 ha.


Petir berlari dengan tangan kirinya bertaut dengan tangan kanan Vay, menuju ke loket kereta gantung. ia dan Vay dengan mudahnya naik karena tiket ekslusif yang bertengger di pergelangan tangan nya seperti jam tangan tanpa susah payah membayar lagi.

__ADS_1


__ADS_2