
Ibell baru sampai di hadapan unit Nata, Sengaja tidak memberi tahukan awal kedatangannya, Kenapa ? Karena ingin menciduk suaminya bila mana ketakutan nya benar adanya yakni Nata menduakan nya...Itu pikiran buruknya. Masa iya mau menciduk ngomong ngomong terlebih dahulu, ya... bodoh saja diri nya auto yang mau di ciduk bersiaga seketika.
Untung ia tahu password unit suami nya, jadi sangat leluasa main masuk begitu saja.
Sepi, itulah suasana unit ini yang di rasakan oleh Ibell di langkah pertamanya. mungkin di kamar ? lirih nya karena Nata tidak mungkin tidur di jam sembilan malam. Pikirnya.
Di selusuri unit itu dengan langkah pelan, Mata nya sesekali menggerlya sana sini yang mendapati tempat suami nya begitu kotor, Asbak penuh puntung rokok, Kertas, sampah macam macam penuh di tong sampah tapi tak di buang buang. Sejak kapan suaminya jorok begitu ?
Ceklek..
Kosong ? Kamar itu kosong. Semua ruangan satu persatu sudah di telusuri namun nihil, Tak ada kehidupan lain.
Serasa capek dan perut nya terasa lapar, Ia meng-istirahat kan tubuh nya di atas sofa.
Sabar ya sayang, Nanti kita akan makan setelah bertemu Ayah mu.
Ibell mengelus perut rata nya, tersenyum bahagia mengingat ada kehidupan lain di perut nya. Ia akan menjadi orang tua, Buah cinta nya bersama Nata. Ah...kemana suami nya itu, tak sabaran ingin memberi kan kabar bahagia nya. Untuk ke dua mertuanya, Ia akan membuat suprise sebagai penyambutan kepulangan nya lusa nanti katanya.
" Ini kertas apa ?"
Tak sengaja, kaki nya di bawah sana menginjak kertas. di raihnya dan berniat di taruh ke meja tepat di hadapan duduk nya. Namun ujung matanya tak sengaja membaca isi kertas tersebut.
Tes...
__ADS_1
Air matanya langsung banjir membasahi pipi dengan tangan bergemetar hebat, Jantung nya seakan melompat keluar, beberapa detik rasanya dunia nya runtuh tepat menghancurkan tubuhnya yang goyah sakit. Hati nya perih tercabik cabik mengetahui Nata ingin menceraikan nya.
" Ibell__ Hiks hiks salah a_apa ?"
Bersuara lirih pun bergetar karena sesak di dadanya, Mata berair nya buram memandang nama Nata di sana sudah di bubuhi tanda tangan. Hanya menunggu tanda tangan nya saja.
Ya Tuhan, Rasa nya sakit. Sungguh !
Dua kali pukulan tangan nya di dada berniat membuang sesak, Tapi dada itu masih sesak terasah bagai ada duri di dalam tubuh nya saat ini yang menusuk nusuk nya sakit, sangat sakit. Bibir itu hanya bergetar tangis, Tidak mampu berkata kata karena terlalu sakit mengetahui Nata ternyata menggugat nya.
Kenapa ? kenapa suaminya menggugatnya ? Apa salahnya ? Apakah diri ini tidak pantas bersanding dengan orang terhormat seperti suaminya ? Apa Nata cuma mempermainkan nya ? Itu jelas ! Buktinya suaminya menggugatnya ? Atau.... Suaminya punya wanita lain ? pertanyaan pertanyaan berkecamuk di dalam sana. Rasanya Ia tidak sanggup menerima kenyataan ini, Dunia nya benar benar runtuh. Tapi inilah kenyataan nya ! Di ceraikan !
Hiks hiks hiks.... Tangis tangis dan hanya tangis bukti kekecewaan nya, Harus nya ia tahu diri dan jaga batasan yang tidak boleh mencintai terlalu dalam Dinata Kedward Abraham itu. Ia termakan rayuan... Janji manis, Perlakuan manis, perubahan sikap baik yang drastis, Imam rakaat nya ? Itu yang membuat hati Ibell luluh jatuh cinta ke suami nya... Suaminya mau jadi imam dalam setiap rakaat nya belakangan ini. Ah...itu semuanya pencitraan doang.. pembohong.
Apa yang harus ia lakukan sekarang ? Kasihan sekali nasib calon bayi nya yang akan kehilangan sosok Ayah seawal ini.
Bagaimana dengan surat cerai nya ? Apakah ia harus membubuhi pun tanda tangan nya ? Ia sekarang hamil, Ia dan Nata akan berdosa di hadapan Tuhan bila mana terjadi sekarang.
Ah.. Persetan hal ini...Yang di inginkan suami nya akan ia kabulkan, Buat apa berdiri di tempat jikalau Nata saja sudah tidak menginginkan nya, Lima hari tidak pulang yang katanya sibuk... Ternyata ini toh, Suaminya sibuk menggugat nya.
Ibell pergi setelah bercoret pilu di sebuah kertas.
Selamat tinggal ! Batin nya. Berjalan gontai dengan pikiran seribu pertanyaan yang ia bawa. Satu yang ingin dengar alasan dari Nata... Apa salahnya hingga ia di ceraikan ? Tapi percuma juga mengetahui nya...Bukti gugatan sudah di depan mata.
__ADS_1
Di lift yang bersisian dua. Ibell masuk ke lift dan di lift sebelahnya terbuka bersamaan Nata keluar dari sana.
Ibell bercongkok di sudut lift dengan wajah berderai air mata lagi. Nata sempat melirik ke lift yang di lewati nya yang sudah hampir tertutup rapat. sedikit ia melihat wanita berjongkok dengan wajah tertunduk tersembunyi. Terlalu senang dengan hasil lab baru dari pemeriksaan Om Vero nya, ia mengabaikan orang yang sekilas perangai itu, Ibell ???
Ah...Ia tidak Mandul, Om Nelo nya salah. Om Vero nya sampai tiga kali mengulang tes lab demi membuat rasa keyakinan nya tumbuh.
Ibell, Tunggu abang sayang. dan maafkan Abang sudah mengabaikan mu.
Langkah itu begitu cepat melangkah ke unit, Ingin menyobek surat gugatan cerai nya dan pergi bersimpuh di hadapan Ibell dan berbisik mesra lagi tanpa satu perasaan sedih lagi. Rasanya legah sekali, beban di pundaknya terasa di angkat. Ia tidak mandul... indahnya dunia ini. Riangnya bersenandung seraya membuka pintu unit.
Ceklek..
Nata langsung tertuju mencari keberadaan kertas laknat yang hampir membuat nya kehilangan sosok istri Solehah nya.
Deg..
Boom..
Dor...
Apa ini ? Kenapa tanda tangan istri nya ada di kertas ini juga. Beberapa menit Ibell lah yang di buat sakit jantung karena melihat tanda tangan Nata, Menit nan detik ini berganti Dinata Kedward Abraham melihat tanda tangan Isabelle Lovelia di sana dengan perasaan hati serasa di boom dan di tembak secara bersamaan.
Selamat tinggal Bang Nata...
__ADS_1
Semoga kamu bahagia dengan tanda tangan ku. Bila mana kita berjumpa tak sengaja di suatu saat, Maka jawab lah Pertanyaan ku ini... Apa salah Ibell sehingga Abang tega mempermainkan wanita biasa ini ? Ibell hanya ingin mendengar nya NANTI ! Karena saat ini.. cukup sampai di sini tekanan hati Ibell, Sakit. Takut melampaui sakit itu dan berakhir Ibell lupa akan nama Tuhan dan berakhir berbuat konyol.
Be happy always ! Ini doa singkat paling tulus dari Ibell.