Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 35


__ADS_3

""Waaah....Ini yang gue suka ! Dugem wow !""


Semangat, Yola antusias melihat gedung di hadapan nya, si herder ternyata ngajak dirinya ke club malam yang ada di kota si Kemal.


Yola meningkalkan Kemal di belakang, kakinya begitu pecicilan setelah tahu ia di bawah ke tempat asyik yang sudah lama tak di kunjungi nya.


""Hey tunggu Wild, Mas ajak kamu kesini itu untuk memastikan Klien klien Mas di jamu betul oleh Bimo atau tidak, Mas tidak mau Klien saya kecewa karena merasa kurang dapat pelayanan."" Kemal menahan lengan Yola, agar jaim tak melirik cogan cogan lain di tempat hingar ini.


""Yeeh, itu sih bukan urusan Yola, Urusan Yola cuma satu di sini.. Gogoyes dan ngecengin eksmud , bye tamvaaan !""


Yola menepis tangan Kemal, mengecup pipi si herder, menggoda. dan beranjak masuk begitu saja.


Sialan... Harusnya gue kurung Lo di kamar saja, dan mendesaaah di bawah tindihan gue.


Kemal membiarkan Yola menginjak lantai dansa sejenak, Lantunan EDM memang menghipnotis untuk bergoyang, Tapi Kemal di sini bukan sekedar bersenang senang melainkan memastikan pekerjaan Bimo.


""Bos !" Sapa Bimo saat menyadari bos nya ada di depan mata.


""Bagaimana Bim, beres ?"" Kemal berjalan ke ruang VVIP di mana Klien dari luar negeri berada. Namun kaki nya berhenti dan menuju ke lantai dansa, ia harus menarik Wanita liarnya terlebih dahulu, ia tidak mau si wild ini di lirik atau melirik pria lain. Tahu sendiri mesumnya si wild ini, tingkat dewa.


Dan benar saja, Dalam gogoyes nya Yola sudah ada tiga pria yang modus modus mendekati miliknya.


""Permisi Bung, dia milik saya.""


Yola terkejut, lagi asyik bergoyang si herder jantan main tarik tarik saja.


""Ap--!""


""DIAM !"" Kemal mengecup sekilas bibir Yola agar tak berceloteh, merangkul pinggang ramping itu seraya berjalan ke tempat VVIP.


""Huh, baru juga beberapa detik, sudah di rantai lagi !"" Dumel Yola di sela Langkahnya, Kemal semakin mengeratkan rangkulannya agar kode untuk Yola diam.

__ADS_1


"" Iya iya...Yola shut up ! Puas ?""


""Puas, lebih puas lagi dapat pelayanan mu !" Goda Kemal Tersenyum nakal melirik kesaksian Yola.


Yola ingin protes, Tapi tertahan karena mereka sudah memasuki ruangan yang memperlihatkan lima pasangan di dalamnya.


""Selamat malam semuanya !"" Kemal menyapa sopan ke para klien pentingnya.


Malam pak Kemal... Koor dari mereka, sang wanita paus menatap penampilan Yola dengan sinis seperti orang iri. Kenapa begitu, mereka semua mengenal Kemal sebagai cassanova, ada rasa keberuntungan bila mana bisa bermain bersama.


""Bagaimana pak, apakah pelayanan dari kami ada kecelaan ?"" Tanya Kemal, Menatap satu persatu kelima kliennya.


""Oh, tidak pak ! Kami senang...Tapi lebih senang bila mana Wanita saya di ganti dengan wanita yang ada di samping anda."" Satu dari mereka menginginkan Yola.


Yola yang tak suka dengan ucapan ambigu si bapak tua, Ingin bersuara pedas namun di kode oleh Kemal.


""Maaf Pak, Wanita ini bagian saya... Kalau begitu kami Permisi, selamat bersenang-senang, kalau perlu sesuatu anda boleh meminta nya ke asisten pribadi saya. Mari !"" Undur Kemal dan segera menarik Yola, entah kenapa ia tidak suka jika Yola-Pemuasnya ada yang memintanya.


""Kita bergoyang ?"" Ajak Kemal yang sudah di luar ruangan VVIP. Tapi Yola hanya diam dan berjalan ke arah berbeda di mana lantai panas berada, Yola menuju ke Bartender. dan duduk di sana.


Kenapa tuh perempuan ? Kemal mengikuti Yola duduk di bartender, membaca air muka Yola yang nampak berbeda, tidak ceria lagi di saat pertama menginjak gedung ini.


"" Bill, Highest level !"" Pesan Yola ke bartender.


""Jangan mas, beri dia yang beralkohol rendah saja !"" Sela Kemal menolak pesanan Yola yang rupanya Ingin mabuk dengan memesan tingkat alkohol berlevel tinggi.


Sang Bartender serba salah di buat ke-dua orang di hadapannya.


""Air putih sekalian saja kalau begitu, Maklum mas, Orang yang akan membayar minuman saya dalam keadaan boke.""


Sang Bartender jadi tersenyum mendengar sindiran wanita seksi di hadapan nya. Padahal bartender saja kenal siapa pria di hadapannya, pelanggan nya yang sering memesan VVIP.

__ADS_1


Tak banyak omong, sang bartender menyediakan sekaligus tiga macam minuman, Air putih plus dua botol minuman yang kadarnya berbeda antara tinggi dan rendah. Silahkan pilih sendiri bapak ibu ?


""Jangan minum ini Yolandaaaaa !"" Tarik Kemal ke satu botol yang berkadar tinggi, ia tidak mau Yola mabuk dan berakhir munta munta...iiih, Jorok kan, nantinya menyusahkan.


""Hai Cogan.... Boleh minta ini nya ?""


Yola di tantang, semakin tak di ijinkan semakin berulah lah dirinya, Yola main tarik minuman pria di sampingnya dan meneguk pelan isinya, bahkan ia Juga memutar kursi yang bisa berputar ke arah pria yang di rebut minumannya, memunggungi Kemal.


Silahkan Nona, dengan senang hati... Begitu lah sambutan dari pria di hadapan Yola, Kemal yang melihat itu jadi dongkol mengubun.


""Yolaa, Fine....ini ambil minuman yang kamu inginkan, kamu membuat ku malu yang seakan akan tidak sanggup membelikan mu minuman mahal.""


Kemal geram tertahan, Ia di buat nurut oleh sikap ngambek Yola yang entah apa sebabnya si Wild ini menjadi bad mood down. Bahkan ia menarik kursi putar Yola untuk menghadap nya, meracik sendiri minuman yang Yola minta. Ia memutuskan untuk tidak ikut minum, ia takut kalau ikutan mabuk maka akan berujung lebih repot.


""Dari tadi ke ! Susah amat !"" Satu gelas sudah bersarang di tubuh Yola, tidak ! Dua gelas bersama minuman yang di rebut oleh nya dari cogan di samping nya.


""Kamu kenapa jadi down begitu mood nya, eum ?"" Bingung Kemal.


""Kenapa ? Hahahaha... Tidak apa apa ? Aneh ya...?"" Empat gelas, Yola masih sadar...ia bukanlah wanita naif yang tidak mengenal minuman, Club dugem dan minuman satu komplit dalam tubuhnya sedari dulu, Wild flower nama tengah nya, masa minuman segitu doang mabuk.


""Cukup Yola ! ini bagian ku !"" Tarik Kemal ke gelas ke tujuh.


Bagian....bagian...bagian....Yola pelacu* , muraha*, Wanita bodoh sebagai pemuas !


Batin Yola dan pikirannya sudah mulai berperang saat mendengar bibir Kemal bersuara bagian, ia di ingatkan lagi dengan harga dirinya yang sudah hancur.


Lo munafik Yola, Lo menikmati nya kan ? Hahahaha, Lo munafik....Lo sudah jatuh tapi masih berlagak jaim sebagai pemuas, Lo itu pelacu*.... murahan.... Hidup lo itu ibarat kan sampah yang paling busuk, busuk.. sebusuk busuknya.


Suara batin nya membuat kepala Yola ingin pecah, ia menatap Kemal berwujud El... Dalam mabuk nya ia tersenyum beriringan meneteskan air matanya.


"" Bang El...Maafin Yola, jangan benci Yola !""

__ADS_1


Kemal sigap menahan laju sempoyongan Yola yang sekonyong-konyongnya beranjak memeluknya.


__ADS_2