Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 66


__ADS_3

Greeeb....


Setelah berhadap hadapan dengan Eldath, Yola segera memeluk erat tubuh tinggi nan besar Abang nya, Sangat erat sampai Eldath yang tadinya bengong sampai terkesiap. Fix... adik nakal nya sudah kembali lagi. Ia tersenyum legah, walaupun tipis tapi senyum itu ada.


""Kamu kenapa tega menakuti Bang El sampai tidur panjang satu pekan lamanya eum ? Apa kamu sudah berani membalas hukuman Abang mu dengan cara itu."" El membalas pelukan itu tak kalah erat nya, tangan besar nya juga mengusap lembut kepala Yola yang tenggelam di dada bidang nya. Hati nya sudah tenang walaupun masih ada tugas aib dari perut Yola.


Satu minggu ? Hah ? Mata Yola jadi bengkak jelek dong, kok bisa tidur satu minggu lamanya, Ada belek dan iler nya nggak ya ?


"" Yol---""


""Kamu masih lemah, cerewetnya nanti saja."" Potong Eldath, meraup gendong Yola dan berjalan masuk ke ruang inap.


Yola yang tertahan bicara, sejenak mengintip Kemal di belakang yang ikut melangkah mengekori Abangnya masuk, Ia malah dapat kedipan mata lucu dari mata berkaca-kaca Kemal. Si herder kenapa seperti habis nangis ? Pan ia belum mati, cengeng benar ya die ?


Tap..Tap..


Langkah panjang tanpa beban, Eldath sudah sampai di ruangan rawat, merebahkan tubuh Yola di atas brankar, Namun bukan Wild nama nya bila menurut manis karena lidah nya sudah gatal untuk mengungkapkan apa yang ia sudah ketahui tentang ingatan nya, ia ingin mencerca pertanyaan untuk Eldath, Makanya ia segera duduk di atas brankar dan menahan tangan salah satu tangan Eldath menggunakan genggaman ke-dua tangan lembutnya. Tapi ding....Tangan si Abang kejam di apa kan lagi ? Kok berdarah ? Kejam benar sih... tangan sendiri jadi korban. Bibir itu pun meniup niup sayang tangan Eldath. Eldath menggeleng tak apa dan tak sakit.


""Istirahat lah dulu.""

__ADS_1


""Tidak !"" Tolak Yola menggeleng, ia sudah tak apa apa. ""Bang El, Yola sudah tahu semuanya, ingatan Yola yang kalian sugesti sudah kembali, Kematian Mommy Daddy bukan kecelakaan lalu lintas seperti sugesti yang kalian tanam kan di otak Yola.""


Pengakuan Yola membuat Eldath berspot jantung, ia takut Yola kembali histeris seperti orang gila di waktu itu, ia tidak mau melihat Yola kecil dulu kembali menguasai Yola besar dan kembali menjatuhkan mental kewarasannya, Bagaimana El tidak terkejut ? Yola dulu mengurung diri di sudut kamar dengan wajah takut menangada dan berakhir menyembunyikan wajah imutnya dulu dengan cara duduk menenggelamkan wajahnya di lutut, tak mau bicara sama siapa pun, Kadang kala mengeluarkan suara, Namun suara itu hanya teriakan ketakutan.... Yola bukan pembunuh ! Yola bukan pembunuh ! Yola anak daddy, Jangan sentuh Yola... Pergi Pergi, Tolong... Bersih kan wajah Yola dari darah ini.


Eldath gamang, Begitulah adik nya berteriak teriak dengan kekosongan mata menguasai, ia tidak mau adik nya kembali ke titik menyakitkan itu.


"" Bicara apa kamu, Dek ! Istr----!""


"" Kenapa Daddy begitu tega kepada Yola, Yola anak nya daddy kan Bang ?"" Mata Amber Yola dan Eldath bersibobrok dalam, Yola minta jawaban, sementara Eldath mengintimidasi adiknya dengan tatapan matanya. "" Bukan ! iya kan, mana ada seorang Daddy tega ingin mengotori anak nya sendiri dengan cara ingin melecehkan."" Sedih Yola tersembunyi, menguatkan hatinya berbicara demi jawaban. ia butuh jawaban statusnya. Sangat ingin mengetahui jatih dirinya, Siapa dirinya... Sebenarnya ?


Yola tidak bohong. dia sudah mengetahuinya, semoga tidak mempengaruhi kesehatan mentalnya lagi. Batin Eldath gamang.


Ah...ia perlu diam dulu di sini agar ke dua orang di depannya tidak menyadari kalau ada orang lain di antara pembicaraan pribadi itu, sumpah..ia penasaran setengah gila di balik Ke-Strongan seorang Yolanda si wild ini, Kemal tahu persis dan yakin seratus persen, ada kerapuhan terdalam yang tersembunyi di balik topeng si Onar jahil iblis kecil ini.


""Kamu benar ingat semua nya, dek ?!""


Yola mengangguk pelan, Ada kecemasan di mata El yang ia tangkap. ""Yola tidak selemah dulu, bang El...Yola siap mendengar kepahitan apa pun, Yola janji tidak akan bersedih lagi, Yola berhak tahu kebenaran atau kesalahan bila itu mestinya."" Bujuk Yola sok kuat mendengar, tapi jujur lho, di dalam sana ada kegamangan juga untuk mengetahui kebenarannya.


""Janji ya, kamu tidak boleh masuk kedalam keterpurukan lagi ?"" Eldath memegang Lembut kedua bahu Yola dengan mata tak lepas di wajah pucat adik nya.

__ADS_1


""Janji."" Mantap Yola mengangguk angguk.


""Kita memang bukan sebiologis, Tapi satu rahim, berarti kamu tetap adik Bang El, darah kita masih sama melalui darah Mommy, mengerti sayang ?! Daddy benar akan hal tuduhan itu ke mommy, Tapi...Perlu kamu tahu juga, Mommy tidak berkhianat dalam rumah tangga nya, Mommy di jebak oleh orang mata jahat tapi siapa orang jahat itu kamu tidak usah mengetahuinya karena Abang dan Mamang Asep sudah membereskan nya dengan tangan Abang sendiri, dan karena jebakan orang sehingga ada kamu di rahim Mommy, Mommy sama sekali tidak mengetahui bila mana dia sudah di jebak satu malam karena obat."" Jelas El hati hati dengan kelembutan. seraya menjelaskan ia juga membaca air muka Yola, takut takut ada keganjalan di sana, Tapi melihat air muka adik nya baik baik saja, ia pun berniat melanjutkan penjelasannya.


""Ka--""


""Dad--Ayah ! Ayah biologis Yola siapa ? Oh tuhan, Daddy sudah membunuhnya, Yola ingat kata kata mengerikan itu dari mulut enteng Daddy."" Satu tetes air mata, berhasil keluar tak sadar oleh Yola.


""Eum, maaf kan Bang El untuk itu, Bang El telat mengetahui nya jadi tidak bisa menyelamatkan Ayah biologis mu yang sebenarnya juga kambing hitam oleh orang jahat itu."" Reflek tangan El menghapus air mata adik nya, sudah terduga, pasti ada air sialan yang akan keluar dari mata indah adik nya.


""Tidak Bang El, Abang tidak salah dengan itu... Abang tidak patut untuk meminta maaf, Yola justru berterimakasih kepada tangan Bang El yang rela membunuh daddy sendiri demi adik kecil mu."" Ungkap Yola memeluk tetiba Eldath dalam duduk itu. lagi lagi air mata turun di pipinya membasahi baju Eldath di bahu itu. Kenapa ada ketragisan di dalam hidupnya, pantas saja orang orang tersayang nya memilih untuk membuang memeori pahit nya, ia saja gamang gila mengingat tragedi itu, bulu kuduk nya merinding ngeri kalau mengingat nya kembali, tapi demi kesehatan janin nya,Yola berniat melawan ketakutan itu walaupun ia tidak yakin kalau ia bisa. Apa lagi harus mengingat rutukan Daddy-nya yang menyumpahi kepahitan bila mana ia berumah tangga. ia tidak mau berumah tangga Ding ! Tidak mau !


Hais... Ngomong ngomong berumah tangga ? Yola baru sadar ada Kemal di belakang sana yang sudah mendengar pengakuan pribadinya. Dasar si herder. ia memberi kepalannya di udara di balik pelukan itu. Si herder mengetahui semua kekejaman keluarga nya, awas saja Abang nya di lapor kan ke polisi ! Jangan harap bisa melihat wajah si calon anak. Itulah arti dari ancaman kepalan tangannya.


Tangan Yola pun di balik pelukan itu, Mengibas ngibas mengkode Kemal untuk keluar sebelum Bang Eldath nya menyadari kalau ada orang lain mendengar kesensitipan pembicaraan mereka.


Tapi lihat lah, Si herder menggeleng geleng keras kepala, Bodoh tak mau keluar. dan mata tajam Yola pun memancar kan peringatan yang masih setia wajahnya bertengger di bahu kekar Eldath.


Iya...iya...iya.. Kemal membuat pergerakan menzipper mulut nya sendiri dan melangkah pelan tak bersuara menuju pintu yang masih menganga lebar.

__ADS_1


Ngeri juga ya si Eldathio itu, Daddy saja sanggup tangan men-skakmat sampai koid, alamat macam mana diri ini kalau ketahuan sudah bermain busuk di belakang, di gantung kah ? Di tembak ? atau di mutilasi cincang cincang halus.... iiiiih, mual ngeri sendiri membayangkan ke sana. Kemal jadi mengurungkan niatnya untuk buka bukaan pengakuan, ah... pengecut sudah mendarah Sepertinya di darahnya kali ini. semoga sampai mati pun penyabotasean gue kagak tercium oleh Eldath...Semoga...semoga....semoga... Amin !!!!


__ADS_2