Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 136


__ADS_3

" Lho, Nyonya muda ngapain di dapur sepagi buta ini ?" Bi Tina sang ART heran melihat Ibell berada di dapur menghampiri nya.


" Mau buat sarapan untuk semua lah, Bi !" Ramah Ibell tersenyum. "Masak apa Bi ?" Ibell membuka kulkas menargetkan bahan apa yang akan jadi menu sarapan Oleh keluarga baru nya plus kelurga inti mertuanya masih ada karena pasti semalam tidak pada sempat pulang karena sudah malam untuk menempuh ke luar kota.


"Rencana sih Bibi mau masak___"


"Wah, Kak Ibell kok sudah di sini sih ? Biasanya pengantin baru jam segini masih malam pertama."


Bi Tina dan Ibell menoleh ke asal suara merdu halus itu. Mentari.


Ibell hanya tersenyum akan ucapan malam pertama, Ia tidak lah seberuntung itu mendapat suami idamannya.


"Kok kamu sudah bangun juga ?" Ibell balik bertanya.


"Mmm, Kalau habis shalat sunah, sudah tidak bisa tidur, Uda terbiasa bangun dan masak buat suami dan Mama serta papa Titan, aku juga rindu si Triplets. jadi mana bisa tidur lagi." Jelas Mentari. Membantu Ibell dan Bi Tina meracik bumbu masakan.


"Woalaa, para suami nyonya pasti bahagia ya dapat istri Solehah seperti Nyonya nyonya muda ini." Puji Bi Tina.


Ibell lagi lagi cuma tersenyum, tak bisa berkata apa-apa.


Mereka masak bersama seraya mengobrol ringan, Ibell lebih banyak mendengar kan celoteh polos Mentari, ibu hamil calon anak kembar lagi katanya, terlihat berseri seri tanpa beban di wajah manis itu. Ibell senang melihat wajah cantik alami Mentari. Pasti Mentari sangat di manja oleh Biru. Batinnya sedikit iri.


" Aduh, Kak Ibell, Bi Tina, Tari pamit ke belakang dulu ya... kebelet."


"Iya, Sekalian aja kamu bebersih, Tari. masakan nya kan tinggal yang di atas wajan." Seru Ibell. Mentari mengangguk.


Setelah menata makanan banyak di atas meja makan luas, Ibell pun bergegas ke kamar untuk mandi lagi. Bi Tina subuh ini bersyukur, pekerjaan nya sedikit terbantu oleh nyonya muda baru nya.


"Wah, Bi...kamu gercep juga !" Yola dan Kemal datang setelah kepergian Ibell yang cukup lumayan sudah lama.


"Ini yang masak Nyonya Ibell dan Nyonya Mentari yang ikut membantu." Lapor bangga Bi Tina.


"Mantari ? Ibell ? Terus mereka ke mana ?" Yola memindai sarapan pagi ini begitu banyak menu dan terlihat menggiurkan.


"Mereka pada masuk ke kamar, mau bebersih lagi katanya." Ujar Bi Tina.


Yola mengangguk, memukul tangan Kemal yang ingin sarapan duluan. "Tunggu yang lain, Mas sayang."


Kemal hanya tercengir kuda. Sejurus kemudian yang di tunggu pada datang satu persatu pasangan duduk di kursi makan. Ibell pun ada kecuali Nata, Lyn dan Gilang. kedua anak muda itu pada malas sarapan katanya.


Pagi.. Sapaan itu terdengar hangat satu sama lain, Ibell tersentuh hangat bersyukur, Keluarga barunya sangat welcome.

__ADS_1


" Ibell, Nata mana ?" Yola celingukan ke arah lorong.


" Belum bangun, Ma !"


" Bangunin gih, bila perlu dua duanya ya."


Ibell menurut akan perintah Yola, ia tidak paham dua duanya ? apa itu. ah...bodo lah.


" Ah... lihat lah jalan nya, tidak ada yang aneh kan, berarti Ibell dan Nata semalaman tidak melakukan malam pertama nya, pasti mereka berantem deh.. Secara pernikahan mereka kan jebakan." Celetuk Yola nyamplak, akhirnya Eldath dan yang lainnya tahu kenyataan kalau Yola di balik Pernikahan dadakan itu


" Ops.. salah omong ya !" Sambung Yola menyadari perkataan nya. Mata tajam ke arah nya tertuju padanya. " Elaaahh, biasa aja kali, iya...Yola ngaku, Mas Kemal juga tahu, iya kan mas !" Yola ogah di salah kan sendiri, Eldath hanya geleng geleng kepala, begitu pun yang lainnya. toh sudah terjadi.


" Eh Yol, kita taruhan yuk." Ajak Fifi.


"Taruhan ? Apa ?"


Semuanya memasang telinga.


"'Tadi kan, lo minta membangun kan dua duanya ke Ibell, bagaimana kalau kita taruhan..gue yakin, Ibell pasti keluar kamar dengan penampilan kering dan ************ masih utuh, kalau Ibell keluar kamar dengan rambut basah dan jalan nya terseok-seok, Fix Lo yang menang deh..Lo dapat baju banyak dari butik gue gratis satu tahun. Tapi kalau gue yang menang, Tiket plus penginapan honeymoon kedua gue ke luar negeri sama bang Eldath, Lo yang nanggung."


"Kagak adil, Tiket di balas tiket..itu baru adil." Tawar Yola, jiwa anti tantangan nya di pertanyakan Fifi, coeg.. ogah lah dia, walaupun sedikit ragu dengan aksi anak mantu nya itu, Tapi ia main setuju saja.


Ah. si wild Oneng nya pakai banget, Lo pasti kalah, ATM gue yang terkuras. Kemal membatin.


Yang lainnya hanya penonton pertarungan Fifi dan Yola seraya mengunyah makanan. Mentari dan Biru-pasangan setia romantis itu malah tak melihat keadaan, asyik suap-suapan mesra sendiri. Bintang dan Dirgan saja di buat geleng geleng kepala akan tingkah adik sepupunya yang tiada duanya, bucin akut.


Di dalam kamar, Ibell masih berusaha membangun kan Nata yang ngebo. Sedikit ragu ia menyentuh kaki Nata, menggoyang goyangkan nya. Masih ngebo, Ibell beralih ke wajah itu. tubuh nya setengah membungkuk menatap dalam wajah tampan Nata, coba aja kelakuan nya sangat baik, mungkin Ibell akan terpesona begitu saja, tapi mengingat lagi akan tingkah nya...Cih.


"Bang, Bang Nata, bangun !" Ibell menyentuh pelan bahu Nata. Nata dengan sengaja berpura pura masih ngebo.


"Bang !"


Kali ini, Tangan kekar Nata bergerak seakan akan tidak sengaja menarik tubuh Ibell layak guling. Ibell susah nafas di dekap erat oleh tubuh Manly ini.


Deg..deg...deg.. Jantung Ibell bergerumuh hebat, Ibell bergidik ngeri dan memukuli dada Nata secara kasar.


Ish. Dengus Nata pura pura bodoh.


" Bangun ah, di tunggu di meja makan oleh semua orang." Ibell bangkit dari ranjang. wajah nya memerah malu dapat perlukan dari Nata.


" Selamat pagi, cantik !" Nata langsung menggoda dengan suara serak nya. Ibell selalu menarik di mata nya walaupun tanpa polesan, ah.. Bukan Dirgan dan Biru saja yang dapat wanita cantik alami, ia pun dapat cuy. Bangga nya dalam hati.

__ADS_1


"Pagi ju__"


Ibell terdiam, kening nya dapat kecupan hangat dari Nata yang langsung berlalu keluar kamar tanpa cuci muka apalagi sikat gigi.


Kecupan ? Godaan mesum, apa ini tulus ? Ibell menyentuh dahi nya seraya mengekor langkah Nata menuju ke meja makan.


" Haihaihai..Gue menang, Yola....siapkan tiket satu paket dengan fasilitas lengkap honeymoon." Fifi terpekik senang, melihat penampilan pasangan suami istri baru itu tidak nampak ciri ciri melakukan pagi pertama nya.


"Iya iya...Mas suami, beri dia pasilitas yang di inginkan pasangan tua tak tahu diri itu." Yola cemberut, Ibell dan Nata membuat nya rugi, ah tidak Ding...mas suami lah yang rugi.


Tuh kan, gue yang apes. Batin Kemal, tentu saja hanya bisa mendumel dalam hati, bisa bisa nanti ia tidak dapat jatah lagi malam ini.


"Siapa yang mau honeymoon, Tan !" Tanya Nata, duduk di kursinya, Ibell dengan sigap layak nya istri menyiapkan sarapan piring Nata.


" Tante lah, dan ini karena kamu, terima kasih !" Fifi berseru ria.


" Aku ?"


"iya..kamu dan Ibell kagak main kan semalam sampai saat ini, hingga mama kalah taruhan." Yola yang menjawab seraya menatap Nata yang datar dan Ibell seketika menunduk tak enak hati.


" Oh, itu karena Ibell membuat syarat ke Nata, Nata harus memandikan adik aku dulu sampai steril baru dapat jatah."


Uhuk uhuk uhuk..


Hahaha...


Orang orang pada terbatuk dan juga ada yang terbahak mendengar persyaratan ekstrim Ibell ke Nata.


Astaga, kenapa harus di sebarkan sih, malu maluin deh... Ibell menendang pelan kaki Nata di bawa sana.


" Duh, Petite, kamu kok pakai nendang segala sih ?" Kaki biru lah yang menjadi sasaran kesal Ibell. Istri rasa gadis itu semakin tertunduk malu menyadari kaki Nata ongkang ongkang santai.


" Bukan aku, Hulk !" Elak Mentari.


"Hehehe, Itu kaki gue." Nata yang mengakui kesalah sasaran Ibell. sejurus melempar senyum manis nya ke Ibell.


" Begini, Saya setuju akan persyaratan Ibell, menyadari kelakuan Nata sebelas dua belas dengan kalakuan becat bapak nya dulu, ada baiknya Nata mensterilkan botol murahannya dengan cara memeriksakan kesehatannya ke dokter, dan kamu Ibell...apa kamu mau janda muda kalau botol murahan Nata di siram air mendidih."


Ibell menggeleng malu, ini semua gara gara Nata yang menyebarkan aib persyaratannya.


" Ok, Om...demi membuat botol emas saya jadi berlian. saya mau aja." Nata dapat jalan untuk mendapatkan hak ranjang nya. Ia ogah juga punya penyakit mematikan yang bisa menelurkan ke Ibell yang sama sekali tidak salah. Ah...ok, demi dapat perawan apa pun akan Nata lakukan. Nata dan Kemal sebenarnya gondok dengan ucapan Pedas Eldath, Nata kesal di katain botol murahan. Kemal kesal masa lalu nya yang tukang celup di singgung singgung. Lihat lah Yola... istrinya itu bermuka asem jadi nya kalau di ingatkan masa lalu nya.

__ADS_1


Ah... terserah Lo pada mau muka asem kek, kecut kek, balado kek.. Intinya gue yang menang banyak cuy... Fifi tersenyum jumawa dapat tiket jalan jalan keluar negri.


__ADS_2