
"Ibell, siap kan keperluan, kita akan keluar kota hari ini juga."
Ibell terkesiap mendengar suara Bos nya yang masuk ke dalam ruangan nya, ia menjatuhkan hapenya karena terkejut. dan seketika Nata melihat foto bayi lucu yang mungkin berumur satu tahun kurang lebih dari perkiraan nya.
" Adik kamu ?" Tanya Nata memberikan hape itu ke Ibell yang tadinya terjatuh ke sisi kaki nya.
Ibell tersenyum kecil seraya meraih milik nya. " Adik ? Apakah saya terlihat masih muda bin anak anak sehingga mengira bayi itu adalah adik saya, pak ? Ini adalah anak saya !"
Uhuk uhuk uhuk
Nata terbatuk batuk mendengar candaan Ibell, mana mungkin anak nya Ibell, Lihat lah.. bentuk tubuh ideal sekretarisnya... masih terlihat kencang semua, tidak ada ciri ciri wanita yang mempunyai bayi. bahkan gesture tubuh Ibell mengalahkan kebanyakan wanita yang mengaku sebagai gadis.
" Maka nya pak, kalau anda mewawancarai karyawan baru itu di baca betul betul CV nya. Jangan karena hanya bentuk rasa salah anda ke saya yang sempat anda tabrak sehingga anda main menerima saya begitu saja bergabung di perusahaan anda, kalau saya mata mata di sini bagaimana coba ? hancur sudah perusahaan bapak karena tercurangi." Jelas Ibell, menggeleng dengan keteledoran Nata.
Nata terdiam dengan kerutan dahi nya menatap wajah serius Ibell. " Yakin ?" Tanya nya tak percaya.
" Yakin, kenapa saya harus bohong, atau apa kah perusahaan ini tidak menerima seorang Janda ? sehingga bapak terlihat menyesali keputusan bapak yang sudah menerima saya bekerja di perusahaan software bapak ?"
Nata menggeleng geleng, Bukan itu masalah nya, Lagian Janda pun butuh biaya hidup kan ? So...kenapa di permasalahkan untuk tidak boleh bekerja di perusahaan nya, ia cuma sedikit tidak percaya di sini...ah, ia kok terlihat bodoh sih ? Coba ia tengok sebentar CV Ibell yang belum sempat ia berikan kebagian staff personalianya. Benar kata Ibell, ia kok tumben banget bisa teledor begini main terima karyawan tanpa mempelajari CV nya terlebih dahulu.
Dengan itu, ia beranjak ke masuk keruangan nya, meninggalkan Ibell tanpa kata, dan Ibell hanya mengedipkan bahunya tanda acuh.
" Janda, 26 tahun." Baca nya di CV itu. Ok...ia kembali lagi ke ruangan kerja Ibell, Percaya.
" Duh, Ibell... Sorry nih ya... kalau kamu kerja sebagai asisten plus sekretaris saya, bagaimana dengan bayi mu ? Kita mau keluar kota lho untuk pekerjaan sekaligus ada urusan keluarga yang saya harus hadiri acara mereka, anak mu bagaimana nanti ?"
Jelas Nata dengan berat hati untuk kembali merumahkan Ibell kalau Ibell tidak memenuhi syarat sebagai pekerja profesional.
" Jangan pikirkan itu pak, saya sudah mengurus nya, jadi mari...kita berangkat sekarang atau nanti ?" Siap Ibell di bawah kemana pun oleh Nata asalkan masih dalam bentuk tanggungjawab sebagai pekerja.
Nata tersenyum kagum dalam hati, gadis eh wanita ini selain cantik juga tangguh dan bertanggung jawab. " Ok, ayo kita pergi sekarang."
Di dalam mobil, Ibell dan Nata duduk bersisian dengan Nata sendiri yang mengemudi tanpa sopir tidak seperti biasanya.
" Pribadi ? Kalau boleh tahu anak mu berapa ? dan suami mu ke mana ?" Lidah Nata gatal untuk tidak kepo, jujur...ia tertarik sekali dengan hidup Ibell yang terlihat santai saja di mata nya... tidak ada rasa beban apa pun di mata itu, bukan apa apa, Pengalaman Nata dengan macam banyak perempuan di luar sana sudah makanan sehari hari nya, Cuma di sudut pandang Nata, Ibell berbeda.
__ADS_1
Sebelum menjawab, Ibell membuang nafas pendek, seperti biasa.. Tersenyum lembut di hadapan Nata. " Anak saya lima__" Canda nya menjeda
Nata melongo, dan Ibell yang melihat itu tersenyum geli.
" Hehehe, bapak Percaya ? Saya cuma bercanda, anak saya baru satu, bayi 11 bulan yang anda lihat tadi di hape saya." Seru Ibell.
" Suami mu kemana ?" Tanya Nata lagi.
"Suami saya sudah meninggal di waktu saya hamil lima bulan ketika masih di kampung, beliau meninggal karena kualat."
" Duh, Maaf ya..saya sudah mengulik kamu, Tapi, Kualat ?" Bingung Nata.
" Iya, Kualat karena sering sabung ayam, di waktu itu ada razia polisi, Suami saya kocar kacir di kejar polisi karena hujan dan licin beliau terpeleset, terbentur ke tiang listrik dan kembali terguling guling di tambah hanyut di sungai. Bisa di bayangkan kan... terpeleset, terbentur, hanyut lagi.. Pasti mati di tempat kan saking kualat nya."
Hahaha, Nata menahan tawa nya, mendengar penjelasan Ibell tentang tragedi Almarhum sang suami.
" Kalau mau tertawa, Tertawa saja pak ! Memang terdengar lucu lucu sedih." Santai Ibell. Tidak ada rasa sedih yang terlihat dari mata Nata.
" Maaf Bell." Nata membuang wajahnya ke samping untuk tersenyum sejenak, dan kembali menghadap ke Ibell, lebih tepatnya di dada Ibell yang besar menggoda, oh...ini sebab nya toh, Dada Ibell besar karena mungkin dalam tahap menyusui anaknya. Pikir nya mesum.
" Bell, baju mu kenapa basah begitu ?" Nata berkeringat dingin, membayangkan rasa dada berair itu.
Glek..
" Mu-ba-sir dong, bagaimana kalau saya bantu untuk menyedotnya ? Sayang sekali kan !" Nakal Nata menawarkan jasa mesumnya, tidak ada salahnya dong membantu orang, apalagi membantu orang dalam menguntungkan si adik.
" Bapak mau bantu saya ?"
Nata mengangguk cepat, bahkan sangat cepat seperti angin lewat, busss... Rejeki ini mah.
" Boleh kok ? Tapi apa bisa sambil nyetir ? Nanti bukan nya kenyang nyusu eh kenyang dapat infus di rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas, Saya belum mau mati, pak."
Kesempatan di bolehin nyusu, Nata menepikan mobilnya di jalan yang kebetulan toa bin sepi. Air liur nya bahkan sudah mengenang di dalam mulutnya sebentar lagi menetes di kala melihat Ibell mulai membuka kancing kemeja nya.
Glek Glek.. Nata secepatnya menelan liur nya yang hampir keluar, Ia menegang.
__ADS_1
" Tunggu apa lagi pak, katanya mau membantu saya untuk membuang Asi saya yang penuh ini, ayo...saya akan menganggap anda bayi saya."
Huuu.. Nata membuang nafas panjang sejenak, berbalik penuh ke tubuh Ibell, begitu pun dengan Ibell.
" Bell, Posisi ini tidak nyaman, kamu naik ke pangkuan saya saja ya...biar bayi yang mangku induknya."
Ibell Tersenyum geli, Ia kali kalau bayi kecil yang memangku Mak nya yang ada penyek di tuh bayi. Dengan nurut.. Ibell naik ke pangkuan Nata sedikit susah karena memakai rok ketat.
" Sempit pak rok nya, saya susah naik kuda ku duduk di mukanya." Kata Ibell.
" Jangan repot repot Bell, angkat sampai seperut aja, sekalian nyusu atas juga bisa nusuk bawah." Suara Nata mulai berat dengan hasrat nya yang sudah di ubun-ubun. Dan Ibell menurut lagi. Sedikit aneh bagi Nata yang tumben tumbenan si sekretaris cantik nya ini mau di ajak kuda kudaan. Tapi bodoh amat, inilah Hobby nya.
" Sudah pak, duh pak... Beno sudah bangun ya."
Dalam hasrat nya, Nata yang mulai mengeluarkan satu gunung Ibell tersenyum geli, Senjata tempur nya di namai Beno oleh Ibell. Hahahaha, lucu juga wanita ini.
" Ibell, Saya habis kan susu kamu ya ?"
" Silahkan pak, air nya jangan ada yang tersisa ya pak, ba_bayi Ah saya sudah punya stok satu kulkas." Ibell terengah-engah di kala Nata sudah mengambil isi milik nya dengan rakus bak orang kehausan.
Suara lenguhan terdengar menggema di dalam mobil mewah berkaca gelap dari luar, Nata kualahan menadai Asi Ibell, Bayi besar ini Kesedak beberapa kali karena isi nya sangat deras tapi tidak habis habis juga.
" Bell, Saya sudah kenyang, perut saya kembung." Keluh Nata kualahan. " Nyusu nya di tahan dulu ya ? Kita main tusuk tusuk kan saja. Beno sedari tadi minta lubang nya Eni."
Giliran Ibell yang tersenyum geli di kala hutan berbulu nya di namai Eni.
" Ayo pak, Saya juga sudah becek kok, langsung tusuk sekali juga masuk ya pak, kan udah bolong."
Dan Nata memulai aksi Beno untuk menusuk Eni dengan posisi Ibell masih di atas pangkuannya, sesekali ia menjadi bayi untuk menikmati susu asli itu.
" Ibell, punya kamu ahhh masih sempit sekali, Beno mau memuntai Eni. ahh, Goyangannya di tahan ahhhhh."
Nata sudah sampai, Beno kalah oleh Eni. Seketika ada hangat hangat yang menyentuh bagian tubuh nya. Dan Netra gelap Nata seketika terbuka lebar lebar di atas tempat tidur.
Lah... Ibell mana ? bukannya ia dan Ibell bercinta di atas mobil ?
__ADS_1
Shiiit...Nata mimpi basah pemirsa. Dibalik celana nya sudah banjir anget anget gimana gitu ?
" Astaga, segituh penasaran nya gue dengan dada montok Ibell sampai terbawa dalam mimpi." Hahaha. Nata terbahak bahak sendiri di dalam kamarnya yang mulai beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan Beno yang muncrat terbuang sia sia. Cuma pertanyaan Nata dalam hati. Apakah status janda beranak satu tentang Ibell itu, benar adanya atau cuma mimpi juga ? Entah.. tapi hari ini ia akan kepoin Ibell lagi tentang kehidupan pribadinya.