
Stop...
Help...
Eldath sudah seperti gembel indo bule berdasi dengan jas sudah kusut di taruh di pundak nya, Tidak ada mobil yang mau berhenti menolong nya, baik itu taksi mau pun angkutan umum lainnya, bukan tidak mau, melainkan para pemburu rupiah itu sudah mempunyai penumpang masing-masing. dan satu lagi... posisi nya berada di jalan yang tidak bersahabat untuk mencari kendaraan bersewa Membuat nya kepayahan, Dan fix... Sahabat adik nya itu minta di beri peringatan berharga sudah berani beraninya membuat nya susah di pinggir jalan seperti gembel. Mau menelpon para pengawal nya juga harus pakai apa, layarnya malah mati, mendukung saja dalam penderitaan nya.
"" Orang susah tuh rasanya seperti ini ya ? Kemana mana harus berpeluh keringat dulu.""
Eldath berpikir, mungkin nasib adiknya semenderita ini yang tadinya seperti ratu apapun serba mewah tetiba dalam sehari di bekukan semua dari kendaraan Sampai ke isi tas. Adik nya memang hebat... tidak ada keluhan yang masuk ke telinga nya tentang hidup tertekannya di luaran sana, ia nya saja baru satu jam-an lebih sudah mendumel gerah sementara Yola sudah lama di jalan, ibarat kata.
""Eh..Pak----pak ! berhenti !"" Chirs memberi titah kepada sopir nya untuk berhenti, ia melihat sosok orang tak asing baginya yang sedang berjalan gontai di bahu jalan.
Astajiiim... Eldath ? Eldath jadi gembel berdasih ? Gumamnya tak percaya melihat seorang Eldathio menendang sampah botol kesal dengan penampilan acak Adul.
"" Bro !"" Panggil Chris, Setelah kaca jendela mobil di turunkan, Eldath menoleh... sejurus kemudian segera mendekat dan menarik pintu masuk, ia duduk di kabin dengan nafas legah. Akhirnya ada tumpangan. Batinnya.
__ADS_1
"Lo kenapa bisa ngegembel hmm ?" Atas sampai bawah, Chirs memperhatikan penampilan Eldath, Takut takut ada tanda-tanda sakit jiwa di sana, pan ada hukum karma yang berlaku. Eldath ini Mulutnya sudah berdosa yang ingin menyuruh Yola untuk membunuh janin yang tidak bersalah. Siapa tahu gara gara itu Eldath kualat.
""Ceritanya panjang seperti rel kereta, intinya ini gegara Fifi, sahabat Yola. Lebih baik antar gue kerumah sakit, gue kesal kalau harus menceritakan kejadian ini."" Malas Eldath. Chirs hanya mengangguk geli dan segera memberi titah sopirnya.
...*****...
Sementara di rumah sakit, Kemal sedari tadi sudah ada di sana menunggu Yola yang masih terpejam, Fifi juga ada di ruangan inap itu dengan raut wajah sedih melihat luka luka cambuk Yola yang sangat kentara tak enak di lihat. Pasti itu sangat perih. Batin Fifi.
"" Pak Kemal, Yola itu tidur apa pingsan sih ? Kok nggak mau bangun ya ? Nafas ada, detak jantungnya normal, Tapi tidur seperti orang mati saja."" Fifi sudah bosan juga menunggu orang tidur, para pramuniaga butik nya sedari tadi menelpon, melaporkan ini itu yang penting. Kan ia nya pengin nunggu Yola bangun, ia rindu ingin mendengar kata kata sarkas somplak sahabat nya.
"" Saya juga tidak tahu, mungkin efek obat, jadi bawaan nya tidur mulu !"" Kemal juga aneh, walaupun di guncang pelan, Yola tidak ada tanda-tanda untuk bangun. ia jadi cemas.
Kemal mengangguk, menarik kartu kecil tersebut dan menaruh nya di kantong kemejanya.
Dan sepeninggalan Fifi, Kemal segera memanggil dokter untuk memeriksa Yola, Takut takut ada apa apa dengan Yola dan juga janinnya, ia ser ser sur panik tak bertepi, mondar mandir di belakang dokter yang mengecek Yola, Sesekali ia melirik Dokter perempuan itu yang sedang menarik kelopak mata Yola sedikit paksa untuk di cek, Yola benar benar seperti orang pingsan atau koma di ini itu tak ada sedikitpun terganggu.
__ADS_1
Sementara di parkiran, Saat Fifi ingin membuka pintu mobilnya, ada teriakan kecil yang sedang mendengusin namanya. Aha ! Si Gondrong selamat juga sampai rumah sakit dengan keadaan cek lengkap tak ada tanda-tanda mutilasi di jalan raya. Hanya satu.... berantakan ! Tapi ah, Siapa coba yang berani untuk memutilasi si gondrong tamvaan sangar sangar gila ini, pan anak cucu mafia di luaran sana, yang ada si Abang stress ini yang memutilasi orang. Adik aja di aniaya kejam apa lagi orang lain coba ? Ihhhh...Ngeri juga untuk menyenggol orang macam pyshico edan. Tapi ia nya gatal bila melihat wajah sok suci Eldath, Gatal ingin mencakar maksud nya ! Jadi senggol sikit tak apa kayaknya.
""Iya ! Anda manggil saya tuan Eldath ?"" Tutur boleh saja formal, Tapi nada nya itu lho... Mengejek ! Mata liar nya naik turun ke penampakan Eldath yang memang sedikit berantakan, kusut. Hahaha puas gue !
"" Kembalikan dompet gue ? Anda bukan maling kan ?"" Ketus Eldath dengan tangan menangada ke hadapan Fifi. Chirs yang ada di antara mereka jadi penonton pengamat cermat.
"" Oh dompet ? Ada...Tenang aja, aman kok ! Isinya juga masih lengkap...Lagian ya, punya barang tuh di cek terlebih dahulu sebelum meninggal kan tempat, Di stasiun kereta, Pesawat, di mana pun berada pasti di umumkan... cek barang bawaan anda sebelum out ! Itu peringatan garis besarnya. Nah...Ini dompetnya, cek lagi... Jangan sampai saya sudah tidak berdiri di tempat baru di cek, dan menuduh saya yang----!""
""Tidak perlu di cek, Copet !!!"" Ketus malas Eldath mendengar suara Cerewet Fifi dan berlalu pergi dengan langkah menahan kesal, Rasa rasa nya ia akan cepat tua bila terus menerus bersinggungan dengan wanita Cerewet menyebalkan itu. Pasti Fifi juga sengaja menarik dompetnya, Yakin itu ! Yakin ! Dasar wanita ahli copet !
Di ruangan inap, Dokter baru selesai memeriksa detail kondisi Yola. Raut aneh di wajah dokter setengah paruh baya itu terpatri, kondisi pasien nya dalam normal semua kecuali luka cambukan yang masih basah, Janin berdetak sehat, fungsi organ juga normal semua cuma pasiennya seperti menolak untuk menerima hal hal sekitarnya, seperti ada sesuatu yang menguasai bawa sadar nya.
""Apa sebelumnya Ibu Yola pernah mengalami kejadian hebat yang menekan kesehatan mental nya ?""
""Pernah dok !"" Suara itu dari Eldath yang baru bergabung, Chirs masih setia mengekor. "" Adik saya di umur sepuluh tahun pernah mengalami kejadian berat dan memaksa kami untuk membuang sedikit memori buruk itu dengan cara bertukar pikiran dengan Psikiater dan berujung harus mensugesti separuh ingatannya dan berhasil sampai sekarang ! Tapi... Kenapa ? apa ada masalah ?""
__ADS_1
Jadi ini sebab nya Yola seperti mempunyai sifat multiple personality disorder yang kebanyakan orang tidak tahu ? Yola ternyata semenderita itu ? Mempunyai trauma luar biasa sampai pernah menekan kesehatan mentalnya.
Kemal memang sibuk membatin, tapi telinga nya juga tak kalah jeli mendengar aktraksi dokter dengan Eldath. Semakin kalut sedih saja dirinya di saat dokter mengatakan kalau Yola menolak bangun sendiri dari tidurnya, Yola seakan-akan mencari sesuatu dalam tidur itu, Alam bawa sadar nya seakan-akan memaksakan sesuatu. Itulah penjelasan Dokter yang di akhir dengan kata semoga saya hanya salah menerka ya pak, kita pantau saja terus.