Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 38


__ADS_3

Tak butuh waktu lama Yola mendapatkan charger milik Kemal, benda itu sudah tergantung cantik di stopkontak di dekat meja, ia duduk santai di kursi pribadi Kemal, memutar mutar nya pelan seraya menunggu layar beningnya punya energi. Sesekali ia bersenandung kecil untuk membunuh sepi nya ruangan. Saat lirik lagu berbunyi looking for something lost, Yola menepuk jidatnya konyol, ia pan Sedang mencari sesuatu yang hilang 'Berkas nya' Kemana kah gerangan ?


""Oh draft kemana lah kau berada, Neng Yola seksi ini mencari mu ?"" Mata Yola berputar menggerlya sudut ruangan yang baru sempat memperhatikan nya, Ia melihat potret Titan dan Meca di dinding.


Sayang adik juga ternyata ? Tersenyum, sejurus kemudian kembali manyun setelah mengingat bang El nya, membayangkan dirinya akan di kuliti seinci demi inci bila mana ketahuan akan keburukan nya. Ketahuan balapan saja hukumannya di cambuk, bagaimana kalau kesalahan ini ketahuan, Alamat gorok langsung kali ya ? Yola meringis membayangkan itu.


"" Aku ingin lepas dari rantai tak kasat mata ini."" Gumam nya, Seraya tangan lembutnya mencari berkas satu persatu yang ada di tumpukan meja kerja Kemal.


""Hmm, pakai berantakan lagi !"" Kesalnya melihat beberapa berkas jatuh ke kakinya dan bahkan masuk ke kolom meja ulah tangan pecicilan nya sendiri yang tak berhati-hati menghelanya.


Looking for something lost.... Kembali bersenandung lirih, dengan tangan itu satu persatu memungut berkas Kemal yang berantakan, bahkan ada beberapa kertas isinya keluar. Saat ingin membalikkan satu kertas yang menarik di matanya, Pintu ruangan terbuka mengalihkan perhatiannya.


""Apa yang kamu lakukan di sini, Yola ?"" Tanya Kemal dengan nada marah tertahan.


Apakah Yola melihat Berkas itu ? Lirik Kemal ke tangan Yola yang memegang Berkas yang di cemaskan nya.


""Etdaaaah, Ba-Mas.. Biasa aja dong bertanya nya, Yola sampai kaget, Yola nggak bakalan nyuri kok !"" Santai Yola menyahut, Tangan nya pun menangadakan berkas. ""Yola mencari draft draft milik Yola sendiri, Mana ? Mas menyimpan nya nggak ?""


Alhamdulillah....Yola seperti nya belum membaca isinya.


""Tapi kenapa kamu mengacak acak berkas penting Mas ?"" Kemal menarik paksa map kuning yang di pegang Yola. Yola yang kaget di bentak dan juga kaget dengan pergerakan tarikan Kemal, mengelus dadanya yang jantungnya berdetak kaget.


""Ya maaf, Yola tidak sengaja dan tidak perlu marah marah begitu juga, Yola liar juga punya hati kali, Yola liar juga masih punya tata Krama yang tidak mungkin mencuri barang orang. Lagian Yola juga mau tanggung ja---!""

__ADS_1


""Maaf kan mas, mas hanya takut berkas penting ini rusak, maaf sudah marah marah tidak jelas.""


Yola kaget lagi, tapi kaget nya berbeda... Suara Kemal tetiba lembut dan sekonyong-konyong memeluk nya hangat. Aneh ! Batinnya dalam dekapan itu, sejurus ia mengurai pelukan Kemal, Ia tidak mau Baper yang di kiranya ia sekarang merasa di cintai..... Tidak ada yang mencintai diri nya di dunia ini kecuali Eldath. Si herder ini cuma menjilati kemanisan nya, Setelah pahit nanti, jalanan lah yang di tempuhnya.


""Si Mas tamvaaan hawt sudah minum obat waras kan ya ? Yola jadi takut ini terkena bisah nya."" Goda Yola menoel satu kali dagu Kemal dan menunduk kembali membereskan berkas yang masih berantakan, Tapi tunggu... inilah yang ia cari... Berkas nya sendiri yang sekarang kertas kertasnya berjejeran keluar. Di pungutnya kertas itu dan di masukkan semua ke dalam map hijau, Ia tidak tahu ada kertas Kemal yang ikut masuk ke dalamnya.


""Sudah ketemu belum ?""


Yola mengangguk dan berdiri. "Sudah ! Maaf sekali lagi Yola lancang masuk ke mari, Tapi ngomong ngomong Meca dan Titan itu siapa nya Mas ?"" Lirik Yola ke pigura adik kaka itu sebagai tetangga nya, Berkasnya ia taruh lagi di meja Kemal, ia jadi Kepo berat... padahal sih ia uda punya pikiran mereka itu adik kaka, cuma kok ia tidak pernah melihat Kemal di pelataran rumah keluarga kocak Meca yang selalu bermain basket dan hobby banget Membuat komplek ribut akan keseruan mereka.


Kemal pun ikut melirik pigura tersebut, duduk di kursinya dan menarik Yola duduk di pangkuannya. Yola kembali terkejut akan Kelakuan Kemal.


""Mereka adalah adik adik Mas, Hanya saja lain ibu...Ibu kemarin yang menciduk kita adalah ibu Mas, dan mungkin kamu sudah pernah melihat Ayah Mas yang Kemarin itu."" Jelas Kemal memainkan helai rambut Yola, Sang empu rambut hanya mengangguk dan ingin menarik tubuhnya untuk turun dari pangkuan Kemal, Tapi si herder ini menahan kuat pinggang nya.


""Biarkan posisi ini !"" Tahan Kemal, harum tubuh Yola pun sudah menjadi candunya.


Kemal tersenyum geli akan keprotesan Yola, si adik memang kurang ajar, baru di duduki oleh Yola langsung kesetrum tegak saja, Tapi...tarik nafas...Ia bisa mengontrol nya sebentar namun tidak janji... ingat ! Tidak janji...!


""Mau seperti ini ? atau mau lebih atas hukuman kamu semalam yang merepotkan Mas karena kamu mabuk.""


Yola meringis dan mengumpat dalam hati, si herder memang mesum pakai banget, Bisa bisanya mulut berbicara tapi tangan mulai nakal membuka dua kancing atas kemejanya.


"" Singkirkan tangan mu."" Ketus Yola menolak, menepis tangan Kemal yang ingin menelusup masuk ke dalam kemejanya.

__ADS_1


"" Tidak lebih kok, Mas Hanya minta sediiiiikit Vitamin dari situ."" Pinta Kemal. Mungkin mintanya sedikit, Tapi bila sudah panas mungkin saja bisa berolahraga siang, kan semalam ia libur dapat jatah karena Yola mabuk berat, Kemal tidak suka berhubungan bila ia atau pun lawannya dalam kesadaran tidak stabil, menurut nya permainan tidak akan panas menggigit.


"" Tidak boleh ! Yola harus bekerja profesional untuk perusahaan pak Chris."" Kelit Yola menolak halus. Tapi bukan Kemal namanya kalau ia tidak bisa membuat wanita ini suka rela memberi nya. Lagian ia hanya minta sedikit, tidak lebih kok.


Hmmppp, Di tarik nya tengkuk itu, Melahap bibir Yola lembut, tangan nakal yang piawai Membuat lawan pasrah sudah menelusup masuk ke balon Yola dan mengeluarkan isi balon nya dari wadahnya.


Kemal hanya memilin ujung nya saja membuat Yola membalas ciuman bibir nya yang tadinya tak mau membuka mulutnya, Yola benar benar menolak nya, tapi pergerakan tangan nakal nya berhasil membuat Yola gelap juga bahkan sekarang Yola semakin dalam membalas ciuman nya. tersenyum jumawa lah si herder ini yang ujung ujungnya ia yang menang.


Bibir masih saling bertaut, Tangan nakal Kemal semakin gila bermain di balon ku ada dua punya Yola, ke-dua tangan Yola pun sudah bertengger di leher Kemal. Matanya terpejam dalam permainan yang menghanyutkan itu.


YOLAAAA...


Yola tersadar, Suara El tetiba menghantui nya dengan suara baritonnya khas kegalakan El. ia mendorong keras tubuh Kemal, membuat Kemal pun tersadar.


"" Maaf, aku terbawa suasana !"" Ujar Kemal santai, menghela bibir nya yang sudah blepotan.


Yola tak menjawab, turun dari pangkuan Kemal dan membenarkan penampilannya yang berantakan.


"" Yola ingin bekerja, dan ingin mempersingkat waktu ada di kota ini, Yola harap hari ini pekerjaan bisa Yola rangkup dalam satu hari.""


Wajah Yola memang masih tersipu merah, tapi tangan nya menarik berkas milik nya, ia butuh tanda tangan Kemal, di tarik nya satu lembar isi map nya.


""Saya butuh tanda tangan bapak hari ini."" Sikap profesional nya kini sedang On, menatap Kemal dengan tangan memberi satu lembar tugasnya. Tapi kembali di tarik nya saat menyadari ada yang aneh dengan kertas tersebut, ia melihat nama perusahaan keluarganya tertulis jelas di sana.

__ADS_1


Pembatalan mesin berat....?


""Yo-yola, itu milik saya !""


__ADS_2